Jumat, 08 Maret 2019

Trump Calonkan Pensiunan Tentara Jadi Duta Besar AS untuk Saudi


Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencalonkan John Abizaid sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Arab Saudi. Sumber:
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencalonkan John Abizaid sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Arab Saudi. Sumber:

CB, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencalonkan John Abizaid sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Arab Saudi. Abizaid adalah pensiunan Angkatan Darat berpangkat jenderal bintang empat yang pernah memimpin perang Irak.
Dikutip dari reuters.com, Kamis, 7 Maret 2019, Abizaid bakal dihadapkan pada tugas besar karena saat ini anggota Senat Amerika Serikat menuding Kerajaan Arab Saudi berperangai buruk dan mereka yang mengkritik Putra Mahkota disebut kawanan bandit. Para Senator baik itu dari Partai Republik dan Partai Demokrat mengutuk Riyadh karena telah memperkeruh perang sipil di Yaman, melakukan pelanggaran HAM, menyiksa aktivis perempuan hingga dugaan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

Menanggapi kondisi ini, Abizaid mengatakan hubungan Washington - Riyadh sangat penting dan strategis. Kendati begitu, Amerika Serikat akan menuntut pertanggung jawaban pihak yang harus bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi dan mendukung tegaknya HAM di negara itu.

Jabatan Duta Besar Amerika Serikat untuk Arab Saudi kosong sejak Januari 2017 atau persisnya saat Trump dilantik menjadi Presiden. Penunjukkan Abizaid diharapkan bisa dengan mudah diloloskan oleh Senat Amerika Serikat.

"Dalam jangka panjang, kita membutuhkan hubungan kemitraan yang kuat dan dewasa dengan Arab Saudi. Ini menjadi kepentingan kita untuk memastikan hubungan dengan Arab Saudi menggema," kata Abizaid.

Senat dan DPR Amerika Serikat telah meloloskan sejumlah resolusi yang akan mengakhiri dukungan Amerika Serikat pada koalisi perang Yaman pimpinan Arab Saudi. Namun Abizaid mengatakan dukungan pemerintahan presiden Trump terhadap koalisi itu harus terus berlanjut.
Khashoggi, wartawan Arab Saudi yang rutin menulis untuk kolom di Washington Post, tewas dibunuh di kantor konsulat Arab Saudi di Istambul, Turki pada Oktober 2018 setelah banyak mengkritik Riyadh. Kematiannya membongkar kesalahan demi kesalahan yang diduga telah dilakukan Kerajaan Arab Saudi seperti perang Yaman. 




Credit  tempo.co