Gambar dari tangkapan layar video ini menunjukkan
kerusakan sebuah rumah akibat terjangan Badai Gita di Nuku’alofa, Tonga,
Selasa (13/2).
Foto: TVNZ via AP
Kecepatan angin mencapai 233 Km per jam, jauh lebih kuat dari perkiraan.
CB, NUKU'ALOFA -- Kepulauan Tonga di Pasifik Selatan hancur oleh badai tropis Gita
yang membawa angin dengan kecepatan 230 Km per jam. Badai menyebabkan
kerusakan yang signifikan di seluruh kerajaan tersebut, bahkan juga
meratakan gedung parlemen dengan tanah.
Badai Gita menerjang Tonga sekitar pukul 20.00 waktu setempat pada
Senin (12/2) malam dan memuncak antara pukul 23.00 malam hingga pukul
02.00 pagi. Badai tersebut memporak-porandakan pulau utama Tongatapu,
memutus aliran listrik, menghancurkan gereja-gereja, dan merusak tanaman
yang sangat penting bagi penghidupan di pulau ini.
Pada
puncaknya, kecepatan angin mencapai 233 Km per jam, jauh lebih kuat dari
perkiraan. Meski demikian, badai Gita belum mencapai badai Kategori 5
seperti yang telah banyak diantisipasi.
Menurut British Met
Office, badai Gita adalah badai terburuk yang menerjang pulau-pulau
utama Tonga dalam 60 tahun terakhir. Sistem komunikasi dengan British
Met Office sempat hilang semalaman saat badai ini menghancurkan atap
kantor meteorologi Tonga.
Graham Kenna dari Kantor
Manajemen Darurat Tonga mengatakan kepada Radio Selandia Baru, kerusakan
sangat meluas dan parah, sementara informasi sangat lamban didapat.
"Saya telah terlibat dalam respons bencana selama 30 tahun dan ini
adalah situasi terburuk yang pernah saya hadapi," kata Kenna.
"Banyak
bangunan rusak parah atau bahkan hancur. Pohon di dekat istana, juga
telah hancur. Ini adalah situasi yang sangat buruk," tambah dia, dikutip
The Guardian.
Selandia Baru telah mengeluarkan
750 ribu dolar Selandia Baru dana bantuan darurat. Perdana Menteri
Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pasukan pertahanan siap siaga
segera setelah pemerintah Tonga menentukan bantuan apa yang mereka
butuhkan dari pemerintahannya.
Koresponden Newshub Pacific
Michael Morrah, yang berada di ibu kota Nuku'alofa, melaporkan puluhan
rumah dihancurkan oleh badai tersebut. Dia mengatakan, sejumlah bangunan
penting juga hancur, termasuk gedung parlemen.
Sekretaris
Jenderal Palang Merah di Tonga Sione Taumoefolau mengatakan dia telah
mengirim timnya untuk mulai menjangkau kerusakan dan membersihkan
jalan-jalan. Dia memperkirakan kerusakan di ibu kota sangat parah.
"Pada
tahap ini kami tidak mendapatkan laporan adanya korban jiwa dan hanya
ada laporan korban luka ringan, jadi saya pikir kami bisa bersyukur
untuk itu. Tapi kami tidak punya informasi tentang pulau-pulau terluar,
jadi kami harus menunggu dan melihat apa yang bisa kami temukan saat
ini," kata Taumoefolau.
Kerajaan Tonga terbentuk di atas
176 pulau, namun hanya 40 pulau yang dihuni. Setelah dari Tonga, badai
Gita akan membelok ke selatan menuju Fiji, dan diperkirakan akan
menerjang Kepulauan Lau pada Selasa (13/2).
Menteri Luar
Negeri Selandia Baru Winston Peters mengatakan pasokan darurat telah
disiapkan pada Senin (12/2), dan siap dikirim ke pulau-pulau di Tonga.
"Ini merupakan kontribusi awal yang akan memungkinkan kita merespons
dengan cepat permintaan dari pemerintah Tonga untuk memenuhi kebutuhan
mendesak, seperti tempat tinggal darurat, air, dan sanitasi. Kami siap
memberikan dukungan tambahan karena tingkat kerusakannya sangat jelas,"
kata dia.
Saakashvili menuduh Presiden Ukraina melakukan korupsi.
CB,KIEV
-- Pemimpin oposisi Ukraina Mikheil Saakashvili dideportasi ke Polandia
pada Senin (12/2) setelah dia ditahan di restoran di Kiev oleh penegak
hukum. Dinas perbatasan Polandia mengkonfirmasi bahwa dia telah tiba dan
Warsawa telah setuju untuk mengizinkannya masuk.
Deportasi tersebut tampaknya menjadi akhir permainan 'tikus dan
kucing' sepanjang bulan antara Saakaahvili dan pihak berwenang Ukraina
yang terjadi kerusuhan di jalan selama usaha sebelumnya untuk
menangkapnya. "Orang ini berada di wilayah Ukraina secara ilegal dan
oleh karena itu, sesuai dengan semua prosedur hukum, dia dikembalikan ke
negara asal dia tiba," kata juru bicara dinas ini Oleh Slobodyan dalam
postingan di facebook.
Slobodyan mengatakan petugas penegak
hukum diwajibkan untuk menggunakan kekuatan saat menahan Saakashvili di
Kiev karena para pendukungnya telah menyerang mereka. Sebelumnya dalam
sebuah pernyataan, Saakashvili mencela Presiden Ukraina Petro
Poroshenko.
"Ini bukan presiden dan bukan seorang
laki-laki. Ini adalah penjahat bajingan yang ingin menghancurkan
Ukraina. Semua ini menunjukkan betapa lemahnya mereka. Kita akan
mengalahkan mereka," katanya.
Poroshenko menanggalkan
status kewarganegaraan Ukraina Saakashvili tahun lalu. Namun Saakashvili
kembali memasuki Ukraina dari Polandia pada September dan menjanjikan
untuk menghadapi presiden yang dia tuduh melakukan korupsi. Namun,
Poroshenko membantahnya.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas berbicara dalam
pertemuan Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina di Ramallah, Ahad
(14/1).
Foto: AP Photo/Majdi Mohammed
Palestina tolak kerja sama apa pun dengan AS
CB,
MOSKOW - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan kepada Presiden
Rusia Vladimir Putin, dia tidak dapat lagi menerima peran Amerika
Serikat (AS) sebagai mediator dalam perundingan damai dengan Israel. Hal
ini karena perilaku Washington yang secara sepihak telah mengakui
Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
"Kami menyatakan, mulai sekarang kami menolak untuk bekerja sama
dalam bentuk apapun dengan AS terkait status mediatornya, karena kami
menentang tindakannya," ujar Abbas kepada Putin, dalam kunjungannya ke
Moskow, pada Senin (12/2), dikutip kantor berita Interfax.
Abbas
mengatakan dia menginginkan mekanisme mediasi baru yang diperluas untuk
menggantikan Kuartet Timur Tengah, kelompok negara dan badan
internasional yang didirikan untuk memimpin mediasi antara
Israel-Palestina.
"Misalnya, 'kuartet' itu ditambah
beberapa negara lain seperti model yang digunakan untuk mencapai
kesepakatan mengenai Iran," kata Abbas, merujuk pada perundingan
internasional mengenai program nuklir Teheran.
Menurut
Abbas, jika AS ingin ambil bagian dalam proses perdamaian, seharusnya
tidak sendirian tapi sebagai bagian dari sebuah kelompok. Abbas
mengatakan dia berharap Rusia dapat mengambil peran yang lebih besar
dalam perundingan damai antara Israel-Palestina.
Dalam
pertemuan itu, Putin juga menggarisbawahi kedalaman dan kualitas
hubungan antara Rusia dan Palestina. Ia menambahkan, masih banyak yang
harus dilakukan terkait konflik yang terjadi di wilayah Abbas. "Situasi
di wilayah ini jauh dari yang kami ingin lihat," kata Putin, dikutip RT.
Ia
menegaskan Rusia selalu mendukung rakyat Palestina. Dia juga mengaku
telah membahas masalah tersebut dengan Perdana Menteri Israel Benjamin
Netanyahu dalam sebuah kunjungan baru-baru ini.
Sebelum
bertemu Abbas, Putin sempat melakukan percakapan telepon dengan Presiden
AS Donald Trump untuk membahas proses perdamaian Palestina-Israel.
"Saya baru saja melakukan percakapan telepon dengan Presiden Amerika
Serikat, [Donald] Trump," kata Putin kepada Abbas, dikutip kantor berita
Tass.
"Tentu saja, kami berbicara tentang penyelesaian
masalah Israel-Palestina," tambah dia. Menurut Putin, Trump menyampaikan
ia menginginkan solusi yang terbaik bagi Abbas dan Palestina.
Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Foto: KEVIN LAMARQUE/REUTERS
Saya telah berbicara dengan orang-orang Amerika Serikat (AS) mengenai hal itu.
CB,YERUSALEM
-- Perdana menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa
dirinya telah berdiskusi dengan Amerika Serikat (AS) mengenai
kemungkinan aneksasi atau pencaplokan wilayah Palestina yang dilakukan
Israel untuk permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.
"Mengenai masalah penerapan kedaulatan, saya bisa mengatakan bahwa
saya telah berbicara dengan orang-orang Amerika Serikat (AS) mengenai
hal itu," kata Netanyahu dikutip oleh seorang juru bicara partai sayap
kanan Likud saat menghadiri pertemuan para legislatornya.
Amerika
Serikat di bawah Presiden Donald Trump terus memberikan dukungan bagi
Israel. Sebelumnya, Trump menyetujui pemindahan Kedubes AS di Israel
dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pemindahan kedubes itu diperkirakan bakal
terwujud tahun depan.
Pemindahan kedubes itu seakan
memberikan pengakuan dari AS terhadap klaim Israel terhadap Yerusalem.
Padahal, Palestina telah merencanakan untuk menjadikan Yerusalem timur
sebagai ibu kota negaranya di masa depan. Pemindahan kedubes AS itu
memicu demonstrasi anti-AS dan Israel di seluruh dunia.
Tentara India melakukan patroli di jalan-jalan di ibu kota Kashmir, Srinagar, India. (ilustrasi)
Foto: AP
Gerilyawan bersenjata berat menyerbu pangkalan di Jammu, Kashmir, India.
CB,NEW
DELHI -- Menteri Pertahanan India mengatakan, Pakistan 'akan membayar'
setelah pascaserangan terhadap serangan sebuah pangkalan militer Kashmir
yang dikelola India dan menewaskan sembilan jiwa termasuk lima tentara
dan seorang warga sipil.
