Senin, 13 Agustus 2018

Pesawat Hipersonik China Tembus Semua Sistem Pertahanan


Pesawat Hipersonik China Tembus Semua Sistem Pertahanan
Jet tempur China J-15 saat akan mendarat di kapal induk Liaoning. (AFP PHOTO)



Jakarta, CB -- China mengklaim sukses menguji coba pesawat hipersonik pertama mereka yang mampu melewati sistem pertahanan secanggih apapun.

Pesawat  'Starry Sky-2' berjuluk 'The Waverider' melakukan penerbangan uji coba pertamanya di sebuah lokasi yang dirahasiakan di bagian barat China, dilansir The South China Morning Post, Jumat (3/8)

Pesawat hipersonik  itu disebut mampu membawa rudal nukir dan melaju hingga enam kali kecepatan suara (Mach).



Adam Ni, seorang ahli pertahanan China di Australian National University, mengatakan bahwa Starry Sky-2 menghadirkan tambahan yang kuat bagi militer China.

"Penelitian dan pengembangan yang sukses dari pesawat 'Starry Sky 2 Waverider' adalah sebuah terobosan teknologi untuk perkembangan senjata hipersonik China," kata Ni kepada nine.com.au

"Rudal hipersonik akan menjadi tambahan yang kuat untuk beragam jenis rudal yang dimiliki oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA)."


 


"Senjata tersebut dapat menerobos sistem kudal sistem pertahanan rudal negara manapun, termasuk Amerika Serikat."

Pesawat itu dibawa sejumlah roket tingkat sebeum melepaskan diri ke luar angkasa. Teknologi 'Waverider' dapat menunggangi gelombang untuk menambah kecepatan, menurut Akademi Aerodinamika Aerospace China (CAAA).

Otoritas setempat mengatakan bahwa pesawat hipersonik itu mampu melakukan sejumlah putaran dan mencapai kecepatan tertinggi di Mach 6, atau 7.344km/jam. Kemudian, pesawat mendarat di area yang ditentukan dan CAAA menyebut uji coba yang berlangsung 'sukses total'.

Pesawat tersebut memiliki potensi untuk membawa rudal nuklir dan menerobos sistem pertahanan secanggih apapun, jika telah disempurnakan.

Sistem pertahanan kini hanya dapat mencegat rudal-rudal yang memiliki kecepatan rendah dan lintas-lintasan yang mudah diprediksi.

Ahli militer Cina Zhou Chenming mengatakan bahwa pesawat tersebut memiliki 'aplikasi militer'. 'The Waverider' bisa digunakan dengan senjata konvensional, belum senjata nuklir, yang sesuai dengan target fungsi militer.



"Dengan teknologi The Waverider, saya merasa pesawat ini masih membutuhkan setidaknya 3-5 tahun sebelum mampu membawa senjata nuklir," terang Zhou.

"Kami sedang melakukan uji lain untuk mendorong pengembanganannya agar memiliki fungsi militer yang sangat beragam."

Seorang jenderal ternama di Amerika Serikat mengaku bahwa pengembangan teknologi nuklir di China dan Rusia sangat pesat, hingga melebihi kemampuan Amerika Serikat.

Jendral John Hyten, kepala Komandan Angkatan Udara Amerika Serikat, mengatakan kepada para Senat AS bahwa kecepatan dan kemampuan manuver dari rudal-rudal hipersonik ini telah melampaui kemampuan sistem pertahanan Amerika Serikat.

Pesawat B-2 milik AS
Foto: REUTERS/David McNew
Pesawat B-2 milik AS

Peringatannya datang setelah presiden Rusia Vladimir Putin memperkenalkan berbagai teknologi militer yang dirancang untuk menerobos sistem pertahanan anti-rudal NATO.

Putin mengatakan bahwa pasukan militer Rusia sedang mengembangkan teknologi persenjataan yang tidak dapat dideteksi oleh musuh, termasuk rudal hipersonik dan rudal jelajah bertenaga nuklir yang memiliki jangkauan tak terbatas. Setelah Rusia, kekuatan militer China tampaknya bakal menyaingi Amerika Serikat.




Credit  cnnindonesia.com





Iran Tembakkan Rudal di Selat Hormuz, Jadi Pesan untuk AS


Iran Tembakkan Rudal di Selat Hormuz, Jadi Pesan untuk AS
Kapal militer Iran saat tembakkan rudal selama latihan tempur. Foto/REUTERS

WASHINGTON - Militer Iran menembakkan rudal anti-kapal jarak pendek di Selat Hormuz selama latihan perang pekan lalu. Washington menganggap manuver Teheran itu menjadi pesan yang ditujukan untuk Amerika Serikat (AS).

Pejabat Washington yang mengetahui laporan latihan perang Teheran tidak merinci kemampuan misil yang ditembakkan Iran selama latihan tempur. Latihan itu digelar di saat rezim Iran marah setelah pemerintah Donald Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap nagara para Mullah tersebut.

Garda Revolusi Iran sebelumnya membenarkan bahwa mereka menggelar latihan perang di perairan Teluk Persia. Menurut mereka, latihan itu bertujuan untuk menghadapi ancaman potensial dari musuh.

Kepala Komando Sentral AS, Jenderal Joseph Votel, mengatakan bahwa ruang lingkup dan skala latihan tempur Iran mirip dengan yang telah dilakukan di masa lalu. Tetapi, kata dia, waktu dari rangkaian latihan tempur khusus ini dirancang untuk mendapatkan perhatian Washington.

“Sangat jelas bagi kami bahwa mereka mencoba menggunakan latihan itu untuk mengirim pesan kepada kami bahwa ketika kami mendekati periode sanksi ini di sini, mereka memiliki beberapa kemampuan," kata Votel.

Iran telah marah atas keputusan Presiden AS Donald Trump yang "mengkhianati" perjanjian nuklir Iran yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015. Setelah AS keluar dari perjanjian itu secara sepihak, pemerintah Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran.

Padahal dalam JCPOA 2015 yang diteken Iran dan enam kekuatan dunia (AS, Inggris, Rusia, Jerman, Prancis dan China), sanksi atau embargo internasional terhadap Teheran dicabut sebagai imbalan atas kesediaan Teheran mengekang program nuklirnya.

Pemerintah Trump telah mengancam seluruh perusahaan di dunia untuk berhenti berbisnis dengan Iran. Jika terus melakukannya, maka perusahaan terkait tidak akan bisa berbinis dengan AS.

Bulan lalu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendukung saran Presiden Hassan Rouhani bahwa Iran dapat memblokir ekspor minyak negara-negara Teluk jika ekspor minyak Iran dihentikan.

Votel mengatakan militer AS sangat menyadari aktivitas militer Iran.

"Kami sadar akan apa yang sedang terjadi, dan kami tetap siap melindungi diri kami saat kami mengejar tujuan kebebasan navigasi dan kebebasan perdagangan di perairan internasional," kata Votel, seperti dikutip Reuters, Sabtu (11/8/2018). 





Credit  sindonews.com




6 Tembakan Peringatan China Usir Pesawat AS dari Laut China Selatan



6 Tembakan Peringatan China Usir Pesawat AS dari Laut China Selatan
Pesawat mata-mata P-8A Poseidon Angkatan Laut Amerika Serikat. Foto/CNN

WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengungkap bahwa pesawat mata-mata P-8A Poseidon miliknya terbang 16.500 kaki di atas terumbu karang Laut China Selatan yang diklaim China. Namun, pesawat itu diusir militer Beijing dengan enam tembakan peringatan.

Hasil pengintaian pesawat AS yang ditunjukkan kepada CNN hari Jumat (10/8/2018) menunjukkan terumbu karang dataran rendah tersebut telah berubah menjadi garnisun dengan bangunan lima lantai, instalasi radar besar, pembangkit listrik dan landasan pacu yang cukup kuat untuk membawa pesawat militer. Angkatan Laut AS tidak mengungkap kapan insiden itu terjadi.

