Jumat, 28 November 2014

Hasil percobaan vaksin Ebola "menjanjikan"

 

Seorang wanita berusia 39 tahun menjadi relawan pertama yang menerima vaksin eksperimental Ebola.

CB - Uji coba vaksin Ebola pertama yang dilakukan kepada manusia menunjukan bahwa vaksin itu aman dan bisa membantu sistem kekebalan tubuh mengatasi virus.

Sebanyak 20 orang relawan melakukan imunisasi di Amerika Serikat dan para ilmuwan dari Institut Kesehatan Nasional (NIH) mengatakan hasilnya "menjanjikan."
Penelitian ini diterbitkan dalam New England Journal of Medicine (NEJM).
Tak satu pun dari mereka yang diimunisasi mengalami efek samping dan semua menghasilkan antibodi.
Wabah Ebola telah menewaskan lebih dari 5.000 orang, mayoritas di Afrika Barat.
Anthony Fauci dari NIH mengatakan kepada BBC, "dilihat dari faktor keselamatan dan kemampuan untuk menghasilkan respon imun yang tepat, kita dapat mengatakan uji coba ini sukses wajar tanpa pengecualian, meskipun itu adalah fase awal, satu percobaan."
Para relawan dibagi menjadi dua kelompok untuk menerima dosis rendah atau tinggi. Respon antibodi yang lebih kuat tercatat di antara mereka yang menerima dosis lebih tinggi.
Para peneliti menemukan bahwa tujuh orang yang diberikan dosis tinggi dan dua relawan dosis rendah menghasilkan respon imun sel T, yang mungkin penting untuk melindungi tubuh dari virus Ebola.
Ada empat percobaan yang berlangsung terhadap vaksin eksperimental ini dan juga dilakukan di Oxford, Mali dan Swiss.
Jika hasilnya positif, jenis vaksin monovalen ini akan ditawarkan kepada ribuan pekerja kesehatan di Afrika barat.

Credit BBC Indonesia