Senin, 26 Januari 2015

AS Dapat Proyek Bangun Reaktor Nuklir India


Resiko kecelakaan nuklir akan ditanggung asuransi.


AS Dapat Proyek Bangun Reaktor Nuklir India
Presiden AS Barack Obama berjabat tangan dengan PM India Narendra Modi. (REUTERS/Jim Bourg)
 
  CB - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Minggu, 25 Januari 2015, mencapai kesepakatan untuk memberi jaminan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di India. Kesepakatan ini tertunda selama enam tahun.

Disebut Reuters, Senin, 26 januari 2015, tragedi gas Bhopal pada 1984 masih segar dalam ingatan publik India, yang membuat parlemen setempat membuat undang-undang (UU) untuk menetapkan bahwa pemasok peralatan harus bertanggungjawab jika terjadi kecelakaan.

Belum diungkap apakah kesepakatan antara Modi dan Obama, akan membuat perusahaan-perusahaan AS terhindar dari tanggungjawab seperti diatur dalam UU. Namun Menteri Luar Negeri India Sujatha Singh mengatakan, rencana baru berada dalam kerangka UU.

"Kami telah mencapai kesepahaman, kesepakatan sudah dilakukan," kata Singh. Namun detail tentang kesepakatan masih buram, namun diplomat AS dan India mengatakan solusi yang diusulkan adalah resiko keuangan ditanggung asuransi, jika terjadi sebuah insiden.

"Asuransi nuklir India adalah sebuah mekanisme transfer resiko, yang sedang disusun oleh GIC Re dan empat sektor publik lain yang menangani asuransi bisnis di India," kata sekretaris kementerian luar negeri Amandeep Singh.

India dan Washington telah mencapai kesepakatan nuklir pada 2006, kontrak bernilai miliaran dolar dimaksudkan menjadi pusat hubungan strategis baru diantara kedua negara, yang memberikan akses bagi India pada teknologi nuklir baru.

Dua perusahaan AS, GE dan Westinghouse telah diberikan lahan di Gujarat dan Andhra Pradesh, untuk memulai proses pembangunan reaktor.

Credit  VIVA.co.id