Kamis, 14 Maret 2019

Rudal JSM Kongsberg Jadi Senjata Jet Tempur Siluman F-35 Jepang



Rudal JSM Kongsberg Jadi Senjata Jet Tempur Siluman F-35 Jepang
Seni rendering dari Joint Strike Missile (JSM) dan pesawat jet tempur F-35. Foto/Kongsberg


TOKYO - Perusahaan Norwegia, Kongsberg Defense & Aerospace, telah menandatangani kontrak dengan Jepang untuk memasok Joint Strike Missiles (JSM) untuk armada jet tempur siluman F-35 Lightning II negara tersebut.

"Ini adalah tonggak utama untuk program JSM, memasuki fase produksi," kata Eirik Lie, presiden Kongsberg Defense & Aerospace. "Perusahaan sangat bangga telah dipilih oleh Jepang untuk menyediakan JSM bagi Armada F-35 mereka," lanjut dia, dikutip Defense News, Kamis (14/3/2019).

Baik Kongsberg maupun Jepang tidak mengungkapkan nilai dolar atau jumlah rudal yang tercakup dalam kontrak. Namun, dokumen anggaran Jepang menunjukkan negara itu mengalokasikan 7,3 miliar yen (USD 65,6 juta) untuk akuisisi rudal untuk tahun fiskal mendatang, yang dimulai 31 Maret.

JSM hanya direncanakan untuk berintegrasi pada F-35A. Hasil pengamatan sebelumnya mengonfirmasi bahwa dua JSM dapat masuk ke dalam rongga senjata internal F-35A. Namun, F-35B dirancang hanya dapat membawa rudal di stasiun senjata eksternal.

Jepang berencana untuk mengakuisisi 157 unit jet tempur F-35, termasuk 42 unit F-35B. Negara Asia Timur akan memiliki skuadron F-35A pertamanya akhir tahun ini. Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang saat ini melatih kader penerbangan dan kru darat, serta mengambil pengiriman pesawat.

Menurut Kongsberg, JSM adalah satu-satunya rudal jarak jauh yang dapat digunakan melawan target kapal dan target di darat dan juga dilakukan secara internal di F-35.

Perusahaan tersebut mengatakan JSM menambahkan fitur kemampuan serangan darat standoff seperti kemampuan observasi yang rendah, kelincahan dan fleksibilitas. Rudal ini memiliki jangkauan hingga 300 mil laut.

Selain Jepang, Australia juga ingin memperoleh JSM untuk jet-jet tempur F-35-nya sendiri. Niat Australia untuk mengakuisisi misil JSM sudah muncul sejak 2015. 






Credit  sindonews.com