Rabu, 12 September 2018

Turki: Mengkhawatirkan, Keputusan AS Tutup Kantor Perwakilan Palestina


Turki: Mengkhawatirkan, Keputusan AS Tutup Kantor Perwakilan Palestina
Kementerian Luar Negeri Turki menyebut, keputusan AS untuk menutup kantor perwakilan PLO di Washington DC adalah sesuatu yang sangat mengkhawatirkan. Foto/Reuters

ANKARA - Kementerian Luar Negeri Turki menyebut, keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menutup kantor perwakilan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington DC adalah sesuatu yang sangat mengkhawatirkan.

"Keputusan itu adalah tampilan lain dari hilangnya ketidakberpihakan AS atas proses perdamaian Timur Tengah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Hami Aksoy, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (11/9).

"Keputusan ini tidak akan menguntungkan siapapun, kecuali untuk mendorong upaya menghentikan proses solusi dua negara. Turki akan terus mendukung upaya internasional untuk menemukan solusi yang adil dan permanen bagi Palestina," sambungnya.

Seperti diketahui, AS pada Senin mengumumkan penutupan kantor perwakilan PLO. Kementerian Luar Negeri AS menyatakan alasan penutupan kantor PLO adalah karena badan itu tidak berbuat banyak dalam upaya damai Israel-Palestina.

"PLO belum mengambil langkah untuk memajukan dimulainya negosiasi langsung dan bermakna dengan Israel," kata Kementerian Luar Negeri AS, dan menambahkan bahwa alasan lainnya adalah karena Palestina mencoba membawa Israel ke Mahkaman Pidana Internasional atau ICC atas kejahatan yang Tel Aviv lakukan terhadap warga Palestina.

Keputusan untuk menutup kantor PLO adalah upaya terbaru untuk meningkatkan tekanan pada Ramallah. Sebelumnya, AS telah menghentikan semua pendanaan ke UNRWA dan memotong lebih dari USD 200 juta bantuan ke Palestina. 






Credit  sindonews.com