Jumat, 07 September 2018

AS: Setiap Serangan Suriah dan Rusia di Idlib Tak Bisa Diterima


AS: Setiap Serangan Suriah dan Rusia di Idlib Tak Bisa Diterima
Asap mengepul di sebuah wilayah di Idlib, Suriah, yang diduga sebagai dampak serangan udara pesawat tempur. Foto/REUTERS

WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali memperingatkan Suriah dan Rusia bahwa serangan apa pun di Provinsi Idlib akan menjadi eskalasi yang sembrono. Washington menegaskan, serangan di wilayah itu tidak bisa diterima.

Pernyataan itu disampaikan Utusan Khusus AS untuk Suriah, James Jeffrey. Dia mengatakan situasi di Idlib saat ini sangat berbahaya.

"Banyak bukti bahwa senjata kimia sedang dipersiapkan," katanya, seperti dikutip Reuters, Jumat (7/9/2018).

"Serangan apa pun bagi kami tidak dapat diterima sebagai eskalasi yang sembrono," lanjut Jeffrey.



Rezim pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan Provinsi Idlib sebagai benteng yang tersisa dari kelompok pemberontak dan kelompok teroris di Suriah. Assad sebelumnya menekankan bahwa pembebasan provinsi itu merupakan salah satu prioritas untuk operasi militer Damaskus.

Menurut Damaskus dan Moskow kelompok teroris sedang mempersiapkan serangan senjata kimia terhadap warga sipil di Idlib, yang bertujuan untuk memprovokasi negara-negara Barat agar menyerang Suriah. Moskow menyebutnya sebagai serangan "bendera palsu".

Jeffrey menekankan bahwa pasukan Washington berencana untuk tetap bertahan di Suriah. Alasannya, kekalahan abadi kelompok Islamic State (ISIS) akan memakan waktu cukup lama.

Dia juga menyatakan bahwa Assad tidak memiliki masa depan sebagai penguasa di Suriah. Kendati demikian, Jeffrey menegaskan bahwa bukan pekerjaan Washington untuk menyingkirkan Assad.




Credit  sindonews.com