"Pesawat militer AS, ini adalah China...segera pergi dan menjauh untuk menghindari kesalahpahaman," bunyi peringatan militer China selama menembakkan peringatan.

Namun, awak pesawat Washington tetap menjawab peringatan tersebut. "Saya adalah kru angkatan laut Amerika Serikat yang memiliki kekebalan hukum, yang melakukan kegiatan militer yang sah di luar wilayah udara nasional negara pantai mana pun," bunyi respons awak pesawat yang rekamannya diperdengarkan kepada wartawan.

"Dalam melaksanakan hak-hak ini sebagaimana dijamin oleh hukum internasional, saya beroperasi dengan memperhatikan hak dan kewajiban semua negara," lanjut kru pesawat tersebut.

Pesawat P-8A Poseidon terbang di atas sekitar empat pulau buatan China di Spratly. Pulau-pulau buatan di Kepulauan Spratly itu antara lain Subi Reef, Fiery Cross Reef, Johnson Reef, dan Mischief Reef.

Sebelum kru angkatan laut AS diperingatkan, sensor pesawat Poseidon mendeteksi 86 kapal di Subi Reef, termasuk kapal penjaga pantai China.

Letnan Lauren Callen yang memimpin kru tempur dalam penerbangan Angkatan Laut AS mengaku terkejut dengan apa yang dia lihat di pulau-pulau buatan Beijing tersebut. "Itu mengejutkan melihat bandara di tengah lautan," katanya.

Beijing telah menyerukan negara-negara kekuatan Asia untuk terus meningkatkan kehadiran militernya di Laut China Selatan guna melindungi kedaulatannya.

China selama ini menyalahkan Washington dan sekutu-sekutunya karena kerap patroli di wilayah sengketa tersebut. Beijing menganggap patroli AS merupakan provokasi dan menjadi pembenar bagi China untuk meningkatkan kehadiran militernya di Laut China Selatan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Cina Hua Chunying meledek patroli AS di Laut China Selatan. "Dengan melakukan apa yang disebut militerisasi China di Laut China Selatan, orang-orang tertentu di AS sedang menggelar lelucon seorang pencuri yang menangis 'menghentikan pencuri'," katanya.

"Ini jelas bagi mata yang lebih tajam bahwa siapa yang militerisasi Laut China Selatan," ujarnya. 

Kawasan Laut China Selatan jadi sengketa antara China, Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia dan Brunei. AS tidak memiliki klaim atau terlibat sengketa, namun Washington menghendaki kebebasan navigasi di kawasan itu ditegakkan.



Credit  sindonews.com




Donald Trump Kecam Insiden Rasisme di Charlottesville


Donald Trump Kecam Insiden Rasisme di Charlottesville
Insiden berdarah di Charlottesvile pada Agustus 2017 menewaskan satu orang dari kelompok anti-fasisme. (Reuters/Joshua Roberts)


Jakarta, CB -- Presiden AS Donald Trump, yang sering dituduh merendahkan warga non-kulit putih, mengecam rasisme pada peringatan satu tahun kerusuhan yang dipicu oleh aksi unjuk rasa neo-Nazi di Charlottesville, Virginia.

Trump dikecam setelah insiden yang menewaskan satu orang itu setelah pada awalnya menolak mengecam kelompok nasionalis berkulit putih yang bersenjatakan obor itu.

Namun, pada Sabtu (11/8) dia menggungah cuitan di akun Twitternya: "Kerusuhan di Charlotessville setahun lalu berakhir dengan pertumpahan darah dan perpecahan yang tak masuk akal."



"Kita harus bersatu sebagai bangsa. Saya mengecam segala bentuk rasisme dan aksi kekerasan. Damai untuk SEMUA warga Amerika!"

Aksi protes setahun lalu ini menggarisbawahi keberanian kelompok ultra kanan di bawah pemerintahan Presiden Trump.

Satu aksi kelompok ultra kanan dijadwalkan berlangsung di depan Gedung Putih pada Minggu (12/8).

Donald Trump Kecam Insiden Rasisme di Charlottesville
Kelompok nasionalis kulit putih melakukan protes pada 2017 atas rencana pemindahan patung-patung Konfederasi termasuk patung Jenderal Robert E. Lee (Reuters/Justin Ide)
Sementara itu, di Charlottesville sekelompok anti-fasis melakukan aksi demonstrasi damai menentang supremasi kulit putih. Warga meletakkan karangan bunga di tempa kenangan korban Heather Heyer yang meninggal setahun lalu.

Senator Mark Warner, dari partai Demokrat yang mewakili negara bagian Virginia, bersikeras bahwa Trump membuka jalan bagi kelompok nasionalis kulit putih untuk menyebarkan "kebencian dan kemunafikan."

"Penyebar kebencian dan kemunafikan ini semakin percaya diri menyampaikan pesan mereka secara terbuka karena seorang presiden menolak untuk mengecam kera mereka secara jelas." tulisnya di Twitter.



Donald Trump Kecam Insiden Rasisme di Charlottesville
Dalam insiden di Charlottesville 2017 Presiden Trump menyalahkan kedua kelompok yang terlibat bentrokan. (Reuters/Joshua Roberts)
"Kita harus memperlihatkan bahwa nilai saling menghormati, keterbukaan dan toleransi satu sama lain adalah nilai-nilai yang membedakan kita sebagai warga negara."

Para pejabat menyatakan keadaan darurat di kota Charlottesville dan negara bagian Virginia agar bisa mengerahkan sumber keamanan negara bagian dan kota untuk menjaga keamanan.

Terlihat petugas keamanan berjaga-jaga di kota itu, barikade beton dipasang sementara mobil patroli berkeliling pusat kota dan hanya dua pintu masuk disediakan bagi pejalan kaki.

Pihak berwenang mengatakan dua orang ditangkap, satu karena melintas tanpa izin dan satu lagi karena perilaku yang mengganggu. Keduanya dibebaskan dengan surat teguran.

Aksi protes tahun lalu terjadi pada 11 Agustus dan ratusan simpatinan neo-Nazi, dengan membawa senjata, meneriakkan slogan-slogan nasionalis kulit putih. Mereka juga membawa obor dalam insiden yang mengingatkan banyak pihak dengan aksi kelompok rasis di Amerika bagian selatan sebelum gerakan Hak Sipil.

Para pengungjuk rasa ini memprotes langkah memindahkan patung pemimpin kelompok Konfederasi, termasuk patung Jenderal Robert E. Lee.

Pada 12 Agustus, terjadi bentrokan antara pendukung neo-Nazi dan kelompok anti-fasis Antifa yang mengenakan seragam serba hitam.

Bentrokan itu mencapai puncak ketika seorang pria menabrakkan mobil ke arah kerumunan kelompok anti-fasis yang menewaskan Heyer dan melukai 19 orang lainnya.

Setelah insiden ini, Trump dikiritik keras ketika pada awalnya dia berusaha menempatkan tanggung jawab moral yang sama kepada kedua kelompok ini dan menolak mengkritik kelompok ekstrim kanan.

Presiden Trump akhirnya menyerah pada tekanan politik dan mengecam kelompok nasionalis kulit putih.

Tetapi beberapa hari kemudian, Donald Trump mengatakan "kedua pihak bertanggung jawab" atas kekerasan di Charlottesville, Virginia ini dengan mengatakan bahwa kelompok anti-fasis datang "dengan tongkat di tangan mereka."

"Menurut saya kedua belah pihak sama-sama bersalah," kata Trump. "Tetapi di sana juga hadir warga yang baik dari kedua kubu."

Trump secara rutin membantah tudingan dia seorang rasis dan pembenci perempuan.

Sebelumnya presiden AS ini mengunggah materi-materi yang senada dengan pandangan kelompok nasionalis kulit putih. Trump mengatakan warga Meksiko yang melintasi perbatasan adalah pemerkosa dan pedanga narkoba, dia pernah juga menyebut Miss Universe keturunan Hispanis sebagai "Miss Pembantu Rumah Tangga" dan menyewa Steve Bannon, tokoh utama dari gerakan baru bernama "alt-right" sebagai ketua kampanye pemenangannya dan pembuat strategi kebijakan dia.




