Senin, 29 Oktober 2018

Evakuasi Lion Air, Basarnas Kerahkan Tim SAR dari 4 Penjuru


Thai Lion Air. ch-aviation.com
Thai Lion Air. ch-aviation.com

CB, Jakarta - Pesawat  Lion Air rute Jakarta – Pangkal Pinang yang hilang kontak dan kemudian ditemukan lokasi jatuhnya di Perairan Tanjung Karawang,  Jawa Barat, mengangkut sebanyak 189 penumpang termasuk awak kabin. Tim SAR dari empat penjuru daerah dikerahkan untuk melakukan evakuasi.

Menurut Kepala Badan SAR Nasional atau Basarnas, Muhammad Syaugi,  empat tim SAR yang diperbantukan datang dari Tim SAR Bandung,  Tim SAR Jakarta, Tim SAR Cirebon, dan Tim SAR Lampung. Tim bantuan ini secepatnya tiba di Perairan Tanjung Karawang. Penemuan lokasi Lion Air berdasarkan serpihan pesawat.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M. Syaugi (kiri) bersama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi (kanan) bersiap memimpin rapat pencarian penumpang KM Sinar Bangun, yang tenggelam di Danau Toba, di Simalungun, Sumatera Utara, Selasa, 19 Juni 2018. Tim evakuasi gabungan membentuk lima tim terkait dengan tenggelamnya KM Sinar Bangun, yang mengangkut 128 penumpang. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Sedangkan total personelnya, kata Syaugi,  sebanyak 160 orang. Mereka bergerak dengan menggunakan kapal.  “Lokasi terdekat dari lokasi pesawat Tim SAR Jakarta,” kata Syaugi dalam konferensi pers Senin, 29 Oktober 2018.
Selain personel, Basarnas juga menerjunkan tiga kapal serta satu helipopter untuk membantu pencarian Lion Air. Dengan banyaknya tim bantuan serta peralatan pencarian, kaya Syaugi, proses evakuasi diharapkan bisa berlangsung cepat.
Lion Air hilang kontak pada Senin, 29 Oktober 2018 pukul 06.33 WIB.  Corporate Secretary AirNav Indonesia, Didiet  K. S. Radityo membenarkan informasi tersebut. “Berdasarkan laporan controler di JATSC benar ada lost contact atas Lion Air JT 610,” kata Didiet saat dihubungi Tempo.

Pesawat dengan penerbangan JT 610 tersebut berangkat dari Bandara Soekarno – Hatta Jakarta pukul 06.20 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Pangkal Pindang, Provinsi Bangka Belitung, pukul 07.20 WIB.
Petugas bandara melaporkan  kontak pertama terjadi pukul 06.33 dan kontak terakhir pukul 06.51. Namun, hingga pukul 09.00 pesawat yang berangkat dari Jakarta tersebut belum  tiba di Pangkal Pinang.

Dari 189 orang penumpang, perinciannya sebanyak 178 penumpang dewasa,  1 anak-anak dan 2 bayi. Berikutnya 2 pilot dan 5 awak kabin. Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Sindu Rahayu, menambahkan pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E.




Credit  tempo.co