Baku tembak terjadi Sabtu ketika gerilyawan bersenjata berat menyerbu
pangkalan di Jammu, kota terbesar kedua wilayah Himalaya yang
disengketakan berbatasan dengan Pakistan. Menteri Pertahanan India
Nirmala Sitharaman yang mengunjungi orang-orang yang terluka di rumah
sakit (RS) mengatakan bahwa operasi kontra teror di kamp tersebut telah
dibatalkan pada Senin (12/2).
"Pakistan telah memperluas
busur teror, menggunakan pelanggaran gencatan senjata (di perbatasan)
untuk membantu penyusupan. Pakistan akan membayar untuk kesalahan ini,"
katanya seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (13/2).
Sitharaman
juga mengoreksi korban tewas sebelumnya yang diberikan oleh polisi yang
menyebut 10 orang termasuk empat penyerang tewas dalam serangan
tersebut. Ia menyebut kemungkinan teroris tewas dieliminasi meskipun ada
informasi empat militan ikut tewas di wilayah tersebut. "Kemungkinan
keempat penyerang adalah pemandu dan tidak memasuki tempat tersebut,"
katanya.
Para penyusup mengambil posisi di dalam kompleks
perumahan yang ditujukan untuk keluarga tentara saat tentara meluncurkan
serangan untuk mengusir mereka. Jammu yang mayoritas dihuni penduduk
Muslim terletak di kaki pegunungan daerah pegunungan relatif tenang
namun berulangkali terjadi serangan militan di pangkalan militer yang
berbatasan dengan Pakistan.
Kashmir telah dibagi antara
India dan Pakistan sejak kemerdekaan mereka dari inggris pada 1947.
Namun kedua negara mengklaim wilayah dan terjadi perang di wilayah ini.
Ombudsman Militer: Jangan Ada Lagi Misi Luar Negeri untuk Marinir Jerman. picture-alliance/dpa/I. Wagner
Jerman
harus menimbang baik-baik sebelum menyetujui misi maritim baru dengan
NATO, Uni Eropa atau Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata Ombudsman militer
di parlemen, Hans-Peter Bartels.
Dalam wawancara yang diterbitkan
di tabloid Minggu Bild am Sonntag, Bartels menyalahkan birokrasi dan
salah urus karena kurangnya fregat yang ada.
"Angkatan laut akan segera kehabisan kapal operasional," kata anggota SPD Hans-Peter Bartels.
Suku cadang kurang
Bartels
mengatakan, kurangnya suku cadang untuk kapal angkatan laut Jerman
kemungkinan akan menyebabkan masa perbaikan kapal di galangan jadi lebih
lama.
"Ada terlalu banyak tanggung jawab administratif, staf
kurang, dan kadang-kadang perusahaan reparasi memang ingin menahan
(kapal) selama mungkin," dia mengingatkan.
Bild am Sonntag
melaporkan bahwa satu dari tiga kapal terbesar di angkatan laut Jerman,
kapal bantuan tempur "EGV Berlin," bersama dengan kapal pasokan "EGV
Bonn," tidak dapat diooperasikan untuk waktu lebih lama dari perkiraan
semula.
Menurut laporan internal angkatan laut, perbaikan kedua
kapal di sebuah galangan kapal di Hamburg bisa makan waktu sampai 18
bulan. Perbaikan kapal yang dimulai tahun lalu itu saat ini sedang
tertunda karena kekurangan suku cadang.
Fregat baru belum datang
Bartels
mengatakan, sebenarnya perbaikan kedua kapal angkatan laut yang sudah
tua itu berjalan sesuai rencana. Yang jadi masalah bagi marinir adalah
banyaknya kapal tua yang seharusnya sudah pensiun, tapi kedatangan kapal
pengganti masih tertunda.
"Enam dari 15 kapal tanker yang lama
sudah berhenti beroperasi, namun belum satu pun kapal frigat F125 yang
baru selesai dan diserahkan ke angkatan laut," katanya.
Angkatan
Laut Jerman saat i i terlibat dalam beberapa misi internasional, antara
lain di Laut Tengah, Afrika utara dan sejak Mei 2015 di Eropa sebagai
bagian dari operasi "Sophia". Misi ini akan berjalan sampai akhir 2018.
Selain itu, kapal Jerman juga dilibatkan dalam misi NATO di Laut Aegea.
Dengan
armada yang terdiri dari hampir 100 kapal, angkatan laut Jerman
memainkan peran kunci dalam misi-misi NATO dan PBB di berbagai bagian
dunia.
Rusia menguji tembak rudal pertahanan udara yang baru di wilayah Kazakhstan, Senin (12/2/2018). Foto/Ilustrasi TASS
MOSKOW - Militer Rusia berhasil menguji tembak rudal pertahanan udara yang baru di-upgrade, pada hari Senin (12/2/2018). Tes tembak senjata Moskow ini dilakukan di sebuah lokasi di Kazkhstan.
Laporan uji coba peluru kendali (rudal) ini pertama kali dilansir surat kabar Krasnaya Zvezda mengutip wakil komandan Angkatan Dirgantara Rusia Andrei Prikhodko.
”Kami telah berhasil melakukan uji coba rudal pertahanan udara tingkat tinggi yang baru di-upgrade,” kata Prikhodko.
”Karakteristik
taktis dan teknis rudal mengenai rentang, presisi dan masa pakai
operasional jauh lebih tinggi dibandingkan dengan senjata masa kini,”
ujar Prikhodko.
Rudal pertahanan udara yang baru di-upgrade
ini diklaim mampu menghalau serangan tunggal dan ganda, termasuk dengan
serangan yang menggunakan rudal balistik antarbenua generasi baru.
Menurut
Prikhodko, rudal pertahanan udara modern yang diuji coba berhasil
menghantam target yang ditentukan di Sary Shagan dari lokasi penembakan
di Kazakhstan.
Semua bagian dari rudal pertahanan ini buatan manufaktur Rusia sendiri.
Kendati
demikian, Prikhodko tidak menjelaskan nama atau jenis rudal pertahanan
udara yang diuji tembak hari ini, termasuk spesifikasinya.
Presiden Iran Hassan Rouhani melededek AS dan Israel yang dia sebut gagal memecah Suriah dan Irak. Foto/REUTERS/Keith Bedford
TEHERAN
- Iran memamerkan rudalnya dalam peringatan Revolusi Islam Iran 1979
pada hari Minggu. Dalam pidatonya di depan rakyat, Presiden Hassan
Rouhani meledek Amerika Serikat (AS) dengan menyebut taktik untuk
memecah Irak dan Suriah gagal.
Ratusan ribu warga Iran berkumpul dalam peringatan Revolusi Islam Iran 1979 Azadi (Freedom) Square, Teheran.
Rouhani
yang ikut hadir dalam peringatan itu menyinggung serangan udara Israel
di Suriah pada hari Sabtu yang diklaim ditujukan untuk merusak
pertahanan udara Suriah dan menargetkan Iran.
“Mereka (AS dan
Israel) ingin menciptakan ketegangan di wilayah ini. Mereka ingin
memecah Irak, Suriah. Mereka ingin menciptakan kekacauan jangka panjang
di Lebanon, tapi ... tapi dengan bantuan kami kebijakan mereka gagal,”
kata Rouhani, seperti dikutip Reuters, Senin (12/2/2018).
Iran
mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang sipil. Teheran
juga mendukung milisi Syiah di Irak, Hizbullah Lebanon dan juga dianggap
mendukung pemberontak Houthi di Yaman.
Presiden AS Donald Trump,
yang melihat Iran sebagai ancaman yang meningkat terhadap stabilitas
regional di Timur Tengah, telah berjanji untuk bekerja sama dengan
Israel dan rival Iran lainnya, Arab Saudi, untuk mengekang upaya Teheran
untuk memperluas pengaruhnya di wilayah Timur Tengah.
Israel telah memperingatkan tentang meningkatnya keterlibatan Iran di sepanjang perbatasannya dengan Suriah dan Lebanon.
Serangan
udara Israel pada hari Sabtu yang diklaim berhasil menekan pertahanan
udara Suriah dan menargetkan pasukan Iran di negara Assad itu merupakan
konfrontasi paling serius antara Israel dan kedua negara tersebut.
Tentara
Suriah mengklaim telah menembak jatuh jet tempur F-16 Israel setelah
Israel menembaki sebuah pesawat tak berawak Iran yang dituduh telah
memasuki wilayah udara Israel.
Iran telah menolak klaim Israel tersebut, dengan mengatakan bahwa kehadiran militernya di Suriah hanya sebuah penasihat.
Dalam
sebuah demonstrasi yang ditujukan pada Barat yang ingin mengekang
program rudal balistik Iran, Teheran memamerkan rudal balistik Ghadr
yang memiliki jangakauan 2.000 km (1.240 mil). Rudal itu dipamerkan di
jalan utama Vali-ye Asr di Teheran.
Iran mengatakan bahwa program
rudalnya hanya bersifat defensif dan tidak dapat dinegosiasikan seperti
yang diminta oleh AS dan Eropa.
Stasiun televisi negara Iran
melaporkan puluhan juta orang bersatu untuk mendukung revolusi di
seluruh negara berpenduduk 81 juta dalam menghadapi krisis domestik
terburuk dalam hampir satu dekade terakhir.
Iran belum lama ini diguncang demonstrasi besar-besaran, di mana ribuan
pemuda dan pekerja Iran marah atas korupsi, pengangguran, dan
kesenjangan yang melebar. Garda Revolusi Iran turun tangan untuk
mengatasi protes besar tersebut.
Pihak berwenang Iran mengatakan
25 orang tewas dan lebih dari 3.000 orang ditangkap dalam demo rusuh.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Iran, sebagian besar dari mereka yang
ditangkap telah dibebaskan, namun sekitar 300 orang diancam hukuman
penjara.
”Amerika ingin mencampuri urusan negara kita. Tapi
mereka gagal karena kesadaran dan persatuan bangsa kita,” kata Rouhani,
menggemakan klaim Iran bahwa demonstrasi tersebut diatur luar negeri.
Hizbullah
Lebanon diklaim memiliki 70.000 rudal jarak jauh asal Iran yang
ditempatkan di Suriah. Rudal sebanyak itu siap ditembakkan ke Israel.
