Rabu, 01 Juni 2016

Korvet Kelas Parchim, Pemburu Kapal Selam TNI-AL


 Korvet Kelas Parchim, Pemburu Kapal Selam TNI-AL
Salah satu korvet kelas Parchim yang memperkuat TNI-AL adalah KRI Pati Unus (384). Kapal ini telah mengalami peningkatan pada sistem senjata terpadu komunikasi elektronik, sonar, dan radar, sehingga kapal ini mampu memburu kapal selam masa kini. Untuk menjalankan misinya KRI Pati Unus dibekali dengan dua peluncur roket anti kapal selam RBU-6000, empat tabung torpedo 400 mm, dan 60 ranjau. KRI 484 juga dilengkapi dengan persenjataan rudal permukaan ke udara SA-N-5, dua meriam 57 mm, meriam otomatis 30mm AK-630. reddit.com


 Korvet Kelas Parchim, Pemburu Kapal Selam TNI-AL
Korvet kelas Parchim merupakan salah satu andalan TNI AL dalam menghadapi ancaman bawah laut. Korvet merupakan kapal perang berukuran kecil dengan bobot antara 500 dan 2000 ton. Kapal perang kelas korvet dapat beroperasi sebagai kapal patroli pantai atau kapal serang cepat dan mampu melaksanakan pertempuran di atas permukaan dan bawah permukaan air. reddit.com


 Korvet Kelas Parchim, Pemburu Kapal Selam TNI-AL
Korvet Parchim awalnya dirancang untuk Volksmarine atau angkatan perang Jerman Timur pada era 1970. Negara Pakta Warsawa menamai Parchim dengan Project 133. Kapal Parchim mampu melaksanakan perang anti kapal selam sehingga negara-negara NATO harus waspada jika harus berhadapan dengan korvet ini. wikimedia.com


Korvet Kelas Parchim, Pemburu Kapal Selam TNI-AL
Rusia sendiri membuat korvet sekelas dengan Parchim, yaitu Grisha, yang memiliki kemampuan berbeda dan di atas Parchim. Grisha sendiri lebih sering digunakan sebagai kapal SIGNIT atau Signal Intelligence. Pada era Perang Dingin Grisha dan Parchim bekerja sama dalam mengumpulkan data intelejen, Grisha sebagai penangkap data sedangkan Parchim sebagai pelindung. Bahkan kapal selam lawan akan kandas karena dilumpuhkan oleh peralatan elektronik yang tertanam dalam tubuh Grisha. reddit.com

 Korvet Kelas Parchim, Pemburu Kapal Selam TNI-AL
Indonesia membeli kapal korvet kelas Parchim, pada 1993, setelah Jerman Timur bersatu dengan Jerman Barat. TNI AL mengoperasikan 16 korvet Parchim dan digunakan sebagai pemburu kapal selam. Sejumlah modifikasi dilakukan oleh TNI AL salah satunya penggantian kemampuan mesin sehingga meningkatkan daya akselerasi kapal, dan menambahkan pendingin ruangan karena pada awalnya kapal ini disiapkan untuk beroperasi di wilayah dingin. defencestudies.com


 Korvet Kelas Parchim, Pemburu Kapal Selam TNI-AL
Selain kecanggihan peralatan elektronik, sensor, radar, dan persenjataan, keberhasilan Parchim dalam menjalankan misi juga tergantung pada kecepatannya. Parchim mengandalkan mesin diesel berkapasitas 14.250 hp sehingga korvet pemburu kapal selam ini mampu berlayar hingga kecepatan 45,7 km/jam dengan jarak tempuh 3.900 km. Kecepatan ekonomis Parchim adalah 26 m/jam. wikimedia.com











Credit  tempo.co