Selasa, 23 Februari 2016

AS tolak tawaran perjanjian perdamaian Korut


AS tolak tawaran perjanjian perdamaian Korut
John Kirby (state.gov)
 
Washington (CB) - Amerika Serikat, Minggu, mengatakan menerima proposal Korea Utara untuk membahas perjanjian perdamaian Semenanjung Korea, tetapi tawaran itu ditolak ketika pemerintah Korea Utara tidak mau mempertimbangkan mengurangi senjata nuklirnya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby mengungkapkan pertukaran itu ketika ditanya tentang laporan Wall Street Journal bahwa pemerintahan Presiden Barack Obama diam-diam menyetujui pembicaraan damai untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea 1950-1953, sehari sebelum Korea Utara melakukan uji coba nuklir terbaru awal tahun ini.

Uji coba pada 6 Januari -- yang merupakan keempat kalinya setelah uji coba sebelumnya pada 2006, 2009 dan 2013 -- mengakhiri kontak eksplorasi yang berlangsung di PBB, di mana diplomat AS dan Korea Utara dapat berbaur secara informal dengan tidak adanya hubungan resmi antara kedua negara, kata Wall Street Journal.

"Supaya jelas, Korea Utara lah yang mengusulkan untuk membahas perjanjian damai," kata Kirby kepada wartawan saat bepergian dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry di Amman, Yordania.

"Kami secara seksama mempertimbangkan usulan mereka, dan jelas menyampaikan bahwa denuklirisasi harus menjadi bagian dari setiap diskusi perjanjian damai tersebut," tambahnya.

"Korut menolak tanggapan kami. Kami menanggapi proposal Korut secara konsisten dengan fokus lama kami pada denuklirisasi," ujar Kirby.

Mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, Wall Street Journal menyebutkan bahwa Gedung Putih telah menghilangkan syarat lamanya untuk pembicaraan damai -- yaitu Korea Utara harus lebih dulu mengambil langkah-langkah untuk mengurangi simpanan senjata nuklirnya.

"Sebaliknya AS menyerukan program senjata atom Korea Utara menjadi bagian dari pembicaraan," kata surat kabar itu melaporkan.

Untuk menanggapi uji coba nuklir Korut pada Januari, yang memicu kekhawatiran dan kecaman global, Dewan Keamanan PBB sepakat untuk menggelar langkah-langkah baru untuk menghukum Korea Utara.

Pada Kamis, Obama menandatangani langkah-langkah baru yang disahkan oleh Kongres AS untuk memperketat sanksi terhadap siapa pun yang mengimpor barang atau teknologi yang berkaitan dengan senjata pemusnah massal ke Korea Utara, atau siapa saja yang dengan sengaja terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia.

Langkah tersebut juga memberi tekanan finansial tambahan pada rezim pemimpin Kim Jong-Un yang sudah dijatuhi sanksi, dengan tujuan untuk mengurangi praktik pencucian uang dan perdagangan narkotika.

Dua kegiatan besar terlarang itu diyakini telah menyalurkan jutaan dolar ke lingkaran dalam pemerintahan Kim, demikian AFP melaporkan.



Credit ANTARA News





Gencatan senjata Suriah mulai berlaku 27 Februari


suriah 
  Lebih 250.000 warga Suriah meninggal dalam konflik yang mulai terjadi pada bulan Maret 2011. 
 
Amerika Serikat dan Rusia mengumumkan bahwa rencana gencatan senjata di Suriah akan mulai berlaku pada tengah malam tanggal 27 Februari.
Pernyataan mereka menyebutkan persetujuan tersebut tidak memasukkan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS dan Front Nusra terkait al-Qaida.
Pada tanggal 12 Februari kekuatan dunia menyepakati gencatan senjata yang akan berlaku dalam waktu seminggu.
Tetapi batas waktu telah terlampaui dan keraguan tentang rencana baru tetap ada.
Sementara kekerasan terus terjadi di Suriah.
Sekitar 140 orang tewas karena pemboman di Homs dan Damaskus pada hari Minggu (21 Februari).
Lebih 250.000 warga Suriah meninggal dalam konflik yang mulai terjadi pada bulan Maret 2011.
Sekitar 11 juta orang lainnya terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya.
Empat juta orang melarikan diri ke luar negeri, termasuk orang-orang yang melakukan perjalanan berbahaya ke Eropa.
Pernyataan bersama AS-Rusia menyebutkan gencatan senjata berlaku bagi "pihak-pihak konflik Suriah yang mengisyaratkan keinginan dan penerimaan mereka terhadap berbagai persyaratan".



Credit  BBC



AS-Rusia sepakati gencatan senjata terbatas di Suriah

AS-Rusia sepakati gencatan senjata terbatas di Suriah
Pasukan Rusia (Reuters)
 
Washington/Beirut, (CB) - Amerika Serikat dan Rusia menyepakati rencana gencatan senjata terbatas di Suriah yang akan mulai berlaku pada Sabtu.

Kesepakatan itu tidak berlaku untuk sejumlah kelompok seperti organisasi bersenjata ISIS dan Front Nusra. Akibatnya, sejumlah gerilyawan Suriah langsung memprotes kelemahan tersebut.

Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut kesepakatan yang dicapai pada Senin itu sebagai "langkah awal menuju gencatan senjata yang lebih luas" dan buah dari diplomasi antara Washington dengan Moskow yang selama ini berseberangan sikap soal Suriah.

Presiden dari dua negara, Barack Obama dan Vladimir Putin, merundingkan kesepakatan itu melalui hubungan telepon.

Pemimpin Kremlin mengatakan bahwa kesepakatan antara dirinya dengan Obama berpotensi "mengubah secara radikal situasi krisis di Suriah." Sementara itu, Gedung Putih juga merasa optimistis bahwa kesepakatan dapat memajukan perundingan untuk membawa perubahan politik di Suriah.

Untuk bisa berlaku, kesepakatan itu mengharuskan kedua negara untuk mendesak sekutu masing-masing di lapangan agar patuh. Namun demikian, mereka masih diperbolehkan melakukan serangan terhadap ISIS, Nusra Front, dan kelompok garis keras lain.

Menanggapi kesepakatan itu, kepala kantor politik kelompok gerilyawan Tentara Yarmouk, Bashar al-Zoubi, mengatakan bahwa pembolehan serangan terhadap ISIS akan menjadi alasan bagi presiden Bashar al Assad dan Rusia untuk terus menyerang wilayah, yang sama-sama dipenuhi oleh gerilyawan dan kelompok-kelompok garis keras.

"Rusia dan rezim akan menarget wilayah kelompok revolusioner dengan alasan Nusra Front ada di situ. Kelompok-kelompok itu saling menguasai area yang berdekatan. Dan jika hal ini terjadi, gencatan senjata akan buyar," kata dia.

Sejak membantu Presiden Bashar pada September dengan serangan udara, Rusia berhasil membuka jalan bagi pasukan pemerintah untuk memperoleh sejumlah kemenangan.

Tentara pemerintah Suriah saat ini memperoleh dukungan dari Rusia, Iran, dan kelompok Hizbullah. Di sisi lain, Amerika Serikat, Turki dan Arab Saudi membantu kelompok-kelompok gerilyawan.

Dalam pernyataan resmi terkait kesepakatan Amerika Serikat dan Rusia, kedua negara tersebut akan bekerja sama mengusir ISIS, Nusra Front, dan kelompok garis keras lain dari wilayah yang mereka kuasai.

Namun, tokoh-tokoh gerilyawan mengatakan tidak mungkin memastikan titik wilayah yang dikuasai Front Nusra.

"Bagi kami, al-Nusra adalah persoalan karena mereka tidak hanya berada di Idlib, tapi juga Aleppo, Damaskus, dan daerah selatan. Persoalannya, warga sipil dan gerilyawan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) bisa menjadi sasaran hanya karena berada di wilayah yang sama dengan Front Nusra," kata tokoh senior kubu oposisi, Khaled Hoja.

