Senin, 23 Februari 2015

Yunani Tinggalkan Program Pinjaman Troika

"Kita memenangkan pertempuran, bukan perang."


Yunani Tinggalkan Program Pinjaman Troika
Perdana Menteri Yunani yang baru, Alexis Tsipras. (REUTERS/Alkis Konstantinidis)
 
  CB - Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras, menyatakan pemerintahannya berhasil memenangkan pertempuran melawan program pengetatan anggaran dan kubu Troika (Uni Eropa, Bank Sentral Eropa, dan IMF) setelah memperoleh perpanjangan waktu untuk mencegah kebangkrutan negara.

"Kemarin (Jumat) kami mengambil langkah yang penting. Kami meninggalkan program penghematan anggaran, dana talangan, dan Troika," ujar Tsipras dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dikutip Reuters, Sabtu 21 November 2015.

"Kita memenangkan pertempuran, bukan perang. Kesulitan demi kesulitan yang nyata ada di depan kita," imbuh dia.

Forum para menteri keuangan zona euro pada Jumat malam menyepakati agar Yunani mendapat perpanjangan waktu jatuh tempo utang bailout selama empat bulan.

Menteri Keuangan Yunani, Yanis Varoufakis, mengatakan perjanjian tersebut telah menyingkirkan penyakit dalam ekonomi negaranya, dengan memungkinkan relaksasi target fiskal yang sebelumnya membebani perekonomian.

"Kami tidak lagi mengikuti skenario yang diberikan kepada kami oleh lembaga eksternal. Setelah Anda memiliki hubungan yang setara, kerjasama dapat menjadi jauh lebih bermanfaat," kata Varoufakis.

Yunani kini menghadapi tantangan baru untuk memastikan keberhasilan program reformasi demi mengembalikan utangnya kepada Troika.

Menurut Tsipras, perpanjangan waktu itu akan dapat mengakhiri derita "sesak napas" Yunani akibat belenggu pengetatan anggaran yang diprogramkan Troika sejak 2012.

"Perjanjian kemarin dengan Eurogroup membatalkan komitmen dari pemerintah sebelumnya untuk pemotongan upah dan pensiun, pemecatan di sektor publik, kenaikan PPN pada makanan, obat-obatan," kata Tsipras.

Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble, yang telah menolak kesepakatan Yunani sebelumnya pada hari Kamis, mengatakan kesepakatan itu merupakan kenyataan yang harus diambil oleh pemerintah di Athena yang kini dikuasai oleh partai sayap kiri.

"Pemerintah Yunani pasti akan mengalami masalah yang sulit untuk menjelaskan kesepakatan ini kepada pemilih mereka," kata Schauble.

Ia menekankan, kesepakatan itu akan berakhir pada bulan Juni, sehingga membutuhkan serangkaian negosiasi untuk perjanjian jangka panjang seiring Yunani menghadapi sejumlah tagihan pembayaran pinjaman para krediturnya di musim panas tahun ini.


Credit   VIVA.co.id