Senin, 24 November 2014

Perempuan astronot pertama Italia menuju stasiun luar angkasa

Perempuan astronot pertama Italia menuju stasiun luar angkasa
Ilustrasi - Stasiun Luar Angkasa Internasional (FOTO ANTARA/REUTERS/NASA/Handout)
Ada 15 kotak yang masing-masing berisi 30 gram kaviar, juga apel, jeruk, tomat,140 porsi susu bubuk beku dan teh hitam tanpa gula
Moskow (CB) - Pesawat luar angkasa Soyuz dari Rusia yang membawa perempuan astronot pertama asal Italia memulai perjalanannya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), Minggu (23/11).

Samantha Cristoforetti ditemani oleh kosmonot Rusia Anton Shkaplerov dan astronot Amerika Terry Virts saat pesawat luar angkasa Soyuz TMA- 15M diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan, kata Badan Ruang Angkasa Rusia Roscosmos dalam pernyataan.

"Soyuz dalam keadaan baik-baik saja di orbit, perhentian selanjutnya ISS," tulis Nasa dalam cuitan Twitter seperti dilaporkan AFP.

Cristoforetti, Virts dan Shkaplerov akan tiba enam jam setelah meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional tempat mereka akan tinggal hingga Mei 2015.

Mereka juga membawa bekal persediaan makanan penting, seperti nyaris setengah kilogram kaviar dan mesin espresso.

"Ada 15 kotak yang masing-masing berisi 30 gram kaviar, juga apel, jeruk, tomat,140 porsi susu bubuk beku dan teh hitam tanpa gula," kata badan antariksa seperti dikutip kantor berita Rusia TASS.

Para astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional juga dapat menikmati minuman yang diseduh berkat mesin seberat 20 kilogram yang didesain pembuat kopi Italia ternama Lavazza bersama perusahaan Argotec yang memiliki spesialisasi membuat makanan luar angkasa.

Cristoforetti (37) yang juga merupakan kapten di Angkatan Udara Italia "tidak hanya menjadi perempuan astronot pertama dari Italia yang pergi ke luar angkasa, tetapi juga astronot pertama dalam sejarah yang dapat menikmati espresso otentik Italia di orbit," kata Lavazza dan Argotec dalam sebuah pernyataan.

Stasiun Luar Angkasa Internasional merupakan proyek dari 16 negara, termasuk Rusia dan Amerika Serikat yang merupakan penyandang dana terbesar. Stasiun Luar Angkasa Internasional selalu ditempati oleh sekelompok astronot yang tinggal hingga enam bulan.

Stasiun Luar Angkasa Internasional yang pertama kali diluncurkan ke orbit pada 1998 dan dibangun dengan biaya 500 miliar dolar AS itu diperkirakan dapat beroperasi hingga 2024.

NASA sepenuhnya mengandalkan Rusia untuk mengirim para astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, AS menanggung biaya sebesar 70 juta dolar per orang yang berangkat dengan roket Soyuz.

Credit ANTARA News