Credit  cnnindonesia.com



Ratusan Mahasiswa AS peringati peristiwa Charlottesville


Ratusan Mahasiswa AS peringati peristiwa Charlottesville
Seorang pengunjuk rasa berteriak ke arah polisi New York saat aksi protes menyerukan keadilan sosial, ekonomi, dan rasial di Manhattan, Kota New York, Amerika Serikat, Rabu (29/4). Unjuk rasa itu digelar untuk mendukung aksi protes di Baltimore yang menentang kebrutalan polisi setelah pemuda kulit hitam Freddie Gray tewas dalam tahanan polisi pada 19 April lalu. (REUTERS/Andrew Kelly )



Charlottesville, Virginia (CB) -  Ratusan mahasiswa dan pegiat sayap kiri turun ke jalan-jalan Charlottesville, Virginia pada Sabtu untuk memperingati aksi kaum nasionalis kulit putih tahun lalu yang berubah menjadi protes antipolisi.

Dengan teriakan-teriakan seperti "Polisi dan Klan bekerja sama," kritik pengunjuk rasa terhadap polisi dan Universitas Virginia menggarisbawahi kebencian yang masih ada setahun setelah kelompok neo-Nazi yang membawa obor berpawai di kampus, meneriakkan pesan-pesan anti-Semit dan memukuli orang-orang yang menentang aksi mereka.

Beberapa mahasiswa, menurut laporan Reuters, mengatakan mereka marah bahwa tanggapan polisi jauh lebih besar tahun ini dibandingkan tahun lalu, ketika orang-orang yang membawa obor yang pawai nasionalis kulit putih lakukan sebagian besar tak diperiksa.

Di satu titik pada aksi Sabtu itu, lebih dari 10 petugas yang mengenakan seragam anti huru-hara membentuk barisan dekat di tempat pawai itu berlangsung.

Kondisi ini membuat banyak pengunjuk rasa meneriakkan,"Mengapa kamu pakai seragam anti huru-hara? Kami tak melihat huru-hara di sini,"

Kebuntuan itu berakhir tanpa bentrokan sementara panitia mendesak kerumunan menjauh dan mulai berpawai di luar kampus. Polisi, yang tampak menghindari konfrontasi, mengendarai sepeda-sepeda di depan pawai untuk menghentikan lalu lintas kendaraan.

James Ryan, yang baru diangkat sebagai presiden Universitas Virginia, meminta maaf atas kelambanan pihak kampus tahun lalu sementara berbicara di satu acara untuk memperingati setahun peristiwa itu.

Pawai pada Sabtu itu menutup suatu hari harapan, kesedihan, kemarahan dan ingatan di Charlottesville, setahun setelah pawai "Unite the Right" membawa unjuk rasa rasial yang berubah menjadi kekearasan jalanan ke kota kampus yang indah itu.



Credit  antaranews.com







Puluhan Ribu Warga Jepang Protes Pangkalan Militer AS di Okinawa



Puluhan Ribu Warga Jepang Protes Pangkalan Militer AS di Okinawa
Warga Jepang memprotes rencana pemerintah untuk merelokasi pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di pulau Okinawa. Foto/Istimewa

TOKYO - Sekitar 70.000 orang memprotes rencana pemerintah Jepang untuk merelokasi pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di pulau Okinawa. Keberadaan pangkalan udara dianggap akan merusak lingkungan dan warga setempat mengklaim telah cukup berkorban untuk aliansi keamanan Jepang.

Para demonstran berkumpul di sebuah taman di ibukota prefektur Naha. Mereka mendesak agar Tokyo membatalkan rencana merelokasi Futenma Stasiun Korps Marinir AS dari kota yang padat di Ginowan ke daerah pesisir yang sepi penduduk di Nago seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (12/8/2018).

Warga Okinawa ingin memblokir rencana pemerintah untuk mulai menimbun tanah ke Teluk Henoko dalam beberapa hari untuk membuat TPA untuk lokasi baru. Kelompok-kelompok lingkungan mengatakan konstruksi di teluk berisiko merusak karang dan duyung, mamalia laut yang terancam punah.

Prefektur ini sudah menjadi rumah bagi sebagian besar fasilitas militer AS dan sekitar setengah dari 50.000 tentara Amerika di Jepang. Sementara pemerintah Jepang berpikir untuk mempertahankan pangkalan AS itu, warga Okinawa melihatnya sebagai beban yang tidak adil.

Para demonstran juga sempat melakukan hening cipta selama satu menit untuk menghormati almarhum gubernur Okinawa, Takeshi Onaga, yang meninggal karena kanker pada hari Rabu, di tengah-tengah kampanye anti basis AS yang agresif terhadap pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe.

Deputi Gubernur Kiichiro Jahana, yang telah mengambil alih tugas pemerintah Onaga, mengatakan akan melanjutkan perjuangan pendahulunya untuk menarik kembali persetujuan untuk pekerjaan TPA untuk relokasi pangkalan, yang diberikan kepada pemerintah pusat oleh mantan gubernur sebelum Onaga.

Okinawa telah diminta untuk berkorban demi Jepang selama bertahun-tahun. Okinawa adalah satu-satunya medan pertempuran Jepang di hari-hari terakhir Perang Dunia II, dan pulau itu tetap di bawah kekuasaan AS selama 20 tahun lebih lama daripada bagian lain negara itu. 




Credit  sindonews.com



Cina Tunda Bongkar Masjid Setelah Ribuan Muslim Berunjuk Rasa


Masjid Agung Weizhou di Ningxia Hui, Cina. AP
Masjid Agung Weizhou di Ningxia Hui, Cina. AP

CB, Jakarta -  Pemerintah Cina wilayah utara menunda pembongkaran masjid agung pada hari Sabtu, 11 Agustus 2018 setelah ribuan orang berunjuk rasa untuk menghentikan pengrusakan itu.
Penundaan pembongkaran masjid diumumkan pejabat setempat dengan membacakan pemberitahuan pemerintah pada Sabtu siang.

Para demonstran memulai aksi menolak pembongkaran masjid di kota Weizhou di wilayah utara Ningxia sejak hari Kamis, 9 Agustus, bertepatan dengan batas waktu yang ditetapkan pemerintah setempat.
Pengunjuk rasa tak hanya umat Muslim sekitar masjid tapi mereka ada yang tinggalnya beratus-ratus kilometer jauhnya dari lokasi unjuk rasa.
Jika masjid tidak dibongkar pada hari Jumat, maka pemerintah yang akan membongkarnya.
"Pemerintah mengatakan ini bangunan ilegal, tapi ini bukan. Sejarah masjid ini sudah ada sejak ratusan tahun," kata Ma, pemilik restoran di Weizhou, seperti dikutip dari South China Morning Post.

Sejumlah pengunjuk rasa juga mempertanyakan sulitnya jaringan Internet. Sehingga muncul kecurigaan jaringan Internet sengaja dibuat lamban agar peristiwa itu tidak tersebar ke luar.
"Mereka takut kami menyebarkan video," ujar seorang pria yang mengendarai sepeda motornya.
Menurut dokumen pemerintah Cina, masjid agung ini dibangun kembali dua tahun lalu, namun proses perizinannya tidak ditangani dengan baik. Sehingga komite penegakan disiplin kota mengeluarkan peringatan serius kepada sejumlah pejabat.

Dalam perjalanannya, fasad masjid diubah dari yang dulunya bergaya seperti kuil Budha, dan sekarang bangunan berdesain Arab.Mengetahui keputusan pemerintah Cina menunda pembongkaran masjid, para pengunjuk rasa lega dan membubarkan diri.