Sementara itu dalam perkembangan lain, Bashar menetapkan pemilihan umum parlemen pada 13 April mendatang atau empat tahun setelah pemungutan suara terakhir.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyambut baik kesepakatan Amerika Serikat dan Rusia yang terjadi setelah kegagalan perundingan Jenewa pada bulan lalu.

"Sekretaris Jenderal mendesak agar semua pihak mematuhi kesepakatan ini dan bekerja keras mengimplementasikannya," kata juru bicara Ban, Stephane Dujarric.

Menurut perjanjian kedua negara itu, semua pihak yang berperang di Suriah harus menyatakan persetujuan kepada Amerika Serikat dan Rusia hingga Jumat siang waktu Damaskus.

Setelah itu, gencatan senjata akan mulai berlaku pada tengah malam. Pasukan pemerintah tidak akan menyerang gerilyawan oposisi bersenjata dan sebaliknya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengatakan bahwa ada "tantangan berat ke depan." Dia mendesak agar semua pihak mendukung kesepakatan Washington-Moskow.

"Jika berhasil diimplementasikan, gencatan senjata ini tidak hanya akan mengurangi kekerasan tetapi juga memudahkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah yang terkepung," kata Kerry dalam pernyataan tertulis.



Credit  ANTARA News



Turki sambut gencatan senjata Suriah prakarsa AS-Rusia

Turki sambut gencatan senjata Suriah prakarsa AS-Rusia
Tentara Turki membantu pengungsi Suriah di perbatasan Turki-Suriah, dekat kota Akcakale, provinsi Sanliurfa, Turki. (REUTERS/Kadir Celikcan)
 
 
Istanbul (CB) - Turki menyambut baik rencana gencatan senjata untuk Suriah yang dirancang oleh Amerika Serikat dan Rusia, selain berharap Moskow menghentikan serangan udaranya yang telah menewaskan warga sipil Suriah, kata Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus.

"Kami memandang gencatan senjata akan bisa dicapai," kata Kurtulmus seperti dikutip Reuters.

"Kami berharap itu tidak akan seperti gencatan-gencatan sebelumnya dan akan punya kapasitas untuk diimplementasikan," sambung dia pada konferensi pers setelah rapat kabinet.

"Kami mengharapkan Rusia, dalam perangnya melawan ISIS, tidak akan menerbangkan jet-jetnya dan membunuh rakyat tidak berdosa," kata Kurtulmus lagi.


Credit  ANTARA News









PM Inggris: Meninggalkan EU 'lompatan ke kegelapan'


cameron  
 Cameron mengatakan pilihannya adalah "Inggris yang lebih besar" di EU atau "lompatan di kegelapan" karena keluar. 
 
Perdana Menteri Inggris, David Cameron, memperingatkan bahwa keputusan meninggalkan Uni Eropa "dapat menyakiti para pekerja selama bertahun-tahun ke depan".
Cameron menyampaikan hal ini saat menyampaikan pandangannya di hadapan parlemen agar Inggris tetap menjadi anggota Uni Eropa.
Dia mengatakan pilihannya adalah antara "Inggris yang lebih besar" dengan tetap bergabung, atau "lompatan menuju kegelapan" dengan keluar dari EU.
Pernyataan ini adalah serangan terhadap Boris Johnson, yang termasuk dalam bentuk usulan PM bagi referendum kedua.
Lebih 100 anggota parlemen dari Partai Konservatif berkeinginan keluar dari EU, termasuk sejumlah menteri yang duduk bersama-sama PM di Majelis Rendah.
Dalam pernyataannya di majelis, Cameron mengatakan kepada para anggota parlemen, sebagai seorang PM yang tidak akan berusaha terpilih kembali, dirinya "tidak memiliki agenda lain kecuali yang terbaik untuk negara".
Pernyataan tersebut dipandang ditujukan bagi Johnson, yang dituduh sejumlah pihak menempatkan ambisi pribadi daripada prinsipnya terkait keputusannya mendukung usaha keluar dari EU.


Credit  BBC





Seruan AS untuk melayarkan kapal ke Laut Cina Selatan


Pulau Woody atau Yongxing.   
Cina mengerahkan sistem rudah di Pulau Pulau Woody atau Yongxing. 
 
Salah satu komandan senior Angkatan Laut Amerika Serikat meminta Australia dan negara-negara lain untuk melayarkan kapal perang ke dekat pulau-pulau yang masih jadi sengketa di Laut Cina Selatan.
Dalam lawatannya ke Australia, Komandan Armada Ketujuh AS, Laksamana Madya Joseph Aucoin, mengatakan hal tersebut akan membuat salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia menjadi tetap terbuka.
Cina meningkatkan keberadaannya di pulau-pulau yang diklaim oleh beberapa negara, antara lain membangun landasan pacu pesawat maupun pengerahan rudal di salah satu kawasan sengketa, Pulau Woody atau Yongxing.
Vietnam sudah mengajukan protes resmi ke Cina dan PBB terkait pengerahan rudal dengan, antara lain, menyebut Cina mengancam perdamaian.
Laksamana Madya Joseph Aucoin 
Laksamana Madya Joseph Aucoin mengatakan 'tidak membidik' satu negara saja.
Pemerintah Beijing menegaskan bahwa sebagian besar dari wilayah sengketa masuk dalam kedaulatannya.
Sebagai tanggapannya, AS bulan lalu mengerahkan satu kapal perangnya dalam radius 12 mil laut dari Kepulauan Paracel yang termasuk diklaim Cina, yang menurut Washington merupakan perairan internasional.
Laksamana Madya Joseph Aucoin menambahkan langkah itu tidak berarti Amerika Serikat 'membidik' satu negara saja namun agar semua bangsa yang menuntut wilayah itu berhenti untuk mengambil tindakan.
"Yang ingin kami upayakan adalah menjamin semua negara, terlepas dari ukuran dan kekuatannya, bisa mengejar kepentingan mereka berdasarkan undang-undang kelautan yang seharusnya tidak diancam oleh sejumlah tindakan," jelasnya.




Credit BBC





Inikah Kereta Cepat China yang Diinginkan Indonesia?


 
KOMPAS.com / Bambang PJ Kereta cepat China terparkir di stasiun Guangzhou, Rabu (17/2/2016)
 
CB - Musim semi yang masih menyisakan hawa dingin di Liuzhou Provinsi Guangxi, China tak menghentikan rencana Chen Mei Li bepergian ke Guangzhou.

Dia adalah mantan polisi. Perempuan muda itu memilih resign dari pekerjaannya karena tak memiliki harapan mendapatkan gaji yang lebih baik. Sementara, kebutuhan makin mencekik.

Uang pesangon yang dia terima dari Departemen Kepolisian China hanya cukup untuk hidup selama 2 tahun di kota tersebut. Untuk itu, dia memilih keluar dari China dan mencari peruntungan di negara lain.

Chen hijrah ke Australia dan mendaftar sebagai mahasiswa di sana. Uang pesangon yang diterima, dipakai untuk membiayai studinya.

Pagi itu, dia harus segera ke Konjen Australia di Guangzhou guna mengambil visanya yang telah keluar. Untuk menempuh jarak sekitar 500 kilometer, dia memilih kereta cepat.

Chen merasa beruntung negaranya punya kereta cepat. Bukan sebuah proyek mercusuar. Namun infrastruktur itu memang sangat dibutuhkan.

Urusan maha penting bisa segera diselesaikan. Demikian juga dengan urusan visa ke Australia. Dia bisa segera merampungkan proses administrasi tanpa mengalami hambatan jarak.

"Dengan kereta cepat, kami bisa bepergian dari satu daerah ke daerah lainnya dengan lebih cepat. Produktivitas kami, warga China, juga semakin meningkat," ujarnya pekan lalu.

Dalam waktu sekitar 4 jam, dia sudah sampai di Guangzhou. Ini jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan kereta biasa, yang membutuhkan waktu antara 10-12 jam.

Di akhir pembicaraan, dia menyatakan ikut senang bahwa Indonesia akan segera memiliki kereta cepat seperti di negaranya.

Disambut hangat

Berbeda dengan di Indonesia yang masih tarik ulur, kehadiran kereta cepat di China sungguh mendapatkan respon luar biasa.

