Senin, 28 Mei 2018

Rusia Heran AS Tak Pernah Rilis Citra Satelit Jatuhnya MH17


Rusia Heran AS Tak Pernah Rilis Citra Satelit Jatuhnya MH17
Bangkai pesawat Malaysia Airlines MH17 di Donetsk Ukraina. Pesawat pembawa ratusan orang itu ditembak jatuh pada 17 Juli 2014. Foto/REUTERS/Maxim Zmeyev


MOSKOW - Rusia heran mengapa Amerika Serikat (AS) tidak pernah menunjukkan citra satelit terkait jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di timur Ukraina akibat tembakan rudal pada tahun 2014. Moskow telah tersudut setelah Tim Investigasi Bersama (JIT) menyimpulkan militer Rusia sebagai penanggung jawab insiden itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mempertanyakan mengapa Washington tak merilis citra satelit tentang tragedi MH17. Citra satelit AS berpotensi menjadi rujukan lain untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat Malaysia tersebut.

"Juga perlu disebutkan bahwa Amerika Serikat belum menyediakan citra satelit segera setelah bencana," kata Zakharova seperti dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu (26/5/2018).

Pada hari Jumat, Kementerian Pertahanan Rusia membantah tuduhan kelompok Bellingcat yang bermarkas di Inggris bahwa para perwira intelijen Rusia terlibat dalam serangan terhadap pesawat MH17.

"Perlu disebutkan bahwa semua spekulasi dari apa yang disebut sebagai 'simpatisan' didasarkan pada kepalsuan lama dengan imitasi dari penyadapan radio tentan percakapan antara orang yang tidak dikenal, yang diedarkan oleh Dinas Keamanan Ukraina pada 18 Juli 2014 (sehari setelah bencana)," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

"Adapun para perwira yang disebutkan dalam laporan Bellingcat, mereka telah lama diberhentikan dari dinas militer. Kementerian Pertahanan Rusia tidak memiliki informasi tentang kegiatan mereka di luar angkatan bersenjata," imbuh pernyataan itu, yang dilansir Sputnik.

Pada hari Kamis, JIT yang dipimpin Belanda menyimpulkan rudal yang menjatuhkan pesawat MH17 diluncurkan oleh sistem Buk milik Angkatan Bersenjata Rusia. Namun, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok, bahwa penyelidikan JIT terhadap jatuhnya pesawat MH17 benar-benar mengabaikan data penting yang disediakan oleh pihak Rusia.

Kecelakaan pesawat Malaysia Airlines tersebut menewaskan 298 orang di dalamnya, termasuk 12 penumpang asal Indonesia. Selain dari Indonesia, mayoritas penumpang dan awak berasal dari Belanda, Malaysia dan Australia.





Credit  sindonews.com





Tidak ada komentar:

Posting Komentar