Credit  tempo.co




FBI Selidiki Motif Pencurian Pesawat yang Jatuh di Alaska


FBI Selidiki Motif Pencurian Pesawat yang Jatuh di Alaska
FBI menyelidiki motif pencurian satu pesawat milik anak perusahaan Alaska Air dari bandara Seattle-Tacoma, Amerika Serikat. (Reuters/Brendan McDermid) 


Jakarta, CB -- Badan Penyelidik Federal (FBI) berupaya mengetahui motif seorang pegawai maskapai penerbangan mencuri satu pesawat kosong yang kemudian jatuh di Alaska, dari bandara Seattle, Amerika Serikat

Insiden ini menyebabkan kepanikan dan militer AS mengerahkan dua jet F15 mendekati pesawat yang dicuri itu.

FBI memimpin tim penyelidik yang juga meliputi Badan Penerbangan Federal dan Badan Keamanan Transportasi Nasional.


"Kami akan bekerja dengan menyeluruh, artinya menyusuri tempat pesawat jatuh, menyelidkii latar belakang terduga pelaku, dan mengkaji ulang semua aspek insiden ini dengan semua mitra swasta dan pemerintah," bunyi keterangan tertulis FBI.

Pegawai layanan darat Horizon Air, anak perusahaan Alaska Airlines, berhasil mencuri pesawat Bombardier Q400 turboprop pada Jumat (10/8) malam dari lokasi pemeliharaan pesawat bandara internasional Seattle-Tacoma.


Pria berusia 29 tahun yang belum diidentifikasi secara resmi oleh pihak berwenang terbang selama sekitar satu jam, dan melakukan aksi akrobat pesawat, sebelum jatuh di Pulau Ketron di Puget Sound, Alaska.

Pihak berwenang mengatakan pelaku cenderung memiliki keinginan bunuh diri dan bertindak sendirian. Dia diduga tewas ketika pesawat yang dicurinya itu jatuh.

Media-media setempat menyebut pelaku bernama Richard Russell, seorang penduduk negara bagian Washington, Amerika Serikat.

Direktur Utama Horizon Air Gary Beck mengatakan pelaku tidak diketahui memiliki izin terbang dan belum jelas bagaimana dia bisa lepas landas dan terbang dengan melakukan gerakan akrobat.

"Ada beberapa gerakan yang sangat luar biasa untuk pesawat sejenis ini," kata Beck dalam jumpa pers, Sabtu (11/8).

"Pesawat komersial sangat rumit. Pesawat ini tidak semudah menerbangkan, katakanlah, Cessna 150, jadi saya tidak tahu bagaimana dia mendapatkan pengalaman terbang seperti yang dia lakukan."

Kantor sheriff setempat mengunggah cuitan di Twitter bahwa aksi akrobat "atau kemampuan terbang yang kurang" menjadi penyebab pesawat itu jatuh.

Dalam rekaman pembicaraan antara Russell dan pengendali lalu lintas udara yang diunggah di dunia maya oleh Broadcastify.com, pelaku meminta maaf karena mengecewakan orang-orang yang mengasihinya. Dia menyebut dirinya "pria yang gagal."

"Mungkin ada beberapa sekrup yang longgar," kata Russell dalam rekaman itu. "Saya tidak tahu itu sebelumnya."

Dia juga menggambarkan indahnya matahari terbenam, mengeluh kepalanya terasa ringan dan bertanya apakah dia akan dipenjara jika bisa mendarat dengan selamat.

Sementara itu, Direktur Utama Alaska Airlines Brad Tilden mengatakan pelaku telah bekerja di Horizon Air selama 3,5 tahun dan memiliki izin untuk mendorong pesawat.

Tilden mengatakan pesawat jenis ini tidak memiliki pintu yang bisa dikunci atau kunci seperti mobil.

"Sistem penerbangan di Amerika adalah kami mengamankan lapangan udara dan kami memiliki kepercayaan bahwa hanya pegawai terpercaya dan memiliki izin yang boleh berada di sana," kata Tilden.

FBI menyebutkan penyelidikan terkait motif pelaku pencurian pesawat yang jatuh di Alaska itu akan melibatkan badan pemerintah dan pihak swasta.

Dua pesawat tempur F-15 lepas landas dari pangkalan militer di Portland, Oregon, dan berada di lokasi dalam hitungan menit. Kedua pesawat ini membawa senjata, namun tidak melepas tembakan.

Juru Bicara Komando Pertahanan Udara Amerika Utara Cameron Hillier mengatakan pilot jet tempur ini dan pengendali lalu lintas udara berupaya membimbing pesawat untuk menuju barat, menjauhi wilayah berpenduduk.

Masih belum jelas bagaimana pelaku bisa membawa pesawat itu ke landasan dan kemudian lepas landas tanpa izin.

Pesawat Bombardier Q400 turboprop dirancang untuk penerbangan jarak pendek dengan kapasitas 76 penumpang.




Credit  cnnindonesia.com




Ini Russell, Pencuri Pesawat Horizon Air yang Dikejar Dua F-15 AS


Ini Russell, Pencuri Pesawat Horizon Air yang Dikejar Dua F-15 AS
Richard Russell, 29, karyawan yang mencuri pesawat Horizon Air dari Bandara Internasional Seattle-Tacoma yang dikejar dua jet tempur Amerika Serikat. Foto/Facebook/wordpress

SEATTLE - Gambar pertama dari sosok pria pencuri pesawat Horizon Air dan menabrakannya di sebuah pulau di dekat Seattle, Amerika Serikat (AS) telah beredar. Pencuri pesawat yang tak lain adalah karyawan maskapai diketahui bernama Richard Russell, 29.

Aksinya berlangsung secara dramatis pada Jumat malam waktu setempat. Dia mencuri dan menerbangkan pesawat Horizon Air milik Alaska Air Group dari Bandara Internasional Seattle-Tacoma.

Aksi Russell dikejar dua jet tempur F-15 militer AS. Namun, pria tersebut memilih menabrakannya ke sebuah pulau di dekat Seattle.

Pesawat 76 kursi itu sempat bermanuver di atas wilayah udara Seattle, di mana pesawat turun mendekati air laut dan secara dramatis menukik lagi ke udara sampai akhirnya ditabrakkan ke Pulau Ketron di Puget Sound, di sepanjang pantai barat laut negara bagian Washington, AS.

Dia tewas dalam aksi bunuh diri tersebut. Pihak maskapai memastikan akses Russell atas pesawat itu sah, karena dia mekanik maskapai. Namun, menerbangkannya keluar dari bandara tidak sah.

Berbicara kepada Seattle Times, seorang pensiunan operasional Horizon Air mengatakan Richard Russell adalah pria pendiam yang sangat disukai oleh rekan-rekannya.

"(Perasaan) saya benar-benar buruk untuk Richard dan untuk keluarganya," kata pensiunan karyawan Horizon Air, Rick Christenson, yang dilansir Minggu (12/8/2018).

"Saya harap mereka bisa berhasil melewati (masa sulit) ini," ujarnya.

Motif Russell masih misterius. FBI yang meluncurkan penyelidikan belum berani mengungkap dugaan motif aksi mekanik Horizon Air tersebut. Namun, FBI untuk sementara menyatakan bahwa aksi pencurian pesawat yang dikejar dua jet tempur AS itu bukan tindakan terorisme.

Richard Russell sempat meminta maaf kepada mereka yang peduli padanya ketika berbicara dengan pengendali lalu lintas udara, yang mencoba membantunya mendaratkan pesawat dengan aman.

Dalam rekaman audio, yang muncul, dia mengaku berencana untuk mencoba melakukan barrel roll sebelum menyelamkannya ke laut. Namun, aksi menjatuhkan pesawat ke laut diurungkan dalam sekejap.

Dia bahkan tampak tenang pada awal-awal beraksi. Dia bahkan bercanda tentang nasib baiknya yang ditawari pekerjaan sebagai pilot jika dia berhasil mendaratkan Horizon Air Q400 turboprop tersebut dengan aman. 


"Saya tidak tahu bagaimana caranya mendarat," katanya, yang membuat bingung petugas pengendali lalu lintas udara. "Saya tidak benar-benar berencana untuk mendaratkannya."

Kantor Sheriff Pierce County mengatakan Richard bunuh diri dan bertindak sendiri. Pesawat itu tidak membawa penumpang.

