Selasa, 01 November 2016

India Buka Kemungkinan Beli 200 Jet Tempur Asing

 
India Buka Kemungkinan Beli 200 Jet Tempur Asing Ilustrasi F-16. (Stocktrek Images/Thinkstock)
 
Jakarta, CB -- India membuka kemungkinan membeli 200 jet tempur asing dengan syarat pesawat tersebut dirakit di negara itu.

Dengan dibukanya kemungkinan ini, pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi berharap akan lebih banyak pesawat yang dirakit di India dalam upaya menggenjot industri pesawat dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap asing.

Kemungkinan pembelian ini diperkirakan dapat menjadi kesepakatan pesawat militer tertinggi sepanjang sejarah India. Beberapa pakar memperkirakan, total pembelian ratusan jet itu dapat mencapai US$13-15 miliar.

Kementerian Pertahanan India sudah mengirimkan surat ke beberapa perusahaan asing yang ditawarkan bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk merakit pesawat dengan kesepakatan transfer teknologi.

Sejauh ini, sudah ada beberapa perusahaan asing yang menunjukkan ketertarikannya untuk membuka lini produksi di India, salah satunya Lockheed Martin.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu tertarik untuk membangun lini produksi jet F-16 mereka di India, bukan hanya untuk militer, tapi juga ekspor.

"Produksi eksklusif F-16 di India akan menjadikan India sebagai satu-satunya rumah bagi fasilitas produksi F-16 di dunia dan menawarkan industri India kesempatan menjadi bagian integral dari rantai suplai pesawat tempur terbesar di dunia ini," ujar Eksekutif Nasional untuk Pengembangan Bisnis Lockheed Martin Aeronautics di India, Abhay Paranjape, seperti dikutip Reuters, Sabtu (29/10).

Bersaing dengan Lockheed Martin, perusahaan asal Swedia, Saab, juga menawarkan lini produksi untuk pesawat Gripen di India.

Tak hanya perakitan pesawat, Saab juga menyatakan kesiapannya untuk membangun pangkalan industri penerbangan lokal India.

"Kami sangat berpengalaman dalam hal transfer teknologi. Cara kami termasuk kerja sama dengan rekan kami untuk menciptakan ekosistem lengkap, bukan hanya lini perakitan," ujar Kepala dan Direktur Manajemen Saab, Jan Widerstrom.

Transfer teknologi ini diharapkan dapat memecah kebuntuan India dalam upaya pembuatan pesawat jet bermesin tunggal. Selama tiga dekade belakangan, hanya dua jenis pesawat buatan India yang berhasil dikirimkan ke angkatan udara negara itu.




Credit  CNN Indonesia