Kamis, 01 September 2016

Setiap Anggota Pasukan Khusus Korut Dibekali Ransel Nuklir

 
AFP/Getty Para serdadu Korea Utara berbaris selama parade di Lapangan Kim Il-Sung, Pyongyang, 10 Oktober 2015.
 
PYONGYANG, CB – Para tentara Korea Utara yang diberi tugas khusus di lapangan, terutama di perbatasan, telah dibekali dengan ransel nuklir setelah serangkaian pengujian.
Ransel nuklir (nuclear backpack) itu, seperti dilaporkan oleh The Independent pada Kamis (1/9/2016), digunakan oleh pasukan khusus untuk memikul bom nuklir.
Sumber mengatakan, pembekalan dengan ransel nuklir itu dimulai bersamaan dengan meningkatnya ketegangan militer di perbatasan.
Sebuah sumber anonim mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa satu unit khusus telah dibentuk oleh Pyongyang sejak Maret.
Pasukan khusus itu bertugas membawa senjata atau bom nuklir dan mereka telah mengambil bagian dalam latihan simulasi dengan bom tiruan.
"Tentara dipilih dari masing-masing peleton pengintai dan brigade infanteri muda untuk membentuk batalion satuan ransel nuklir," kata sebuah sumber Provinsi Hamgyong, Korut.
Tentara Korut diberikan ransel nuklir karena ketegangan meningkat selama latihan militer AS-Korea Selatan digelar.
Ransel tersebut diperkirakan memiliki bobot sekitar 10 hingga 30 kilogram dan bisa ‘menyemprotkan material radioaktif’, dan mungkin juga uranium, kepada musuh.
Wartawan The Independent  sulit untuk memverifikasi laporan yang diberikan kepada Radio Free Asia, radio yang dibiayai oleh pemerintah AS itu.
Gambar dan video propaganda Pyongyang menunjukkan, barisan tentara Korut mengenakan ransel simbol dengan simbol radiasi kuning dan hitam selama parade perayaan HUT ke-70 Partai Pekerja yang berkuasa,  Oktober 2015. Ransel serupa tampak dalam prosesi yang sama pada 2013.
Laporan tersebut muncul tak lama setelah pemimpin muda Korut, Kim Jong Un, memerintahkan otoritas terkait untuk mengeksekusi dua  pejabat tinggi akibat kasus korupsi dan tidur saat rapat.
Kedua petinggi itu adalah mantan Menteri Pertanian Hwang Min dan seorang pejabat senior di kementerian pendidikan, pejabat setingkat menteri, bernama Ri Yong Jin.
Eksekusi berlangsung di sebuah akademi militer di Pyongyang, ibu kota Korut, awal Agustus ini. Mereka dibunuh dengan senjata anti-pesawat.



Credit  KOMPAS.com