KOMPAS.com / Bambang PJ Penumpang kereta cepat yang tak mendapatkan kursi harus berdesakan dalam gerbong. Saat itu kereta melaju dengan kecepatan 206 km per jam dari Liuzhou ke Guangzhou, Sabtu (20/2/2016).


Penumpang rela berjejal dan tak mendapatkan kursi agar bisa segera mencapai tujuan. Sebagian besar dari mereka berdiri di bordes (lorong pintu dekat sambungan gerbong).

Seperti yang terlihat pada pagi itu. Warga yang baru saja merayakan tahun baru China, mulai kembali ke kota. Kebanyakan dari mereka adalah para penduduk desa maupun sub-urban yang tinggal di sekitar pusat pertumbuhan ekonomi.

Pemandangan itu makin kentara saat memasuki akhir pekan. Tekanan kerja yang semakin berat membuat banyak pekerja di perkotaan sesegera mungkin pulang ke kampungnya ketika pekerjaan selesai.

Jumlah penumpang kereta cepat terus bertambah. Mengutip catatan Wikipedia.org, saat diinisiasi pada 2007, jumlah penumpang yang diangkut kereta cepat di China baru sebanyak 237.000 orang per hari.

Di akhir 2014, jumlah penumpang melonjak hingga 2,49 juta per hari. Sekaligus, membuat layanan kereta cepat China menjadi yang paling sibuk di dunia.

Pemerintah China memahami kondisi ini. Tak tanggung-tanggung, jaringan kereta cepat terus ditambah untuk membantu pergerakan masyarakat. Hingga Januari 2016, panjang jalur kereta cepat di negara ini telah melampaui 19.000 km .

Panjang jalur itu setara dengan jalur kereta cepat di seluruh dunia di luar China yang digabungkan menjadi satu.

Ke depan, panjang jalur kereta ini akan terus ditambah hingga 30.000 km pada 2020. Sekaligus, jaringan kereta cepat China menyalip Jepang yang lebih dulu mengembangkan moda transportasi ini pada 1960an.

 
KOMPAS.com / Bambang PJ Jalur kereta cepat yang tengah dibangun, Sabtu (20/2/2016)


Di Guangzhou misalnya. Beton-beton dan jalan layang untuk kereta cepat sudah mulai dibangun. Jaringan baru terus dikembangkan sehingga mobilitas warga China bisa lebih dimaksimalkan.

Tak hanya itu, wilayah yang dilintasi jalur kereta cepat ini terlihat bergeliat. Proyek-proyek properti mulai tumbuh di daerah yang dulunya perdesaan.

Memang tak dimungkiri, bahwa kereta cepat di China hadir karena didorong faktor demand. Kehadiran kereta cepat memang sangat dibutuhkan untuk menopang laju ekonomi yang digerakkan oleh industri, ekspor dan investasi langsung.

Kereta ini hadir ketika pertumbuhan ekonomi China sedang tinggi-tingginya, yakni di atas 10 persen.

Lantas untuk Indonesia, apakah kondisinya yang sama dengan China, sehingga kereta cepat perlu segera dibangun?




Credit  KOMPAS.com


Senin, 22 Februari 2016

Protes Disrkiminasi Kasta di India, 19 Orang Tewas




Protes Disrkiminasi Kasta di India, 19 Orang Tewas  
Kerusuhan ini bermula pada Jumat (19/2) lalu, ketika kelompok kasta Jat melakukan unjuk rasa akibat semakin sengitnya persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di kursi pemerintahan dan pendidikan di India. (Reuters/Adnan Abidi)
 
Jakarta, CB -- Setidaknya 19 orang tewas dalam kerusuhan di Haryana, India, yang memuncak pada Minggu kemarin.

"Sembilan belas orang meninggal dan lebih dari 200 lainnya terluka," ujar sekretaris kepala Haryana, P.K. Das, seperti dikutip AFP. Pada Senin (22/2), aksi masih berlangsung namun telah mereda.

Kerusuhan ini bermula pada Jumat lalu, ketika kelompok kasta Jat melakukan unjuk rasa akibat semakin sengitnya persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di kursi pemerintahan dan pendidikan di India.

Komunitas Jat sendiri sebenarnya berasal dari kasta tingkat tinggi di India. Namun, pemerintah memberikan akses lebih luas bagi kasta rendah untuk menghindari tuduhan diskriminasi. Kini, kasta tinggi merasa berada di posisi tidak menguntungkan dan kerap melakukan aksi protes.

Pihak otoritas pun memberlakukan jam malam di Haryana dan beberapa distrik lainnya yang juga dilanda aksi protes.

"Ada kerusuhan lain di sebagian distrik Bhiwani satu malam ini, di mana jam malam masih berlaku. Namun, di beberapa distrik lain, jam malam sudah dicabut," ucap Das.

Das juga mengatakan bahwa kanal pemasok air ke Delhi juga sudah diamankan setelah sebelumnya diblokir oleh para pengunjuk rasa. Aksi ini menyebabkan kekurangan pasokan air di beberapa daerah dan banyak sekolah terpaksa tutup.

"Sebagian besar jalan penghubung sudah dapat beroperasi kembali dan kami harap dapat mengontrol semua situasi pada akhir hari ini," ucap Das.


Credit  CNN Indonesia

Ribuan Warga Jepang Protes Pembangunan Pangkalan Udara AS



Ribuan Warga Jepang Protes Pembangunan Pangkalan Udara AS  
Warga Okonawa mengatakan sudah tak ingin lagi hidup dengan kebisingan, kecelakaan dan kejahatan yang kadang dilakukan oleh anggota militer Amerika Serikat.(Koichi Kamoshida/Getty Images)
 
Jakarta, CB -- Ribuan pengunjuk rasa berkumpul dan mengepung gedung parlemen Jepang pada Minggu dalam aksi untuk menentang rencana pembangunan pangkalan militer Amerika Serikat di pulau selatan Okinawa.

Sekitar 28 ribu orang, menurut media setempat, mengepung bangunan parlemen di Tokyo itu pada Minggu (21/2) dan membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan "tidak ada lagi pangkalan Amerika Serikat di Okinawa" dan "turuti keinginan Okinawa".

Banyak di antara demonstran mengenakan pakaian biru, warna yang menandakan dukungan bagi pulau tersebut.

Pihak kepolisian tidak memberikan perkiraan jumlah warga yang ikut dalam demonstrasi terbaru dari serangkaian protes yang telah berlangsung lama.

Okinawa hanya kurang dari satu persen dari keseluruhan total daratan Jepang, namun wilayah itu menjadi lokasi sekitar 75 persen fasilitas militer AS di Jepang.

Pemerintah pusat berencana membangun sebuah pangkalan udara Marinir AS yang baru di wilayah terpencil pulau tersebut untuk menggantikan pangkalan udara AS, Futenma, di Ginowan. Ginowan adalah wilayah padat penduduk, sehingga pangkalan militer dilihat sebagai ancaman bagi warga sipil.

Namun gubernur Okinawa, Takeshi Onaga, beserta banyak penduduk pulau itu menginginkan pengganti pangkalan Futenma dibangun di luar Okinawa, di tempat lain di Jepang atau bahkan di luar negeri.

Mereka mengatakan sudah tak ingin lagi hidup dengan kebisingan, kecelakaan dan kejahatan yang kadang dilakukan oleh anggota militer Amerika Serikat.

Jepang dan AS pertama kali mengajukan untuk memindahkan Futenma pada 1996. Namun, keduanya bersikeras bahwa pangkalan pengganti harus tetap berada di Okinawa. Dari lokasi itu, pasukan dan pesawat AS dapat memberikan respons cepat jika ada potensi konflik di wilayah Asia.


Credit  CNN Indonesia

Ekspor Senjata China Meningkat Dua Kali Lipat


Ekspor Senjata China Meningkat Dua Kali Lipat 
 Ekspor senjata China meningkat dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. (Reuters/Stringer)
 
Jakarta, CB -- Ekspor senjata China meningkat hingga dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, sementara impor menurun. Hal ini menunjukkan kemajuan China dalam produksi senjata di dalam negeri, dan berkurangnya ketergantungan Tiongkok dari produsen senjata asing, menempatkan negara itu dalam posisi ketiga eksportir senjata terbesar dunia.

