Selasa, 20 Desember 2016

Kemlu fasilitasi ribuan WNI bermasalah di LN



Kemlu fasilitasi ribuan WNI bermasalah di LN
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (REUTERS/Stephane de Sakutin)
Menjadi kehormatan menerima penghargaan HB IX Award ini. Award ini akan menjadi penyemangat tidak hanya bagi saya, tetapi juga semua pihak untuk terus berkarya memberikan yang terbaik bagi bangsa...."
Jakarta (CB) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berhasil memfasilitasi ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang dinilai memiliki masalah di berbagai negara di luar negeri, sepanjang tahun 2016.

"Selama tahun 2016, Indonesia berhasil membebaskan ribuan WNI yang menghadapi masalah di seluruh dunia," ujar Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi melalui video conference dengan civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM), dari Myanmar saat menghadiri pertemuan antar Menteri Luar Negeri se-Asean guna membahas persoalan masyarakat Rohingnya, dalam keterangan tertulis UGM, Senin.

Menlu menyebutkan, ribuan WNI tersebut terdiri dari 54 WNI yang dibebaskan dari hukuman mati.

Selain itu, sebanyak 8.815 kasus WNI yang menghadapi masalah hukum dapat terselesaikan dan menyelamatkan 287 WNI yang terlibat dalam kasus perdagangan manusia.

"Tahun 2016 banyak kasus penculikan WNI dan kita mampu menyelamatkan 25 ABK Indonesia yang disandera di Filipina dan 4 warga Indonesia sandera Somalia," jelas Menlu.

Retno mengatakan, kontribusi Indonesia dalam perdamaian dunia menjadi isu penting dari politik luar negeri Indonesia. Sebab, peran Indonesia semakin penting di tengah dunia yang semakin tidak menentu seperti maraknya kejahatan transnasional dan konflik yang terus berlangsung di berbagai belahan dunia.

Menurut dia, Indonesia sebagai negara muslim terbesar dan anggota G 20 patut memainkan peran penting dalam menjaga dan menciptakan perdamaian dunia.

"Hal yang dihargai dari Indonesia adalah dengan menerapkan pendekatan secara damai lewat dialog dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik," ungkap Menlu.

Ia menambahkan, pada tahun 2016 politik luar negeri Indonesia difokuskan pada upaya Indonesia dalam melindungi WNI di luar negeri, menjaga perdamaian dan menciptakan kesejahteraan dunia.

Dan Indonesia, kata Retno, berupaya memberikan perlindungan maksimal kepada warga negara Indoensia (WNI) di luar negeri. Pasalnya, kasus konflik WNI di luar negeri semakin banyak terjadi karena tingginya mobilitas dan konflik di berbagai kawasan.

Terkait pemberian HB IX Award dari UGM kepada dirinya, Retno Marsudi menyampaikan ucapan terima kasih kepada UGM yang telah memberikan anugerah HB IX Award.

"Menjadi kehormatan menerima penghargaan HB IX Award ini. Award ini akan menjadi penyemangat tidak hanya bagi saya, tetapi juga semua pihak untuk terus berkarya memberikan yang terbaik bagi bangsa, termasuk tim Kementrian Luar Negeri yang turut mendukung perjuangan Indonesia di kancah internasional," katanya.



Credit  ANTARA News