Jumat, 27 Februari 2015

Rusia Sudah Lama Ingin Caplok Krimea.

Rusia Sudah Lama Ingin Caplok Krimea.

MOSKOW (CB) - Rencana Rusia untuk menganeksasi sebagian wilayah Ukraina telah direncanakan sejak setahun lalu. Demikian isi bocoran dokumen rahasia Kremlin yang diperoleh surat kabar Rusia Novaya Gazeta.

Dalam dokumen tersebut Pemerintahan Putin dilaporkan telah membuat sebuah rencana detail mengenai bagaimana cara memecah Ukraina dan mendapatkan Krimea serta beberapa provinsi lainnya di Wilayah Timur Ukraina. Rencana ini dibuat hanya beberapa minggu sebelum mantan Presiden Ukraina Viktor Yanukovich digulingkan dan krisis Ukraina dimulai.

Menurut laporan yang dilansir The Independent Kamis (26/2/2015), dalam dokumen tersebut, Rusia menilai mantan Presiden Yanukovich telah ‘bangkrut secara politik’, dan merancang sebuah rencana kudeta yang nantinya akan berujung pada ekspansi Rusia. Nama Milyuner Konstantin Malofeyev juga disebut sebagai pihak yang membantu penggulingan Yanukovich Februari 2014.

Diduga, dokumen tersebut diserahkan kepada pejabat pemerintahan Putin pada 4 sampai 12 Februari 2014, sesaat sebelum Yanukovich dilengserkan oleh Parlemen Ukraina. Kyiv Post telah memuat terjemahan bahasa Inggris dari dokumen tersebut di laman mereka.

Di antara detail-detail yang disorot, beberapa pernyataan secara spesifik menjelaskan cara-cara yang perlu digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Dokumen tersebut secara gamblang menyebutkan perlunya kerjasama lintas batas negara dengan wilayah Ukraina yang memiliki sentimen pro-Rusia yang stabil.
Dijelaskan juga mengenai resiko yang akan ditanggung oleh keuangan Rusia untuk menanggung wilayah-wilayah tersebut, namun, menurut dokumen tersebut, keuntungan geopolitik yang akan didapat Rusia jauh lebih besar dibandingkan resikonya. Keuntungan yang akan didapat, menurut dokumen tersebut, antara lain sumber daya alam dan personel yang berkualifikasi tinggi di bidang industri dan transportasi.

Namun, klaim dari Novaya Gazeta ini belum bisa dipastikan kebenarannya. Menurut editor dari Novaya Gazeta, Sergei Sokolov, mereka tidak memiliki bukti konklusif mengenai keterlibatan Presiden Vladimir Putin di dalam rencana tersebut, meski begitu dia merasa yakin Putin telah memeriksa dokumen tersebut pada Februari 2014.

“Ada pihak-pihak di Kremlin yang merasa khawatir dengan perang di Ukraina, ultra nasionalisme dan politik yang gegabah. Mereka yang ini menghentikan perang namun tidak dapat melakukannya sendiri,” demikian Sokolov menjelaskan alasan pembocoran dokumen tersebut kepada The Daily Beast.

Novaya Gazeta didirikan pada tahun 1990, sebagian dananya berasal dari hadiah nobel perdamaian yang diterima Mikhail Gorbachev. Surat kabar independen ini juga didominasikan sebagai penerima Nobel Perdamaian 2015.




Credit  Okezone.com