Jumat, 28 November 2014

Penyebaran Virus HIV Meningkat di Eropa dan Asia Tengah




Penyebaran Virus HIV Meningkat di Eropa dan Asia Tengah
Pada 2013 saja, infeksi virus HIV dilaporkan terjadi di 53 negara dari kawasan Eropa. WHO menyebutkan lebih dari 105.000 kasus infeksi dilaporkan terjadi di Eropa Timur dan Asia Tengah. (Ilustrasi/CNN Indonesia/Fajrian)

London, CB -- Meskipun terdapat kemajuan besar dalam mengobati dan mencegah HIV/AIDS belakangan ini, penyebaran virus ini terus meningkat terutama di Eropa dan Asia Tengah. Tercatat, 136 ribu orang terinfeksi virus mematikan ini pada tahun lalu.

Badan Kesehatan Dunia, WHO, dan Pusat Eropa untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, ECDC, menunjukkan kasus infeksi virus HIV pada 2013 meningkat 80 persen, dibandingkan tahun 2004 lalu.

Angka ini membuat target Eropa untuk menghentikan penyebaran virus HIV pada 2015 menjadi sangat mustahil.

"Eropa tidak berhasil mencapai target Millennium Development Goal pada 2015, dan waktu hampir habis. Kita tak bisa lengah dalam mencegah penyebaran virus ini," kata Direktur Regional WHO, Zsuzsanna Jakab, seperti ditulis Reuters, Kamis (27/11).

Virus HIV, yang merupakan singkatan dari human immunodeficiency virus, menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan penyakit seumur hidup. Sementara, akhir dari tahap infeksi, atau kondisi saat sistem kekebalan tubuh telah hancur disebut AIDS.

HIV menyebar melalui darah, air mani dan air susu ibu. Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan AIDS. Namun, obat antiretroviral dapat membantu memperpanjang usia penderita AIDS dan mencegah penularan virus kepada orang lain.

Pada 2013 saja, infeksi virus HIV dilaporkan terjadi di 53 negara dari kawasan Eropa. WHO menyebutkan lebih dari 105.000 kasus infeksi dilaporkan terjadi di Eropa Timur dan Asia Tengah.

Dibandingkan dengan tahun 2004, kasus infeksi virus HIV baru di negara Eropa Timur dan Asia Tengah telah melonjak dua kali lipat, sebagian besar didorong oleh epidemi HIV di kalangan pengguna narkoba yang tak juga menurun.

Di Eropa Timur, 77 persen dari semua kasus infeksi terbaru dilaporkan pada tahun 2013. Dua pertiga dari kasus di antara pengguna narkoba suntikan terlambat dideteksi.

"Ini berarti risiko penularan virus menjadi lebih tinggi, biaya pengobatan semakin mahal, dan kemungkinan tidak tertolong lebih besar," kata Jakab.

Direktur ECDC, Marc Sprenger menyatakan kelompok berisiko HIV tinggi tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan efektif. Sebagian besar dari mereka adalah pria gay dan biseksual.

Di Uni Eropa, penularan HIV tertinggi terjadi karena hubungan seksual selama pria, dengan persentase sebanyak 42 persen dari seluruh kasus infeksi baru pada 2013.

Credit CNN Indonesia