Foto/MEMRI/Addiyar.com
Sebuah artikel dari media pro-Hizbullah Lebanon mengklaim kelompok
milisi itu sudah memiliki sekitar 70.000 peluru kendali (rudal) jarak
jauh asal Iran yang ditumpuk di Suriah. Puluhan ribu rudal itu siap
ditembakkan ke Israel.
Situs Dahiya dalam artikelnya
bertanggal 9 Februari 2018 mengklaim bahwa Presiden Suriah Bashar
Al-Assad baru-baru ini menolak permintaan Israel—yang disampaikan oleh
Presiden Rusia Vladimir Putin—untuk menghapus sekitar 70.000 rudal yang
siap digunakan Hizbullah di seluruh wilayah Suriah.
Suriah dan
Hizbullah Lebanon, menurut laporan itu, akan bergabung untuk melawan
Israel. Selain itu, aktivitas intens sedang dilakukan untuk membawa
lebih banyak rudal Iran ke Suriah melalui Irak, sehingga dalam waktu
satu tahun Hizbullah akan memiliki 500.000 rudal di Suriah. Jumlah itu
belum termasuk yang telah dikerahkan di Lebanon.
Laporan itu
diterbitkan setelah serangan udara Israel di Suriah pada 7 Februari 2018
sebagai respons atas penyusupan pesawat nirawak (UAV) Iran dari Suriah
ke wilayah Israel. Serangan udara Tel Aviv itu direspons militer Suriah
dengan rentetan tembakan rudal anti-pesawat yang menjatuhkan salah satu
jet tempur F-16 Israel.
SINDOnews.com pada
Selasa (13/2/2018) melansir kutipan artikel soal klaim 70.000 rudal
Hizbullah di Suriah yang siap ditembakkan ke Israel. Kutipan artikel itu
aslinya berbahasa Arab dan telah diterjemahkan Middle East Media
Research Institute (MEMRI). Berikut kutipan selengkapnya;
“Selama)
kunjungan perdana menteri entitas musuh Israel, Benjamin Netanyahu ke
Moskow, dia secara resmi meminta Rusia untuk campur tangan terhadap
pimpinan Suriah untuk menghapus sekitar 70.000 rudal yang telah
ditempatkan Hizbullah di tanah Suriah dengan persetujuan dari komando
militer Suriah dan khususnya Presiden Suriah Bashar Al-Assad.”
“(Rudal-rudal
ini) dimaksudkan untuk ditembakkan ke wilayah Palestina yang diduduki
(Israel) dari wilayah Suriah. Mereka secara signifikan mempersulit
(aktivitas) angkatan udara musuh Israel, (karena itu) harus membombardir
rudal dan basis Hizbullah di Lebanon selain basis-basis yang tersebar
di seluruh Suriah, yang terdapat 70.000 rudal jarak jauh Iran yang
ditujukan untuk musuh Israel.”
“Presiden Rusia Vladimir Putin
menyampaikan permintaan musuh Israel kepada Presiden Suriah Dr. Bashar
Al-Assad, dan yang terakhir mengumumkan bahwa Suriah menolak untuk
menghapus rudal Hizbullah meskipun ada peringatan Israel (bahwa jika
senjata-senjata itu tidak dilenyapkan), hal itu akan menghancurkan
Damaskus dan membombardir tentara Suriah sampai berkeping-keping. Assad
(bahkan) mengumumkan bahwa kali ini tentara Arab Suriah dan Hizbullah
akan melakukan kampanye rudal gabungan melawan Israel, di mana Suriah
akan menembakkan rudal Scud jarak jauh, di mana Suriah memiliki 1.600
unit.”
”Musuh sekarang dikelilingi 450 kilometer dari
perbatasannya oleh rudal Hizbullah dan para ahli Iran (siap) untuk
menembakkan rudal-rudal ini ke wilayah Palestina yang diduduki (Israel)
dari setiap wilayah Lebanon dan terutama dari setiap wilayah Suriah.
Hizbullah ingin memperluas persenjataan rudalnya di Suriah, sehingga
jika perang berlangsung dalam waktu lama, maka akan ada cadangan besar
rudal jarak jauh Iran. Oleh karena itu, aktivitas intens sedang
berlangsung sepanjang rute Iran-Irak-Suriah untuk mengangkut rudal Iran
(ke Suriah). Iran memiliki lebih dari dua juta rudal jarak jauh, dan
bertindak untuk menyediakan Hizbullah dengan gudang rudal jarak jauh
untuk ditempatkan di seluruh Suriah. Rudal tersebut memiliki jarak
tempuh 1.100 km dan dapat menjangkau Palestina yang diduduki (Israel)
dari setiap titik di Suriah. Jika musuh Israel tetap menganggur dan
tidak berperang selama setahun, Hizbullah akan mengerahkan setengah juta
rudal ke tanah Suriah, selain rudalnya yang sudah ada di Lebanon, tapi
yang terutama di seluruh Suriah, sehingga pesawat Israel akan Sulit
untuk menargetkan basis Hizbullah di sana.”
”Presiden Suriah Dr.
Bashar Al-Assad telah mengizinkan tentara Arab Suriah untuk memperluas
setiap bantuan yang diperlukan kepada Hizbullah, yang secara diam-diam
menggali fasilitas rudal bawah tanah untuk menginstal rudal dan peluncur
rudal otomatis. Silo akan dilengkapi dengan pintu besar yang naik
sampai ketinggian tiga meter untuk memungkinkan peluncuran rudal,
kemudian segera menutup dan mengelabui dengan bersatu bersama tanah,
sehingga pesawat Israel tidak dapat menemukan (silo).”
”Tampaknya
Israel merasa benar-benar terancam oleh senjata rudal Hizbullah yang
berkembang di Suriah, terutama karena Suriah sangat besar, dan oleh
karena itu, ini memberikan peringatan yang jelas bahwa rudal Hizbullah
harus dilepaskan, dan bahwa pengiriman rudal lagi dari Iran ke Hizbullah
harus dicegah, jika tidak maka akan memulai perang melawan Hizbullah di
Lebanon dan Suriah.”
Pemerintah maupun militer Israel belum
berkomentar atas laporan tersebut. Namun, fakta bahwa Nentanyahu memang
pernah menemui Presiden Vladimir Putin di Moskow untuk memintanya campur
tangan mengendalikan Suriah, Iran dan Hizbullah sebelum Israel
bertindak lebih jauh.
Pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi diduga luka-luka dalam serangan Mei lalu. (REUTERS/Social Media Website via Reuters TV)
Jakarta, CB -- Pemimpin ISIS Abu Bakr
al-Baghdadi diduga menderita luka-luka dalam serangan udara Mei tahun
lalu dan harus melepaskan kendali kelompok teror itu selama lima bulan
akibat cederanya.
Hal tersebut diutarakan beberapa pejabat Amerika Serikat secara eksklusif kepada CNN, Senin (12/2).
Badan
intelijen AS yakin bahwa orang yang paling dicari di seluruh dunia itu
berada dekat Raqqa, Suriah saat dihantam rudal, Mei lalu.
Menurut pejabat AS, penilaian itu berdasarkan laporan dari sejumlah
tahanan ISIS dan para pengungsi di Suriah Utara, beberapa bulan setelah
serangan tersebut.
Luka-luka Baghdadi tidak sampai mengancam jiwanya. Namun karena cedera tersebut, dia tidak dapat memimpin operasi harian ISIS.
Pada
saat itu, ISIS hampir kehilangan kendali atas Mosul, Irak. Ibu kota
yang diklaim ISIS, Raqqa juga hampir terkepung Amerika Serikat.
Belum
jelas, apakah Baghdadi dihantam serangan atau hanya terkena dampak
serangan. Tidak pasti pula siapa yang menembakkan rudal. Pejabat AS
tidak tahu tanggal pasti serangan, sehingga tidak jelas apakah pesawat
koalisi yang terlibat, ataukah serangan rudal Rusia-lah yang melukai
Baghdadi.
"Saat itu ada serangan terisolasi Rusia di Raqqa, tapi tidak ada
kerangka waktu, jadi kita tidak tahu apakah itu serangan kita," kata
pejabat AS seperti dilaporkan CNN.
Diyakini
bahwa serangan yang melukai Baghdadi terjadi dekat dengan tanggal yang
disampaikan militer Rusia pada Juni, saat mereka mengklaim telah
membunuh atau melukai pemimpin ISIS itu.
Saat itu, Menteri
Pertahanan Rusia menyatakan mereka tengah menyelidiki laporan bahwa
Baghdadi tewas dalam serangan 28 Mei di pinggiran Raqqa. Wilayah
kekuasaan utama kelompok itu diambil alih AS pada Oktober.
Kalangan
pengamat memperingatkan bahwa laporan kematian Baghdadi bakal
ditanggapi secara skeptis mengingat beberapa kabar kematian sebelumnya
yang ternyata palsu.
Baghdadi hanya tampil sekali di muka publik,
yakni pada Juli 2014 di Mesjid Al Nuri, Mosul. Sejak itu ISIS merilis
sejumlah pesan audio yang diklaim sebagai suara Baghdadi. Baru-baru ini
September tahun lalu, yang dipandang sebagai upaya meredam klaim
kematiannya oleh Rusia.
Kampanye serangan yang didukung AS kini
fokus di daerah kantong-kantong wilayah yang dikendalikan ISIS, yang
membentang di sepanjang perbatasan Irak-Suriah. Yang dikenal sebagai
wilayah Jazeera.
Berbagai laporan menyebut bahwa di wilayah itu tampaknya Baghdadi berada, meski luas dan berpenduduk jarang.
pesawat Antonov An-148 itu jatuh di distrik
Ramensky sekitar pukul 14.48, tak lama setelah lepas landas dari bandara
di Domodedovo. (Reuters/Mikhail Grigoryev)
Jakarta, CB -- Sebanyak 71 orang
dipastikan tewas dalam kecelakaan pesawat yang baru saja lepas landas
dari bandara dekat Moskow, Rusia, pada Minggu (11/2).
"Enam puluh
lima penumpang dan enam awak pesawat ada di dalam pesawat. Semuanya
tewas," demikian pernyataan resmi badan penyelidik transportasi Rusia,
sebagaimana dikutip Reuters.
Penyelidik menyatakan, pesawat
Antonov An-148 itu jatuh di distrik Ramensky sekitar pukul 14.48, tak
lama setelah lepas landas dari bandara di Domodedovo.
Penerbangan domestik yang dioperasikan oleh Saratov Airlines itu
dijadwalkan terbang menuju Orsk, kota di daerah pegunungan Ural.
Kementerian Gawat Darurat Rusia pun langsung mengerahkan lebih
dari 400 personel dan 70 kendaraan menuju lokasi yang diselimuti salju
tersebut.
