Senin, 11 Maret 2019

Rouhani Desak Pakistan Tindak Tegas Kelompok Militan



Rouhani Desak Pakistan Tindak Tegas Kelompok Militan
Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak Pakistan menindak tegas kelompok militan. Foto/Istimewa


TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan kepada Pakistan untuk bertindak tegas terhadap kelompok militan yang berada di belakang serangan bunuh diri mematikan di daerah perbatasan. Menurutnya, tidak adanya tindakan dari Islamabad dapat membahayakan hubungan antara tetangga.

Kantor berita Iran, IRNA, melaporkan pernyataan Rouhani muncul dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

"Kami sedang menunggu operasi Anda yang menentukan terhadap para teroris ini," tulis IRNA mengutip perkataan Rouhani kepada Khan.

"Kita seharusnya tidak membiarkan puluhan tahun persahabatan dan persaudaraan antara kedua negara terpengaruh oleh tindakan kelompok-kelompok teroris kecil, sumber yang pendanaan dan persenjataannya diketahui oleh kita berdua," sambung Rouhani seperti dikutip dari Reuters, Minggu (10/3/2019).

Dalam pembicaraan itu, Khan mengatakan ia akan segera memiliki kabar baik untuk Iran.

"Adalah kepentingan Pakistan sendiri untuk tidak mengizinkan wilayah kami digunakan oleh kelompok-kelompok teroris, dan tentara Pakistan siap menghadapi para teroris dengan lebih tegas dengan informasi yang diberikan oleh Iran," ucap Khan.

Khan mengatakan pasukan Pakistan mendekati tempat persembunyian teroris dan akan segera ada "kabar baik" bagi Iran, lapor IRNA.

Seorang pembom bunuh diri menewaskan 27 anggota Garda Revolusi Iran pada pertengahan Februari lalu di wilayah tenggara di mana pasukan keamanan menghadapi peningkatan serangan oleh kelompok militan.

Kelompok Jaish al Adl (Tentara Keadilan), yang mengatakan pihaknya meminta hak yang lebih besar dan kondisi kehidupan yang lebih baik untuk etnis minoritas Baluchis, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. 

Iran menyalahkan saingan regionalnya, Arab Saudi, dan musuh bebuyutannya, Israel serta Amerika Serikat atas serangan dan serangan lintas-perbatasan lainnya, sebuah tuduhan yang ditolak oleh negara-negara tersebut.



Credit  sindonews.com



Berangus Teroris, Iran-Pakistan Perkuat Kerjasama Intelijen



Berangus Teroris, Iran-Pakistan Perkuat Kerjasama Intelijen
Kesepakatan itu dicapai saat Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani melalui sambungan telepon. Foto/Istimewa


ISLAMABAD - Pakistan dan Iran dilaporkan telah sepakat untuk memperkuat kerjasama intelijen guna memerangi terorisme di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara. Hubungan kedua negara memanas setelah serangan bom bunuh diri yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris yang berbasis di Pakistan dan menewaskan 27 tentara Iran.

Menurut kantor Perdana Menteri Pakistan, kesepakatan itu dicapai saat Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani melalui sambungan telepon.

"Perdana Menteri, Imran Khan mengadakan pembicaraan telepon dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani sebagai bagian dari kontaknya untuk memberi pengarahan singkat kepada negara-negara regional penting dan para pemimpin mereka tentang situasi regional," kata kantor Khan.

"Dia juga menyatakan belasungkawa yang tulus atas serangan teroris baru-baru ini, di mana 27 tentara Iran tewas. Keduanya sepakat tentang perlunya kerja sama yang lebih erat antara dua badan intelijen dalam memerangi terorisme," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (11/3).

Sementara itu, menurut kantor Khan, pada gilirannya Rouhani mengatakan, Pakistan dan Iran adalah tetangga dan saudra yang terhubung melalui hubungan budaya dan orang-ke-orang yang telah selama berabad-abad.

"Peran mereka akan tetap menjadi pusat dalam mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan ekonomi di kawasan," tukasnya. 





Credit  sindonews.com




Indonesia Buka Indonesian Corner Pertama di Iran


Suasana Kota Teheran,Iran.
Suasana Kota Teheran,Iran.
Foto: Republika/Maman Sudiaman

Indonesian Corner sebagai pusat informasi tentang Indonesia.





CB, TEHERAN—Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Iran membuka Indonesia Corner di Iran.


Indonesian Corner yang dibuka di Universitas Ferdowsi ini sekaligus menjadi Indonesian Corner pertama di Iran

Duta Besar RI untuk Iran dan Turkmenistan, Octavino Alimudin, mengatakan pendirian Indonesian Corner atau Pojok Indonesia di Iran, merupakan salah satu implementasi bentuk kerjasama pendidikan sekaligus promosi budaya Indonesia kepada masyarakat Iran khususnya generasi muda.


“Pojok Indonesia ini tidak hanya menjadi milik Universitas Ferdowsi namun juga milik bersama dan terbuka untuk publik yang ingin memperoleh informasi terkait Indonesia,” kata dia dalam keterangan persnya kepada Republika.co.id di Jakarta, Senin (11/3).


Dia mengatakan, pengelolaannya tidak terbatas oleh mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di universitas tersebut, tapi juga mahasiswa Indonesia yang berada di Kota Mashhad.


Mereka akan dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program Indonesian Corner. Sehingga para mahasiswa memiliki tanggung jawab terhadap keberlangsungan Indonesian Corner tersebut.


Sebelumnya, KBRI mengadakan diskusi mengenai kerjasama pendidikan RI-Iran mengawali pembukaan Indonesian Corner.


Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Universitas Ferdowsi, jajaran dekan, pejabat pemerintah Iran yag diwakili oleh para pejabat dari ICRO, Kementerian Budaya dan Bimbingan Islam Provinsi Khoramsar, akademisi, pelajar dan media.


Professor Syafaatun Almirzanah, dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Iran juga turut hadir dalam acara tersebut.


Mereka menyampaikan pemikiran dan menawarkan peluang kerjasama pendidikan baik dengan universitas Ferdowsi  maupun dengan pemerintah Iran secara keseluruhan.


Diskusi juga membahas mengenai program-program Indonesian Corner selanjutnya, kerjasama antar universitas baik umum maupun pendidikan Islam termasuk penawaran kerjasama pendidikan dengan universitas umum negeri dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Bengkulu.


Tawaran tersebut memperoleh tanggapan yang sangat baik baik dari Universitas Ferdowsi maupun pemerintah Iran. 




Credit  republika.co.id




Operasi Militer ke Baghouz Suriah Dihentikan Sementara, Kenapa?




