Rabu, 06 Desember 2017

Operasi Gabungan Afghanistan-AS Berhasil Tewaskan Pemimpin Tertinggi Al Qaeda


https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 05 18 1825569 operasi-gabungan-afghanistan-as-berhasil-tewaskan-pemimpin-tertinggi-al-qaeda-J6f4TWuaR9.jpg
Pasukan AS yang berada di Afghanistan. (Foto: Strategic Culture)



KABUL - Badan intelijen Afghanistan mengumumkan bahwa serangkaian operasi gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Afghanistan telah berhasil menewaskan seorang pemimpin tertinggi di jaringan ekstremis al Qaeda bersama dengan sejumlah anggota lainnya.
Pemimpin tersebut adalah Omar bin Khatab. Ia adalah pemimpin al Qaeda kedua yang paling penting di benua India dan pemimpin paling senior yang berhasil dibunuh di Afghanistan sejak perang pimpinan AS yang menggulingkan mantan penguasa Taliban pada akhir 2001. Hal tersebut disampaikan oleh seorang pejabat Direktorat Keamanan Nasional Afghanistan.

Dilansir dari The Washington Post, Selasa (5/12/2017), Omar Bin Khatab, yang juga dikenal sebagai Omar Mansoor, tewas di distrik Gilan di provinsi Ghazni di barat daya ibu kota. Pejabat yang menyampaikan keterangan tersebut meminta agar identitasnya dirahasiakan.
Sebelumnya, otoritas setempat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 80 anggota al-Qaeda lainnya juga tewas, termasuk tiga tokoh teratas, dalam operasi di Zabul dan Pakita di dekat perbatasan dengan Pakistan dan berdekatan dengan Ghazni. Selain itu, 27 anggota jaringan tersebut juga berhasil ditangkap.
Koalisi yang dipimpin AS tersebut tidak segera memberikan komentar tentang berita tersebut. Pihak badan intelijen Afghanistan juga tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kewarganegaraan, usia, atau sejauh apa keterlibatan Omar bin Khatab dengan al Qaeda.
Sekadar diketahui, Pejabat Afghanistan dan militer AS tahun lalu melaporkan kematian beberapa anggota asing al Qaeda yang berada di Afghanistan. Selain itu, operasi gabungan AS-Afghanistan pada tahun lalu juga berhasil menewaskan 300 militan ISIS.

Kehadiran al-Qaeda dan pemimpinnya Osama bin Laden di Afghanistan setelah serangan 9/11 di New York, mendorong invasi pimpinan AS ke negara itu pada 2001. Osama bin Laden tewas di tempat persembunyiannya di Pakistan pada 2011 setelah operasi perburuan yang dilakukan AS. Otak di balik serangan 11 September 2001 di menara kembar World Trade Centre, New York, itu tewas di hadapan keluarganya, termasuk sang putra bernama Hamza.

Hamza diperkenalkan oleh Ketua Al Qaeda Ayman al Zawahiri pada 2015 untuk merekrut anak-anak muda ke dalam kelompok militan tersebut. Ia diyakini sebagai kunci untuk menarik anak-anak muda dari pesona kelompok militan ISIS yang menjadi rival dari Al Qaeda karena memiliki hubungan darah dengan sang pendiri, yakni Osama bin Laden.





Credit  okezone.com