Jumat, 27 Februari 2015

Sama-sama Negara Besar, Indonesia dan Brasil Harus Jalin Komunikasi


 
KOMPAS.com/Indra Akuntono Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi bersama Duta Besar Indonesia untuk Brasil Toto Riyanto, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/2/2015).


JAKARTA, CB- Direktur Kajian Internasional FISIP UIN Syarif Hidayatullah, Nazar Nasution, menjelaskan antara Indonesia dengan Brasil memiliki sejumlah kemiripan. Hal ini menandakan keduanya harus berhubungan dengan baik. "K‎edua negara miliki potensi SDM atau jumlah penduduk yang besar," kata Nazar, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (‎26/2/2015).
Menurutnya, baik Brasil maupun Indonesia sama-sama memiliki jumlah penduduk diatas 200 juta jiwa. Kedua, Indonesia dan Brasil ‎juga anggota G20.‎ Selanjutnya, dua negara ini sama-sama negara berkembang yang ekonominya semakin maju.
Keduanya merepresentasikan dua benua, Amerika dan Asia. Kekuatan keduanya dinilai akan mampu mempengaruhi arah kebijakan internasional.
"Kami berharap kedua negara dapat saling memahami keadaan di masing-masing wilayah. Komunikasi bilateral antara kedua pihak harus berjalan dengan intensif. Hal ini akan mampu membuat kedua pihak dapat kembali harmonis," katanya.
Dirinya mengaku tak sependapat untuk memutuskan hubungan diplomatik seperti yang ditempuh Indonesia menghadapi Malaysia saat konfrontasi pada masa Soekarno tahun 1960-an. Pemutusan hubungan antara Indonesia dengan Brasil hanya akan merugikan kedua pihak.


Credit  KOMPAS.com