Selasa, 27 Januari 2015

Ini Aksi Spionase ala Pria Rusia yang Ditahan FBI di New York


Shutterstock Ilustrasi.


NEW YORK, CB - Seorang pria Rusia bernama Evgeny Buryakov (39) ditahan oleh Badan Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) karena dituduh melakukan aksi spionase di New York, Senin (26/1/2015). Buryakov dituduh berusaha mengumpulkan data intelijen ekonomi dan akan merekrut warga negara AS yang tinggal di New York.
Buryanov selama ini melakukan aksi spionase dengan menyamar sebagai pegawai bank Rusia di Manhattan. Dalam menjalankan tugasnya, Buryakov dibantu oleh dua warga negara Rusia yang juga diduga sebagai mata-mata. Kedua orang itu adalah Igor Sporyshev (40) dan Victor Podobnyy (27). Keduanya menjalankan misi diplomasi di New York, dan kini diketahui sudah tidak berada di AS.

Ketiga orang itu diketahui sering melakukan pertemuan yang diduga terkait misi yang dijalankan. Tidak hanya itu, kabarnya komunikasi ketiga orang itu juga dilakukan dengan menggunakan pesan berupa kode untuk saling menukar data intelijen.
Dari Maret 2012 hingga pertengahan September 2014, FBI mencatat bahwa dalam banyak pertemuan, Buryakov menyerahkan tas, majalah atau sobekan kertas kepada Sporyshev. Pertemuan itu sendiri dilakukan setelah komunikasi melalui telepon yang dilakukan secara singkat.
Kejaksaan juga merekam aktivitas mencurigakan yang dilakukan Buryakov. Di antaranya, Buryakov diketahui melakukan pendekatan dan berusaha merekrut sejumlah warga negara AS. Adapun yang menjadi incaran adalah mereka yang bekerja untuk perusahaan besar, juga perempuan muda yang memiliki kaitan dengan sebuah universitas di New York.
Di tahun 2013. Sporyshev pernah meminta tolong kepada Buryakov untuk menyusun pertanyaan yang merupakan bagian dari pengumpulan data intelijen oleh pihak lain. Kejaksaan menyebut pihak lain itu sebagai "organisasi berita terkemuka milik pemerintah Rusia".
Aparat keamanan AS pun semakin yakin dengan aksi spionase yang dilakukan Buryakov, setelah Buryakov melakukan pertemuan dengan sumber FBI yang menyamar sebagai perwakilan investor kaya yang berencana akan mengembangkan kasino di Rusia.
Atas aksi spionase yang disertai penyamaran itu, Buryakov diancam hukuman 15 tahun penjara.
Sedangkan Sporyshev dan Podobnyy (27) tetap akan digugat oleh pemerintah AS secara in absentia. Kedua orang itu memang memiliki kekebalan diplomatik dan kini tak lagi berada di AS.
Sporyshev diketahui bekerja sebagai perwakilan perdagangan Rusia sejak November 2010 hingga November 2014. Sedangkan Podobnyy bekerja sebagai atase dalam misi diplomaso di Kantor PBB sejak Desember 2012 hingga September 2013.
Ketiga warga negara Rusia itu diduga bekerja untuk agensi mata-mata Rusia SVR, yang umumnya melakukan operasi intelijen di luar negeri. AS menganggap aksi intelijen dengan penyamaran itu sebagai perbuatan yang melanggar hukum federal.
Penangkapan mata-mata Rusia ini diprediksi akan menambah ketegangan antara Rusia dengan AS. Hubungan kedua negara yang pernah terlibat perang dingin ini memang kembali memanas sejak konflik yang terjadi di Ukraina. Selain itu, AS dan Rusia juga kerap berbeda pendapat dalam pandangan politik luar negerinya, termasuk menyikapi krisis di Suriah.



Credit  KOMPAS.com