Begitu sulit akses menuju lokasi kejadian, para
personel keamanan harus memarkir kendaraan mereka dan berjalan kaki
menuju tempat puing pesawat.
Sementara itu, kendaraan pemecah es dan pesawat nirawak dikerahkan untuk memindai lokasi kejadian.
Menteri
Transportasi Rusia, Maksim Sokolov, mengatakan bahwa mereka membutuhkan
ahli genetik untuk membantu proses identifikasi korban. Menurutnya,
tahap ini akan memakan waktu dua hingga tiga bulan.
Sementara
itu, Komite Investigasi Rusia masih menyelidiki sejumlah kemungkinan
penyebab kecelakaan, termasuk kondisi cuaca karena negara itu memang
sedang dilanda badai salju besar selama beberapa pekan belakangan.
Begitu
sulit akses menuju lokasi kejadian, para personel keamanan harus
memarkir kendaraan mereka dan berjalan kaki menuju tempat puing pesawat.
(Reuters/Stringer)
Selain itu, komite tersebut juga akan memeriksa faktor kesalahan manusia
atau kerusakan teknis, tapi mereka tak mempertimbangkan kemungkinan
terorisme.
Akibat kecelakaan ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin,
membatalkan perjalanannya ke Sochi untuk bertemu pemimpin Palestina,
Mahmoud Abbas. Pertemuan itu akhirnya digelar di Moskow.
Juru
bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Putin menyampaikan
"belasungkawa mendalam bagi mereka yang kehilangan kerabatnya dalam
kecelakaan tersebut."
Laksamana Harry B Harris Jr. Dia
merupakan pilot pesawat intai maritim PC-3 Orion Angkatan Laut Amerika
Serikat, dan pernah menjadi panglima Armada Keenam Angkatan Laut Amerika
Serikat. Perwira tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat keturunan Jepang
kelahiran 1956 ini pernah beberapa kali datang ke Indonesia.
(wikipedia.org)
... dikenal karena
pandangannya yang agresif mengenai klaim China Laut Cina Selatan, dan
pendukung kuat dari apa yang disebut sebagai kebebasan operasi navigasi
di mana kapal dan pesawat Amerika Serikat menentang klaim maritim
negara-negara lain...
Washington (CB) - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,
Jumat menunjuk Panglima Komando Pasifik, Laksamana Harry Harris, sebagai
duta besar Amerika Serikat untuk Australia, demikian info dari Gedung
Putih dalam pernyataan.
Wilayah tanggung jawab Harris
di Komando Pasifik itu sangat luas, membawahkan hampir separuh Bumi,
termasuk di dalamnya Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat, dan
tujuh kekuatan militer lain Amerika Serikat.
Harris dikenal atas pandangan kritisnya terhadap ekspansi militer China.
Perwira tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat itu telah bertugas di
militer selama 39 tahun dan berada dalam masa ketujuh kepemimpinannya
sebagai panglima Komando Pasifik Amerika Serikat, menurut keterangan
yang disampaikan Gedung Putih.
Selama masa jabatan Harris sebagai panglima Komando Pasifik Amerika
Serikat di Pasifik, ketegangan mengenai program peluru kendali dan
senjata nuklir Korea Utara meningkat kala pemerintahan Trump dan
Pyongyang saling bertukar ancaman.
Harris, yang mendapatkan jabatan sebagai panglima di Pasifik atas
penunjukan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mendukung
diplomasi dalam melawan ancaman rudal Korea Utara.
Harris juga dikenal karena pandangannya yang agresif mengenai klaim
China Laut Cina Selatan, dan pendukung kuat dari apa yang disebut
sebagai kebebasan operasi navigasi di mana kapal dan pesawat Amerika
Serikat menentang klaim maritim negara-negara lain.
Harris membuat geram China dengan menjuluki pembangunan pulau-pulau
buatan dan pembangunan pangkalan militer di Laut Cina Selatan sebagai
"tembok pasir yang hebat."
Dua tabrakan mematikan yang melibatkan kapal perang Amerika Serikat
di Pasifik juga terjadi pada masa jabatannya sebagai panglima Komando
Pasifik. Panglima Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat,
Laksamana Scott Swift, yang telah berkali-kali datang ke Indonesia
mengundurkan diri tidak lama setelah itu.
Insiden itu terjadi dan 10 pelaut yang berada di kapal perusak rudal
USS John S McCain tewas saat bertabrakan dengan kapal tanker di dekat
Singapura pada 21 Agustus.
Sementara kapal
lain yang masih dalam jajaran kelas yang sama, yaitu USS Fitzgerald,
hampir tenggelam di lepas pantai Jepang pada 17 Juni setelah bertabrakan
dengan kapal kontainer. Tujuh personel dari kapal perang itu tewas.
Dua pejabat Amerika Serikat yang enggan dipublikasikan identitasnya,
mengatakan bahwa kemungkinan pengganti Harris adalah Laksamana Philip
Davidson, komandan Komando Angkatan Udara Amerika Serikat.
Pejabat itu tidak mengomentari kapan sebuah pengumuman resmi
pergantian tersebut akan dibuat atau harus disetujui Senat Amerika
Serikat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
berbicara dalam sebuah kampanye di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat,
Selasa (22/8/2017). (REUTERS/Joshua Roberts)
Washington (CB) - Departemen Luar Negeri AS mengumumkan
akan menyediakan dana sebesar 3,3 miliar dolar AS dalam Pendanaan
Militer Asing buat Israel pada usulan anggarannya untuk Tahun Fiskal
(FY) 2019.
Presiden AS Donald Trump telah meminta 39,3 miliar dolar AS buat
anggaran Departemen Luar Negeri AS dan Badan AS bagi Pembangunan
Internasional (USAID) pada FY 2019.
Menurut lembar fakta yang diserahkan oleh Departemen Luar Negeri
pada Senin (12/2), lembaga itu akan mengalokasikan 3,3 miliar dolar AS
dalam Pendanaan Militer Asing buat Israel.
"Pemerintah juga memprioritaskan pendanaan buat instalasi Kedutaan
Besar AS di Jerusalem, yang akan dimulai segera setelah rancangan dan
rencana pembangunan diselesaikan," kata dokumen tersebut, sebagaimana
dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.
Amerika Serikat juga akan menyediakan 1,3 miliar dolar AS dalam
bantuan keamanan dan ekonomi buat Jordania, dan 5,7 miliar dolar AS
untuk mengalahkan IS serta orgasasi fanatik ekstrem di Timur Tengah dan
Afrika Utara.
Selain itu, 1,1 miliar dolar AS akan disalurkan untuk mendukung upaya mengurangi imigrasi gelap dari Amerika Latin.
Permintaan anggaran tersebut mendukung visi Presiden Donald Trump
"Amerika Dulu" dengan komitmen pada empat prioritas utama nasional.
Keempat prioritas itu ialah melindungi keamanan AS di dalam dan luar
negeri, memperbarui keuntungan kompetitifnya bagi pertumbuhan ekonomi
yang berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja, mendorong
kepemimpinannya melalui keterlibatan seimbang dan menjamin keefektifan
serta pertanggung-jawabannya pada pembayar pajak AS.
Sebagai reaksi atas usul anggaran tersebut, Menteri Luar Negeri AS
Rex Tillerson --yang kini sedang mengunjungi Mesir-- mengatakan di dalam
satu pengumuman bahwa permintaan anggaran itu menegakkan strategi
keamanan nasional yang diumumkan Trump pada Desember.
Pemerintah Trump pada Desember 2017 mengumumkan akan mengakui
Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan menyatakan AS berencana
memindahkan Kedutaan Besarnya dari Tel Aviv ke Jerusalem --yang juga
diklaim oleh Palestina sebagai Ibu Kota Negara masa depannya.
Keputusan Trump telah menyulut pengutukan global. Sebagai reaksi,
Washington membekukan pendanaannya buat pengungsi Palestina dalam upaya
memaksa Palestina menerima rencana perdamaian yang diajukan AS di Timur
Tengah, yang ditolak oleh pihak Palestina.
Palestina telah mencela kualifikasi Washington untuk terus menengahi
perundingan perdamaian Palestina-Israel, dan mempertanyakan
objektifitas AS dalam proses itu.
Arsip Foto. Seorang anak Palestina, yang
berharap dapat menyeberang ke Mesir bersama keluarganya, menangis saat
ia berdiri di balik pagar di perbatasan Rafah antara Mesir dan Jalur
Gaza selatan. (REUTERS/Mohammed Salem)
Kota Gaza (CB) – Mesir menutup perbatasannya dengan Jalur
Gaza pada Jumat (9/2), setelah Kairo meluncurkan operasi besar melawan
ekstremis di Semenanjung Sinai, menurut para pejabat Palestina.
Namun
pemimpin Hamas, yang berkuasa di Gaza, tetap diizinkan pergi ke Kairo
untuk berunding sebelum perbatasan tersebut ditutup sehari lebih cepat
dari rencana.
Jumat dijadwalkan sebagai hari terakhir pembukaan
perbatasan selama tiga hari untuk bantuan kemanusiaan dari Gaza, pertama
kalinya perlintasan perbatasan Rafah dengan Mesir dibuka pada 2018.
"Perbatasan
Rafah ditutup hari ini karena situsasi keamanan di Sinai, kami diberi
tahu oleh otoritas Mesir," kata Saleh al-Zaq, kepala komite urusan sipil
yang mengontrol perbatasan tersebut, sebagaimana dikutip AFP.
Angkatan
darat Mesir pada Jumat mengumumkan peluncuran operasi besar melawan
ekstremis di sejumlah wilayah, termasuk di Semenanjung Sinai yang
berbatasan dengan Gaza.
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh sudah
melintasi perbatasan menuju Kairo untuk pembicaraan dengan para pemimpin
Mesir sebeluh Rafah ditutup, kata juru bicara Hamas, Fawzi Barhum.
Dia
mengatakan pembicaraan itu akan mencakup rekonsiliasi antara Hamas dan
pesaingnya, Fatah, yang diperantarai Mesir. Pelaksanaan rekonsiliasi itu
tertatih dengan banyak tenggat sudah terlewati.
SpaceX Luncurkan Falcon Heavy, Roket Terkuat Dunia
CB, Jakarta - SpaceX sukses meluncurkan roket
paling kuat di dunia yang diberi nama Falcon Heavy. Roket ini
membawa mobil sport merah yang bertujuan untuk melakukan perjalanan
tanpa akhir melewati Mars.