Menurut laporan Stockholm International Peace Research Institute, SIPRI, seperti dikutip Reuters pada Senin (22/2), ekspor senjata China meningkat hingga 88 persen pada rentang 2011-2015, dua kali lipat di banding periode lima tahun sebelumnya.

Ekspor China mencakup 5,9 persen ekspor senjata global, ketiga terbesar setelah Rusia sebanyak 28 persen dan Amerika Serikat 27 persen. Posisi keempat dan kelima ekspor senjata dunia ditempati Perancis dan Jerman.
Dalam rentang periode lima tahun terakhir, impor senjata China turun 25 persen dibanding lima tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan pertumbuhan produksi senjata China yang pesat sehingga tidak mengandalkan impor dari negara lain, walau menurut SIPRI masih ada berbagai kelemahannya.

"China sampai 10 tahun lalu hanya mampu memberikan perlengkapan berteknologi rendah. Namun sekarang itu berubah," kata Siemon Wezeman, peneliti senior di Program Pengeluaran Militer dan Persenjataan SIPRI.

"Perlengkapan yang mereka produksi jauh lebih canggih dibanding 10 tahun lalu dan menarik perhatian dari pasar yang lebih besar," lanjut Wezeman.

Kemajuan China di bidang pertahanan tidak terlepas dari investasi miliaran dolar negara itu dalam meningkatkan industri senjata dalam negeri, terutama dalam memenuhi ambisi maritim di Laut China Selatan dan Samudera Hindia. Total anggaran pertahanan China di tahun 2015 mencapai 886,9 miliar yuan, naik 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, China menjual senjata lebih murah dibanding negara lain. China kebanyakan menjual senjata ke negara-negara Asia dan Oseania. Pakistan merupakan pembeli terbesar senjata dengan 35 persen nilai ekspor China, disusul oleh Bangladesh dan Myanmar.

Pakistan adalah salah satu sekutu utama China. Kedekatan kedua negara membuat India yang memiliki sengketa perbatasan dengan Pakistan waspada. India sebagai negara pemilik senjata nuklir kini juga mulai gencar mengembangkan industri pertahanan mereka.

SIPRI menyebutkan, China sendiri masih bergantung pada impor untuk beberapa perangkat militer, di antaranya pesawat transportasi, helikopter, serta mesin untuk pesawat, kendaraan tempur dan kapal perang.

China yang merupakan negara ekonomi terbesar kedua dunia pada 2015 telah menandatangani pembelian sistem pertahanan udara dan puluhan jet tempur dari Rusia, pemasok senjata terbesar Tiongkok.


Credit  CNN Indonesia









Indonesia Bukan Lagi Importir Top Senjata Dunia


Indonesia Bukan Lagi Importir Top Senjata Dunia
Daftar peningkatan impor dan ekspor senjata dunia. | (DW/SIPRI)

JAKARTA - Sebuah data yang dirilis Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada Senin (22/2/2016) menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi negara importir senjata terkemuka di dunia pada periode 2011-2015.

Padahal, pada Maret 2015 lalu, IHS Jane menempatkan Indonesia sebagai importir nomor delapan terbesar di dunia.

Sindonews, melihat daftar enam dari 10 importir senjata terbesar di dunia pada periode lima tahun yaitu 2011-2015 berada di Asia dan Oceania. Urutannya, India (14% dari impor senjata global), China (4,7%), Australia (3,6 %), Pakistan ( 3,3 %), Vietnam (2,9 %) dan Korsea Selatan (2,6 %).


China terus memperluas kemampuan militernya dengan senjata yang diimpor dan diproduksi di dalam negeri, "kata Siemon Wezeman, Peneliti Senior SIPRI Arms and Military Expenditure Programme.

Empat importir top senjata lainnya didominasi negara-negara Timur Tengah. Arab Saudi tercatat sebagai pengimpor senjata terbesar kedua di dunia, dengan nilai impor meningkat 275% persen pada periode 2011-2015 dibandingkan dengan periode 2006-2010. Pada periode yang sama, impor senjata oleh Uni Emirat Arab naik 35%, Mesir meningkat 37% dan Turki yang juga meningkat beberapa persen.

Sebuah koalisi negara-negara Arab adalah meletakkan (impor senjata) terutama pada Amerika Serikat dan Eropa, sumber senjata canggih yang mulai digunakan di Yaman,” ujar Pieter Wezeman,yang juga  Peneliti Senior SIPRI Arms and Military Expenditure Programme.

Meskipun harga minyak yang rendah, pengiriman senjata dalam jumlah besar ke Timur Tengah dijadwalkan untuk melanjutkan sebagai bagian dari kontrak yang ditandatangani dalam lima tahun terakhir,” lanjut Pieter.

Eksportir Top


Sementara itu, Amerika Serikat (AS) tetap menjadi eksportir senjata nomor satu di dunia. Total peningkatan eskpor senjata AS periode 2011-2016 meningkat 33 persen dibanding periode 2006-2010.

Di urutan kedua, tercatat Rusia yang mengalami peningkatan 27 persen pada perbandingan periode yang sama. Eksportir top lainnya adalah Prancis dan Jerman.

Karena konflik regional dan ketegangan terus meningkat, Amerika Serikat tetap pemasok senjata global terkemuka dengan margin yang signifikan,” kata Dr Aude Fleurant, Direktur SIPRI Arms and Military Expenditure Programme.



Credit  Sindonews





Jika Lakukan Invasi, Suriah Anggap Saudi-Turki Teroris


Jika Lakukan Invasi Suriah Anggap Saudi Turki Teroris
Presiden Suriah Bashar al-Assad menegaskan, jika Arab Saudi dan Turki tetap ngotot melakukan invasi ke Suriah, maka kedua negara tersebut akan dianggap sebagai teroris. (Istimewa)

DAMASKUS -  Presiden Suriah Bashar al-Assad menegaskan, jika Arab Saudi dan Turki tetap ngotot melakukan invasi ke Suriah, maka kedua negara tersebut akan dianggap sebagai teroris. Ini artinya, Suriah akan turut menyerang pasukan dari kedua negara tersebut.

Assad beragumen, tidak ada satupun negara yang di dunia ini yang boleh ikut campur urusan dalam negeri Suriah, tanpa seizin pemerintah Suriah. Jika ada yang melakukannya, maka Suriah akan menganggap pihak tersebut sebagai musuh.

"Jika ini terjadi, kami akan memperlakukan mereka sebagai teroris. Kami membela negara kami, tidak ada yang memiliki hak untuk ikut campur di Suriah, tidak dari sudut pandang politik, atau dari sudut pandang militer," kata Assad.

"Ini akan menjadi pelanggaran hukum internasional, dan bagi kami, serta untuk warga Suriah, satu-satunya kemungkinan adalah untuk membela tanah air kami," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (21/2).

Dirinya juga menurutkan, Turki adalah salah satu negara yang sudah terlibat dalam konflik di Suriah, sejak konflik pecah pada tahun 2011 lalu. Menurutnya, Turki sudah mengekspor senjata dan teroris sedari awal.



Credit  Sindonews








Rusia dan Turki Ribut, NATO Isyaratkan Tolak Bela Ankara


Rusia dan Turki Ribut NATO Isyaratkan Tolak Bela Ankara
NATO isyaratkan tak bela Ankara dalam konflik Turki dan Rusia. | (Sindonews/Ian)

BERLIN - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengisyaratkan, aliansi tidak akan mendukung Turki yang terlibat konflik dengan Rusia di Suriah.

NATO hanya akan menjalankan pasal 5 perjanjian aliansi, di mana NATO bersedia turun tangan jika anggotanya diserang oleh negara lain. Namun, dalam kasus konflik Turki dan Rusia pihak Ankara yang dianggap memprovokasi.

Pada November 2015 lalu, Turki menembak jatuh sebuah pesawat jet pengebom Rusia yang terbang melalui wilayah udara Suriah. Banyak pihak takut bahwa insiden itu memicu perang hebat antara Moskow dan Ankara. Hubungan kedua negara sampai saat ini tetap “dingin”.


