Kamis, 26 Februari 2015

ISIS Culik 150 Warga Kristen Suriah


ISIS Culik 150 Warga Kristen Suriah 
 ISIS kini menghadapi tekanan setelah Kurdi dan pasukan Suriah lain dibantu oleh Peshmerga dan serangan udara pimpinan AS berhasil menguasai Kobani. (Reuters/Bassam Khabieh)
 
 
Jakarta, CB -- ISIS telah menculik sedikitnya 150 orang dari desa-desa Kristen Asiria di timur laut Suriah yang mereka serbu.

Sebuah kelompok Kristen Suriah yang mewakili beberapa LSM di dalam dan luar Suriah mengatakan telah memverifikasi sedikitnya 150 orang hilang, termasuk perempuan dan lansia.

"Kami telah memverifikasi sedikitnya 150 orang yang telah diculik dari sumber-sumber di lapangan," kata Bassam Ishak, Presiden Dewan Nasional Syriac Suriah, kepada Reuters di Amman.


Sebelumnya kelompok pemerhati Syrian Observatory yang berbasis di Inggris mengatakan 90 orang diculik ketika militan ISIS melancarkan serangan fajar di desa-desa yang dihuni oleh minoritas Kristen di Hasaka, kota yang ditinggali mayoritas orang Kurdi.

Milisi Kurdi Suriah meluncurkan dua serangan terhadap militan di timur laut Suriah pada Minggu (22/2), dibantu oleh pasukan Peshmerga Irak dan serangan udara yang dipimpin AS.

Wilayah itu adalah bagian Suriah yang berbatasan dengan wilayah ISIS di Irak, di mana ISIS melakukan kekejaman terhadap minoritas agama Yazidi tahun lalu.

ISIS tidak mengkonfirmasi penculikan ratusan warga Kristen ini.

Para pendukung ISIS mem-posting foto secara daring yang memuat anggota ISIS menggunakan pakaian kamuflase, melihat peta dan menembakkan senapan mesin. Foto-foto itu disebut diambil di Tel Tamr, sebuah kota di dekat tempat yang menurut Syrian Observatory terjadi penculikan.

Banyak orang Kristen Asiria telah beremigrasi sejak konflik Suriah berkecemuk empat tahun lalu, menewaskan lebih dari 200 ribu orang.

Sebelum kedatangan kaum Kurdi dan suku nomaden Arab pada akhir abad ke-19, orang-orang Kristen merupakan mayoritas di daerah Jazeera Suriah, yang meliputi daerah Hasaka.

Menyerang daerah baru

Ahli militer mengatakan ISIS mencoba untuk membuka sebuah front baru untuk mengurangi tekanan pada kelompoknya setelah diusir dari Kobani oleh pasukan YPG Kurdi.

“ISIS kalah di beberapa daerah sehingga mereka ingin mengobarkan serangan di daerah baru," kata purnawirawan jenderal Yordania, Fayez Dwiri.

Setelah mengalahkan ISIS di Kobani, pasukan Kurdi dan kelompok bersenjata Suriah lain mulai maju sejauh mungkin, termasuk ke dekat Raqqa, benteng ISIS yang sering disebut sebagai ibu kota kekhalifahan mereka.

Seorang warga Hasaka, yang saat ini diduduki oleh pemerintah Suriah dan Kurdi, mengatakan ratusan keluarga telah tiba dalam beberapa hari terakhir dari desa-desa sekitar Kristen dan Arab Badui yang datang dari daerah sepanjang perbatasan.

"Keluarga yang datang ke Hasaka mencari keselamatan," kata Abdul Rahman al-Numai, seorang pedagang tekstil melalui telepon.

Credit  CNN Indonesia