Rabu, 25 Februari 2015

Meru Betiri, Taman Nasional dan Surga untuk Petualang


Meru Betiri, Taman Nasional dan Surga untuk Petualang  
Taman Nasional Meru Betiri. (Dok. http://merubetiri.com/)
 
 
Jakarta, CB -- Meru Betiri merupakan salah satu taman nasional terbaik di Pulau Jawa dengan luas 58 ribu hektar. Taman nasional ini terdiri dari lima vegetasi, yaitu hutan pantai, hutan mangrove, hutan rawa, hutan rheophyte, dan hutan hujan dataran rendah. Maka, tak berlebihan rasanya jika tempat ini memiliki slogan ‘Home of Biodiversity.’

Taman Nasional Meru Betiri terletak di pesisir selatan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Nama Meru Betiri diambil dari nama gunung yang ada di dalam kawasan Taman Nasional ini yaitu Gunung Meru dan Gunung Betiri.

Tak hanya menyaksikan keagungan Tuhan lewat pemandangan indah yang memanjakan mata, di Meru Betiri Anda pun dapat menyaksikan langsung kehidupan satwa-satwa liar yang dibiarkan bebas.

Taman ini merupakan rumah terakhir untuk habitat harimau loreng Jawa (Panthera tigris sondaica). Harimau loreng Jawa merupakan salah satu satwa yang dilindungi karena sudah hampir punah.

Selain itu, ada juga 29 jenis mamalia dan 180 jenis burung, yang semuanya termasuk satwa yang dilindungi pula. Satwa-satwa tersebut di antaranya adalah penyu lekang/ridel, banteng, monyet ekor panjang, harimau Jawa, macan tutul, ajag, bajing terbang ekor merah, dan merak. Ada juga penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau, kucing hutan, rusa, elang, dan masih banyak lagi.

Seperti slogannya ‘Home of Biodiversity’, di Meru Betiri juga ada berbagai macam jenis flora yang dilindungi, seperti Balanhopora fungosa yaitu tumbuhan jenis parasit yang hanya terdapat di sekitar Teluk Hijau dan Bandealit.

Sebanyak 293 jenis tumbuhan yang ada di taman nasional ini, antara lain, bunga raflesia, bakau, bungur, pulai, bendo, api-api, waru, nyamplung, rengas, dan beragam tumbuhan obat-obatan.

Taman Nasional Meru Betiri pun bisa menjadi lokasi yang sempurna bagi para petualang alam bebas. Ada beragam kegiatan yang dapat Anda lakukan di Taman Nasional Meru Betiri, seperti jungle tracking maupun hiking. Rutenya melalui trans Bandealit - Teluk Meru (menginap - Teluk Permisan (menginap) - Sukamade dengan waktu tempuh 2 hingga 3 hari.

Di Sukamade, Anda menemukan habitat penyu bertelur yang naik ke pantai serta pelepasan tukik ke alam liar setelah menetas. Jenis penyu yang dapat Anda lihat adalah penyu belimbing, penyu sisik, dan penyu lekang (ridel). Anda juga bisa menemukan monyet dan lutung hitam di pinggir hutan yang berbatasan dengan perkebunan karet. Sebelum Anda berkunjung ke Sukamade Anda akan melihat pemandangan perkebunan karet dan kakao yang sangat jarang ditemukan di dunia.

Sementara itu, di Rajegwesi ada desa konservasi dan wisata bahari. Anda dapat menghabiskan waktu untuk berwisata budaya di sini karena ada nelayan tradisional. Anda juga bisa berenang di pantai yang masih alami.

Di Rajegwesi Anda juga Teluk Hijau dan Teluk Damai yang terletak tidak jauh dari pantai Rajegwesi. Di Bandealit, selain berenang, Anda juga bisa berkano. Ada pula tempat penangkaran rusa atau melihat habitat Rafflesia zollingeriana di blok Krecek. Sempurnakan perjalanan Anda dengan berkunjung ke Goa Jepang di Bandealit.

Credit  CNN Indonesia