Turki juga mengerahkan pasukan daratnya di dekat perbatasan Suriah. Bahkan, rezim Pemerintah Presiden Bashar Al-Assad, sudah menuduh Turki meluncurkan serangan yang dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan Suriah. Tindakan Turki itu juga dikecam Rusia yang merupakan sekutu Suriah.

Angkatan bersenjata dari dua negara (Turki dan Suriah), keduanya aktif dalam pertempuran sengit di perbatasan Turki-Suriah dalam beberapa kasus, hanya beberapa kilometer dari satu sama lain,kata seorang pejabat NATO kepada Der Spiegel.


Para pemimpin Eropa sudah menegaskan bahwa mereka tidak tertarik untuk berpartisipasi dalam perang yang akan dibuat oleh Turki.


NATO tidak bisa membiarkan dirinya ditarik ke eskalasi militer dengan Rusia sebagai akibat dari ketegangan baru antara Rusia dan Turki, kata Menteri Luar Negeri Luksemburg; Jean Asselborn kepada Der Spiegel.


Pasal 5, menekankan bahwa jaminan hanya berlaku ketika negara anggota jelas diserang,” lanjut Asselborn.


Seorang diplomat Jerman yang berbicara dalam kondisi anonim, juga setuju bahwa NATO tidak perlu terlibat dalam konflik Turki dan Rusia. ”Kami tidak akan membayar harga untuk perang yang dimulai oleh orang Turki,” kata diplomat Berlin itu.

Sekjen NATO, Jens Stolterberg  pernah memperingatkan Turki untuk menghindari insiden dengan Rusia. Peringatan itu disampaikan sesaat setelah Turki menembak jatuh pesawat jet pengebom Rusia yang menjalankan misi tempur di Suriah.

Kita harus menghindari situasi itu, insiden, kecelakaan lepas kendali,kata Stoltenberg kala itu. ”Saya pikir saya sudah menyatakan dengan sangat jelas bahwa kami menyerukan tenang dan de-eskalasi. Ini adalah situasi yang serius,” ujarnya.

Pada hari Jumat kemarin, Presiden Prancis, Francois Hollande, juga menekankan perlunya untuk mencegah konflik antara Moskow dan Ankara. Ada risiko perang antara Turki dan Rusia," katanya dalam sebuah wawancara dengan radio Prancis, Inter.


Rusia sendiri mulai jengkel dengan tindakan militer Turki di perbatasan Suriah-Turki. Rusia telah menyerukan digelar pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk mengatasi keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di perbatasan itu.


Situasi ini menjadi lebih tegang karena meningkatnya ketegangan di perbatasan Suriah-Turki dan Turki menyatakan rencananya untuk mengirim pasukan ke Suriah utara,” bunyi pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip Sputniknews, Sabtu (20/2/2016).



Credit  Sindonews





Baru Berumur 4 Tahun, Bocah di Mesir Dipenjara Seumur Hidup


Baru Berumur 4 Tahun Bocah di Mesir Dipenjara Seumur Hidup
Bocah empat tahun di Mesir divonis penjara seumur hidup. | (Flickr/ Thomas Hawk)

KAIRO - Seorang bocah yang baru berumur empat tahun di Mesir dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan pembunuhan. Kasus itu terjadi, ketika si bocah baru berumur dua tahun saat demo besar pecah di Kairo.

Bocah yang bahkan belum cukup umur untuk masuk sekolah dasar (SD) itu bernama Ahmed Mansour Karni. Dia dihukum melalui pengadilan in absentia pada pekan ini di pengadilan militer di Kairo barat.

Bocah itu satu di antara 116 orang yang dijatuhi hukuman serupa.

Selain tuduhan pembunuhan, dia juga dituduh menganggu perdamaian dan perusakan fasilitas milik negara ketika protes berlangsung pada Januari 2014.

Menurut laporan Middle East Eye, dalam pengadilan, Karni didakwa dengan empat tuduhan pembunuhan, delapan tuduhan percobaan pembunuhan, perusakan properti milik Administrasi Kesehatan Mesir, mengancam tentara dan polisi dan perusakan terhadap kendaraan pasukan keamanan Mesir.

Pengacaranya, Mohammed Abu Hurira, menyindir kasus bocah itu mungkin membuktikan bahwa “Mesir diperintah oleh orang gila”.

Tidak ada keadilan di Mesir,” kata Hurira, kepada Jerusalem Post. "Tidak ada alasan. Logika bunuh diri beberapa waktu lalu. Mesir gila. Mesir diperintah oleh sekelompok orang gila,” katanya.

Pengacara lainnya, Faisal a-Sayd, menyodorkan akte kelahiran anak itu di pengadilan untuk membuktikan terdakwa belum cukup umur. Tetapi, hakim tidak membacanya.


Akte kelahiran bocah Ahmed Mansour Karni ini disajikan setelah pasukan keamanan negara menambahkan namanya ke daftar terdakwa, tapi kemudian kasus itu dipindahkan ke pengadilan militer dan anak dijatuhi hukuman dalam persidangan in absentia berikutnya,” ujar a-Sayd.

Ini membuktikan bahwa hakim tidak membaca kasus ini,” imbuh dia.

Amnesty International melaporkan bahwa Karni bukanlah anak pertama yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Organisasi itu melaporkan bahwa pada bulan November, sebuah pengadilan di Alexandria menghukum penjara terhadap 78 anak, yang di antaranya berusia dua dan lima tahun karena ikut demo mendukung Mohamed Morsi—presiden terguling Mesir.





Credit  Sindonews




Misi ke Mars, NASA 'Kebanjiran' 18.300 Pelamar Astronot

Jumlah lamaran tersebut menjadi yang paling banyak sejak 1978.

Misi ke Mars, NASA 'Kebanjiran' 18.300 Pelamar Astronot
Perpisahan Mengharukan Jelang Misi Penerbangan Luar Angkasa (REUTERS/Shamil Zhumatov)
CB – Lebih dari 18.300 orang mengajukan diri untuk melamar sebagai astronot Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Jumlah lamaran tersebut menjadi yang paling banyak sejak 1978.
Pada akhir 1970-an itu lamaran yang masuk mencapai 8.000 orang. Saat itu pembukaan 'lowongan' astronot tersebut diperbolehkan untuk pertama kalinya bagi kaum hawa. Meningkatnya peminat para penjelajah ruang angkasa di bawah bendera NASA ini diduga karena program misi berawak ke Planet Mars.
"Ini sama sekali tidak mengejutkan saya, bahwa begitu banyak orang Amerika dari berbagi latar belakang ingin secara pribadi berkontribusi dalam perjalanan NASA ke Mars," ujar Administrator NASA, Charles Bolden dalam pernyataannya dilansir dari Discovery, Senin 22 Februari 2016.
Diketahui, lowongan astronot NASA ini dibuka sejak 14 Desember 2015 hingga ditutup 18 Februari 2016. Hasilnya, jumlah pelamar tiga kali lipat dari jumlah pada 2012. Empat tahun lalu, orang yang ingin mengikuti kelas astronot sampai lebih dari 6.300 orang atau menjadi total jumlah pelamar ketiga terbesar yang diterima NASA.
"Beberapa pria dan wanita yang berbakat dan menjadi terpilih menjadi astronot akan diterbangkan dari tanah Amerika pada pesawat buatan Amerika sendiri," ungkap Bolden yang juga seorang mantan astronot NASA sejak 1980.
Para pelamar astronot lebih dari 18.300 orang tersebut akan diseleksi oleh NASA secara ketat selama 18 bulan ke depan. Badan antariksa negeri Paman Sam itu akan mengerucutkan jumlah kandidat hingga mencapai 14 orang saja, sebelum memulai proses latihan astronot yang sesungguhnya.
Proses latihan astronot itu akan memakan waktu sekitar dua tahun, termasuk soal pelatihan sistem pesawat ulak-alik, keterampilan spacewalking (berjalan di antariksa) kerja sama tim, bahasa Rusia, dan keterampilan lainnya untuk menunjang 'bertahan hidup' di ruang hampa.
Pada akhirnya, mereka yang terpilih akan mengisi program menjalani tugas di Stasiun Luar Angkaa Internasional (ISS), pesawat ruang angkasa Orion, atau kru dari Boeing CST-100 Starliner atau SpaceX.
Diinformasikan, Orion yang tak lain adalah mega roket yang pernah ada dan pembangunannya akan dimulai awal 2020. Orion akan diisikan empat awak yang diperuntukkan sebagai modul habitat untuk melakukan perjalanan panjang selama 21 hari ke Planet Mars. Sedangkan, kru Starliner nantinya akan membawa empat astronot ke ISS dalam rangka program awak komersil.
"Begitu banyak orang mengikuti kesempatan ini untuk menjadi bagian dari misi menarik NASA. Saya berharap bertemu pria dan wanita cukup berbakat sebagai astronot yang luar biasa," ucap Brian Kelly, Direktur Operasi Penerbangan di Johnson Space Center, NASA.



