Selasa, 21 Juni 2016

Rusia akan menjual perusahaan minyak


Rusia akan menjual perusahaan minyak
ST PETERSBURG. Butuh dana besar, Pemerintah Rusia akan menjual saham perusahaan milik negara ke China dan India. Privatisasi dilakukan karena Presiden Rusia Vladimir Putin butuh pendanaan untuk memenuhi belanja negara sebelum pemilihan umum digelar dua tahun mendatang.
Salah satu BUMN yang akan dijual adalah Rosneft Oil Co. Rusia akan melepas 19,5% saham perusahaan minyak ini. Dua sumber Bloomberg bilang, Rusia lebih suka investor asal China dan India yang membeli saham Rosneft.
Para pejabat Moskow berharap bisa meraih dana segar sekitar RUB 700 miliar atau setara dengan US$ 11 miliar dari privatisasi Rosneft. Jika rencana terwujud maka angka tersebut menjadi rekor privatisasi di Rusia.
Penjualan Rosneft bisa membantu Putin menutupi kekurangan dana sekaligus memperkuat posisi geopolitiknya di tengah konflik di Ukraina dan Suriah. Sebab konflik tersebut membuat hubungan Rusia dengan Amerika Serikat dan Eropa merenggang.
China dan India secara terbuka telah menyatakan minat atas penjualan saham Rosneft.  Tapi mereka belum ada kesepakatan apakah akan membeli bersama-sama atau sendiri. "Kami tidak bersaing," ujar Menteri Perminyakan India Dharendra Pradhan dalam wawancara di forum ekonomi tahunan Putin di St Petersburg.
Sinyal tersebut muncul lantaran India Oil & Natural Gas Corp (ONGC) dan China National Petroleum Corp (CNPC) memiliki proyek bersama.


Sanksi

Strategi Rusia yang memburu dana dari Asia lantaran negara Barat masih menjatuhkan sanksi atas Rusia. Akibatnya akses pendanaan dari Eropa terhambat.
Dus, Rusia pun meningkatkan pasokan minyak dan gas ke China sebagai pasar dan pemodal terpenting. CNPC pada April 2016 menyatakan tengah mempelajari kemungkinan berpartisipasi pada rencana privatisasi Rosneft.
Sebelumnya perusahaan yang berbasis di Beijing ini telah memberi Rosneft dan perusahaan energi Rusia lain pinjaman lebih dari US$ 100 miliar. Tak hanya itu, CNPC juga memberi pembayaran di muka untuk persediaan selama beberapa dekade terakhir. Dana tersebut digunakan untuk pendanaan akuisisi.
Bulan lalu, perusahaan minyak terbesar India, ONGC, sepakat membayar US$ 1,27 miliar untuk pembelian 15% saham Rosneft di Vankor, salah satu ladang minyak terbesar Rusia.
Jumat (17/6), Rosneft juga setuju menjual 23,9% tiga proyek migas ke tiga perusahaan migas India. Yakni ke Oil India Ltd, Indian Oil Corp dan Bharat PetroResources Ltd. Dua sumber yang terlibat atas kesepakatan tersebut bilang, nilai penjualan proyek tersebut mencapai US$ 2,02 miliar.
Harga saham Rosneft naik 5,3% di bursa London pada akhir pekan lalu. Imbasnya, nilai pasar Rosneft naik menjadi US$ 52,8 miliar. Harga saham perusahaan minyak Rusia ini sudah meningkat 43% sepanjang tahun ini. 










Credit Kontan.co.id