Jumat, 25 Mei 2018

Sistem Pertahanan Suriah Halau Serbuan Rudal di Bandara Militer


Sistem Pertahanan Suriah Halau Serbuan Rudal di Bandara Militer
Lokasi bandara militer Dabaa, dekat Homs, Suriah, yang jadi lokasi serangan rudal. Israel yang dicurigai sebagai pelaku serangan memilih bungkam. Foto/Twitter @sfrantzman


BEIRUT - Media pemerintah Suriah, SANA, menyatakan sebuah bandara militer dekat kota Homs jadi target serangan rudal musuh pada hari Kamis. Namun, serangan rudal dihalau oleh sistem pertahanan udara.

Damaskus tidak menyebut musuh yang meluncurkan serangan rudal. Namun, media Beirut melaporkan pesawat-pesawat tempur Israel terbang di atas wilayah udara Lebanon saat serangan berlangsung.

"Salah satu bandara militer kami di wilayah tengah terkena serangan rudal musuh, dan sistem pertahanan udara kami menghadapi serangan itu dan mencegahnya mencapai tujuannya," bunyi laporan kantor berita SANA, yang dilansir Reuters, Jumat (25/5/2018).

Media pemerintah Presiden Bashar al-Assad tersebut sebelumnya melaporkan adanya suara ledakan di dekat bandara Dabaa, sekitar 20km (12 mil) sebelah barat daya dari pusat Kota Homs dan dan 10km (6 mil) dari perbatasan Lebanon.

Militer Israel memilih bungkam atau tidak berkomentar terkait serangan rudal yang menghantam bandara militer Suriah. Selama ini, militer negara Yahudi itu khawatir dengan Iran dan Hizbullah Lebanon yang mengubah Suriah menjadi lokasi perlawanan baru terhadap Israel.

Militer Israel telah berkali-kali menyerang basis tentara Suriah, Hizbullah dan basis-basis lain yang dianggap sebagai markas militer Iran di Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan pasukan Hizbullah dan milisi lain yang bersekutu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad ditempatkan di bandara militer Dabaa. Namun, belum ada informasi tentang kemungkinan jatuhnya korban jiwa dalam serangan terbaru ini.

Juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Kone Faulkner, ketika ditanya tentang laporan serangan itu, mengatakan bahwa koalisi pimpinan AS yang memerangi kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah tidak melakukan serangan, terlebih menargetkan pasukan Suriah.

Laporan lain dari kubu oposisi Suriah, serangan itu berasal dari Israel dengan target basis sistem anti-rudal Suriah di bandara Dabaa di dekat Homs. Seorang perwira tinggi oposisi Suriah memperkirakan bahwa empat rudal Israel menghancurkan sistem pertahanan udara Suriah dan beberapa orang tewas. 





Credit  sindonews.com




Tidak ada komentar:

Posting Komentar