Jumat, 26 Oktober 2018

Pesawat Tempur Israel Beraksi, Balas Serangan Roket Palestina


Pesawat Tempur Israel Beraksi, Balas Serangan Roket Palestina
Ilustrasi (REUTERS/Suhaib Salem)


Jakarta, CB -- Berbagai pesawat tempur Israel menyerang kelompok Hamas di jalur Gaza pada Kamis (25/10) pagi waktu setempat. Serangan ini merupakan balasan terhadap serangan roket yang diluncurkan Palestina ke wilayah Israel selatan.

Pesawat tempur itu menargetkan wilayah militer di jalur utara Gaza, fasilitas pelatihan militer, serta pembuatan dan penyimpanan amunisi senjata di wilayah selatan.

Kelompok Hamas di Gaza mengatakan bahwa tidak ada korban dalam serangan itu.



Seorang juru bicara militer Israel mengatakan bahwa serangan itu merupakan sebuah tanggapan terhadap roket yang ditembakkan oleh Gaza. Serangan roket itu tidak menyebabkan kerusakan namun memicu peringatan pada sistem pertahanan Dome Israel.

Serangan itu adalah tembakan pertama dari Gaza sejak 17 Oktober lalu, ketika sebuah roket menghancurkan rumah keluarga di kota Beersheba, di Israel selatan. Akibatnya, terjadi 20 serangan udara balasan dari Israel dan menghentikan pengiriman sementara bahan bakar ke Gaza.

Kelompok Hamas dan sekutunya mengingkari serangan roket baru-baru ini yang menyalahkan berbagai kelompok pinggiran bertekad untuk melakukan sabotase gencatan senjata. Ada upaya PBB dan Mesir untuk menengahi gencatan senjata jangka panjang sebagai imbalan agar Israel tidak melakukan serangan.


Namun, Israel telah bersumpah untuk menahan Hamas jika disalahkan atas serangan roket.

"Organisasi teror Hamas bertanggung jawab atas semua peristiwa yang terjadi di jalur Gaza," kata seorang tentara.

Sebelumnya, hubungan kedua pihak sempat memanas ketika Palestina melakukan protes selama berbulan-bulan di sepanjang perbatasan Gaza. Hal ini menimbulkan reaksi dari pasukan Israel.


Para demonstran menuntut diakhirinya blokade Israel dan meminta hak untuk kembali ke tanah mereka yang kini ada dalam wilayah Israel. Mereka terpisah atau terusir dari wilayah di mana keluarga mereka berada ketika melarikan diri selama perang pada 1948.

Sejak protes dimulai pada Maret lalu, lebih dari 200 warga Palestina tewas di wilayah itu akibat serangan Israel. Satu tentara Israel tewas di daerah perbatasan pada periode yang sama.

Sehari sebelumnya, Angkatan Udara menyerang wilayah di Gaza yang digunakan oleh pengunjuk rasa untuk meluncurkan balon yang berisi bom ke Israel, Rabu (24/10).

Balon yang diluncurkan Palestina telah merusak sebagian besar lahan pertanian Israel yang menyebabkan kerugian panen senilai ratusan ribu dollar.



Credit  cnnindonesia.com