Credit  VIVA.co.id






Terekam Suara 'Musik' Aneh di Sisi Gelap Bulan

Suara aneh di Bulan itu terekam awak Apollo 10.

Terekam Suara 'Musik' Aneh di Sisi Gelap Bulan
Ilustrasi Bulan dan Bumi (BBC)
CB - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis dokumen misterius yang selama lebih dari 40 tahun disimpan secara rapat. Dokumen yang dimaksud yaitu rekaman suara aneh, mirip suara 'musik' yang terdengar di area sisi gelap bulan.

Dikutip dari International Business Times, Senin 22 Februari 2016, suara musik aneh yang dimaksud itu terdengar oleh awak misi Apollo 10 yang diluncurkan pada 1969.

Suara 'musik' itu terdengar oleh beberapa awal misi tersebut saat mereka di luar jangkauan siaran komunikasi radio di bumi.

Dokumen tersebut menceritakan, dua bulan sebelum misi Apollo 11 mendaratkan dua awak di permukaan bulan, kru Apollo 10 memasuki orbit satelit bumi itu. Misi memasuki orbit ini disebutkan sebagai 'gladi resik' sebelum mendaratkan awak di permukaan bulan.

Saat itu, kru misi Apollo 10 terdiri dari komandan Thomas P. Stafford, komando pilot modul John W. Young, pilot modul bulan Eugene A. Cernan. Misi 'gladi resik' tersebut berlangsung selama sejam di area sisi gelap bulan.

Nah, saat para kru tersebut di luar jangkauan kontak radio kendali misi NASA di daratan, tiba-tiba terdengar suara aneh masuk. Dalam transkrip yang muncul digambarkan, tiga kru bingung dengan siapa yang dibalik munculnya suara tersebut.

"Anda mendengar suara itu? Itu suara siulan? Whooooooo!" kata salah satu kru.

Kemudian komentar itu dibalas oleh kru lainnya.

"Anda tahu, itu terdengar seperti jenis musik antariksa," kata kru lainnya tersebut.

Kemudian kru satunya menanggapi.

"Saya katakan kepadamu, musik itu sangat aneh," kata dia.

Kru tersebut mengatakan tak seorang pun yang meyakini temuan dan pengalaman aneh mereka.

Menanggapi pengalaman misi kru Apollo 10 itu, astronot Al Worden yang ada dalam tim Apollo 15 meyakini munculnya suara itu menunjukkan ada sumber misteri. Secara logis, Al Worden mengatakan, jika ada sesuatu yang terekam berarti ada sesuatu di sana.

Berbagai dugaan pun muncul menjelaskan fenomena suara 'musik' aneh tersebut. Salah satu penjelasannya yaitu kemungkinan karena ada medan magnetik dan gangguan atmosfer bulan.

Tapi para ahli sejauh ini membantah dugaan tersebut. Ahli mengatakan bulan tak memiliki medan magnetik dan disebutkan atmosfer di satelit bumi itu tak cukup untuk menghasilkan sebuah gangguan. Sampai kini suara 'musik' itu belum bisa dikuak.






Credit  VIVA.co.id







Gandeng Bombardier, SAAB Pasarkan Pesawat Intai GlobalEye

Gandeng Bombardier, SAAB Pasarkan Pesawat Intai GlobalEye

GlobalEye, pesawat intai terbaru yang diluncurkan perusahaan alusista asal Swedia, SAAB. Pesawat yang merupakan gabungan teknologi radar Erieye dengan pesawat bikinan perusahaan asal Kanada, Bombardier yaitu Global 6000 ini berkapasitas dan kapabilitas yang lebih luas, serta mampu beroperasi selama 11 jam. Pemerintah Uni Emirat Arab telah memesan dua unit pesawat ini dengan nilai US$ 1,2 miliar. DOC. SAAB
CB, Changi - Perusahaan Alutsista asal Swedia, Svenska Aeroplan Aktiebolaget atau SAAB, meluncurkan teknologi terbaru pesawat intai maritim bernama GlobalEye, yang telah dipesan sebanyak dua unit oleh Uni Emirat Arab senilai US$ 1,2 miliar.

Pesawat intai ini dirancang menggunakan pesawat buatan perusahaan asal Kanada, Bombardier jenis Global 6000, yang sekaligus meningkatkan kemampuan radar teknologi Airborne Early Warning and Control atau AEW&C.  

SAAB sebelumnya sudah pernah membuat pesawat intai menggunakan pesawat jenis SAAB 340, SAAB 2000, dan buatan perusahaan Brasil, Embraer E145. Pesawat intai, yang telah dibeli beberapa negara termasuk Thailand dan Brasil, tersebut bernama Erieye. Global Eye dapat disebut sebagai Erieye ER atau Extende Range karena jangkauan intainya lebih luas.

"GlobalEye memberikan pendeteksian jarak jauh yang dapat melakukan pengawasan, pendeteksian, dan pelacakan di udara, darat, dan maritim dari sebuah sistem kendali” kata Head of Electronic Defence Systems Micael Johansson dalam acara Singapore Airshow, Selasa, 16 Februari 2016.

Menurut Johansson, GlobalEye adalah solusi pertahanan multiperan di seluruh wilayah di sebuah negara. Dalam pengawasan di darat, GlobalEye, yang mampu mengangkasa selama 11 jam, dapat menggunakan Ground Moving Target Indicator untuk mendeteksi gerakan asing, bahan untuk target kecil.

Johansson juga mengklaim, GlobalEye dapat menemukan obyek asing atau senjata tempur musuh berkemampuan siluman atau mata-mata yang masuk wilayah negara. Bahkan, pesawat intai tersebut mampu mengetahui keberadaan sebuah kapal selam asing dengan menangkap periskop kapal yang sesekali muncul ke permukaan laut. "Bahkan saat musuh mengacaukan jaringan atau jamming," kata Johansson.

Kepala Kantor Perwakilan SAAB di Indonesia Peter Carlqvist mengatakan teknologi pesawat intai seperti Erieye dan GlobalEye sangat baik untuk kondisi Indonesia yang terdiri atas wilayah kepulauan. Pesawat intai ini dapat menangkal segala upaya illegal fishing yang banyak menyerang dari sisi perbatasan.

"Keunggulannya, informasi dari Erieye bisa langsung dikomunikasikan ke pesawat tempur atau kapal patroli untuk mengusir penangkapan ikan liar dan bajak laut," kata Carlqvist.

Saat ini, Indonesia memiliki armada patroli maritim, yaitu Boeing 737 Surveillance dari Skuadron Udara V Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin. Tiga unit pesawat yang sudah digunakan sejak 1982 ini masih memakai teknologi radar lama.



Credit  TEMPO.CO





Bikin R80, Ilham Habibie Minta Jaminan Aturan

Bikin R80, Ilham Habibie Minta Jaminan Aturan

Ilham Habibie. TEMPO/Budi Yanto
 
CB, Changi - Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI) Ilham Habibie mengatakan perusahaan produsen pesawat dalam negeri butuh jaminan aturan berupa undang-undang, yang dinilai lebih kuat dibanding aturan lain, seperti peraturan presiden, keputusan presiden, atau peraturan menteri. Aturan tersebut, menurut dia, lebih dibutuhkan RAI dalam pembangunan pesawat jenis R80 selain dukungan finansial.

