Jumat, 26 Oktober 2018

Adang Imigran, Pentagon Kirim 800 Pasukan ke Perbatasan


Adang Imigran, Pentagon Kirim 800 Pasukan ke Perbatasan
Ribuan imigran asal Honduras yang berbondong-bondong hendak menerobos perbatasan Meksiko untuk masuk ke Amerika Serikat (PEDRO PARDO / AFP)


Jakarta, CB -- Kementerian Pertahanan Amerika Serikat diperkirakan akan mengerahkan 800 pasukan militer ke perbatasan AS-Meksiko. Pasukan ini dikerahkan untuk mengadang para imigran yang bergerak menggunakan karavan dari Amerika Tengah.

Ini dilakukan setelah Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa militer akan membantu menangani status darurat nasional dan meminta karavan imigran untuk putar balik.

Trump menulis cuitan di Twitter bahwa Undang-Undang buatan Demokrat membuatnya sulit untuk menghentikan para imigran di perbatasan.


"Saya mengerahkan militer untuk situasi darurat nasional ini. Mereka akan dihentikan! Bagi mereka yang ada di dalam karavan, putar balik. Kami tidak akan membiarkan orang masuk ke AS secara ilegal," tulis Trump dalam cuitannya.

"Kembalilah ke negara Anda, dan jika Anda mau, uruslah kewarganegaraan seperti yang dilakukan jutaan orang lain!"

Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis juga akan menandatangani perintah untuk pengiriman pasukan baru.

Lebih dari 2.000 pasukan telah dikerahkan untuk beroperasi di perbatasan. Pasukan yang terdiri dari dokter dan insinyur ini akan dilengkapi dengan dukungan logistik seperti tenda, kendaraan, dan peralatan.

Pejabat itu mengatakan bahwa pasukan yang dikirim memenuhi daftar keinginan untuk bantuan militer yang dikirim ke Pentagon. Daftar bantuan ini dikirimkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri yang bertanggung jawab atas perbatasan.

Pada April lalu, Trump mengatakan akan mengirim ribuan pasukan Garda Nasional ke perbatasan selatan.

Awalnya, mereka akan mengirim 4.000 penjaga ke perbatasan, namun akhirnya hanya setengah dari jumlah itu yang dikerahkan.

Juru Bicara Pentagon, Kapten Angkatan Laut Bill Speaks mengatakan bahwa Pentagon saat ini bekerja dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk menentukan dukungan spesifik yang dibutuhkan bagi pihak berwenang di perbatasan.

Ribuan imigran di perbatasan

Pada Kamis (25/10), ribuan imigran dari Amerika Tengah melintasi Meksiko menuju AS dengan menggunakan karavan.

Banyak imigran yang melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan di Honduras. Di mana berbagai kelompok jalanan menguasai wilayah mereka dengan melakukan kekerasan.

Masalah ini juga menjadi seruan keras bagi Trump yang telah menegaskan kebijakan terkait imigran ilegal.

Pada pekan lalu, Trump berniat untuk mengirim lebih banyak pasukan. Dirinya menulis cuitan di twitter bahwa Meksiko harus menghentikan 'serangan' imigran gelap dari Guatemala, Honduras, dan El Salvador. Jika tidak, maka Trump akan memanggil militer AS dan menutup perbatasan selatannya.

Dirinya juga mengumumkan bahwa AS akan mulai memotong bantuan ke Guatemala, Honduras, dan El Salvador.

Namun, Menteri Luar Negeri Guatemala, Sandra Jovel menepis ancaman itu, dirinya mengatakan kepada wartawan bahwa mereka tidak menerima pemberitahuan resmi tentang langkah tersebut.




Credit  cnnindonesia.com