Senin, 23 Februari 2015

Lecehkan Dubes RI, Presiden Brasil Dituntut Minta Maaf


Hubungan Indonesia-Brazil tengah "menghangat".

Lecehkan Dubes RI, Presiden Brasil Dituntut Minta Maaf
Presiden Brasil Dilma Rousseff (REUTERS/Mike Segar )
 
CB - Hubungan Indonesia-Brazil tengah "menghangat". Kondisi ini dipicu oleh penolakan Presiden Brasil, Dilma Rousseff, terhadap surat kepercayaan Dubes RI untuk Brasil, Toto Riyanto. Presiden Rousseff pun dituntut untuk meminta maaf kepada Indonesia akibat sikapnya tersebut.

"Harusnya Dilma (Dilma Rouseff) menyampaikan maaf," kata Guru Besar Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana, ketika dihubungi VIVA.co.id, Minggu malam, 22 Februari 2015.

Selanjutnya, tambah dia, orang nomor satu di Negeri Samba itu diminta menerima surat kepercayaan Dubes RI untuk Brazil, Toto Riyanto, dari pemerintah Indonesia.

Kendati demikian, Hikmahanto menilai, permintaan maaf Rouseff tidak serta-merta menghalangi niat pemerintah untuk tetap mengeksekusi terpidana mati gembong narkoba.
Meskipun Rouseff meminta maaf, pemerintah diminta untuk tetap menjalankan hukuman mati kepada terpidana mati gembong narkoba. "Permintaan maaf Dilma, bukan berarti eksekusi mati tidak dilakukan," kata dia.



Brasil Rugi

Menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia itu, jika situasi ini tidak segera disikapi, Brasil akan dirugikan. "Menurut saya, Brasil lebih banyak rugi, mungkin dari sisi perdagangan," ujar Hikmahanto.
Kerugian yang akan dialami Brasil antara lain, adalah bahwa Indonesia selama ini membeli alutista dari Brasil. Bila ini berlanjut, besar kemungkinan, Pemerintah RI akan mengevaluasi pembelian alutsista dari Brasil.
Bahkan, Komisi I DPR sudah melontarkan wacana akan mengkaji ulang alutsista yang dibeli dari Brasil, bila negeri Samba itu tetap berulah.
"Kalau kayak gitu, ya, silakan saja kalau tidak ada permintaan maaf dari Dilma," tegas Hikmahanto.



Credit   VIVA.co.id