"Presiden Joko Widodo sudah mendukung, seperti dalam suratnya kepada REI pada Oktober lalu," ucap Ilham dalam acara Singapore Airshow, 16 Februari 2016. "Tapi, detailnya seperti apa, belum jelas."

Salah satu jaminan yang diharapkan dari pemerintah adalah penerapan pajak bagi onderdil pesawat yang harus dibeli RAI secara impor dari luar negeri. Menurut Ilham, aturan tersebut sangat memberatkan karena semakin meningkatkan biaya produksi yang juga bakal berefek pada lonjakan harga pesawat. "Pesawat kami nantinya jadi kurang kompetitif harganya," ujar Ilham.

R80 digadang-gadang sebagai pesawat canggih dengan teknologi fly by wire atau dikendalikan secara elektronik yang juga irit bahan bakar karena menggunakan baling-baling atau turboprop. Pesawat ini juga diklaim mampu mengalahkan saingannya, ATR 72, milik perusahaan konsorsium Italia-Prancis yang berukuran lebih kecil dengan kapasitas maksimal hanya 72 penumpang.

Pesawat dengan biaya pembuatan mencapai US$ 700 per unit tersebut melibatkan 70 insinyur mesin lokal. RAI akan langsung memproduksi 200 unit pesawat, 145 unit di antaranya telah dipesan tiga perusahaan, yaitu AirNam sebanyak 100 unit, Kalstar Asia (25), dan Trigana Air (20). "Harganya US$ 22-25 miliar," kata Ilham.


Credit  TEMPO.CO





Singapore Airshow, Ilham Habibie Temui Dua Perusahaan Mesin

Singapore Airshow, Ilham Habibie Temui Dua Perusahaan Mesin

Ilham Akbar Habibie. ANTARA/Jafkhairi
 
 
CB, Changi - Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI) Ilham Habibie menemui petinggi dua perusahaan mesin pesawat terbang dalam rangkaian acara Singapore Airshow. Putra Presiden RI ketiga tersebut tengah melakukan lobi dan negosiasi untuk menentukan mesin yang akan digunakan pesawat buatan dalam negeri, R80, yaitu Pratt and Whitney PW-150 dan Rolls Royce AE2100.

"Kemarin bertemu dengan Pratt, besok bertemu dengan Rolls," kata Ilham di Changi Exhibition Centre, Rabu, 17 Februari 2016.

Meski bakal menjadi pesawat buatan asli Indonesia, R80 belum bisa 100 persen menggunakan produk dalam negeri. Pasalnya, sejumlah teknologi utama mesin pesawat belum diproduksi perusahaan dalam negeri. Menurut Ilham, ada empat bagian komponen utama yang tetap harus memakai produk asing, yaitu mesin utama, kopit pilot, control flight system, dan mesin landas.

Ilham berujar, pembuatan R80 sudah rampung 80 persen pada tahap desain awal. Sedangkan tahap desain rinci atau penyerahan gambar detail pesawat kepada operator rencananya baru awal tahun mendatang. Menurut Ilham, saat ini RAI masih belum menentukan banyak keputusan strategis, termasuk rekanan dan tenaga ahli yang akan digandeng membangun pesawat yang rencananya mulai terbang pada 2019 tersebut.

R80 digadang-gadang sebagai pesawat canggih dengan teknologi fly by wire atau dikendalikan secara elektronik yang juga irit bahan bakar karena menggunakan baling-baling atau turboprop. Pesawat ini juga diklaim mampu mengalahkan saingannya, ATR 72, milik perusahaan konsorsium Italia-Prancis yang berukuran lebih kecil dengan kapasitas maksimal hanya 72 penumpang.

"Jumlah kursinya bergantung pada permintaan klien," kata Ilham. "Meski daya tampungnya hanya 80-90 kursi, R80 bisa dipasangi kursi hingga lebih dari seratus."

Pesawat dengan biaya pembuatan mencapai US$ 700 per unit tersebut melibatkan 70 insinyur mesin lokal. RAI akan langsung memproduksi 200 unit pesawat, 145 unit di antaranya telah dipesan tiga perusahaan, yaitu AirNam sebanyak 100 unit, Kalstar Asia (25), dan Trigana Air (20).

Credit  TEMPO.CO




Virgin Galactic Two Siap Membawa Turis ke Luar Angkasa

Virgin Galactic Two Siap Membawa Turis ke Luar Angkasa
Sir Richard Branson berpose di depan Virgin Galactic SpaceShipTwodi Mojave, California, 20 Februari 2016. Pesawat Virgin Galactic pertama mengalami kecelakaan dan jatuh serta menewaskan kedua pilotnya, pada 2014. AP/Mark J. Terrill

Virgin Galactic Two Siap Membawa Turis ke Luar Angkasa
Sir Richard Branson memimpin peluncuran Virgin Galactic SpaceShipTwo di Mojave, California, 20 Februari 2016. Pesawat ini dapat membawa enam turis ke luar angkasa dalam penerbangan selama lima menit. AP/Mark J. Terrill

Virgin Galactic Two Siap Membawa Turis ke Luar Angkasa
Putra Richard Branson, Sam Branson (kiri) dan istrinya menolong anak mereka, Eva-Deia meresmikan Virgin Galactic SpaceShipTwo di Mojave, California, 20 Februari 2016. Pesawat ini akan melakukan uji coba terbang, seblum membawa turis ke luar angkasa. AP/Mark J. Terrill


Virgin Galactic Two Siap Membawa Turis ke Luar Angkasa
Virgin Galactic SpaceShipTwo mampu terbang hingga ketinggian 62 mil atau 100 km. Pesawat ini diawaki oleh dua pilot dan membawa enam penumpang dalam penerbangan luar angkasa sub orbital. twitter.com

Virgin Galactic Two Siap Membawa Turis ke Luar Angkasa
Penerbangan luar angkasa sub obital Virgin Galactic SpaceShipTwo adalah pesawat meluncur dari bumi hingga mencapai ketinggian 62 mil atau 100 km dan kemudian kembali ke bumi. Penerbangan ini memakan waktu lima menit. twitter.com

Virgin Galactic Two Siap Membawa Turis ke Luar Angkasa
Sir Richard Branson bersama karyawan berpose di depan Virgin Galactic SpaceShipTwo di Mojave, California, 20 Februari 2016. Pesawat ini akan membawa turis dalam pernerbangan luar angkasa sub orbital. AP/Mark J. Terrill









Credit  Tempo.co



Mengenal Senapan Runduk Kaliber .338


Mengenal Senapan Runduk Kaliber .338
Media Inggris, Daily Mirror, edisi 14 Februari 2016, menulis bahwa sniper SAS berhasil menembak mati salah seorang komandan ISIS di kamp pelatihan di Suriah dari jarak 1.200 meter. Anggota pasukan khuisus Inggris tersebut menggunakan senapan DAN.338 yang dilengkapi perendam suara dan penghilang flash dari laras. Kaliber 338 merupakan senapan runduk menengah yang berada di antara kaliber 7,62 mm yang jangkauannya tidak jauh dan kaliber 12,7 mm yang berat dan besar sehingga kurang mobilitas. Senapan runduk 338 dirancang ringan, kompak, dan memiliki jangkauan yang jauh. Peluru kaliber .338 Lapua Magnum dianggap lebih powerfull. IWI

Mengenal Senapan Runduk Kaliber .338
Industri pertahanan Israel, IWI (Israel Weapon Industries) memperkenalkan senapan sniper DAN .338 pada Eurosatory 2014. IWI menyebutkan bahwa pengembangan senapan khusus sniper ini bekerja sama dengan unit operasi khusus Israel Defense Forces. Senapan ini disukai para sniper karena memiliki jangkauan yang jauh, hingga 1.200 m, dan sangat presisi. Senapan ini dirancang kompak dan ringan. Chassis senapan terbuat dari alumunium dengan berat 6,9 kg, tanpa magazine, amunisi, teleskop, dan mount. janes.com


