Rabu, 28 Januari 2015

Misteri Cakaran Harimau Jawa di Semeru


Cakaran itu lebih besar daripada milik Macan tutul.

Misteri Cakaran Harimau Jawa di Semeru
Sebuah lintasan pejalan kaki terlihat di jalur Ranu Kumbolo menuju Ayek Ayek di kaki Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (29/10/2011). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin. (VIVAnews/Muhamad Solihin)
 
CB - Balai Besar Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS) tengah berusaha mengungkap misteri bekas cakaran hewan yang ditemukan tim peneliti TNBTS di sekitar danau perawan di lereng Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.

Bekas cakaran hewan ini bukan sembarang bekas cakaran, karena diduga bekas cakaran itu berasal dari hewan buas mamalia berkaki empat dan mirip dengan ciri cakaran seekor harimau.

"Kita belum bisa memastikan itu bekas cakaran hewan apa, tapi dilihat dari ukurannya, bekas cakaran sangat dekat dengan bekas cakaran seekor harimau," kata

Kepala TNBTS, Ayu Dewi Utari, saat berbincang dengan VIVA.co.id melalui sambungan telepon baru-baru ini.

Menurut Ayu, awalnya tim menduga bekas cakaran yang ditemukan di salah satu pohon itu adalah bekas cakaran macan tutul. Tapi, setelah diteliti ternyata ukuran bekas cakaran lebih besar dari cakaran seekor macan tutul.

"Ini yang membingungkan kita. Apakah benar itu cakaran harimau?" ujar Ayu.

Selain bekas cakaran, tim juga menemukan kotoran hewan misterius itu. Dan lagi-lagi, bekas kotoran itu bukan berasal dari kotoran macan tutul.

"Kotoran yang ditemukan juga cenderung mendekati bekas kotoran harimau," papar Ayu.

Seperti diketahui, Gunung Semeru berada di Pulau Jawa dan selama ini diketahui di Pulau Jawa tak lagi dijumpai harimau. Konon harimau Jawa yang bernama latin Panthera tigris sondaica sudah punah sejak tahun 1980 silam.

Lalu jika benar bekas cakaran yang ditemukan di Semeru itu bekas cakaran harimau. Maka dipastikan Pulau Jawa masih memiliki Si Raja Rimba.

Credit  VIVA.co.id