Rabu, 14 Desember 2016

Kekuatan Sesar Lembang Diprediksi Seperti Gempa Pidie Jaya



 Kekuatan Sesar Lembang Diprediksi Seperti Gempa Pidie Jaya
Tiga ahli geologi dari Badan Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan pengamatan di sekitar Patahan/sesar Lembang di Kampung Muril Rahayu, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Pikiran Rakyat Online
 
CB, Bandung - Pakar gempa memperingatkan potensi gempa Sesar Lembang yang bermagnitudo 6,5 hingga 7. Kekuatan gempa itu berskala seperti gempa yang terjadi di Pidie Jaya, Aceh, pada hari Rabu pagi, 7 Desember 2016.

"Kalau itu terjadi, tanah sekitar garis sesar bisa bergerak puluhan hingga 200 sentimeter," ujar pakar gempa dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Bandung, Danny Hilman, dalam acara "Rembug Gempa di Tatar Bandung" di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bandung, Selasa, 13 Desember 2016.

Ketika gempa Sesar Lembang terjadi, rumah yang dirancang tahan gempa bisa rusak juga bila berada di atas jalur sesar. "Sepanjang 29 kilometer jalur sesar itu berbahaya," katanya.

Kolega Danny, Mudrik Daryono, telah memetakan jalur Sesar Lembang dengan citra satelit beresolusi tinggi.  "Titik nol kilometer sesar ditandai di daerah Padalarang dekat jalan tol,” ujar Mudrik kepada Tempo.

Titik nol itu sebagai penanda pangkal sesar di sebelah barat. Sesar Lembang memanjang ke timur hingga berada di antara Bukit Batu Lonceng dan Gunung Manglayang. Sebelumnya, para peneliti menaksir panjang sesar itu berkisar 20-27 kilometer.

Hasil penelitian paleoseismologi terkini yang dilakukan antara lain oleh Mudrik dan Danny Hilman mendapatkan bukti otentik. Gempa Sesar Lembang setidaknya pernah terjadi pada 2.000 tahun silam.

Hasil riset kolega mereka lainnya, Eko Yulianto, mencatat gempa dari Sesar Lembang pernah juga muncul 500 tahun silam. Menurut Eko, kedua gempa pada masa silam tersebut bermagnitudo 6,8 dan 6,6.


Credit  TEMPO.CO



Aktif, Sesar Lembang Berpotensi Menimbulkan Kerugian Rp 51 T

Aktif, Sesar Lembang Berpotensi Menimbulkan Kerugian Rp 51 T
Sesar Lembang sepanjang 22 km di utara Bandung, dilihat dari GoogleEarth
 
CB, Bandung - Tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) telah menghitung potensi kerugian akibat aktivitas sesar Lembang. Sesar atau patahan yang memanjang 29 kilometer berarah timur-barat di utara Bandung tersebut telah dipastikan berbagai riset sebagai sesar aktif.

Dari riwayat kegempaan dan panjangnya itu, skala kekuatan gempa dari Sesar Lembang bermagnitude 6,5 hingga 7.

Anggota tim riset ITB Nuraini Rahma Hanifa mengatakan, mereka menghitung nilai guncangan dan percepatan gempa dari aktivitas Sesar Lembang di Kota Bandung. Tim juga menghitung risiko ekonomi dan perkiraan kerusakan bangunan.

"Cara menghitung kerusakan bangunan dengan kurva kerentanan bangunan," ujarnya dalam acara "Rembug Gempa di Tatar Bandung" di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bandung, Selasa, 13 Desember 2016.

Berfokus pada permukiman penduduk, tim menghitung ada 2,5 juta rumah. Rumah yang berpotensi rusak ringan sebanyak 1 juta unit, rusak total 500 ribu rumah, selebihnya atau 1 juta rumah rusak sedang.

"Menghitung dengan asumsi Rp 6 juta per meter persegi untuk biaya membangun rumah, kerugian mencapai Rp 51 triliun," kata Rahma. Sebelumnya, ujarnya, ada hitungan kerugian dari perusahaan asuransi sebesar Rp 41 triliun. 

Pakar Mitigasi Bencana dari ITB yang tergabung dalam tim tersebut, Irwan Meilano, mengatakan dampak serius dari aktivitas Sesar Lembang terkait dengan infrastruktur seperti bangunan yang rentan terhadap gempa. Hasil dari simulasi yang pernah dilakukan, korban jiwa diperkirakan ribuan orang.


Credit  TEMPO.CO