"Itu bukan insiden teroris," kata kantor sheriff tersebut.

Dalam rekaman audio, Russell terdenger tertekan karena khawatir setelah melaporkan ke pengendali lalu lintas udara bahwa bahan bakarnya hampir habis.

Dia juga mengatakan kepada pengendali lalu lintas udara bahwa mesin pesawat mungkin akan meledak.

"Maaf, mic saya lepas," katanya. "Saya sedikit muntah. Saya  minta maaf soal ini, saya harap itu tidak merusak hari Anda."

Dia melanjutkan dengan mengaku merasa pusing. "Wah, pemandangan itu berlalu begitu cepat," katanya. "Saya sedang berpikir, seperti, saya akan memiliki momen ketenangan ini, mengambil semua pemandangan. Ada banyak hal bagus, tapi saya pikir itu lebih cantik dalam konteks yang berbeda," katanya.

FBI wilayah Seattle mengumumkan di Twitter bahwa mereka akan bekerja dengan pihak berwenang setempat untuk menyelidiki insiden itu. Namun, menurut FBI, tak ada bukti bahwa insiden itu merupakan aksi teroris atau pun menunjukkan ancaman teroris.

"FBI sedang berkomunikasi dengan mitra lokal/negara bagian/federal, tetapi terlalu dini bagi kami untuk membuat rincian tentang situasi yang berkembang. Kami sering terlibat dengan hal-hal yang terkait dengan pesawat, jadi kami siap untuk bertindak," kata FBI di Twitter.

"Meskipun upaya menanggapi insiden pesawat malam ini dan penyelidikan masih berlangsung, informasi yang dikumpulkan sejauh ini tidak menunjukkan ancaman teroris atau ada tambahan, sambil menunggu aktivitas kriminal," lanjut FBI.

"FBI terus bekerja dengan negara kita, mitra lokal, dan federal untuk mengumpulkan gambaran lengkap tentang apa yang terjadi dengan lepas landas dan ditabrakannya pesawat Horizon yang tidak sah malam ini. Rincian lebih lanjut akan tersedia," imbuh FBI.


Credit  sindonews.com




Berbekal Menonton Video Games, Seorang Pria Mencuri Pesawat


Ilustrasi penerbangan
Ilustrasi penerbangan
Pesawat yang dicuri tersebut jatuh dan menewaskan pencurinya



CB, SEATTLE -- Pihak berwenang Amerika Serikat (AS) mengatakan, perampok pesawat dari bandara Seattle merupakan karyawan maskapai penerbangan. Sang karyawan disebut mengetahui secara mendetail menyoal keamanan pesawat dan bandara.

Meskipun pesawat yang dicuri tidak ada penumpangnya, pesawat tersebut akhirnya jatuh. Insiden tersebut juga membuat sang pencuri tewas.

Sang pencuri, Richard Russel (29 tahun), bekerja untuk Horizon Air selama lebih dari tiga tahun. Ia bertugas menarik dan mengatur pesawat serta mengatur muatan bagasi penumpang.

Hal tersebut membuat Russel mengetahui mengenai peraturan bandara. Namun tidak untuk mengendarai pesawat.

Dalam rekaman transkip di pesawat dengan pihak keamanan lalu lintas, pesan-pesan Russel bervariasi mulai dari opsi-opsi pendaratan hingga permintaan maaf dia atas apa yang kerap dilakukannya. Pengendali pesawat menyarankan agar mengirim orang untuk mengendalikan pesawat itu.

"Maskduku, aku tidak butuh banyak bantuan, aku pernah memainkan video game sebelumnya mengendarai pesawat," kata dia dalam rekaman yang dibuatnya.

Namun ia juga menunjukkan pengetahuan terbatas tentang operasi. Ia mengakui jumlah bahan bakar yang digunakan saat lepas landas jauh lebih banyak daripada yang ia duga.

"Kalian bicara, omong kosong," kata dia.

Setelah disarankan, ia mencoba mendarat di pangkalan Angkatan Udara AS di McChord Field. "Aduh, orang-orang itu akan membuatku kasar jika aku mencoba mendarat di sana ... Oh, mereka mungkin punya anti-pesawat."

Pengontrol meminta belokan kiri, lalu Russel menjawab, "Ini mungkin aku dipenjara seumur hidup, ya? Yah, kuharap itu untuk orang sepertiku."

Sebuah video memerlihatkan pesawat yang dikemudikan oleh Russel terbang tidak teratur. Hampir jatuh ke air kemudian memakai kekuatan penuh menaikkan kendali pesawatnya lagi.

Ia berangkat pada Jumat (10/8) malam, kejadian itumemaksa pihak bandara menutup, sementara dua jet tempur melakukan pengejaran. Setelah membuat manuver mengejutkan itu, pesawat yang ia curi menabrak pohon dan jatuh di daerah yang sedikit jumlah penduduknya, Pulau Kreton dekat Puget Sound.

Penerbangan itu berlangsung selama 90 menit. "Pada saat ini, kami percaya dia sendiri di pesawat, tetapi tentu saja, kami belum mengkonfirmasi di lokasi kecelakaan," kata Jay Tabb, kepala divisi Seattle FBI.

Seorang mantan rekan kerja maskapai Russell mengakui Russell adalah seorang yang pendiam dan tertutup. "Dia termasuk pekerja yang disukai orang lain. Saya merasa sedih atas kejadian ini dan untuk dia dan keluarganya juga. Saya harap mereka bisa melewati kejadian ini dengan sabar dan ikhlas," kata Rick Christenson kepada The Seattle Times dilansir dari BBC, Ahad (12/8).

Transkrip dari percakapan Russell dengan pihak keamanan lalu lintas bandara mengungkapkan, seorang pria yang tampak bangga dengan perbuatannya menguasai pesawat. Pria itu Russel, yang mengatakan ia tidak memiliki niat menyakiti siapapun dan pada akhirnya meminta maaf kepada orangorang yang dicintainya.

"Aku ingin meminta maaf, Aku hanya orang yang 'rusak'," kata dia dalam transkrip pembicaraannya.

Pejabat Maskapai penerbangan kepada wartawan memberikan konferensi pers terkait kejadian itu. Direktur operasi penerbangan mengatakan, Russel memiliki akses legal ke pesawat dan tidak ada pelanggaran keamanan yang dilakukan.

CEO Alaska Airlines Brad Tilden mengatakan, latar belakang Russel telah diperiksa. "Ia bekerja shift kemarin dan kami percaya karena ia berseragam," kata dia.

Tilden mengatakan, pesawat tidak memiliki kunci pintu atau kunci kontak dan kemanan lain agar membuat keadaan aman di bandara.

CEO Horizon Air Gary Beck juga mengatakan, sepengetahuan pihak Horizon Air, Russel tidak memiliki lisensi pilot. Pihaknya tidak mengetahui bagaimana karywannya bisa menerbangkan pesawat. "Kami tidak tahu dia bisa mendapatkan keterampilan untuk menerbangkan mesin rumit seperti itu," kata dia.

Sementara juru bicara FBI, Ayn S Dietrich WIlliams mengatakan, pihaknya bekerja sama denagn dewaan keselamatan transportasi untuk memeroses lokasi jatuhnya pesawat yang dikendarai Russel di Pulau Kreton.

"Kami akan secara menyeluruh, yang berarti meluangkan waktu yang diperlukan untuk menjelajahi daerah itu, menyelidiki latar belakang orang yang dipercaya bertanggung jawab, dan meninjau setiap aspek dari insiden ini," katanya.




Credit  republika.co.id







Saudi Tangkap Ulama Islam Garis Keras Nassar al-Omar



Saudi Tangkap Ulama Islam Garis Keras Nassar al-Omar
Sheikh Nasser al-Omar, ulama Islam garis keras yang ditangkap otoritas Arab Saudi. Foto/Prisoners of Consciousness

RIYADH - Otoritas Arab Saudi menangkap seorang ulama Islam ternama Sheikh Nasser al-Omar yang dianggap sebagai ulama garis keras. Sheikh al-Ommar yang ditangkap di Makkah dituduh memiliki hubungan dengan kelompok Ikhwanul Muslimin yang dinyatakan Riyadh sebagai organisasi teroris.