Agen intelijen pasukan khusus Irak memeriksa identitas pria ketika mencari anggota ISIS di Mosul, Irak pada 27 November. [Goran Tomasevic / Reuters]
Agen intelijen pasukan khusus Irak memeriksa identitas pria ketika mencari anggota ISIS di Mosul, Irak pada 27 November. [Goran Tomasevic / Reuters]

CB, Jakarta - Pasukan Demokratik Suriah atau SDF menghentikan sementara operasi militernya melawan kelompok radikal Islamic State atau ISIS di desa Baghouz, Suriah. Penghentian dilakukan agar lebih banyak warga sipil di Baghouz yang bisa di evakuasi.
Dikutip dari reuters.com, Minggu, 10 Maret 2019, dalam beberapa pekan terakhir ribuan istri-istri militan ISIS dan anak-anak mereka telah dikeluarkan dari Baghouz, sebuah wilayah di timur Suriah yang diyakini basis terakhir ISIS. Pada Sabtu, 9 Maret 2019, SDF meyakinkan pihaknya ingin memastikan seluruh warga sipil sudah keluar dari basis pertahanan ISIS itu sebelum diluncurkan serangan terakhir ke sana.


Perempuan dan anak-anak yang mengungsi dari pertempuran terakhir melawan ISIS, berjalan di dekat desa Baghouz di provinsi Deir Az Zor.[REUTERS]
"Ada banyak anggota keluarga di sana sehingga operasi militer dihentikan saat ini untuk evakuasi," kata Juru bicara SDF Mustafa Bali.
Pada Sabtu, 9 Maret 2019, truk-truk digunakan untuk evakuasi masyarakat keluar dari Baghouz. Sehari sebelumnya Bali mengatakan SDF akan melanjutkan serangan ke Baghouz jika sudah tidak ada lagi warga sipil di sana.
Masyarakat yang keluar dari Baghouz, dipindai oleh SDF dan sebagian besar dari mereka di kirim ke kamp al-Hol yang sudah penuh sesak oleh masyarakt Irak dan Suriah korban perang bertahun-tahun.
Mereka yang baru tiba al-Hol sebagian besar dalam kondisi kesehatan yang sangat buruk yang umumnya mengalami gizi buruk, diare dan penyakit kulit. Banyak pula dari istri - istri ISIS itu tiba di kamp dalam kondisi hamil besar atau baru saja melahirkan. 




Credit  tempo.co




Kolumnis Washington Post Khashoggi Terbunuh karena Isu Nuklir?



Presiden Donald Trump menyambut kedatangan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, 20 Maret 2018. Lawatan Mohammed bin Salman diperkirakan akan berbicara soal ancaman Iran, termasuk pengaruh dan pengembangan program nuklir Negeri Mullah itu. (AP Photo/Evan Vucci)
Presiden Donald Trump menyambut kedatangan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, 20 Maret 2018. Lawatan Mohammed bin Salman diperkirakan akan berbicara soal ancaman Iran, termasuk pengaruh dan pengembangan program nuklir Negeri Mullah itu. (AP Photo/Evan Vucci)

CB, Alasan dibalik pembunuhan jurnalis ternama Arab Saudi, Jamal Khashoggi, menjadi salah satu bahasan dalam buku baru berjudul “Khashoggi and The Crown Prince: The Secret Files” oleh penulis Owen Wilson. Buku ini bakal diterbitkan oleh penerbit Gibson Square pada 14 Maret 2019.

Penulis yang menggunakan nama alias ini mengatakan Khasoggi mengetahui ambisi pimpinan kerajaan Arab Saudi untuk mendapatkan teknologi nuklir dari Amerika Serikat. Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat membuka peluang ini. Pimpinan kerajaan merasa khawatir Khashoggi akan berbicara soal ini di media dan membuat rencana ini batal.
“Saudi tahu bahwa Khashoggi tahu mengenai hasrat lama Arab Saudi untuk mengembangkan kemampuan teknologi nuklir sebagai penyeimbang terhadap teknologi nuklir Iran, yang menjadi musuh nomor satu Saudi,” begitu dilansir Daily Mail dari buku karya Owen Wilson pada Jumat, 8 Maret 2019.

Menurut Wilson, Khashoggi kemungkinan juga tahu bahwa Trump, yang memiliki kedekatan dengan keluarga kerajaan Saudi, berkeinginan menjual teknologi nuklir itu ke Arab Saudi. “Ini membuat Khashoggi menjadi beban bagi kerajaan Saudi sehingga ini hanya bisa diatasi dengan mengeliminasinya,” begitu kata Wilson menarik kesimpulan.

Skenario penjualan teknologi nuklir AS ke Arab Saudi terkesan hal yang sulit terealisir namun belakangan terungkap ada pembicaraan intensif soal ini dengan pejabat senior Gedung Putih, anggota keluarga Trump dan kroni bisnisnya yang mendorong penjualan teknologi sensitif ini ke Riyadh.
Nama Jared Kushner, yang merupakan menantu Trump dan menjadi utusan ke Timur Tengah, disebut sebagai salah satu yang terlibat erat dalam pembahasan ini
“Laporan Februari lalu oleh Komite Reformasi dan Pengawasan DPR, menunjukkan pembicaraan rahasia soal ini telah berlangsung selama beberapa waktu,” begitu dilansir Daily Mail mengutip buku karya Owen Wilson. Komite mendasarkan laporannya itu kepada dokumen Gedung Putih dan pembocor. “Namun, kesepakatan soal nuklir ini bakal melanggar UU Nonproliferasi.”

Arab Saudi memang menginginkan teknologi nuklir ini untuk pembangkit listrik dan bukan untuk kepentingan militer. Namun, transfer teknologi ini bisa menjadi jalan pembuka bagi Saudi untuk memproduksi senjata nuklir.
Khashoggi sendiri, selain dikenal sebagai jurnalis senior, dikenal memiliki jaringan yang dalam di pemerintahan Arab Saudi dan intelijennya. Dia dikenal dekat dengan Pangeran Turki al-Faisal, yang merupakan bekas kepala intelijen Saudi untuk waktu yang lama.

Karena kedekatan Khashoggi dengan kalangan kerajaan Arab Saudi dan intelijennya ini, otoritas Saudi merasa perlu menjaga jarak dan melarangnya berbicara di media. Ini membuat Khashoggi meninggalkan Riyadh pada 2017 dan tinggal di Virginia, AS, lalu mengirim tulisan ke Washington Post, yang kerap menulis kritik terhadap kebijakan Trump.





Credit  tempo.co



Presiden Palestina Tunjuk Ekonom Jadi Perdana Menteri


Presiden Palestina Tunjuk Ekonom Jadi Perdana Menteri
Presiden Palestina yang berasal dari faksi Fatah, Mahmoud Abbas. (AFP Photo/Abbas Momani)




Jakarta, CB -- Presiden Palestina Mahmoud Abbas menunjuk salah satu ekonom loyalisnya, Mohammed Shtayyeh, untuk menduduki jabatan perdana menteri, Minggu (10/3).

Shtayyeh dikenal sebagai salah satu tokoh dominan di faksi Fatah. Penunjukkan Shtayyeh mengisi jabatan yang telah ditinggalkan Rami al-Hamdallah itu pun dinilai bakal menghambat rekonsiliasi Fatah dan Hamas.