Itu membuat SpaceX, perusahaan yang
dipimpin oleh CEO Tesla, Elon Musk, menjadi pemilik roket operasional
paling kuat di dunia. Roket tersebut memiliki tinggi 23 lantai dan
diyakini sebagai yang terbaik yang pernah ada.
Falcon
Heavy terbang pada Selasa, 6 Februari 2018, sekitar pukul 15.45 waktu
setempat dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat. Landasan
peluncuran yang sama yang digunakan NASA hampir 50 tahun yang lalu
untuk mengirim manusia ke Bulan.
"Saya masih berusaha menyerap segala sesuatu yang terjadi karena
masih tidak percaya dengan kesuksesan ini," kata Musk setelah
peluncuran.
Di atas roket yang sekarang menuju ruang angkasa
terdapat mobil pribadi Tesla (TSLA) milik Musk. Di kemudinya diletakkan
boneka berpakaian astronot dan mobil itu memutar lagu milik David
Bowie's "Space Oddity" tanpa henti. Mobil sport merah itu akan mengorbit
matahari sebelum sampai ke Mars, seperti dikutip dari ABC Online.
Musk tahun
lalu mengungkapkan rencananya untuk menempatkan mobilnya pada
penerbangan Falcon Heavy yang perdana. Ketika ditanya di Twitter mengapa
dia ingin membuang kendaraan seharga US$ 100.000, dia menjawab, "Saya
suka membayangkan sebuah mobil yang hanyut tanpa henti melintasi angkasa
dan mungkin ditemukan oleh ras asing jutaan tahun di masa depan."
Ribuan
penonton di Florida bisa terdengar bersorak sorai
menyaksikan livestream peluncuran Falcon Heavy. Sedikitnya 3 juta orang
dilaporkan menyaksikan peluncuran roket itu.
Lepas landas roket itu bukanlah satu-satunya hal yang menakjubkan tentang peluncuran ini.
Dalam
prestasi yang tidak pernah dilihat sebelumnya, SpaceX juga berhasil
mengarahkan dua pendorong roket pertama Falcon Heavy untuk mendarat
tegak di Bumi. Keduanya masuk kembali atmosfer bumi dan mendarat
bersamaan di landasan pendaratan Kennedy Space Center.
"Itu
mungkin hal paling mengasyikkan yang pernah saya lihat - secara
harfiah," kata Musk, seperti yang dilansir CNN pada 7 Februari 2018.
Falcon
Heavy adalah kombinasi dari tiga Falcon 9, roket yang digunakan
perusahaan untuk mengirimkan barang ke Stasiun Luar Angkasa
Internasional dan mengangkat satelit.
Namun Falcon Heavy bukanlah roket yang
paling kuat dalam sejarah. Kehormatan itu milik roket Saturnus milik
NASA, yang digunakan untuk pendaratan misi Apollo di bulan dan pensiun
pada tahun 1970an.
Pesawat jet tempur Su-35. Foto/Sputnik/ Anton Denisov
BEIJING
- Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengumumkan
pengerahan sejumlah pesawat jet tempur, termasuk Su-35, ke kawasan Laut
China Selatan. Pengerahan itu diklaim untuk latihan militer dalam
kondisi tempur.
Dalam pengumuman yang dikeluarkan pejabat PLA
hari Rabu, pelatihan itu juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan
jet-jet tempur Beijing dalam kondisi jarak jauh atau tinggi dari laut.
Pejabat tersebut tidak merinci jumlah jet tempur yang terlibat dalam latihan militer.
Berbicara kepada Global Times,
Xu Guangyu, pensiunan jenderal dan penasihat senior Asosiasi
Pengendalian dan Perlucutan Senjata China, mencatat bahwa pelatihan
pilot untuk pesawat-pesawat jet tempur baru itu bergerak cepat.
”Selain
J-20, jet tempur generasi keempat buatan China, Su-35 lebih maju
daripada jet tempur China lainnya pada saat ini,” kata Xu. ”Kami baru
saja menerima sekelompok jet tempur dari Rusia tahun lalu dan sekarang
kami bisa memasukkan mereka ke dalam misi tempur sesungguhnya di Laut
China Selatan,” ujarnya, yang dilansir Kamis (8/2/2018).
”Ini juga menunjukkan bahwa kerja sama militer China-Rusia solid, saling menguntungkan dan dapat diandalkan,” imbuh dia.
China
dan Rusia menutup kesepakatan untuk pengiriman 24 jet tempur Su-35
dengan nilai kontrak sekitar USD2 miliar pada bulan November 2015. Empat
jet tempur pertama dikirim pada akhir 2016, sedangkan unit tambahan
diserahkan pada tahun 2017. Sisanya lagi akan dipasok pada tahun 2018.
Xu
berpendapat, pengerahan jet tempur Su-35 kemungkinan sebagai respons
atas insiden pada Januari 2018 di mana sebuah kapal perang Angkatan Laut
Amerika Serikat patroli terlalu dekat ke pulau yang jadi sengketa
antara China dan Filipina.
”Munculnya jet tempur PLA canggih,
yang mampu menyerang kapal perang di permukaan di wilayah ini adalah
semacam reaksi terhadap provokasi dari AS,” kata Xu.
Kapal perang
AS, USS Hopper, pada Januari lalu patroli dalam jarak 12 mil laut dari
Scarborough Shoal, pulau yang disengketakan oleh Beijing dan Manila.
Oleh China pulau itu dinamai Pulau Huangyan.
Patroli kapal perang Washington itu memicu protes keras dari Beijing yang menganggapnya sebagai provokasi.
Namun,
AS menjawab dengan menegaskan kembali haknya untuk melakukan patroli di
perairan internasional dalam misi kebebasan bernavigasi.
NEW YORK
- Korea Utara (Korut) terus meningkatkan jangkauan misilnya secara
drastis. Dalam uji coba tahun lalu, negara Komunis itu menunjukkan bahwa
mereka mungkin bisa menyerang Amerika Serikat (AS). Korut termasuk di
antara sejumlah negara yang telah berupaya memperbaiki keakuratan dan
jangkauan rudal mereka.
"Kami percaya bahwa kita memasuki sebuah
renaissance rudal," kata Ian Williams, seorang direktur di Pusat Studi
Strategis dan Internasional, yang telah mengumpulkan data tentang
program rudal di berbagai negara seperti dilansir dari New York Times, Kamis (8/2/2018).
Williams
menuturkan bahwa semakin banyak negara dengan akses ke rudal
meningkatkan ketegangan regional dan membuat perang lebih mungkin
terjadi. Negara-negara lebih cenderung menggunakan persenjataan mereka
jika menurut mereka rudal mereka bisa menjadi sasaran.
Selain
itu, banyak rudal yang dikembangkan oleh negara-negara ini didasarkan
pada teknologi usang, yang membuat mereka kurang akurat, meningkatkan
risiko pada warga sipil. Selain itu ada risiko bahwa rudal bisa jatuh ke
tangan milisi dan kelompok teroris.
Banyak negara yang telah
banyak berinvestasi dalam rudal selama dua dekade terakhir berada di
hotspot terkenal di Asia dan Timur Tengah.
Negara-negara yang
berinvestasi dalam rudal sering berusaha untuk menghalangi musuh
regional mereka. Tapi efek dari balapan senjata ini menimbulkan riak di
seluruh dunia.
Korut adalah contoh paling berbahaya. Pada 1990,
perkiraan kisaran jangkauan maksimum rudal negara itu hanya 745 mil.
Namun sekarang jangkauan rudalnya telah mencapai 8.000 mil. Jangkauan
seperti itu cukup untuk menyerang sekitara separuh dunia, termasuk
daratan AS. Namun, selama periode yang sama, Korea Selatan (Korsel)
mempunyai kemampuan untuk menyerang Korut dari masa saja.
Negara-negara
seperti Iran, Korut dan Pakistan memiliki program pengembangan rudal
yang sangat gencar. Dan kesamaan beberapa rudal mereka menunjukkan bahwa
mereka telah berkolaborasi untuk berbagi teknologi.
Pakistan
mulai berinvestasi lebih banyak dalam program rudalnya pada 1990-an dan
diyakini juga berkolaborasi dengan China. Pada pertengahan tahun
2000-an, Pakistan memiliki kemampuan untuk menyerang sebagian besar
India, saingan regional utamanya.
India, pada gilirannya, mampu
menyerang wilayah manapun di Pakistan dan sebagian besar China, saingan
regional lainnya, dalam dua dekade terakhir. India sekarang
berkolaborasi dengan Rusia untuk mengembangkan rudal jelajah.
Arab
Saudi dan Israel sudah bisa menyerang Iran sebelum tahun 1990. Tapi
sekarang Iran bisa menyerang balik di salah satu negara, sebagian berkat
teknologi yang diperolehnya dari Korut.
Selain itu, baik India
dan Korut sedang mengerjakan rudal yang diluncurkan oleh kapal selam,
yang memungkinkan kedua negara untuk lebih menyembunyikan rudal mereka
untuk digunakan sebagai serangan balasan.
Area lain yang menjadi perhatian adalah milisi atau kelompok teroris yang mendapatkan akses terhadap rudal.
Salah satu contoh yang jelas tentang hal ini terjadi pada bulan
November, ketika sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Yaman
mencapai Ibu Kota Arab Saudi. Rudal tersebut ditembakkan oleh
pemberontak Houthi, milisi Syiah yang menguasai sebagian besar wilayah
Yaman tiga tahun lalu dan didukung oleh Iran serta Hizbullah, sebuah
kelompok militan dari Lebanon.
Liga Arab telah menuduh Houthi
menembaki puluhan rudal ke Arab Saudi sejak kerajaan tersebut mulai
menyerang untuk mengusir para pemberontak pada tahun 2015.
Senjata yang digunakan untuk melawan Arab Saudi adalah variasi dari rudal Scud.
Scud
dan variasinya telah menjadi beberapa rudal paling umum di dunia. Rusia
awalnya mengembangkan Scud di tahun 1950 untuk membawa senjata pemusnah
massal.
Rudal Scud memainkan peran penting dalam program senjata
negara-negara seperti Korut dan Iran. Senjata yang diproduksi oleh
Korut adalah contoh betapa sulitnya menghentikan penyebaran rudal.
Meskipun
diberi sanksi puluhan tahun, negara tersebut mengembangkan rudal
balistik dengan terlebih dahulu mempelajari rudal Scud. Korut bahkan
berhasil menjual beberapa rudal hasil pengembangannya.
