Kamis, 28 Desember 2017

Pemerintah Aceh Mau Beli Pesawat N219 Made in Bandung


Pemerintah Aceh Mau Beli Pesawat N219 Made in Bandung


Banda Aceh - Pemerintah Aceh berencana membeli pesawat terbang jenis N219 yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI). Pembelian pesawat ini dengan opsi untuk mengembangkan fasilitas produksi N219, kedirgantaraan serta antariksa di Tanah Rencong.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin mengatakan, pihak Pemerintah Aceh sudah bertemu dengan PTDI untuk membahas rencana pengembangan fasilitas produksi N219 di Aceh. Pemerintah Aceh juga akan memfasilitasi lokasi area untuk keperluan berdirinya fasilitas kedirgantaraan.

"Pemerintah Aceh menyampaikan rencana untuk mengembangkan fasilitas dirgantara dan antariksa, antara lain, Aero City dengan fasilitasnya, termasuk kawasan industri dan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul)," kata Mulyadi Rabu (27/12/2017).

Pesawat N219 yang ingin dibeli Pemerintah Aceh yaitu merupakan pesawat penumpang berkapasitas 19 orang yang digerakkan dengan dua mesin turboprop produksi Pratt and Whitney Aircraft of Canada Limited PT6A-42 masing-masing bertenaga 850 SHP.

Pesawat tersebut mampu terbang dan mendarat di landasan pendek sehingga mudah beroperasi di daerah-daerah terpencil. Pesawat tersebut juga sudah dilakukan uji terbang perdana pada 16 Agustus lalu.

Menurut Mulyadi, pertemuan Pemerintah Aceh dengan PT Dirgantara Indonesia digelar di Bandung 19 Desember 2017 lalu. Dalam pertemuan itu juga ditandatangani kesepakatan untuk melakukan kerja sama strategis antara Pemerintah Aceh dan PTDI.

"Pemerintah Aceh akan membangun tiga Kawasan Ekonomi Khusus yang akan didukung oleh transportasi yang terintegrasi," jelas Mulyadi.

"Merespons rencana tersebut, PTDI akan memberikan proposal terkait dengan pembentukan fasilitas final assembly lines N219, termasuk program pengembangan SDM putra daerah Aceh dalam bidang industri kedirgantaraan. Proposal tersebut akan disampaikan kepada pemerintah Aceh pada akhir Januari 2018 mendatang," ungkap Mulyadi.



Credit  finance.detik.com