Rami al-Hamdallah mundur dari jabatan perdana menteri pada akhir Januari lalu. setelah Komite Sentral Fatah merekomendasikan pembentukan pemerintah yang terdiri dari perwakilan faksi-faksi di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan tokoh-tokoh independen.


Faksi Hamas dan Fatah elah berselisih sejak 2007 lalu, dan sejumlah upaya rekonsiliasi telah dilakukan namun belum maksimal.

Mengutip dari Reuters, lewat stasiun televisi Palestina, Shtayyeh mengatakan setelah ditunjuk jadi PM yang baru dia pun akan segera memulai konsultasi antarfaksi dalam PLO.

Sejauh ini, Shtayyeh dikenal luas sebagai seorang ekonom juga teknokrat. Sebelum ditunjuk jadi PM oleh Abbas, Shtayyeh tengah memimpin Dewan Ekonomi Palestina untuk riset dan pengembangan. Itu adalah sebuah badan yang dibangun PLO pada 1993 silam.





Credit  cnnindonesia.com



Palestina Tentang Rencana Israel Tutup Al-Aqsa untuk Salat



Palestina Tentang Rencana Israel Tutup Al-Aqsa untuk Salat
Para warga Muslim Palestina saat salat Jumat di luar Gerbang Emas Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Foto/Istimewa


YERUSALEM - Warga Palestina berdoa di sebuah gedung di kompleks masjid Al-Aqsa, Jumat waktu setempat. Mereka menentang upaya Israel untuk menghalangi akses ke bagian situs suci yang menjadi pusat konflik tersebut.

Baru-baru ini terjadi pertikaian antara para jamaah dan polisi Israel di lokasi di Yerusalem Timur yang dicaplok Israel atas penggunaan bangunan samping di dalam situs suci yang disebut Gerbang Emas, yang ditutup Israel sejak 2003.

Berdebat bahwa tidak ada alasan lagi untuk tetap di tutup, para pejabat di lokasi itu membuka kembali gedung tersebut bulan lalu dan kerumunan orang salat berdoa di dalam terlepas dari penutupan yang dilakukan oleh Israel.

Pengadilan Yerusalem minggu ini memberikan kepada Dewan Wakaf organisasi keagamaan yang mengelola situs sampai 10 Maret untuk menjelaskan mengapa perinta penutupan harus dicabut. Namun Dewan Wakaf tidak mengakui pengadilan Israel.

Azzam al-Khatib, direktur jenderal Wakaf, mengatakan bahwa sekitar 40.000 jamaah ambil bagian dalam sholat Jumat seperti dikutip dari AFP, Sabtu (9/3/2019).

"Sejumlah kecil memasuki gedung Gerbang Emas dan berdoa di sana," kata koresponden AFP.

"Polisi Israel dikerahkan di depan semua pintu masuk ke kompleks masjid meskipun doa-doa berlalu tanpa insiden besar," sambung koresponden AFP.

Khatib mengatakan bangunan itu sangat membutuhkan renovasi.

Sheikh Abdel Azim Salhab, pemimpin Dewan Wakaf, dan asistennya sempat ditahan bulan lalu karena apa yang dikatakan polisi sebagai pelanggaran perintah dilarang masuk ke area terlarang di situs suci itu. 

Mereka dibebaskan kemudian pada hari yang sama tetapi penangkapan itu mendapat kecaman dari Yordania, yang merupakan penjaga resmi situs tersebut.

Juru bicara wakaf Firas al-Dibs mengatakan bahwa sejak pertikaian terakhir meletus, Israel telah menangkap hampir 130 warga Palestina di Yerusalem termasuk pejabat senior Muslim.

"Israel untuk sementara waktu melarang lebih dari 60 orang dari kompleks itu," katanya.

Polisi mengatakan akses ke Gerbang Emas ditutup oleh perintah pengadilan Israel pada tahun 2003 selama intifada kedua Palestina atas dugaan aktivitas militan di sana. Pejabat Dewan Wakaf berpendapat bahwa organisasi yang mendorong timbulnya pelarangan itu sudah tidak ada lagi.

Kompleks itu adalah situs tersuci ketiga umat Islam dan menjadi fokus aspirasi Palestina untuk menjadi bagian dari negara. Situs ini juga merupakan lokasi tempat paling suci Yudaisme, dihormati sebagai situs dari dua kuil Yahudi era Alkitab.

Orang-orang Yahudi diizinkan untuk berkunjung tetapi tidak dapat berdoa di sana dan ini sering menjadi pemicu ketegangan.

Pada 2017, puluhan ribu warga Palestina salat di luar situs selama beberapa minggu sebagai protes setelah Israel memasang detektor logam baru di pintu masuk ke situs tersebut setelah serangan fatal.

Situs itu berada di Kota Tua di Yerusalem timur, diduduki oleh Israel dalam Perang Enam Hari pada 1967 dan kemudian dianeksasi dalam tindakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.


Credit  sindonews.com




Dua Kali Alami Kecelakaan Maut, Berikut Fakta Boeing 737 MAX 8


Pesawat Boeing 737 Max 8. boeing.com
Pesawat Boeing 737 Max 8. boeing.com


CB, Jakarta - Boeing 737 MAX 8, versi terbaru dari keluarga 737 terlaris Boeing, kembali menjadi sorotan setelah kecelakaan fatal di Ethiopia, beberapa bulan setelah kecelakaan maut Lion Air JT 610 di Indonesia.
Boeing 737 MAX 8 yang jatuh milik Ethiopian Airlines jatuh di Nairobi beberapa menit setelah lepas landas dari Addis Adaba, menewaskan semua 157 penumpang.
Sebelumnya, model serupa yang dioperasikan oleh Lion Air jatuh di lepas pantai Indonesia pada Oktober, menewaskan 189 orang di dalamnya.
Namun, hingga kini masih belum terjawab penyebab jatuhnya pesawat Lion Air, dan para pejabat dan pakar keselamatan mengatakan masih terlalu dini untuk menjalin hubungan dengan insiden Ethiopia.

Boeing belum berkomentar lebih jauh terkait insiden ini, tapi pihaknya mengatakan siap membantu penyelidikan.
Menurut laporan Reuters yang dikutip pada 11 Maret 2019, saham Boeing jatuh 12 persen sepekan setelah jatuhnya Lion Air. Namun, saham pada hari Jumat sebelum kecelakaan tercatat pada US$ 422,54 (Rp 6.054.559) atau 18 persen lebih tinggi daripada sebelum insiden 29 Oktober di Indonesia, dan berikut fakta tentang Boeing 737 MAX.

