Selasa, 01 Maret 2016

Polisi Paris akan Dilengkapi Tameng Anti Senapan AK-47


Polisi Paris akan Dilengkapi Tameng Anti Senapan AK-47  
Kepolisian Paris meningkatkan kapasitas dan kemampuan persenjataan serta perlindungan demi menghadapi serangan teroris seperti yang terjadi November 2015. (Reuters/Charles Platiau)
 
Jakarta, CB -- Polisi di Paris, Perancis, akan diberikan tambahan persenjataan dan tameng perlindungan yang mampu menahan serangan dari senapan serbu dan AK-47. Langkah ini diambil menyusul serangan teroris yang menewaskan 130 orang tahun lalu.

Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve pada Senin (29/2) mengatakan tambahan senjata dan tameng ini khusus diberikan untuk satuan elite kepolisian demi "mengintervensi secepat mungkin dalam membantu patroli, terutama saat berhadapan dengan pembunuhan massal."

"Para penjahat yang dihadapi kini tidak ragu lagi menggunakan senjata berat, dan kita harus melakukan serangan balik serta perlindungan yang memadai," kata Cazeneuve, dikutip dari AFP.

Persenjataan dan perlindungan baru diberikan pada unit polisi anti-kriminal Paris atau BAC yang biasa berkeliaran di kota dengan pakaian preman.

Pemerintah Perancis memberikan sebanyak 204 senapan serbu jenis Heckler and Koch G36, 1.800 rompi anti peluru dan 241 tameng yang tahan terjangan peluru Kalashnikov alias AK-47.

Perlengkapan baru yang juga termasuk senapan kejut dan perangkat lainnya ini membuat Perancis merogoh kocek hingga 17 juta euro atau Rp247 miliar.

Penambahan persenjataan ini dilakukan menyusul serangan November tahun lalu di Paris yang menewaskan 130 orang dan melukai ratusan lainnya. Para pelaku menyerang dengan senapan AK-47 dan bom bunuh diri di kafe, gedung konser dan area sekitar stadion sepak bola.

Saat itu seorang polisi yang pertama kali berhadapan dengan penyerang di gedung konser Bataclan hanya bersenjatakan pistol genggam. Dia berhasil menewaskan seorang pelaku, namun dia harus menunggu bantuan datang karena senjata dan perlindungan yang digunakan tidak cukup.




Credit  CNN Indonesia