Mengenal Senapan Runduk Kaliber .338
AWM (Arctic Warfare Magnum) .338 merupakan salah satu senapan runduk terkenal yang banyak dipakai pasukan khusus di sejumlah negara. Dua pasukan khusus Indonesia, Kopaska dan Kopassus, juga menggunakan senapan buatan Accuracy International, sebuah perusahan senjata Inggris. Senapan ini menggunakan amunisi .338 Lapua Magnum yang telah terbukti dalam perang di Irak dan Afghanistan. Sniper Inggris mengatakan bahwa amunisi .338 Lapua Magnum dapat menjangkau target sejauh 1.600 m. Magazine senapan ini memuat lima peluru. awgun.ru


Mengenal Senapan Runduk Kaliber .338
Industri senjata Barrett terkenal dengan senapan semi-otomatis .50 BMG. Senapan terbaru mereka adalah Barrett MRAD (Multi-Role Adaptive Desain) yang menggunakan amunisi .338 Lapua Magnum. Barrett MRAD dikembangkan dari senapan Barrett 98b dengan sejumlah modifikasi dan perbaikan. Senjata runduk ini meraih Rifle of the Year 2012 dari NRA. Dengan amunisi .338 Lapua Magnum, MRAD dapat menjangkau target sejauh 1.500 m dengan akurasi 0.5 MOA (minute of arc). Barrett membuat senapa ini setelah United States Special Operations Command (USSOCOM) memerlukan senapan baru untuk operasi pasukan khusus, pada 2009. reddit.com

Mengenal Senapan Runduk Kaliber .338
Senapan runduk buatan Prancis PGM .338 dikenal juga dengan nama PGM .338 Lapua Magnum atau PGM Mini-Hecate. Senapan yang menggunaka peluru kaliber .338 mampu membunuh target sejauh 1.200 - 1.500 meter. PGM 338 dirancang sebagai senapan anti personel yang bekerja pada jarak tembak antara 500 sampai 1.400 meter dengan tingkat akurasi 0,5 MOA (Minute of Arc). 1 MOA sama dengan1/60 kali satu derajat. Jadi senapan runduk ini sangat akurat. PGM .338 masih dapat menembak target sejauh 1.500 m dengan baik. Senapan rancangan Chris L. Movigliatti memiliki bobot 6,5 kg. wikipedia.org

Mengenal Senapan Runduk Kaliber .338
TRG-42 adalah senapan runduk jarak jauh yang presisi buatan SAKO, Finlandia. Senapan ini merupakan pengembangan dari TRG-41. Sako TRG-42 menggunakan amunisi Lapua Magnum kaliber .338 dan memiliki jangkauan 1.500 meter. Magazine senapan berisi lima butir peluru. Senapan runduk ini dilengkapi dengan peredam suara dan penghilang cahaya yang dihasilkan dari tembakan, bagian ini dapat dilepas pasang. TRG-42 menggunakan alat bidik standar buatan Zeiss atau Schmidt & Bender PM. wikipedia.org













Credit  tempo.co









Akankah Rusia Bertempur Melawan Turki?



Putin Erdogan Russia Turkey
Russia's President Vladimir Putin (L) talks with Turkey's Prime Minister Tayyip Erdogan after their news conference in Istanbul December 3, 2012 Sumber: Reuters


Sejak memburuknya hubungan Rusia dan Turki, pertanyaan mengenai kemungkinan konflik bersenjata antara kedua negara kerap menyeruak. RBTH bertanya kepada para pakar militer Rusia dan Turki terkait potensi terjadinya hal tersebut dan apa skenario yang mungkin terjadi.
Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Turki menyiapkan intervensi militer di Suriah.
“Kami memiliki alasan serius untuk menduga Turki melakukan persiapan intensif guna melakukan invasi militer terhadap negara yang berdaulat — Republik Arab Suriah,” kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan resmi pada 4 Februari lalu.
Kementerian Pertahanan Rusia juga meluncurkan gambar yang menunjukkan peningkatan aktivitas angkatan bersenjata Turki di perbatasan Turki-Suriah.
“Pada masa perang, ini adalah cara untuk mempersiapkan infrasturktur transportasi sebelum intervensi militer. Lokasi semacam ini digunakan untuk memastikan gerak cepat konvoi militer yang mengangkut amunisi dan senjata ke zona perang, serta upaya relokasi dan evakuasi personel,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan.  
Ankara membantah tuduhan tersebut, menyatakan ‘Rusia hendak menutupi aksi kriminalnya sendiri di Suriah’ dan ‘Turki memiliki hak untuk melakukan berbagai langkah guna melindungi diri’.
Sementara, pernyataan Arab Saudi mengenai kemungkinan penempatan pasukan di Suriah ibarat menambahkan bensin pada api.
Semua ini memicu gelombang baru spekulasi terkait topik ini: Apa yang mungkin terjadi? Mungkinkah Rusia-Turki dapat menghindari konfrontasi langsung? Atau benarkah perang sungguh tak terhindarkan?
Perang atau Tidak?
Vladimir Avatkov, Direktur Pusat Studi Oriental, menilai situasi ini sebagai kondisi yang sangat sulit. Menurut pendapatnya, kemungkinan konflik bersenjata antara Rusia dan Turki sangat tinggi.
“Turki memiliki rencana yang serius terhadap Suriah,” katanya.
“Aksi militer Rusia menjadi tantangan bagi mereka. Ankara kini memiliki beberapa opsi untuk beraksi. Pertama, mereka mungkin mengirim pasukan ke Suriah sebagai bagian dari koalisi. Kedua, mereka mungkin mulai melakukan pendampingan lebih banyak terhadap oposisi radikal Suriah. Tentu, mereka juga bisa saja diam dan menunggu — tak melakukan apa-apa, tapi hal ini sepertinya tak mungkin dilakukan. Saya rasa Ankara akan secara aktif mencari cara untuk mengimplementasikan dua skenario pertama.”
Kerim Has, seorang ilmuwan politik Turki dari Organisasi Riset Strategis Internasional (USAK), lebih optimis. Menurut sang pakar, kemungkinan perang cenderung kecil.
“Terdapat dua alasan: risiko regional bagi kedua negara dan keanggotan NATO Turki. Rusia tak ingin berperang dengan NATO karena Suriah,” kata Has.
Suriah Sebagai Tempat Konfrontasi
Namun, pakar yang diwawancarai oleh RBTH sependapat akan satu hal: jika terjadi konflik militer antara Rusia dan Turki, itu hanya akan terjadi di wilayah Suriah.
Mayor Jenderal (Purn.) Alexander Kostyukhin, yang lama bekerja di Turki dan tahu betul realitas militer di negara tersebut, menilai bahkan dalam kasus provokasi dari pihak Turki, Rusia tak akan menyerang wilayah Turki, melainkan hanya membatasi diri dengan Suriah.
“Jika Turki menghantam pasukan Rusia di Suriah, Rusia dapat menyerang balik di wilayah Suriah, tapi tidak di Turki,” katanya.
“Namun, dalam merespons aksi Turki, pemerintah Suriah akan dapat memasuki wilayah Turki. Itu mungkin saja terjadi. Pengembangan selanjutnya sulit untuk diprediksi, karena itu bergantung pada level keterlibatan pihak lain. Secara khusus, terkait dukungan NATO terhadap anggotanya.”
Victor Nadein-Rayevsky, pakar di Institut Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional (IMEMO) di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (RAN), mengeluarkan pertanyaan lain: “Akankah Turki mampu melindungi ruang udaranya terkait operasi darat Turki di Suriah?”
Menurut sang pakar, sepertinya itu tak mungkin bagi Ankara, dan sebuah intervensi di Suriah tak mungkin dilakukan tanpa perlindungan ruang udara.
Analis politik Turki Kerim Has menilai militer Turki tak tertarik melakukan operasi darat di Suriah.
“Ankara takut koridor Kurdi akan tercipta di Suriah utara, yang menciptakan ancaman bagi integritas wilayah Turki,” kata Has.
“Untuk menghindari hal tersebut, dinas rahasia Turki melakukan operasi darat di wilayah tersebut. Namun, tak ada yang perlu dipertanyakan mengenai intervensi militer skala besar di Suriah.”





Credit  RBTH Indonesia