TENTANG VARIAN BOEING 737 MAX
Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737 Max 8
Boeing 737 MAX adalah versi terbaru dari famili jet 737 produksi Boeing yang telah menjadi andalan maskapai dunia selama puluhan tahun, bersaing dengan keluarga Airbus SE A320neo.
Keluarga 737 yang berusia puluhan tahun dianggap sebagai salah satu pesawat komersil yang paling andal.
Boeing 737 MAX 8 adalah anggota pertama dari seri baru perusahaan yang lebih efisien.
Pesawat varian lain, yang juga mencakup model MAX 7, 9 dan 10, dimaksudkan untuk bersaing dengan pesawat keluarga Airbus A320neo untuk mendominasi segmen pasar penerbangan global.

Boeing meluncurkan varian MAX 8, yang hemat bahan bakar pada tahun 2017 sebagai pembaruan untuk 737 yang sudah berusia 50 tahun, dan telah mengirimkan 350 pesanan jet MAX dari total 5.011 pesanan pesawat pada akhir Januari.
Menurut laporan terbaru Boeing, seperti dari dikutip CNN, 350 unit pesawat varian MAX telah dikirim ke maskapai di seluruh dunia, menyisakan 4.661 pesanan yang masih dibuat.
Versi MAX 737 dipuji karena mesin jet LEAP mereka yang menurut Boeing "mendefinisikan kembali masa depan perjalanan udara yang efisien dan ramah lingkungan."
Boeing mengatakan, 737 MAX jet 10 persen hingga 12 persen lebih efisien dari pendahulunya.


SIAPA PENGGUNA MAX 8 TERBANYAK?
Mantan Ketua NTSB, dewan keselamatan transportasi AS, Mark Rosenker mengatakan, kecelakaan maut dua pesawat baru 737 MAX 8 adalah insiden yang "sangat tidak biasa" dan keduanya memiliki kejanggalan yang sama, yakni keduanya jatuh tak lama setelah lepas landas.
Meskipun tidak jelas apakah ada hubungan langsung antara keduanya, Rosenker mengatakan ini masalah besar bagi para pejabat keselamatan penerbangan untuk menggellar penyelidikan menyeluruh dan menentukan apakah ada masalah umum.
Southwest Airlines Co yang berbasis di Dallas adalah operator terbesar dari MAX 8, dengan 31 pesawat, diikuti oleh American Airlines Group Inc dan Air Canada dengan masing-masing 24 armada.
Southwest Airlines dan American Airlines mengatakan pada Ahad bahwa mereka tetap percaya sepenuhnya pada model pesawat ini, namun terus memantau investigasi.
Boeing 737 MAX milik Southwest Airlines.[Airways Magazine]





Analis penerbangan Scott Hamilton memperingatkan agar tidak membandingkan antara dua kecelakaan, apalagi sebelum kotak hitam dipulihkan. Ethiopia Airlines memiliki reputasi yang kuat dan catatan keamanan yang baik, katanya dalam sebuah tulisan di blognya.
Namun, kecelakaan itu memberi tekanan baru pada Boeing hanya beberapa hari sebelum debut seremonial yang direncanakan dari model pesawat lain, 777x widebody. Tidak jelas apakah Boeing akan melanjutkan seremonial yang dijadwalkan digelar di Seattle pada Rabu, 13 Maret.


INVESTIGASI DAN GUGATAN HUKUM TERHADAP BOEING
Menyusul kecelakaan Lion Air, Boeing menghadapi kritik dari beberapa serikat pilot AS karena tidak memiliki perincian dalam manual penerbangannya, terkait perubahan cara perangkat lunak MAX bereaksi jika terjadi "stall" dibandingkan dengan versi sebelumnya.
Boeing bersikeras bahwa prosedur kokpit sudah ada untuk mengatasi masalah yang dialami jet Lion Air.
Laporan awal mengenai kecelakaan Lion Air berfokus pada pemeliharaan dan pelatihan maskapai penerbangan, serta respons teknis sistem anti-stall pada sensor yang baru saja diganti, tetapi tidak memberikan alasan atas kecelakaan itu. Sejak itu, perekam suara kokpit telah dipulihkan dan laporan akhir akan dirilis akhir tahun ini.
Boeing diperkirakan akan memperkenalkan tambalan perangkat lunak untuk membantu mengatasi skenario yang dihadapi awak Lion Air pada akhir Maret atau April, kata pejabat pemerintah dan industri.
Boeing 737 MAX 8 Lion Air Thai [Business Insider]
Hingga kini, Boeing sudah menghadapi serangkaian tuntutan hukum di Amerika Serikat oleh keluarga korban kecelakaan Lion Air, termasuk lima kasus di pengadilan federal AS di Illinois, yang menjadi lokasi kantor pusat Boeing di Chicago.
Boeing 737 MAX 8 menggunakan mesin LEAP-1B yang dibuat oleh CFM International, perusahaan joint-venture dari General Electric Co dan Safran SA.
Pada 2017, Boeing menghentikan sementara semua model 737 MAX karena kekhawatiran tentang masalah kualitas pembuatan pada mesin baru.

Jamie Jewell, juru bicara pembuat mesin pesawat CFM International, mengatakan pada saat itu bahwa inspeksi perusahaan menemukan "beberapa anomali dalam proses" pembuatan cakram untuk turbin jet. Jewell juga menekankan bahwa tidak ada masalah yang terkait dengan bagian terkait selama 2.000 jam lebih penerbangan uji coba pada 737 Max.
"Karena sangat berhati-hati, kami memutuskan untuk menangguhkan sementara penerbangan MAX. Langkah ini konsisten dengan fokus prioritas kami pada keselamatan bagi semua yang menggunakan dan menerbangkan produk kami," kata Boeing dalam sebuah pernyataan pada 2017.
Namun sampai hasil penyelidikan diumumkan, sulit untuk menentukan apakah kecelakaan maut Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines dan Lion Air adalah hasil dari kegagalan di pesawat, kesalahan manusia, atau faktor lain.





Credit  tempo.co



Pola Jatuhnya Ethiopian Airlines Sama dengan Lion Air JT 610


Ethiopian Airlines Jatuh. Puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh ditemukan di Hejere, 50 km dari Addis Ababa, Kenya (10/3).
Ethiopian Airlines Jatuh. Puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh ditemukan di Hejere, 50 km dari Addis Ababa, Kenya (10/3).
Foto: AP

Ethiopian Airlines miliki pola pendakian dan grafik yang sama dengan Lion Air




CB, JAKARTA -- Pengamat penerbangan Alvin Lie melihat jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines mirip dengan kecelakaan pada pesawat Lion Air yang jatuh pada 28 Oktober lalu. Pesawatnya tersebut terlihat menukik tajam sama dengan peristiwa pada jatuhnya Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang.


"Pola pendakian pesawat juga tidak normal. Indikasi awal gejalanya mirip PK-LQP. Lihat grafik Speed dan Altitude-nya," ujar anggota Ombudsman bidang transportasi kepada Republika.co.id, Ahad (10/3) malam.

Alvin mengakui, hingga saat ini belum diketahui penyebab kecelakaan pada B737 Max 8 Ethiopian Air yang jatuh Ahad (10/3). Hanya saja, pesawat tersebut jatuh pada menit ke enam pada ketinggian 8000 kaki. Hal tersebut yang membuat kecelakaan itu mirip dengan jatuhnya B737 Max 8 Lion Air.