Penangkapan itu diungkap kelompok hak asasi manusia (HAM), Prisoners of Consciousness, yang merupakan organisasi non-pemerintah independen yang mengadvokasi HAM di Arab Saudi. Dalam pengumumannya di Twitter, kelompok itu mengatakan bahwa Sheikh Nasser al-Omar telah ditahan dan akun Twitter-nya ditangguhkan.

"Kami mengonfirmasi berita penangkapan Sheikh Nassar al-Omar, seorang mantan profesor di Faculty of Fundamentals of Religion di Imam Muhammad ibn Saud Islamic University dan akun Twitter-nya telah ditangguhkan," kata kelompok HAM tersebut melalui akun Twitter-nya, @m3takl_en, pada 11 Agustus 2018.

Kelompok HAM tersebut juga menginformasikan bahwa para pejabat Saudi melarang para akademisi melakukan perjalanan ke luar negeri.

Pemerintah Riyadh belum berkomentar atas penangkapan al-Omar seperti yang dilaporkan kelompok HAM tersebut.

Secara terpisah, otoritas Saudi juga menangkap Sheikh Ahmed al-Emari, seorang profesor studi Alquran di Universitas Taibah yang berbasis di Madinah. Dia ditangkap atas tuduhan melakukan kontak dengan pembangkang politik, Sheikh Safar al-Hawali.

Arab Saudi pada akhir-akhir ini meningkatkan penangkapan dan penuntutan terhadap paa penulis pembangkang dan aktivis HAM.

Al-Omar dikenal merupakan ulama kondang yang memiliki lebih dari 6 juta follower di Twitter. Dia dipandang sebagai tokoh penting berpengaruh yang menyebarluaskan suara tentang tafsir fundamentalis terhadap Islam.

Namun, Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah berkomitmen membuat Saudi kembali ke paham yang dia sebut sebagai Islam moderat. Hanya saja, upaya itu diikuti dengan penangkapan terhadap sejumlah ulama, pegiat HAM dan para aktivis pembela hak-hak perempuan.

Pada akhir tahun lalu, lebih dari 20 ulama dan intelektual ditahan. Di antaranya, ulama terkemuka Salman al-Odah dan Awad al-Qarni. Mereka yang ditahan rata-rata dituduh memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin.

Tindakan Saudi dalam menangkapi para aktivis HAM telah dikecam Kanada yang berujung pada perseteruan diplomatik. Riyadh menganggap kecaman itu sebagai tindakan ikut campur urusan dalam negeri Saudi. Riyadh telah mengusir Duta Besar Kanada Dennis Horak sebagai respons dan membekukan semua transaksi perdagangan serta investasi di Kanada. 



Credit  sindonews.com




AS Tangguhkan Program Pelatihan Militer untuk Pakistan


AS Tangguhkan Program Pelatihan Militer untuk Pakistan
AS tangguhkan pelatihan untuk militer Pakistan. Foto/Ilustrasi/Istimewa

ISLAMABAD - Amerika Serikat (AS) telah mulai memotong sejumlah perwira militer Pakistan dari program pendidikan dan pelatihan. Demikian laporan yang diturunkan media Pakistan.

"Lembaga militer AS 'berjuang' untuk mengisi 66 slot, yang telah mereka sisihkan untuk para pejabat Pakistan, untuk tahun akademik berikutnya," kutip Anadolu dari harian Dawn mengutip sumber-sumber anonim, Minggu (12/8/2018).

Langkah itu dilakukan beberapa hari setelah Pakistan dan Rusia menandatangani perjanjian untuk mengizinkan para perwira militer Pakistan menerima pelatihan di lembaga militer Rusia.

“Dana untuk pelatihan petugas Pakistan berasal dari Program Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional (IMET), tetapi tidak ada dana yang tersedia bagi Pakistan untuk tahun akademik berikutnya,” tulis Dawn.

Para perwira Pakistan telah menerima pelatihan militer dan pendidikan di AS sejak awal 1960-an, yang dihentikan pada 1990-an. Namun, pemerintah AS memulihkan program setelah serangan teroris 11 September 2001.

Departemen Luar Negeri AS juga menegaskan penangguhan partisipasi Pakistan dalam program pelatihan.

“Sejauh ini, partisipasi Pakistan dalam 97 program pelatihan total senilai USD3,29 juta telah dibatalkan, termasuk 66 program IMET senilai USD2,41 juta, 25 program CTFP (Counter-Terrorism Fellowship Program) senilai USD843, dan 6 program Pusat Regional senilai USD37,” kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

Namun, pernyataan itu menekankan bahwa AS terus memberikan bantuan sipil ke Pakistan sejalan dengan kepentingan nasionalnya.

Inter Services Public Relations, sayap media tentara Pakistan, belum mengomentari laporan tersebut.

Pada hari Kamis, Mohammad Faisal, juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, menolak berkomentar tentang hubungan negara saat ini dengan AS.

"Saya tidak akan mengomentari tentang AS. Tentang hubungan Rusia dan Pakistan, hubungan pertahanan kami telah bertumbuh selama bertahun-tahun dan kedua negara telah menjalin kontak militer dengan militer secara teratur," kata Faisal.

Hubungan antara AS dan Pakistan memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengambil alih jabatan tahun lalu, terutama karena benturan kepentingan di Afghanistan yang dilanda perang. 





Credit  sindonews.com





Turki Didesak Tangkap Para Tentara AS di Pangkalan Incirlik


Turki Didesak Tangkap Para Tentara AS di Pangkalan Incirlik
Kompleks Pangkalan Udara Incirlik, Turki, yang digunakan militer Amerika Serikat untuk operasi memerangi ISIS di Timur Tengah. Foto/REUTERS

ANKARA - Pihak berwenang Turki didesak untuk menangkap para tentara Amerika Serikat (AS) yang bertugas di Pangkalan Udara Incirlik. Para tentara Washington itu dituduh memiliki hubungan dengan gerakan di balik upaya kudeta militer tahun 2016.

Desakan tersebut disuarakan para pengacara dari Asosiasi untuk Keadilan Sosial dan Bantuan, sebuah kelompok pengacara pro-pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Desakan secara tertulis itu disampaikan ke Kepala Kejaksaan di Adana. Dokumen seruan penangkapan tersebut diterbitkan secara online oleh Stockholm Center for Freedom, sebuah kelompok jurnalis Turki yang diasingkan.

Para pengacara menuduh militer AS berusaha untuk menghancurkan tatanan konstitusional melalui kegiatan mereka dengan gerakan yang dipimpin oleh Fethullah Gulen, ulama Turki yang tinggal di AS. Gulen, teman yang berubah jadi musuh Erdogan, dituduh pemerintah Ankara berada di balik upaya kudeta militer yang gagal pada 15 Juli 2016.



Credit  sindonews.com







Presiden Erdogan kritik keras "perang ekonomi" AS


Presiden Erdogan kritik keras "perang ekonomi" AS
Tayyip Erdogan, President of Turkey. (REUTERS/Goran Tomasevic)



Jakarta (CB) - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengeritik Pemerintah Amerika Serikat yang secara sepihak mengobarkan "perang ekonomi" terhadap Ankara ditandai dengan keputusan Presiden Donald Trump menaikkan tarif impor produk aluminium dan baja Turki.

"Kami sampaikan `selamat tinggal` kepada mereka yang mengorbankan kemitraan strategis dan sekutunya dengan sebuah negara berpenduduk 81 juta jiwa dengan mengganti hubungannya dengan organisasi-organisasi teroris," kata Presiden Erdogan di depan pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Provinsi Trabzon, Turki, Minggu.

Hubungan Turki dan AS kini tengah mengalami pasang surut menyusul sanksi Gedung Putih terhadap Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu dan Menteri Hukum Abdulhamit Gul karena keduanya menolak membebaskan Pastor AS Andrew Brunson yang tersangkut kasus terorisme di Turki.

