Rabu, 27 Desember 2017

Brasil Usir Diplomat Senior Venezuela


Brasil Usir Diplomat Senior Venezuela
Brasil mengusir diplomat senior Venezuela sebagai langkah balasan atas pengusiran duta besarnya di Caracas. Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengusir para diplomat Brasil dan Kanada yang dianggap campur tangan dalam urusan dalam negeri karena mengkritik pemerintahannya. (Miraflores Palace/Handout via REUTERS)



Jakarta, cb -- Brasil mengusir kuasa usaha Venezuela, sebagai pembalasan atas pengusiran diplomat Brasil dari Caracas. Langkah serupa juga telah diambil Kanada.

Kuasa Usaha Venezuela di Brasil, Gerardo Antonio Delgado Maldonado diperintahkan untuk meninggalkan negeri itu, Selasa (26/12).

"Brasil memutuskan untuk menyatakan kuasa usaha Venezuela persona non grata," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Brasil seperti dilansir kantor berita Jerman Deutsche Welle, Rabu (27/12). "Dalam prakteknya, ini berarti dia harus meninggalkan negeri ini secepatnya."


Langkah tersebut diambil Brasil sebagai balasan atas keputusan Caracas mengusir Duta Besar Brasil untuk Venezuela Ruy Pereira.


Kerusuhan dalam aksi demonstrasi anti-pemerintah di Caracas, Venezuela.
Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins
Kerusuhan dalam aksi demonstrasi anti-pemerintah di Caracas, Venezuela.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro tidak mengakui pemerintahan Brasil di bawah Presiden Michel Temer yang konservatif, setelah mantan Presiden Dilma Rousseff yang berhaluan kiri dimakzulkan tahun lalu.

Sebelumnya, Kanada juga mengusir kuasa usaha Venezuela dari Ottawa. Keputusan itu diambil setelah rezim Maduro mengusir kuasa usaha Kanada dari Caracas.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Hari Natal, Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland menyatakan selain resiprokal, pemerintahnya juga tidak akan membiarkan pemerintah Venezuela merampok hak demokrasi dan hak asasi manusia rakyatnya sendiri.



"Sebagai respons atas langkah rezim Maduro, saya mengumumkan bahwa duta besar Venezuela untuk Kanada, yang telah ditarik oleh pemerintah Venezuela untuk memprotes sanksi Kanada melawan pejabat Venezuela yang terimplikasi korupsi dan pelanggaran ham, tidak lagi diterima di Kanada. Saya juga menyatakan persona non grata pada kuasa usaha Venezuela," kata Freeland, seperti dilansir situs berita TeleSur.



Rezim Maduro menuding para diplomat Brazil dan Kanada campur tangan dalam urusan dalam negeri Venezuela. Keputusan Maduro mengusir diplomat kedua negara didukung oleh Parlemen negeri yang terpuruk akibat krisis ekonomi dan politik tersebut.

Brazil adalah satu dari beberapa negara tetangga Venezuela di Amerika Latin yang mengecam cengkeraman Maduro, serta tindakannya yang menginjak-injak demokrasi serta HAM.

Venezuela, negeri kaya minyak itu menderita hiperinflasi dan kekurangan bahan pangan dan obat-obatan. Di beberapa kota besar Venezuela, rakyat menggelar aksi protes besar-besaran hingga melumpuhkan kota. Lebih dari 160 orang diyakini tewas dalam aksi demonstrasi tersebut.




Credit  cnnindonesia.com