Pesawat Ethiopian Air dan Lion Air yang mengalami kecelakaan tersebut memang berjenis sama, Boeing 737 Max 8. Kemudian, dalam kabar yang telah beredar, pola laporan sebelum jatuhnya pesawat hampir sama dengan ketika Lion Air akan jatuh tahun lalu.


"Menurut keterangan CEO Ethiopean Airlines, pilot sempat melaporkan kepada ATC ada masalah pada sistem kendali. ATC mengijinkan pesawat tersebut untuk kembali ke bandara. Sangat mirip yang terjadi pada PK-LQP," ujar Alvin.


Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines jatuh ketika menuju Nairobi, ibu kota Kenya. Penerbangan ET 302 itu jatuh di dekat kota Bishoftu, 62 kilometer tenggara ibu kota Ethiopia, Addis Ababa. Pesawat ini pun membawa 149 penumpang dan 8 kru di dalamnya.





Credit  republika.co.id




Penyebab Pesawat Ethiopian Airlines Jatuh, Ini Kata Pakar


Foto yang diambil dari video menunjukkan petugas mencari korban diantara puing-puing jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines di daerah Hejere sekitar 50 km dari selatan Addis Ababa Kenya, Ahad (10/3).
Foto yang diambil dari video menunjukkan petugas mencari korban diantara puing-puing jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines di daerah Hejere sekitar 50 km dari selatan Addis Ababa Kenya, Ahad (10/3).
Foto: AP

Pesawat Ethiopian Airlines jatuh di dekat kota Bishoftu.




CB, JAKARTA -- Pesawat Ethiopian Airlines jatuh  di dekat kota Bishoftu, 62 Km tenggara ibu kota Addis Ababa pada Ahad (10/3) ketika menuju Nairobi, Kenya. Pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkapkan banyak kemungkinan mengapa pesawat tersebut bisa mengalami kecelakaan.

Salah satu kemungkinan yang terjadi adalah kegagapan pilot atas teknologi yang dimiliki Boeing 737 Max 8. Jenis pesawat itu memang baru dirilis pada 2016, dan Ethiopian Airlines baru memilikinya pada Juli tahun lalu.

"Kemungkinan tersebut tidak dapat dikesampingkan mengingat ada unsur kealpaan Boeing sejak awal tidak cantumkan fitur MCAS dalam manual pelatihan untuk pilot," kata anggota Ombudsman bidang transportasi kepada Republika.co.id, Ahad (10/3) malam.

Maneuvering Characteristics Augmentation System atau disingkat MCAS merupakan fitur yang bekerja secara otomatis, meski pesawat terbang manual. Fitur ini memproteksi pesawat dari manuver yang berbahaya, seperti mengangkat hidung pesawat terlalu tinggi.


photo
Ethiopian Airlines Jatuh. Puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh ditemukan di Hejere, 50 km dari Addis Ababa, Kenya (10/3).

Tapi, Boieng awalnya tidak tercantumkan hal tersebut dalam buku manual operasi, sehingga, banyak pilot Boeing 737 Max 8 yang tidak mengetahui hal tersebut. Baru ketika setelah terjadinya kecelekaaan pada B737 Max 8 Lion Air pada Oktober lalu, perusahaan pesawat itu baru menjelaskan fitur itu melalui buletin keselamatan.

"Setelah kecelakaan PK-LQP baru kemudian dilakukan update," kata kata Alvin.

Banyak yang menduga jatuhnya Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang di Tanjung Karawang karena pilot tidak mengetahui fitur tersebut. Sehingga, kecelakaan yang terjadi bulan Oktober lalu bisa terjadi dan menelan banyak korban.

"Perlu dicek apakah Ethiopian Airlines sudah melakukan update pelatihan untuk pilotnya," kata Alvin.




Credit  republika.co.id




Maduro Ucapkan Terima Kasih kepada militer karena Gagalkan Kudeta



Maduro Ucapkan Terima Kasih kepada militer karena Gagalkan Kudeta
Presiden Venezuela Nicolas Maduro berpidato di hadapan pendungkungnya, di depan istana presiden Miraflores. Foto/Istimewa


CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro memuji angkatan bersenjata karena tetap loyal kepadanya dan telah mengalahkan kudeta yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan pemimpin oposisi Juan Guaido. Maduro juga menyalahkan serangan dunia maya oleh oposisi atas pemadaman listrik yang meluas di negara yang kaya minyak tersebut.

Pernyataannya itu disampaikannya pada aksi protes memperingati hari Anti Imperialisme di negara itu yang dilakukan oleh kelompok pro-pemerintah.

Berbicara di luar istana presiden Miraflores, Maduro menyebut Guaido sebagai badut dan boneka AS. Maduro berulang kali menuduh Guaido mencoba melakukan kudeta terhadapnya dengan bantuan "imperialis AS".

"Mereka mengundang angkatan bersenjata untuk melakukan kudeta militer dan jawaban mereka jelas - mereka telah mengalahkan komplotan kudeta," katanya seperti dikutip dari BBC, Minggu (10/3/2019).

Maduro telah mempertahankan dukungan militer dan sekutu dekat termasuk Rusia dan China sejak Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara pada 23 Januari.

Sementara itu di Caracas, beberapa pendukung Guaido berkelahi dengan polisi. Polisi berjaga-jaga saat aksi demonstrasi kelompok oposisi melanda Ibu Kota.

Beberapa pemrotes mendorong polisi berseragamanti huru hara sembari meneriakkan "pembunuh" dan petugas membalas dengan menembakkan semprotan merica ke mereka.

Dalam pidatonya, Guaido mengumumkan akan memulai tur di negara itu dan menyerukan semua pendukungnya untuk menghadiri protes massa di Caracas "segera".

"Kami akan datang, semua warga Venezuela ke Caracas, karena kami membutuhkan mereka semua bersatu," serunya. 


Guaido, yang memimpin Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi, telah diakui sebagai presiden sementara oleh lebih dari 50 negara.

Maduro mengambil alih kepresidenan ketika mentornya, Hugo Chavez meninggal pada tahun 2013. Dalam beberapa tahun terakhir Venezuela telah mengalami keruntuhan ekonomi, dengan kekurangan pangan yang parah dan inflasi mencapai setidaknya 800.000% tahun lalu.

Pemerintah Maduro menjadi semakin terisolasi karena semakin banyak negara menyalahkan pemerintahannya atas krisis ekonomi, yang telah mendorong lebih dari tiga juta orang meninggalkan Venezuela.

Credit  sindonews.com




Inggris Kembali Cabut Kewarganegaraan Pengantin ISIS



Inggris Kembali Cabut Kewarganegaraan Pengantin ISIS
Inggris mencabut kewarganegaraan dua pengantin ISIS. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ian


LONDON - Inggris dilaporkan kembali mencabut kewarganegaraan dua perempuan asal negara itu yang ditahan di kamp-kamp Suriah bersama anak-anak mereka.