"Rudal
Scud Soviet, kemudian Korea Utara, mungkin semacam pintu gerbang ke
program rudal, namun cerita besarnya adalah proliferasi dalam negeri,"
ujar direktur Program Nonproliferasi Asia Timur di Middlebury Institute
of International Studies di Monterey, Jeffrey Lewis.
Mencoba
mencegah penyebaran teknologi rudal sangat sulit. Tapi hampir tidak
mungkin menghentikan perdagangan di bagian yang lebih kecil, seperti
sistem panduan dan mesin, serta keahlian manusia. Sebuah thumb drive
komputer tunggal bisa menyimpan banyak rahasia.
Dan,
kadang-kadang, satu bagian bisa menjadi katalisator untuk sebuah
terobosan: desain mesin rudal Soviet yang diperoleh Korut dianggap
sebagai pendorong utama kemajuan baru-baru ini di negara itu.
Lewis
menambahkan bahwa banyak negara sekarang mempelajari rahasia roket dan
bagaimana membuat model yang semakin mengancam. India, misalnya, sedang
mengerjakan rudal yang bisa memungkinkannya mencapai setengah dari
planet ini.
Meningkatnya ancaman proliferasi rudal telah memicu
upaya pengendalian baru oleh Rezim Kontrol Teknologi Rudal, sebuah
kelompok yang terdiri dari 35 negara yang berusaha membatasi ekspor
rudal dan komponennya.
Kelompok ini dalam sebuah pernyataan
terbarunya menyoroti kepentingan kritis dari pekerjaannya untuk
mengatasi perubahan cepat bagaimana senjata dikembangkan dan
dipindahkan.
Tetapi beberapa analis skeptis dengan kemungkinan untuk menghentikan transfer rudal.
"Prospek untuk mengendalikan proliferasi rudal semakin cepat seiring teknologi untuk membangunnya menjadi biasa," kata Lewis.
Kim Yo-jong berjalan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un,
di Pyongyang pada Desember 2017. (Korean Central Television. Chosun
Ilbo-Digital Chosun Inc.)
CB, Jakarta - Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un,
mengirim adik bungsunya untuk datang bersama delegasi olah raga negara
itu ke Olimpiade Musim Dingin PyeongChang di Korea Selatan.
Media
barat seperti CNN menyebut Kim Yo Jong, 30, sebagai andalan Kim Jong Un
untuk memikat simpati publik dunia kepada negara itu pada ajang olahraga
internasional ini.
Menurut media The Chosun Ilbo, rombongan
delegasi Korea Utara ini juga termasuk pejabat olah raga Choe Hwi dan Ri
Son-gwon, yang mengetuai Komite Reunifikasi Damai. Ini merupakan
pertama kalinya sejak 68 tahun lalu, anggota keluarga Kim Jong Un datang
ke Korea Selatan.
Kim Yo Jong sedang berjalan dibelakang Kim Jong Un. Daily Beast.
Kim
Yo Jong, yang lahir pada 1987, belajar di Swiss seperti saudara
lelakinya itu. Dia juga pernah belajar di Kim Il Sung University dan
sebuah sekolah menengah di Eropa.
Kim
Yo Jong merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara dari ayah yang sama
yaitu Kim Jong Il, yang diketahui memiliki empat istri. Namun, ibu Kim
Jong Un dan Kim Yo Jong sama yaitu Ko Yong Hui.
Kim Yo Jong
diketahui memiliki kedekatan dengan ayahnya. Seusai berkuliah di Swiss,
dia kembali ke Korea Utara dan mulai menempati posisi di pemerintahan.
Ini dilansir blogger yang menulis North Korea Leadership Watch, Michael
Madden.
Dia kerap bertugas sebagai pemimpin tim advance, yang
melakukan inspeksi di lokasi acara sebelum kedatangan ayah atau abangnya
itu. Dia kerap terlihat berdiri di belakang abangnya saat sedang
melakukan inspeksi publik, diam mencatat, membawa karangan bunga hingga
menyelinap agar tidak terkena sorotan kamera.
Sejak abangnya
berkuasa pada 2011, Kim Yo Jong mendapat tugas lebih penting yaitu
meramu kebijakan, menerima laporan intelijen, dan bertugas mengelola
kantor kepresidenan seperti layaknya seorang kepala staf Gedung Putih.
Kim
Yo Jong menjadi anggota politbiro, yang merupakan lembaga tertinggi di
Partai Pekerja negara itu pada tahun lalu. Dia menjadi satu dari 20
pejabat tinggi Korea Utara, yang paling dekat dengan Kim Jong Un. "Dia
juga dilihat sebagai penjaga gawang dari rezim Kim Jong Un," begitu
dilansir CNN.
"Dia bisa jadi satu dari segelintir orang yang
paling dipercaya Kim Jong Un," kata Balbina Hwang, yang merupakan
profesor di Universitas Georgetown, dan pendiri Komite Nasional di Korea
Utara.
Pada 2014, Kim Yo Jong menjadi Deputi Direktur Departemen
Propaganda dan Agitasi. Menurut analis Korea Utara, Ken Gause, Yo Jong
menjadi pembisik utama bagi Kim Jong Un mengenai loyalitas dari para
pembantunya.
Yo Jong tentu tidak ingin berkonflik dengan abangnya Kim Jong Un
yang dikenal temperamen itu. Mengingat apa yang terjadi pada Kim Jong
Nam, yang terbunuh di Kuala Lumpur pada 2017. Lembaga intelejen Korea
Selatan menyebut itu terjadi atas perintah Kim Jong Un. "Jadi dia tentu
berpikir jika dia membuat kesalahan fatal bisa terbunuh oleh abangnya
itu," kata Balbina Hwang.
WASHINGTON
- Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), James Mattis, mendukung
permintaan Pentagon untuk mengembangkan nuklir yang lebih kecil. Mattis
mengatakan senjata tersebut dapat mencegah Korea Utara (Korut) menyerang
AS.
Pengembangan nuklir low yield disebutkan dalam postur nuklir
AS terbaru. Mattis pun dicecar pertanyaan apakah senjata yang lebih
kecil ini akan membuat militer cenderung menggunakan nuklir daripada
sekarang.
Mattis pun menegaskan bahwa tujuan dari senjata itu adalah pencegahan.
"Kami percaya bahwa beberapa negara dapat salah perhitungan," kata Mattis merujuk ke rezim Korut.
"Bangsa
itu bisa berasumsi bahwa jika mereka menggunakan dalam perang
konvensional, sebuah bom dengan hasil yang kecil, kita tidak akan
menanggapinya dengan bom yang hasilnya sangat besar," tuturnya seperti
dikutip dari laman New York Magazine, Kamis (8/2/2018).
Dia
melanjutkan: "Tanggapan kami untuk ini adalah membuat bom berdaya ledak
kecil dan berkata, 'Jangan salah perhitungan.' Ini adalah pencegah."
Kritikus mengatakan bahwa nuklir low yield mungkin akan lebih sering digunakan daripada higher yield.
"Rencana
baru ini adalah sebuah fiksi yang dibuat untuk membenarkan pembuatan
senjata nuklir baru. Mereka hanya akan meningkatkan potensi
penggunaannya dan salah perhitungan. Logika administrasi adalah Kafkaesque," ujar asisten menteri pertahanan untuk Presiden Obama, Andrew Weber.
Hal
lain yang menjadi pertentangan adalah senjata nuklir berdaya ledak
rendah mungkin lebih kecil daripada yang terbesar di gudang persenjataan
AS, namun bisa menyebabkan kerusakan yang sama dengan bom yang
dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.
Bunker bawah tanah mewah yang mampu menahan ledakan Nuklir 20 Kiloton. boredpanda.com
CB, Jakarta - Pemerintah India mengumumkan akan membangun ribuan tempat persembunyian bawah tanah atau bunker beton di sepanjang perbatasan de facto
dengan Pakistan di wilayah Kashmir. Bunker itu akan menjadi tempat
perlindungan aman bagi penduduk jika terjadi baku tembak antar kedua
negara bertetangga.
Untuk melindungi 54.000 orang di kota dan desa
di dekat salah satu perbatasan paling berbahaya di dunia itu,
pemerintah India mendanai pembuatan 372 bunker, yang masing-masing mampu
menampung 40 orang. Dan, ada rencana pembangunan 4.918 bunker, yang
dirancang untuk 8 orang. Tempat penampungan yang terletak di distrik
Rajouri, terbuat dari beton yang dilapisi lumpur.
Hakim
setempat Abdul Sattar mengatakan dia merasa yakin bunker baru itu akan
membuat masyarakat lokal tidak bermigrasi atau mengungsi.
"Jika
warga tidak ingin bermigrasi dari daerah tersebut karena perang, mereka
bisa menghuni bunker umum di tempat yang lebih aman," katanya, seperti
yang dilansir Russia Today pada 6 Februari 2018. Berita ini juga dilansir media Indian Express.
Menurut District Development Commissioner, Rajouri Shahid Iqbal Choudhary, seperti dilansir Indian Express, pembangunan bunker ini untuk kepentingan masyarakat.
Namun, penduduk setempat mengungkapkan pendapat yang beragam, baik pro dan kontra mengenai proyek ini.
"Pembangunan
bunker semacam itu meningkatkan keamanan penduduk setempat karena kapan
pun terjadi penembakan kita bisa bersembunyi di dalam, " kata penduduk
desa Jeet Chowdary.
Tapi Muhammad Lateef, penduduk sebuah desa
yang berbeda, mengatakan lebih baik bagi pemerintah India memindahkan
penduduk sipil dari wilayah sengketa yang berbahaya itu.
"Daripada
membangun bunker, akan lebih baik jika pihak berwenang memberi kita
lahan alternatif yang lebih jauh dari perbatasan, sehingga kita dapat
memberi makan diri kita dan ternak kita," kata Lateef.
Konflik di
Kashmir dimulai sesaat setelah terjadi pemisahan India dan Pakistan pada
1947 dan berlanjut sampai hari ini. India dan Pakistan telah berperang
memperebutkan wilayah Kashmir pada tahun 1947, 1965 dan 1999.
Penembakan
lintas batas dan pertempuran telah menewaskan lebih dari 20 orang sejak
pertengahan November. Ada perkiraan konflik perbatasan kedua negara
akan meningkat pada 2018.
Konflik itu telah meningkatkan kekhawatiran yang lebih luas untuk terjadinya perang nuklir. Kedua negara, baik India dan Pakistan memiliki senjata nuklir.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavudoglu. dailysabah.com
CB, Jakarta - Menteri Luar Negeri Turki,
Mevlut Cavusoglu, melawat ke Iran pada Rabu, 7 Februari 2018, untuk
melakukan pembicaraan dengan Presiden Hassan Rouhani dan Menteri Luar
Negeri Javad Zarif.