"Kami akan bertindak sesuai dengan hukum internasional. Tak seorang pun, tak satu negara pun, dan tak satu lembaga pemeringkat mana pun dapat mengancam Turki dan rakyat Turki," kata Erdogan seperti dikutip Kantor Berita Anadolu yang dipantau Antara dari Jakarta, Senin.

Presiden Trump, Jumat, meningkatkan serangannya terhadap Ankara dengan menaikkan tarif impor AS terhadap produk aluminium dan baja Turki masing-masing menjadi 20 dan 50 persen.

Menanggapi keputusan Trump yang ditudingnya sebagai "perang ekonomi" ini, Presiden Erdogan menegaskan pihaknya tidak akan menyerah pada tekanan AS. Sebaliknya, Turki akan berpaling ke pasar-pasar, mitra-mitra, dan sekutu-sekutu baru.

"Kami akan terus berproduksi dan meningkatkan ekspor kami. Turki akan meladeni keputusan AS ini," katanya.



Credit  antaranews.com





Presiden Tsai: Tak Satu Pun Dapat Menghapus Keberadaan Taiwan


Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen.[Lowy Institute]
Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen.[Lowy Institute]

CB, Jakarta - Presiden Tsai Ing-wen bersumpah bahwa tak satu negara pun dapat menghapus keberadaan Taiwan sebagai negara.
Tsai menegaskan hal itu saat akan terbang menuju Amerika Serikat dan dua negara sekutu Taiwan pada hari Minggu, 12 Agustus 2018. Tsai singgah ke AS saat Cina dan AS terlibat perang dagang.

"Saya akan ke luar negeri, seluruh dunia dapat melihat Taiwan, mereka dapat melihat negara kami seperti juga melihat dukungan kami kepada demokrasi dan kebebasan. Kami hanya membutuhkan kepastian sehingga tidak ada satupun yang dapat menghapus keberadaan Taiwan," kata Tsai seperti dikutip dari Reuters.

Cina yang mengklaim Taiwan sebagai miliknya telah melakukan berbagai kampanye untuk menentang Taiwan melepaskan diri dari Cina.
Beijing bahkan sudah mengeluarkan perintah kepada perusahaan-perusahaan asing untuk membuat label Taiwan sebagai bagian dari Cina di situs resmi mereka. Cina juga berusaha mengeluarkan Taiwan dari berbagai forum internasional.

Cina juga berupaya mengurangi jumlah negara yang mengakui Taiwan sebagai negara. Saat ini ada 18 negara yang mengakui keberadaan Taiwan.Cina juga mengeluarkan komplain ke Washington atas menerima kedatangan Tsai yang singgah ke Amerika Serikat untuk kemudian meneruskan perjalanannya.
Selama sehari di AS, Tsai akan bertemu Ketua Komisi Urusan Luar Negeri , Ed Royce. Setelah itu, Tsai akan bertemu perwakilan bisnis AS membahas cara Taiwan meningkatkan investasi dan pengadaan peralatan dengan AS.

Kunjungan Tsai juga terkait dengan kesepakatan penjualan gas alam antara perusahaan pelat merah Taiwan, CPC Corp dengan perusahaan AS yang nilai totalnya mencapai US$ 25 miliar.Washington tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan, namun merupakan sekutu terkuat dan AS juga menyuplai senjata ke negara itu.






Credit  tempo.co





Taliban Bertemu Pejabat Uzbekistan, Rumuskan Perdamaian



Anggota Taliban membawa senjata sembari mengendarai sepeda motor di Nangarhar untuk merayakan gencatan senjata di timur Kabul, Afganistan, Sabtu, 16 Juni 2018. REUTERS
Anggota Taliban membawa senjata sembari mengendarai sepeda motor di Nangarhar untuk merayakan gencatan senjata di timur Kabul, Afganistan, Sabtu, 16 Juni 2018. REUTERS

CB, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Uzbekistan dan Kantor Politik Taliban membenarkan kedua belah pihak bertemu di Tashkent untuk merumuskan perdamaian dan penarikan pasukan asing di Afganistan.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Uzbekistan, satu delegasi Taliban dipimpin oleh Sher Mohammad Abbas Stanikzai telah berkunjung ke Tashkent dari 6-10 Agustus 2018.

Pasukan keamanan berjaga di sekitar lokasi meledaknya bom ranjau darat di kota Jalalabad, Afganistan, 31 Juli 2018. Kepolisian setempat menduga ranjau darat itu dipasang oleh kelompok Taliban. REUTERS/Parwiz
"Delegasi ini datang ke Tashkent untuk bertukar pikiran mengenai prospek perdamaian dengan Menteri Luar Negeri," bunyi pernyataan Kementerian seperti dikutip Abna24, Ahad 12 Agustus 2018.
"Delegasi tukar pandangan dengan para pejabat Uzbek mengenai penarikan pasukan asing dan kemungkinan rekonsiliasi dengan pemerintah Afganistan," kata Suhali Shaheen," juru bicara Taliban kepada Daily Times.
Anggota Taliban membawa senjata sembari mengendarai sepeda motor di Nangarhar untuk merayakan gencatan senjata di timur Kabul, Afganistan, Sabtu, 16 Juni 2018. Taliban memasuki Kabul melalui gerbang di selatan dan tenggara. REUTERS
Sejumlah laporan dari Tashkent menyebutkan, delegasi Taliban bertemu dengan Menteri Luar negeri Abdulazis Kamilov dan Utusan untuk Afganistan, Ismatilla Irgashev. "Pada pertemuan tersebut dibahas mengenai kondisi keamanan terkini dan proyek pembangunan masa depan Uzbekistan di Afganistan."
Kunjungan utusan ini berlangsung setelah Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev menjadi tuan rumah pertemuan antara pemerintah Afganistan dengan Taliban.



Credit  tempo.co




Lima Negara Tandatangani Perjanjian Penggunaan Laut Kaspia



Laut Kaspia
Laut Kaspia
Pembicaraan mengenai penggunaan laut Kaspia sudah dirintis sejak 1996



CB, MOSKOW -- Rusia, Iran, Kazakstan, Turkmenistan dan Azerbaijan pada Ahad (12/8) menandatangani perjanjian penggunaan bersama Laut Kaspia. Perjanjian itu akhirnya ditandatangani setelah melalui perundingan dua dasawarsa.

Presiden dari kelima negara itu menorehkan tinta mereka untuk mengesahkan status hukum kesepakatan bersejarah menyangkut Laut Kaspia. Kantor kepresidenan Rusia, Kremlin, mengatakan penandatangan itu berlangsung pada Pertemuan Puncak Kaspia Kelima di kota Aktau, Kazakstan.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan perjanjian itu membenahi hak dan kewajiban khusus negara penandatangan perjanjian itu atas keadaan Laut Kaspia serta membentuk aturan jelas atas penggunaannya secara bersama-sama, kata Kremlin dalam pernyataan resminya.

Putin mengatakan perjanjian itu secara jelas mengatur masalah penetapan batas, pelayaran dan penataan wilayah penangkapan ikan yang diperlukan. Selain juga membenahi prinsip-prinsip interaksi militer-politik negara peserta serta menjamin penggunaan Laut Kaspia secara khusus bagi tujuan damai.

Menurut Putin, dasar peraturan yang diperlukan bagi penyelesaian status hukum Laut Kaspia tercakup dalam enam perjanjian terkait bidang ekonomi, transportasi dan keamanan. Keenam perjanjian itu juga ditandatangani pada Ahad (12/8).

Secara khusus menyangkut dasar perjanjian kerja sama ekonomi di Kaspia, prioritas akan diberikan pada pembangunan hubungan perdagangan dan ekonomi kawasan serta penguatan kerja sama yang erat dan saling menguntungkan. Putin juga menggarisbawahi prospek kerja sama antara negara-negara Kaspia dalam bidang pariwisata, ekologi dan perlindungan sumber daya biologi, penumpasan perdagangan narkoba serta pencegahan dan penanganan keadaan darurat.