Itu dilakukan setelah kematian bayi Shamima Begum di sebuah kamp di Suriah. Shamima Begum meninggalkan London untuk bergabung dengan ISIS dan membuat kewarganegaraannya dicabut.

The Sunday Times mengutip sumber-sumber hukum menyebut dua perempuan asal Inggris yang kewarganegaraannya dicabut adalah Reema Iqbal dan saudara perempuannya, Zara, dari London timur.

Terkait hal ini Kementerian Dalam Negeri Inggris menolak memberikan komentar. "Keputusan untuk menarik kewarganegaraan dari individu didasarkan pada bukti dan tidak dianggap enteng," tambahnya seperti dikutip dari BBC, Minggu (10/3/2019).

Surat kabar itu mengatakan bahwa Reema (30) dan Zara (28) tinggal di kamp-kamp pengungsi yang terpisah di Suriah bersama dengan ribuan keluarga lainnya yang telah melarikan diri dari wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh ISIS. Mereka memiliki lima anak lelaki di bawah usia delapan tahun.

Orang tua keduanya berasal dari Pakistan, namun tidak diketahui apakah mereka memiliki kewarganegaraan ganda.

Menurut Sunday Times, kedua bersaudara itu berangkat ke Suriah pada 2013 setelah menikahi pejuang ISIS yang mempunyai "hubungan dekat" dengan pembunuhan para sandera barat yang difilmkan.

Zara tengah hamil anak keduanya ketika dia bepergian ke Suriah dan kemudian melahirkan anak ketiga. Sementara Reema memiliki satu putra yang lahir di Inggris dan satu lagi lahir di Suriah. 

Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid dihujani kritik atas penanganannya terhadap kasus yang menimpa Shamima Begum itu.

Putranya yang berusia tiga minggu, Jarrah, meninggal karena pneumonia pada hari Kamis, menurut sertifikat medis.

Karena ia lahir sebelum kewarganegaraan Inggrisnya dicabut oleh Kementerian Dalam Negeri, bayi itu akan tetap dianggap sebagai orang Inggris.

Dal Babu, seorang mantan kepala polisi Metropolitan dan teman keluarga Begum, mengatakan kepada BBC: "Kami gagal, sebagai sebuah negara, untuk melindungi anak itu."

Sekretaris bayangan Menteri Dalam Negeri, Diane Abbott mengatakan anak itu telah meninggal sebagai akibat dari keputusan tidak berperasaan dan tidak manusiawi untuk melepaskan Begum dari kewarganegaraannya. Sementara Tory MP dan mantan Menteri Kehakiman Phillip Lee mendesak pemerintah untuk merefleksikan pada tanggung jawab moralnya atas tragedi itu.

Seorang juru bicara pemerintah Inggris mengatakan: "Kematian setiap anak adalah tragis dan sangat menyedihkan bagi keluarga."

Sebelum kematian anak itu, saudara perempuan Begum, Renu, menulis kepada Javid atas nama keluarga yang menentang keputusan untuk mencabut kewarganegaraannya.


Credit  sindonews.com




Jenderal AS Sebut ISIS Bisa Bangkit Meski Kalah di Baghouz



Komandan Komando Pusat AS Jenderal Joseph Votel hadir di sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat di Capitol Hill, 5 Februari 2019.[AP/ABC News]
Komandan Komando Pusat AS Jenderal Joseph Votel hadir di sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat di Capitol Hill, 5 Februari 2019.[AP/ABC News]

CB, Jakarta - Jenderal yang memimpin pasukan AS di Timur Tengah memperingatkan mundurnya ISIS dari wilayah terakhir di Suriah timur bukan kekalahan total.
Jenderal Joseph Votel, kepala Komando Pusat AS, mengatakan kepada Kongres pada hari Kamis bahwa eksodus ribuan milisi ISIS dan keluarga mereka bukan menyerah, tetapi keputusan untuk mundur ke kamp-kamp dan daerah-daerah terpencil di wilayah itu sampai mereka dapat menyusun diri kembali sebagai organisasi ekstremis sekali lagi.

"Sementara ISIS telah dihancurkan oleh Pasukan Demokrat Suriah dan pasukan koalisi, kita harus jelas untuk memahami bahwa apa yang kita lihat sekarang bukanlah penyerahan diri ISIS sebagai sebuah organisasi, tetapi keputusan yang diperhitungkan untuk menjaga keselamatan keluarga dan keberlangsungan hidup mereka. Mereka mampu memanfaatkan peluang di kamp-kamp untuk para pengungsi internal, dan akan menduduki daerah-daerah terpencil dan menunggu waktu yang tepat untuk bangkit," kata Votel kepada House Armed Services Committee, dikutip dari ABC News, 8 Maret 2019.


Warga sipil yang dievakuasi dari Baghouz menunggu di area pemeriksaan yang dikoordinir oleh Pasukan Demokrat Suriah. [CNN]
ISIS sekarang memiliki wilayah kurang dari satu kilometer persegi di kota Baghouz, dibanding area seluas 88 ribu kilometer persegi yang pernah mereka kendalikan, kata Votel.

Pasukan Demokrat Suriah (SDF), yang didukung oleh koalisi yang dipimpin AS, melanjutkan serangan di Baghouz Jumat lalu setelah mereka berhenti selama lebih dari seminggu untuk evakuasi sekitar 10.000 warga sipil dan keluarga ISIS dari Baghouz. Kemenangan SDF diperkirakan paling cepat terjadi hingga minggu depan.
Video yang diambil pada hari Kamis menunjukkan ratusan milisi ISIS secara sukarela menyerahkan diri ke SDF. Votel menyebut para pria dan perempuan yang meninggalkan kantong terakhir ISIS tidak menyesal, tidak putus asa, dan masih menyimpan benih-benih radikal.

SDF menampung lebih dari 1.000 milisi asing ISIS, bersama dengan ribuan dari Irak dan Suriah. Amerika Serikat mengupayakan anggota asing ISIS dipulangkan ke negara asal mereka, tetapi sejauh ini belum ada respon positif dari negara-negara terkait.



Credit  tempo.co




Pemerintah Inggris dikecam setelah bayi remaja pengikut IS meninggal


Pemerintah Inggris dikecam setelah bayi remaja pengikut IS meninggal

Dokumen rekaman Kepolisian Metropolitan Istanbul (MPS) memperlihatkan (kiri ke kanan) Amira, Kadiza Sultana dan Shamima Begum di Gatwick Airport pada 17 Februari 2015.




London (CB) - Keputusan Inggris untuk mencabut kewarganegaraan seorang remaja setelah ia bergabung dengan IS (Daesh) di Suriah dilukiskan sebagai "noda pada hati nurani" pemerintah pada Sabtu setelah bayi yang berusia tiga pekan dari remaja itu meninggal.