Dalam acara jumpa pers di Ankara sebelum
terbang ke Teheran, Rabu, juru bicara KementerianLuar Negeri Turki,
Ibrahim Kalin, mengatakan topik yang akan dibahas dalam pertemuan
tersebut soal operasi militer Turki di Suriah.
Pasukan
Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) membersihkan satu desa lagi
dari kelompok teroris PYD/PKK pada 01 Februari 2018 kemarin selama
operasi kontra-terorisme di Afrin, Suriah, demikian sumber keamanan
Turki mengatakan kepada Anadolu Agency. ANADOLU AGENCY
"Kami akan membahas masalah operasi militer Turki di Suriah," ucapnya kepada wartawan seperti dikutip Channel News Asia, Rabu. Daily Sabah
melaporkan, Cavusoglu tiba di Teheran pada Rabu petang waktu setempat.
Selain akan mendiskusikan soal Suriah, Cavusoglu berharap dapat
membicarakan masalah hubungan bilateral kedua negara dan isu penting
selama pertemuan.
Pejuang
Suriah yang didukung Turki menembakkan mortir ke gunung Barsaya, timur
laut Afrin, Suriah, 28 Januari 2018. REUTERS/Khalil Ashawi
Sebelumnya,
Presiden Iran Hassan Rouhani meminta Turki menghentikan operasi
militernya di Afrin, utara Suriah, karena dapat menimbulkan ketegangan
di negeri tersebut.
Rouhani juga menggarisbawahi bahwa dialog antara Turki
dan Iran, saat ini, berada di puncak. Menurutnya, kedua negara dapat
bergabung dengan Rusia dalam pertemuan tripartit untuk membicarakan
masalah krisis Suriah yang sekarang ini masih berlangsung.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian. [Reuters]
CB, Jakarta - Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, Rabu, 7 Februari 2018, menuding Turki melanggar hukum internasional ketika negeri itu mengirimkan pasukannya ke Suriah.
Berbicara di depan televisi BFM,
Le Drian juga menuduh pasukan Suriah menggunakan senjata kimia gas
beracun untuk membunuh rakyat sipil meskipun tuduhan tersebut belum
mendapatkan konfirmasi dari PBB.
Pasukan
Turki mencoba menguasai bukit Bursayah, yang memisahkan daerah kantong
Afrin yang dikuasai Kurdi di Azaz, Suriah,, 28 Januari 2018. AP
Ketika ditanya wartawan, apakah dia ingin pasukan Turki ditarik dari
Suriah. Le Drian menjawab bahwa dia ingin seluruh pasukan yang ada di
Suriah ditarik, tidak hanya militer Turki melainkan juga milisi dukungan
Iran, Hizbullah.
Sementara itu, dia tidak secara khusus mendesak
Turki menarik pulang pasukannya melawan milisi Kurdi di Afrin, utara
Suriah. Dia hanya mengatakan, Ankara seharusnya tidak memperburuk
situasi.
Pejuang
Suriah Pro-Turki berlari dalam parit saat mencoba mengendalikan bukit
Bursayah, yang dikuasai Kurdi di Suriah, 28 Januari 2018. Pasukan Turki
dan pejuang Suriah bersekutu menggunakan strategi tersebut untuk
menguasai wilayah yang dikuasai Kurdi. AP
"Untuk
memastikan keamanan perbatasannya tidak harus membunuh penduduk sipil
dan itu harus dikutuk. Dalam situasi berbahaya di Suriah, Turki
seharusnya tidak ikut menambah perang," katanya seperti dikutip
Hukum internasional, menurutnya, dilanggar oleh Turki, rezim Suriah, Iran dan yang melakukan serangan di timur Ghouta dan Idlib.
Pesawat jet tempur F-16 Ameriika Serikat yang beroperasi di Suriah. Foto/REUTERS
DAMASKUS
- Pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) meluncurkan
serangan udara terhadap pasukan rezim Suriah. Kubu koalisi AS mengklaim
serangan udara mereka bersifat defensif sebagai pembalasan setelah
pasukan loyalis Presiden Bashar al-Assad menyerang pasukan oposisi
Suriah.
Pasukan oposisi atau pemberontak yang diserang pasukan
Assad adalah Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang selama ini didukung
Washington. Serangan terjadi beberapa jam lalu yang memicu pembalasan
dari koalisi AS.
”Dalam mempertahankan kekuatan koalisi dan
pasukan mitra, koalisi melakukan serangan terhadap pasukan yang
menyerang untuk mengusir tindakan agresi terhadap mitra yang terlibat
dalam misi Koalisi Global Anti-Daesh (ISIS),” kata Komando Pusat AS
dalam siaran persnya yang dikutip Russia Today, Kamis (8/2/2018).
Menurut koalisi, serangan dari pasukan pro-rezim Suriah terhadap markas besar SDF tidak beralasan.
“Koalisi
pimpinan AS juga telah dengan tegas menekankan haknya yang tidak dapat
dinegosiasikan untuk bertindak dalam pembelaan diri, sejak menjadi mitra
di lapangan di Suriah,” lanjut Komando Pusat AS.
Konfrontasi
tersebut terjadi di wilayah yang berjarak sekitar delapan kilometer
sebelah timur sungai Efrat yang merupakan “garis dekonfliksi”. Belum ada
laporan terkait kemungkinan jatuhnya korban jiwa dari pihak-pihak yang
terlibat konflik.
Damaskus telah berulang kali menyatakan bahwa
kehadiran koalisi AS di tanahnya adalah tindakan agresi dan pelanggaran
terhadap kedaulatan negara tersebut. Menurut pemerintah Assad, pasukan
udara Rusia dan Suriah adalah satu-satunya yang diizinkan beroperasi di
negara itu.
Sebenarnya, pemerintah Suriah telah berulang kali
meminta PBB untuk mendesak pasukan AS hengkang dari negara tersebut,
terlebih kelompok ISIS yang jadi alasan operasi militer AS telah
dikalahkan.
Namun, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson justru
berjanji bahwa pasukan Washington akan tetap berada di Suriah tanpa
batas waktu untuk melawan pasukan Presiden Assad dan pengaruh Iran di
wilayah tersebut.
Koalisi pimpinan AS juga mempertimbangkan untuk
menumpuk sekitar 30.000 pasukan untuk mengamankan penguasaan wilayah
yang dikuasai oleh SDF di Suriah. Gagasan itu memicu reaksi penolakan
yang kuat dari Turki yang telah meluncurkan operasi militer dengan kode
nama “Operation Olive Branch” terhadap pasukan Kurdi untuk mengamankan
penyangga zona aman di Suriah.
Pengunjuk rasa Palestina melemparkan botol berisi cairan cat
terhadap sebuah kendaraan Israel selama bentrokan dengan pasukan Israel
menyusul protes terhadap permukiman Yahudi Qadomem, di desa Tepi Barat
Kofr Qadom dekat Nablus 3 Februari 2017. REUTERS
CB, Jakarta - Seorang warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah terjadi bentrok fisik dengan pasukan keamanan Israel di Kota Nablus, daerah pendudukan di Tepi Barat.
Menurut keterangan sumber medis di rumah sakit al-Najah kepada kantor berita Palestina Wafa, Rabu, 7 Februari 2018, Khaled Walid Tayeh, 22 tahun, tewas setelah dadanya ditembus peluru tajam oleh serdadu Israel.
Seorang
pengunjuk rasa Palestina membawa sejumlah ban mobil bekas untuk dibakar
saat terjadi bentrokan dengan pasukan Israel menyusul protes terhadap
permukiman Yahudi yang dekat dari Qadomem, di desa Tepi Barat Kofr Qadom
dekat Nablus 3 Februari 2017. REUTERS
"Pria warga Irak al-Tayeh dekat Nablus itu tewas ketika peluru tajam menembus dadanya pada Selasa, 6 Februari 2018," Al Jazeera melaporkan. Bentrok fisik tersebut, tulis Al Jazeera, selain menewaskan seorang warga Palestina juga menyebabkan sedikitnya 40 orang cedera.
"Kerusuhan
itu disulut oleh ulah serdadu Israel memaksa masuk ke kota untuk
melakukan penangkapan terhadap warga Palestina," tulis Wafa.
Seorang
pengunjuk rasa Palestina melemparkan kembali tabung gas air mata yang
ditembakkan oleh pasukan Israel selama bentrokan menyusul protes
terhadap permukiman Yahudi Qadomem, di desa Tepi Barat Kofr Qadom dekat
Nablus 3 Februari 2017. REUTERS Wafa menambahkan dalam laporannya, enam warga Palestina
kondisinya kritis, termasuk seorang pria yang ditabrak jeep tentara
Israel, sedangkan lainnya dihantam amunisi tajam Israel. Militer Israel
berdalih bahwa kedatangan mereka ke Nablus itu sebagai bagian dari
pencarian tersangka penusuk warga Israel hingga tewas di dekat Nablus
awal pekan ini.
Tembok perbatasan di Desa Kfar Kila, di Lebanon selatan yang berbatasan dengan Israel. Foto/REUTERS/Ali Hashisho
BEIRUT
- Militer Beirut mengaku siap konfrontasi dengan Israel sebagai sikap
penolakan rencana Tel Aviv yang akan membangun tembok perbatasan di
tanah Lebanon.
Kedua negara yang pernah terlibat perang hebat di
masa lalu ini terlibat sengkata di wilayah yang dikenal sebagai “Blok
9”. Israel mengklaim wilayah milik Lebanon tersebut yang memicu
kemarahan dunia Arab.
Beirut berkepentingan atas wilayah itu
untuk pengeboran minyak dan gas. Tel Aviv tentu saja menentang dan siap
mendirikan tembok perbatasan.
”Tembok itu, jika dibangun, akan
dianggap sebagai serangan terhadap tanah Lebanon,” kata pihak Sekretaris
Jenderal Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon dalam sebuah pernyataan
setelah digelar pertemuan antara para pejabat senior pemerintah dan
militer, hari Rabu.
“Dewan Pertahanan Tinggi telah memberikan
instruksinya untuk menghadapi agresi ini, untuk mencegah Israel
membangun (tembok) di wilayah Lebanon,” lanjut pernyataan tersebut,
seperti dikutip Reuters, Kamis (8/2/2018).