Sementara itu, Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev, seperti dikutip kantor berita Interfax, mengatakan, "Kita perlu memanfaatkan segala kemungkinan yang disediakan perjanjian dan dokumen-dokumen yang ditandatangani untuk mendorong hubungan perdagangan dan ekonomi di antara negara-negara pantai ini."

Nazarbayev juga mengatakan kelima negara telah sepakat untuk menandatangani perjanjian soal langkah-langkah untuk membangun kepercayaan pada sektor militer, sebagai upaya untuk memastikan keseimbangan persenjataan di kawasan serta memperkuat keamanan dan stabilitas di kawasan.

Proses pengerjaan perjanjian tersebut telah dikembangkan sejak 1996. Menteri luar negeri kelima negara tersebut mencapai kesepakatan atas rancangan perjanjian itu di Moskow pada Desember 2017.




Credit  republika.co.id




PBB: China Tahan 1 Juta Warga Uighur di Kamp Politik



PBB: China Tahan 1 Juta Warga Uighur di Kamp Politik
China dilaporkan telah menangkap 1 juta Muslim Uighur dan menempatkannya di dalam kamp politik. Foto/Istimewa

BERLIN - Komite anti diskriminasi PBB mengemukakan kekhawatirannya terkait perlakuan China terhadap minoritas Muslim Uighur. Pemicunya adalah laporan penahanan massal yang menjadi catatan bagi Beijing selama beberapa tahun terakhir.

Komite Penghapusan Diskriminasi Rasial mulai meninjau laporan China di Jenewa pada hari Jumat kemarin. Pemimpin delegasi Cina, Yu Jianhua, menyoroti kemajuan ekonomi dan meningkatnya standar hidup dalam laporannya.

"Anggota komite sangat prihatin oleh banyaknya laporan yang dapat dipercaya bahwa, atas nama memerangi ekstrimisme agama dan menjaga stabilitas sosial, China telah mengubah wilayah otonomi Uighur menjadi sesuatu yang menyerupai kamp interniran besar yang diselimuti rahasia," ujar wakil ketua komite, Gay McDougall.

Kelompok-kelompok pemantau mengatakan bahwa kaum Uighur telah ditargetkan dalam kampanye pengawasan dan keamanan yang telah mengirim ribuan orang ke pusat-pusat penahanan dan indoktrinasi. McDougall menyebut jumlahnya mungkin jauh lebih tinggi.





Credit  sindonews.com





Masjid di China Hendak Dihancurkan, Ribuan Muslim Protes



Masjid di China Hendak Dihancurkan, Ribuan Muslim Protes
Massa Muslim berkumpul di masjid di Kota Weizhou, China, yang hendak dihancurkan otoritas setempat. Foto/South China Morning Post


WEIZHOU - Ribuan warga Muslim yang rata-rata etnis minoritas Hui berkumpul di sebuah masjid di wilayah barat laut China. Mereka memprotes rencana penghancuran masjid oleh otoritas China.

Massa mulai berdatangan sejak Kamis di Masjid Agung Kota Weizhou. "Orang-orang sangat kesakitan," kata Ma Sengming, 72, salah seorang pria yang ikut protes sejak Kamis hingga Jumat petang.

"Banyak orang menangis. Kami tidak bisa mengerti mengapa ini terjadi," ujarnya, seperti dikutip AP, Sabtu (11/8/2018).

Selama protes berlangsung, kata Ma, massa meneriakkan beberapa kalimat seruan perlindungan, seperti "Lindungi iman di China!" dan "Cintailah negara, cintai iman!".

Protes massa muncul ketika kelompok-kelompok agama yang sebagian besar ditoleransi di masa lalu telah melihat bahwa kebebasan mereka menyusut sejak pemerintah berusaha membuat warga memprioritaskan kesetiaan kepada Partai Komunis dengan doktrin ateis.


Dalam upaya itu, tak hanya masjid yang jadi target. Gereja-gereja Kristen juga telah ditutup dan Alkitab disita. Anak-anak Tibet dilaporkan telah dipindahkan dari kuil-kuil Buddha ke sekolah-sekolah umum.

Penduduk Weizhou khawatir dengan laporan bahwa pemerintah berencana untuk menghancurkan masjid, meskipun pada awalnya pemerintah menyetujui pembangunannya yang rampung tahun lalu.

Menurut Ma Zhiguo, sekretaris Partai Komunis kota setempat pernah menyampaikan pidato ucapan selamat di lokasi ketika pembangunan masjid itu dimulai.

Ma mengatakan, pihak berwenang berencana untuk meruntuhkan delapan dari sembilan kubah di atas masjid dengan alasan bahwa struktur itu dibangun lebih besar dari yang diizinkan. Tetapi, anggota masyarakat membela bangunan ibadah tersebut.

"Bagaimana kami bisa membiarkan mereka merobohkan masjid yang masih dalam kondisi baik?" katanya. Masjid itu menjadi tempat salat sekitar 30.000 warga Muslim dan dibangun menggunakan dana pribadi jamaah.

Foto-foto bangunan masjid yang beredar secara online menunjukkan struktur bangunan tersebut telihat putih dan megah. Ada bendera nasional China yang dikibarkan di depan masjid. 

Pejabat di kantor propaganda distrik dan kota setempat menyatakan bahwa mereka tidak menyadari akan situasi tersebut. Otoritas lokal lainnya tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Ma Sengming mengatakan para pemrotes tetap di masjid sepanjang malam dari Kamis hingga Jumat. Pejabat lokal telah mendatangi massa dan membujuk mereka agar pulang.

Ma mengatakan pejabat itu tidak membuat janji-janji spesifik, tetapi berusaha meyakinkan para pengunjuk rasa bahwa pemerintah akan bekerja dengan mereka mengenai masalah itu.

Lebih dari 100 petugas polisi telah mengepung masjid. Namun, menurut Ma, ratusan polisi itu tidak berusaha menghentikan protes massa.

Demonstrasi publik jarang terjadi di China, di mana pemerintah sering cepat menolak tanda-tanda perbedaan pendapat.

Di bawah pemerintahan Presiden Xi Jinping, Partai Komunis menindak tegas ekspresi agama dan menyerang apa yang disebutnya ide-ide radikal di antara lebih dari 20 juta Muslim di negara itu.



Credit  sindonews.com





China Bersiap untuk Hancurkan Sebuah Masjid Meski Diprotes


China Bersiap untuk Hancurkan Sebuah Masjid Meski Diprotes
China akan menghancurkan sebuah masjid meski diprotes oleh etnis Muslim Hui. Foto/Istimewa

BEIJING - Pihak berwenang di China barat laut siap memulai pembongkaran masjid Jumat (10/8/2018) meskipun ada protes oleh ratusan anggota minoritas etnis Muslim Hui. Muslim Hui bertekad untuk mempertahankan tempat ibadah yang baru dibangun itu.

"Kerumunan berkumpul di luar Masjid Agung yang menjulang tinggi di kota Weizhou di wilayah otonomi Ningxia Hui dan diawasi ketat oleh polisi," kata South China Morning (SCMP) Hong Kong yang dikutip Fox News. Tidak ada bentrokan yang dilaporkan.

Belum diketahui dengan jelas apakah rencana itu akan berjalan sesuai jadwal. SCMP mengatakan rencana alternatif telah dilayangkan untuk menghapus delapan dari sembilan kubah, yang selesai tahun lalu tetapi tidak pernah memperoleh izin pembangunan dan pengoperasian yang tepat.

Langkah itu dilakukan saat Partai Komunis China yang secara resmi ateis sedang menindak tegas ekspresi beragama dan menyerang apa yang disebutnya ide-ide radikal di antara lebih dari 20 juta Muslim di negara itu. Pihak berwenang telah menyerukan "sinicization"  agama di China, yang tampaknya termasuk penghapusan simbol-simbol agama dan kepatuhan ketat terhadap arahan Partai Komunis. 



Credit  sindonews.com