Kewarganegaraan Shamima Begum dicabut atas dasar keamanan bulan lalu, membuatnya berada di kamp penahanan di Suriah tempat bayinya meninggal. Sebelumnya Begum yang kini berusia 19 tahun memiliki dua anak sejak ia pergi ke Suriah pada 2015. Kedua anaknya juga meninggal.

Partai oposisi, Partai Buruh, mengatakan langkah untuk memindahkan seorang bayi yang tak bersalah di satu kamp pengungsi, tempat tingkat kematian bayi tinggi, secara moral tercela. Seorang anggota parlemen di Partai Konservatif yang berkuasa mengatakan itu menempatkan populisme atas prinsip, demikian Reuters melaporkan.

"Kematian tragis Jarrah, bayi Shamima Begum, merupakan noda atas hati nurani pemerintah ini," kata Diane Abbot, juru bicara urusan dalam negeri oposisi. "Menteri dalam negeri gagal (mengambil keputusan untuk menangani - red) anak Inggris ini dan mereka harus menjelaskan."

Ketika ditemukan di satu kamp pengungsi pada Februari, Begum yang tak menunjukkan rasa penyesalan memicu perdebatan di Inggris dan ibu kota-ibu kota lain di Eropa terkait apakah seorang remaja dengan seorang anak petempur hendaknya ditinggalkan di zona perang untuk mengurus dirinya sendiri.

Secara lebih luas hal itu telah menunjukkan kesulitan yang dihadapi pemerintah ketika mempertimbangkan konsekuensi etika, hukum dan keamanan dengan mengizinkan para militan dan keluarga mereka kembali.

Begum meninggalkan London ketika berusia 15 tahun bersama dengan dua gadis lainnya untuk bergabung dengan IS. Ia menikah dengan Yago Riedijk, seorang petempur IS asal Belanda, yang kini ditahan di satu pusat penahanan Kurdi di bagian timur laut Suriah.

Dalam wawancara dengan media dia menyatakan tak menyesal pergi ke Suriah dan tak terganggu pandangan kepala yang dipenggal. Dia meminta bisa pulang ke London untuk membesarkan bayinya.

Namun Menteri Dalam Negeri Sajid Javid menarik kewarganegaraan Begum, dengan menyatakan prioritasnya ialah keselamatan dan keamanan Inggris dan rakyat yang tinggal di sana.






Credit  antaranews.com



Ahli Sebut Otoritas Australia Lambat Tangani Serangan Siber



Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)
Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)

CBCanberra – Kepala Eksekutif AustCyber, Michelle Price, mengatakan Australia menjadi tempat uji coba banyak peretas atau hacker dengan menggunakan berbagai jenis malware atau piranti lunak jahat.

Ini terjadi karena pemerintah Australia terlihat lambat dalam meningkatkan kemampuan keamanan siber untuk jaringan komputer bisnis dan pemerintah.
Price mengatakan Australia bakal menjadi sasaran serangan hacker, yang didukung negara-negara tertentu, karena semakin berperan di pentas global.

Salah satunya adalah serangan siber ke jaringan komputer di parlemen dan partai politik besar, yang terjadi beberapa pekan lalu.
“Kondisi ini membuat Australia menjadi sasaran uji coba peretasan,” kata Price seperti dilansir SMH pada Sabtu, 9 Maret 2019.

Price mengatakan Australia menjadi sasaran menarik serangan siber oleh para hacker karena memiliki ekonomi yang kuat, dikenal secara global dalam riset dan inovasi. “Tapi lambat dalam memahami resiko yang muncul,” kata Price.
Ini membuat Australia menjadi sasaran antara untuk uji coba malware oleh para hacker sebelum mereka menyerang sasaran yang lebih besar dan canggih seperti Inggris dan Amerika Serikat. “Mayoritas negara Eropa lebih maju dibandingkan kita dalam urusan keamanan siber,” kata Price.
AustCyber merupakan lembaga independen yang didanai pemerintah dan dibentuk pada 2015. Tujuannya adalah membantu pembangunan industri siber di Australia.

Pandangan senada disampaikan spesialis keamanan siber Mike Sentonas dari perusahaan keamanan siber terkemuka CrowdStrike. Perusahaan ini mendapat nama setelah mengidentifikasi adanya hacker Rusia yang mengintervensi Pilpres AS pada 2016.
Sentonas mengatakan serangan siber terhadap perusahaan AS meningkat seiring ketegangan konflik dagang kedua negara. Pola ini juga bisa terjadi di Australia.
“Australia perlu mempertajam kemampuan merespon serangan siber yang dilakukan peretas yang didukung negara termasuk dengan mengumumkan dan mempermalukannya lalu mengusutnya secara hukum,” kata Sentonas merujuk kepada cara AS menghadap para hacker dari Cina yang menyerang.

Secara terpisah, hacker Cina dilaporkan telah menjebol sistem komputer sejumlah kontraktor Angkatan Laut AS, mencuri data dalam jumlah besar mulai dari rincian pemeliharaan kapal hingga skema rudal.
Menurut sumber laporan Wall Street Journal, yang dilansir dari Sputniknews, 15 Desember 2018, jumlah pelanggaran keamanan yang diduga dilakukan oleh peretas Cina telah meningkat secara signifikan selama 18 bulan terakhir, ketika kontraktor kecil berupaya meningkatkan keamanan mereka.

Laporan mengklaim data yang dicuri hacker dalam serangan itu adalah informasi rahasia yang sangat sensitif tentang teknologi militer canggih. Misalnya, skema rudal anti-kapal supersonik yang dikembangkan untuk kapal selam AS dilaporkan dicuri, di antara hal-hal lain.




Credit  tempo.co





Poling: Muslim AS Paling Sering Alami Diskriminasi




Poling: Muslim AS Paling Sering Alami Diskriminasi
Hasil poling menyatakan 85 persen responden percaya bahwa umat Muslim AS kerap menghadapi diskriminasi. Foto/Istimewa


WASHINGTON - Umat Muslim di Amerika Serikat (AS) paling sering berhadapan dengan diskriminasi daripada kelompok agama lain. Hal itu terungkap dalam sebuah jajak pendapat yang diterbitkan pada Jumat waktu setempat.

Jajak pendapat yang dilakukan situs politik The Hill bersama perusahaan riset dan layanan konsultasi pasar HarrisX, menemukan bahwa 85 persen responden percaya umat Muslim kerap menghadapi diskriminasi, sementara 79 persen mengatakan orang Yahudi.

Sekitar 61 persen responden mengatakan orang Kristen menghadapi diskriminasi, sementara 55 persen mengatakan Ateis menghadapi diskriminasi seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (9/3/2019).

Rilis jajak pendapat itu dilakukan selama seminggu di mana resolusi anti-kebencian disahkan di Kongres untuk mengutuk anti-Semitisme, Islamophobia dan bentuk-bentuk kefanatikan lainnya.

Ketiga Muslim yang menjadi anggota Kongres memuji resolusi itu, menyebutnya "bersejarah di banyak front".