Presiden
Lebanon Michel Aoun, Perdana Menteri Saad al-Hariri, dan juru bicara
parlemen Nabih Berri dalam sebuah pernyataan bersama mengatakan bahwa
Beirut akan mengambil tindakan aktif untuk mencegah Israel membangun
tembok perbatasan tersebut.
Wilayah yang disengketakan itu pernah
menjadi tempat PBB dalam mengawasi penarikan pasukan Israel dari
Lebanon selatan pada tahun 2000.
Ketegangan terbaru antara kedua
negara ini dimulai setelah krisis politik singkat di Beirut November
2017 lalu. Sejak bulan itu, para pemimpin Lebanon memerintahkan
militernya untuk siaga tinggi guna menghadapi musuh, yakni Israel di
perbatasan selatan.
Pekan lalu, Menteri Pertahanan Israel
Avigdor Lieberman mengatakan bahwa Tel Aviv siap untuk melakukan invasi
darat ke Lebanon jika terjadi konflik baru. Lieberman juga
memperingatkan bahwa Israel akan melancarkan serangan darat dengan
kekuatan penuh dan dampaknya akan lebih mengerikan dari perang kedua
negara di masa lalu.
”Kita tidak boleh maju selangkah dan melangkah mundur. Kami akan maju secepat mungkin,” kata Lieberman.
Tentara Israel di dekat perbatasan Israel-Lebanon.
Foto: AP/Ariel Schalit
Perdebatan menyangkut dinding perbatasan meningkatkan ketegangan kedua negara.
CB,
BEIRUT -- Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon pada memerintahkan langkah
untuk mencegah Israel membangun dinding perbatasan di tanah Lebanon.
Perintah itu dikeluarkan Rabu (7/2) di tengah ketegangan yang meningkat
terkait perbatasan darat dan maritim.
Para pemimpin Lebanon menuduh Israel mengancam stabilitas wilayah perbatasan.
Perdebatan
menyangkut dinding perbatasan dan rencana Lebanon untuk mengeksplorasi
minyak dan gas di perairan yang disengketakan telah meningkatkan
ketegangan antara kedua pihak.
"Dinding ini, jika dibangun,
akan dianggap sebagai serangan terhadap tanah Lebanon," kata sekretaris
jenderal Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon dalam pernyataan setelah
pertemuan para pejabat tinggi pemerintah dan militer.
"Dewan
Pertahanan Tinggi telah memberikan instruksi agar menghadapi agresi ini
untuk mencegah Israel membangun (dinding) di wilayah Lebanon," kata
Dewan tanpa memberikan keterangan rinci.
Para pejabat
Israel belum memberikan komentar. Israel sebelumnya mengatakan bahwa
dinding beserta kilang gas Mediterania yang disengketakan, berada di
dalam wilayahnya.
Ketegangan sebelumnya telah mewarnai
sepanjang perbatasan sejak 2006, yaitu ketika Israel berperang dengan
gerakan Hisbullah Syiah Lebanon yang dilengkapi persenjataan berat.
Konflik
yang berlangsung satu bulan itu menewaskan sekitar 1.200 orang di
Lebanon. Sebagian besar korban tewas adalah warga sipil sementara korban
di pihak Israel tercatat 160 orang, yang sebagian besar di antaranya
adalah tentara. Sejak itu, belum ada lagi bentrokan parah yang terjadi
antara Israel dan Hisbullah dukungan Iran.
Wilayah Suriah hancur akibat perang sipil. Foto/REUTERS/Bassam Khabieh
MOSKOW
- Pemerintah Rusia menganggap Amerika Serikat (AS) ingkar janji dalam
tujuan perang melawan ISIS di Suriah. Menurut Moskow, AS ingin memecah
negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad itu.
Tudingan itu
disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Dia mengkritik
enggannya pasukan Washington untuk hengkang dari wilayah Suriah meski
kelompok Islamic State atau ISIS telah kalah.
”Sangat mungkin
Amerika telah mengambil jalan untuk membagi negara ini. Mereka
melepaskan jaminannya yang diberikan kepada kami, bahwa satu-satunya
tujuan kehadiran mereka di Suriah—tanpa undangan pemerintah yang
sah—adalah untuk mengalahkan kelompok Islamic State dan para teroris,”
kata Lavrov.
Menurutnya, sikap Washington yang mempertahankan
kontingen militer di negara yang dilanda perang saudara itu menunjukkan
tujuannya yang sebenarnya secara terbuka.
”Sekarang (orang
Amerika) mengatakan bahwa mereka akan mempertahankan kehadiran mereka
sampai mereka memastikan proses penyelesaian politik di Suriah dimulai,
yang akan menghasilkan perubahan rezim,” ujar Lavrov dalam sebuah
konferensi di Sochi, yang dikutip Russia Today, Kamis (8/2/2018). ”Kami tahu tentang mereka.”
AS
memiliki hampir 2.000 prajurit yang saat ini ditempatkan di Suriah.
Pada bulan Desember, Pentagon mengumumkan bahwa pasukan AS akan tetap
berada di wilayah Suriah selama dibutuhkan untuk mendukung sekutunya
dalam mencegah kembalinya kelompok teroris.
Pemerintah Suriah
menganggap penempatan tentara AS di wilayah kedaulatannya sebagai
tindakan ilegal. Namun, Washington membenarkan kehadiran pasukannya
dengan dalih memerangi militan ISIS.
Moskow, yang beroperasi di
negara tersebut atas permintaan pemerintah Suriah, menegaskan bahwa AS
tidak memiliki alasan untuk memiliki kehadiran militer di negara
tersebut tanpa seizin pemerintah Assad.
Washington diketahui
telah mempersenjatai dan mendanai berbagai kelompok pemberontak atau
opisisi Suriah di bawah kelompok Free Syria Army (FSA) dan Pasukan
Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi Kurdi.
”AS, menggoda
berbagai segmen masyarakat Suriah yang menentang pemerintah dengan
senjata di tangan mereka, ini dapat menyebabkan konsekuensi yang sangat
berbahaya,” kata Lavrov memperingatkan.
FSA yang didukung Turki
saat ini terlibat dalam pertempuran dengan faksi-faksi SDF seperti Unit
Perlindungan Kurdi (YPG), di Afrin. Isu-isu ini telah menyebabkan
ketegangan serius antara Ankara dan Washington.
Sementara itu,
FSA juga mencoba membujuk AS untuk menghidupkan kembali program CIA
berupa bantuan uang tunai, senjata dan instruktur untuk melakukan
pemberontakan moderat terhadap rezim Assad.
Rusia Siagakan Rudal Berkemampuan Nuklir di Kaliningrad. picture alliance/dpa/Y. Smityuk
Negara
anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengeluhkan penempatan
sistem rudal "Iskander" di wilayah Laut Baltik. Namun Moskow menanggapi
santai kritik tersebut, dengan menekankan bahwa mereka berhak
menempatkan senjata di wilayah mana pun yang mereka pilih di teritorial
Rusia, termasuk di Kaliningrad. Negara tetangga Rusia yang menjadi
anggota NATO diminta untuk tidak perlu khawatir.
Kaliningrad
adalah wilayah Rusia di laut Baltik yang berbatasan dengan negara
anggota NATO Lithuania, Latvia, Estonia dan Polandia.
"Penyebaran
salah satu senjata atau hal lainnya, pengerahan unit militer dan
sebagainya di wilayah kedaulatan Rusia secara eksklusif adalah
sepenuhnya menjadi urusan Federasi Rusia,” ujar Dmitry Peskov, Juru
Bicara Kremlin. "Rusia tidak pernah mengancam siapa pun dan tidak sedang
mengancam siapa pun. Tentu saja, Rusia memiliki hak multak tersebut.
Seharusnya tidak ada alasan bagi siapa pun untuk khawatir," tegas Peskov
seperti dikutip dari Reuters.
Pernyataan Peskov ini adalah
respon balasan atas pernyataan yang dilontarkan presiden Lithuania, dan
anggota perlemen senior Rusia yang menyatakan Moskow telah mengerahkan
rudal di Kaliningrad, di Laut Baltik. Namun Rusia tidak mengkonfirmasi
telah memindahkan sistem persenjataan itu.
Kenapa NATO khawatir?
Beberapa
anggota aliansi pertahanan Atlantik Utara menolak penempatan rudal
Iskander, dengan alasan wilayahnya sangat dekat dengan lokasi sistem
rudal itu. Kaliningrad adalah daerah administratif Federasi Rusia yang
terletak di antara negara Lithuania dan Polandia. Rudal tersebut
dianggap sebagai ancaman karena diperkirakan dapat menjangkau sebagian
besar wilayah anggota NATO seperti Polandia, Lithuania, Latvia dan
Estonia. NATO bahkan sejak 2016 telah siaga dengan melakukan segala
upaya termasuk penambahan pasukan di perbatasan Rusia.
Kekuatiran
negara anggota NATO juga berkaca pada ketegangan yang terjadi saat
aneksasi Crimea tahun 2014, ketika hubungan Rusia dan negara tetangga
Baratnya memanas.
"Ini lagi-lagi membuat situasi semakin serius
karena Iskander in Kaliningrad sangat berbahaya bagi setengah dari ibu
kota Eropa," kata Presiden Lithuania Dalia Grybauskaite, Senin (05/02).
Baca juga: Rusia Tawarkan Diri Jadi Penengah Antara AS dan Korea Utara
Rusia ingin menghalau AS
Sejak
pemasangan sistem rudal jarak dekat "Iskander M" 2013 Kremlin kerap
berkilah, bahwa penempatan rudal di Kaliningrad adalah sebagai upaya
untuk menangkis ancaman dari sistem pertahanan rudal dari Amerika
Serikat yang ditempatkan di Polandia. Washington menampik alasan
tersebut dengan menyebutkan pertahanan rudal AS dirancang untuk
menghadapi kemungkinan serangan rudal dari Iran, bukan dari Rusia.
Walau
realitanya sulit dibantah, bahwa Polandia berbatasan dengan Rusia dan
amat jauh dari Iran. Karena itu Moskow bersikeras menyebutkan sistem
persenjataan rudal AS di Polandia justru diarahkan untuk mengancam
Rusia.
Seorang pejabat NATO, yang tidak mau diungkap identitasnya
mengatakan: "Setiap penempatan rudal yang dekat dengan perbatasan kami
dan yang dapat membawa hulu ledak nuklir tidak akan mungkin dapat
menurunkan ketegangan. Dengan semangat transparansi, kami berharap dapat
mendengar penjelasan lebih lanjut dari Rusia mengenai hal ini."