Jumat, 05 Desember 2014

Menelisik Candi Jiwa yang Masih Menyimpan Misteri di Karawang




Jakarta (CB) - Angin sore yang berhembus sejuk membuat daun padi meliuk-liuk berirama. Sesekali terlihat segerombolan burung kecil yang terbang cukup rendah.

Jauh dari hiruk pikuk kota dan terasa sangat damai. Begitulah pemandangan yang terlihat dan suasana yang tergambarkan saat detikcom mengunjungi wisata sejarah percandian di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Karawang berjarak kira-kira 70 kilometer dari Ibu Kota.

Sebuah candi yang terbuat dari batu bata berdiri kokoh di tengah-tengah hamparan sawah yang menghijau. Warga mengenal candi tersebut dengan nama Candi Jiwa.

Seorang Juru Pelihara Candi bernama Nasri menuturkan, ada cerita tersendiri kenapa candi setinggi kira-kira 3 meter itu dinamai demikian. Konon ini adalah candi tertua di tanah Jawa.

"Candi Jiwa ini mulai diteliti sejak 1984 dan dipugar pada tahun 1996. Sebelum dipugar, kawasan candi hanya berbentuk gundukan tanah atau unur. Banyak yang menyebutnya bukit. Warga lantas memanfaatkan gundukan tanah tersebut untuk bercocok tanam dan mengamankan ternak mereka. Soalnya kawasan Batujaya termasuk daerah rawan banjir," tutur Nasri, Sabtu, (29/11/2014).

Setiap banjir datang, warga terpaksa menginapkan ternak mereka di atas gundukan tanah tersebut. Namun, keesokan paginya ada saja ternak yang mati tanpa sebab.

"Dari situ, warga tak lagi menyebut gundukan tanah tersebut dengan unur, tapi unur jiwa, karena sudah memakan jiwa-jiwa binatang tersebut. Alhasil ketika tahun 1996 dilakukan pemugaran dan ditemukan candi di bawah gundukan tersebut, warga lantas menyebutnya dengan Candi Jiwa," ungkap Nasri yang sudah lebih dari 10 tahun bekerja di bidang pengembangan peninggalan sejarah.

Batas antara candi dengan area pesawahan di sekelilingnya berupa pagar besi setinggi kira-kira 1 meter. Jika ingin ke tempat candi tersebut berada, warga bisa menyusuri jalan beton dengan lebar tak lebih dari 1 meter.

Nasri menuturkan, candi yang berbentuk persegi empat tersebut berada di perbatasan Desa Segaran di Kecamatan Batujaya dan Desa Talagajaya di Kecamatan Pakis Jaya. Terdapat beberapa titik percandian belum dipugar yang terletak tak jauh dari Candi Jiwa. Secara keseluruhan kawasan percandian ini memiliki luas hingga 5000 M.

Berdasarkan prasasti yang pernah ditemukan di kawasan percandian, Candi Jiwa diperkirakan merupakan peninggalan kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara berkembang pada abad ke-4 masehi dan merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat. Jika dilihat dari atas, struktur paling atas dari Candi Jiwa memperlihatkan bentuk seperti bunga teratai.

"Cara mereka menyusun batu bata candi yaitu dengan sistem gosok spesi dan menggunakan batu kunci. Jenis batu bata yang digunakan untuk membangun Candi Jiwa diperkirakan jauh lebih tua dari jenis batu penyusun Candi Borobudur," ungkap Nasri.

Berjarak kira-kira 100 meter dari komplek candi, berdiri sebuah museum. Bangunan sederhana berlantai 1 itu hanya menampung sedikit benda peninggalan sejarah terkait percandian di Batujaya.

"Sebagian besar benda bersejarah masih diteliti tim arkeolog, sebagian lagi sudah disimpan di Museum Nasional (Jakarta Pusat)," tutur Nasri.

Mayoritas isi museum adalah jenis-jenis bebatuan yang digunakan untuk menyusun candi. Dipajang pula kerak besi dan fosil tumbuhan yang pernah ditemukan di sekitar kawasan situs percandian.

Beruntungnya, meskipun letak situs ini cukup jauh yaitu sekitar 40 km dari pusat Kota Karawang, namun akses jalan menuju ke lokasi bisa dibilang cukup bagus. Ada berbagai alternatif cara untuk para wisatawan yang ingin berkunjung ke situs Candi Jiwa ini.

Pertama dengan menggunakan kendaraan pribadi. Jika dari Ibu Kota, wisatawan yang menggunakan mobil bisa menyusuri tol Jakarta-Cikampek lalu keluar di Tol Karawang Barat. Dari situ bisa berbelok ke arah Terminal Tanjung Pura kemudian menuju Rengas Dengklok.

Letak situs sekitar 20 km dari Rengas Dengklok. Sepanjang perjalanan dari Rengas Dengklok menuju Batujaya, wisatawan akan melewati jalan yang berada di sisi irigasi. Memang agak disayangkan karena tidak banyak papan penunjuk arah yang menunjukkan di mana letak Candi Jiwa.

Kedua jika menggunakan sepeda motor wisatawan yang berasal dari Ibu Kota bisa menyusuri Jalan Kalimalang hingga ke Cikarang. Tak jauh setelah Terminal Bus Cikarang, motor bisa berbelok di daerah Pilar. Jarak situs dari situ sekitar 20 km.

Jika menggunakan transportasi umum, sejauh ini belum ada yang sampai hingga di depan situs. Angkutan umum baik dari Karawang maupun Cikarang, rata-rata hanya sampai Pasar Batujaya yang berjarak kira-kira 2 km dari situs. Dari situ bisa menumpang ojek untuk sampai ke lokasi.

"Selama ini pengunjung rata-rata dari anak sekolah. Mereka bisa ratusan orang. Selain itu ada juga mahasiswa yang datang untuk keperluan tugas. Ada juga masyarakat umum yang cuma ingin tahu seperti apa Candi Jiwa itu," imbuh Nasri.




Credit DetikNews