Jumat, 23 Januari 2015

Wow, Ada 10 Ribu Kerangka Tentara Jepang di Papua


Ada yang Disimpan di Rumah Warga


Tentara Jepang di masa Perang Dunia II. Foto: Int/peopleus.blogspot
Tentara Jepang di masa Perang Dunia II. Foto: Int/peopleus.blogspot
JAKARTA (CB) - Ternyata ada 10 ribu kerangka tentara Jepang peninggalan perang dunia II (PD II) yang  tersebar di wilayah Papua. Demi alasan kemanusiaan, pemerintah Indonesia berencana memulangkan kerangka-kerangka itu ke Jepang.
Pemulangan akan dilaksanakan April dan Oktober tahun ini. Kegiatan pemulangan atau repatriasi kerangka eks-tentara Jepang itu dikomando Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan mengatakan, awal Februari depan tim arkeologi Jepang akan datang ke Indonesia.
Diskusi arkeologi Indonesia dan Jepang ini berjalan sampai penggalian di lokasi. Tujuannya supaya tidak tertukar mengambil kerangka-kerangka penduduk Papua.
"Kerangka-kerangka tentara Jepang ada yang di sungai, disimpan di rumah warga, dan masih terkubur di bawah tanah," kata guru besar bidang politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu kemarin.

Kacung menjelaskan kerangka-kerangka serdadu negeri matahari terbit itu tersebar di beberapa daerah. Seperti di Biak, Sarmi, dan Jayapura. Dia menegaskan pengembalian kerangka ini murni mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
Selain itu juga mempertimbangkan aspek hubungan baik antara Indonesia dengan Jepang saat ini.

Meskipun kerangka bersejarah itu akan dipulangkan ke Jepang, Kacung menjamin tidak akan menghapus catatan sejarah. Dia mengatakan tim sejarah dari Indonesia sudah melakukan pencatatan terlebih dahulu. Bahkan untuk mengenang bekas pertempuran sengit pada masa perang dunia II itu, akan dibangun museum khusus di Papua.

Sejarawan dan arkeolog Universitas Indonesia (UI) Ali Akbar mengatakan, sah-sah saja pemerintah melakukan kegiatan repatriasi kerangka tentara Jepang itu.
Dia menegaskan, kegiatan repatriasi kerangka itu tidak akan sampai menghapus kisah sejarah kedahsyatan pertempuran masa itu. "Dalam konteksi ini, kisah sejarahnya lebih berharga ketimbang kerangka-kerangkanya," jelas dia.

Ali menuturkan kasus ini tidak bisa disamakan dengan penemuan kerangka atau artefak manusia purba.
Dia menjelaskan kerangka-kerangka manusia purba harus dilindungi dan tidak boleh sampai keluar Indonesia. Sebab kerangka ini akan menjadi bahan penelitian tentang evolusi manusia.


Credit jpnn.com