Selasa, 30 Oktober 2018

Inggris Tahu Rencana Saudi Culik Khashoggi dan Minta Dibatalkan


Inggris Tahu Rencana Saudi Culik Khashoggi dan Minta Dibatalkan
Jamal Khashoggi, wartawan Arab Saudi pengkritik rezim kerajaan yang dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, sejak 2 Oktober 2018. Foto/REUTERS/Middle East Monitor/Handout

LONDON - Sumber intelijen Inggris mengungkap bahwa London sudah tahu rencana Arab Saudi untuk menculik jurnalis pengkritik kerajaan Saudi, Jamal Khashoggi. London bahkan meminta Riyadh agar membatalkan misi itu.

Laporan dari sumber intelijen Inggris itu dilansir surat kabar Daily Express, hari Minggu (28/10/2018).

"Pada 1 Oktober, kami menjadi sadar akan gerakan kelompok, yang termasuk anggota (Direktorat Intelijen Umum Saudi) ke Istanbul, dan cukup jelas apa tujuan mereka. Melalui saluran, kami memperingatkan bahwa ini bukan ide yang baik. Peristiwa selanjutnya menunjukkan bahwa peringatan kami diabaikan," kata sumber tersebut.

Sumber itu mengatakan Khashoggi seharusnya dibawa ke Arab Saudi untuk diinterogasi.

"Rincian ini termasuk perintah utama untuk menangkap Khashoggi dan membawanya kembali ke Arab Saudi untuk diinterogasi. Namun, pintu tampaknya dibiarkan terbuka untuk penanganan alternatif untuk apa yang dilihat sebagai masalah besar," lanjut sumber tersebut.

"Kami tahu perintah itu berasal dari anggota lingkaran kerajaan, tetapi (kami) tidak memiliki informasi langsung untuk menghubungkan mereka dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Apakah ini berarti dia bukan penerbit (perintah) asli, itu yang tidak bisa kami katakan," lanjut sumber tersebut.

Jurnalis itu dibunuh saat memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Khashoggi, yang sudah setahun tinggal di pengasingan di Amerika Serikat, mendatangi konsulat untuk memperoleh dokumen perceraian dengan mantan istrinya sebagai syarat untuk menikahi tunangannya, perempuan Turki bernama Hatice Cengiz.

Sementara itu, seorang teman Khashoggi mengatakan kepada Daily Express bahwa wartawan Saudi sudah semakin dekat untuk mendapatkan "bukti dokumenter" yang menunjukkan bahwa Riyadh menggunakan senjata kimia di Yaman. Khashoggi selama ini memang gencar mengkritik kebijakan Riyadh soal perang di Yaman.

Pemerintah Saudi yang awalnya menyangkal jurnalis itu dibunuh akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam gedung konsulat.

Riyadh menyatakan telah menangkap 18 orang atas keterlibatan mereka dalam insiden itu. Selain itu, lima pejabat Saudi telah dipecat.

Pemerintah Inggris sejauh ini belum berkomentar atas laporan dari sumber intelijennya tersebut soal rencana awal penculikan Khashoggi. 



Credit  sindonews.com