"Ini pertama kalinya kami memilih resolusi yang mengutuk fanatisme anti-Muslim dalam sejarah bangsa kami," kata perwakilan Ilhan Omar, Rashida Tlaib dan Andre Carson dalam sebuah pernyataan.

Resolusi itu muncul setelah Omar mengkritik Israel, yang memicu kemarahan di kalangan kritikus, mengatakan pernyataan itu sebagai anti-Semit.

"Saya ingin berbicara tentang pengaruh politik di negara ini yang mengatakan tidak apa-apa bagi orang untuk mendorong kesetiaan kepada negara asing," kata Omar di balai kota pekan lalu, merujuk pada Israel. 

Sementara banyak di Kongres mengecam komentarnya, termasuk politisi Partai Republik Eliot Engel, yang menyebut kritikan itu tidak dapat diterima dan sangat ofensif, beberapa anggota parlemen membela diri Omar.

"Salah satu hal yang menyakitkan tentang sejauh mana teguran dicari dari Ilhan adalah bahwa tidak ada yang mencari tingkat teguran ini ketika anggota membuat pernyataan tentang Latin + komunitas lain," kata politisi Partai Republik lainnya Alexandria Ocasio-Cortez di Twitter.

Jajak pendapat Hill-HarrisX dilakukan pada 1-2 Maret di antara 1.003 resonden. Margin kesalahan pengambilan sampel adalah plus atau minus 3,1 poin persentase.



Credit sindonews.com



Ini Kritik Politisi Muslim Soal Israel, Pemicu Resolusi Anti-Semit AS



Ini Kritik Politisi Muslim Soal Israel, Pemicu Resolusi Anti-Semit AS
Ilhan Omar. Foto/Istimewa


WASHINGTON - DPR Amerika Serikat (AS) meloloskan resolusi Partai Demokrat untuk mengutuk anti-Semitisme, Islamophobia, dan ekspresi fanatik lainnya. Adalah pernyataan dari politisi Muslim Ilhan Omar yang memicu lahirnya resolusi ini.

Ilham Omar telah menjadi pusat kontroversi selama berminggu-minggu di Washington. Perwakilan dari Minnesota ini telah menimbulkan kontroversi karena kritikannya terhadap Israel dan tuduhan anti-Semit atau anti-Yahudi. Kritikan datang dari Partai Republik maupun Partainya sendiri, Partai Demokrat.

Lalu apa yang membuatnya berada dipusaran kontroversi hingga melahirkan resolusi anti-Semit dan Islamophobia?

Ada dua hal. Kontroversi pertama adalah cuitan Omar yang mengatakan dukungan untuk Israel adalah "It's All About The Benjamins (Ini semua tentang bayi Benjamin)," merujuk pada lagu Puff Daddy. Menurut para kritikus, hal itu memberi kesan bahwa pelobi pro Israel AIPAC membeli politisi Amerika Serikat (AS). Ia kemudian menghapus tweet tersebut dan meminta maaf.

Ketika kontroversi mereda, muncul yang lainnya. Berbicara dalam sebuah panel dengan sesama anggota Kongres Muslim, Rashida Tlaib, Omar mengkritik tweetnya pada 2012 tentang Israel, mengeluhkan bahwa klaim anti-Semitisme sering digunakan untuk membungkam kritik yang sah terhadap Israel.

"Saya berbicara tentang pengaruh politik di negara ini yang mengatakan tidak apa-apa bagi orang untuk mendorong kesetiaan kepada negara asing," ujarnya seperti dikutip dari NYMag.com, Jumat (8/3/2019).

Pernyataan-pernyataan inilah yang memicu masalah.

Komentar Omar terkait AIPAC menuai kritik dari Partai Republik dan Partai Demokrat. Petinggi Partai Demokrat di DPR AS bahkan sampai menyerukannya untuk meminta maaf dan Presiden Donald Trump menyerukan ia untuk mundur.

Komentarnya tentang loyalitas ganda juga menuai kritik dari kedua belah pihak. Seorang perwakilan Partai Demokrat Eliot Engel menuduh Omar menggunakan cercaan anti-Semit yang keji dan seorang perwakilan Partai Republik Steve Scalise menyebutnya sebagai ancaman keamanan nasional. 


"Nancy Pelosi harus memindahkan (Omar) dari Komite Urusan Luar Negeri (DPR)," kata Scalise.

"Dia benar-benar harus mendapatkan pengarahan intelijen tentang kebijakan luar negeri Amerika Serikat, termasuk hubungan kita dengan Israel, ketika ia membuat komentar semacam ini. Mengapa Anda menempatkan dia di komite yang penting, yang sensitif?" tutur Scalise.

Meski begitu, Omar mendapat dukungan dari legislator berkulit warna. Hal itu terungkap saat pertemuan tertutup Partai Demokrat yang berubah menjadi sesi keluhan tentang perlakuan partai terhadap Omar.

Perwakilan dari Massachusetts Ayanna Pressley berpendapat bahwa Omar diperlakukan secara tidak adil. Ia mengatakan Partai Demokrat harus memiliki keadilan dalam kemarahan.

"Penghuni Gedung Putih ini menabur setiap bentuk kebencian, memberanikannya dengan retorika dan kebijakan rasis, itulah yang kita semua harus terus fokus, dan ini adalah gangguan," ujarnya.

Politisi lain turut membela Omar dengan mengatakan bahwa tidak semua kritik terhadap Israel adalah anti-Semit.

"Anti-Semitisme adalah ideologi yang penuh kebencian dan berbahaya yang harus ditentang keras di Amerika Serikat dan di seluruh dunia," kata Senator Bernie Sanders dalam sebuah pernyataan.

"Namun, kita tidak boleh menyamakan anti-Semitisme dengan kritik resmi terhadap sayap kanan, pemerintah Netanyahu di Israel," tukasnya.


Credit  sindonews.com




Ratusan orang berpawai di Paris bergabung dengan pemerotes "Rompi Kuning"



Ratusan orang berpawai di Paris bergabung dengan pemerotes "Rompi Kuning"

Pengunjuk rasa memakai rompi kuning berada di Champs Elysees dekat Arc de Triomphe saat aksi demo oleh gerakan "Rompi Kuning" di Paris, Prancis, Sabtu (9/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Philippe Wojazer/djo (REUTERS/PHILIPPE WOJAZER)




Paris (CB) - Ratusan pengunjuk rasa "rompi kuning" berpawai di Paris pada Sabtu, kendati usaha-usaha telah dilakukan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk memadamkan ketakpuasan dengan serangkaian debat di seluruh negeri.

Aksi anti-pemerintah tersebut telah memasuki pekan ke-17.

Para pemerotes yang mengenakan rompi-rompi neon dengan visibilitas tinggi, yang merupakan simbol untuk gerakan itu, bergabung dengan para pekerja perawatan anak, yang mengenakan pakaian merah muda, yang menolak reformasi subsidi pengangguran mereka, demikian Reuters melaporkan.

Aksi-aksi lain direncanakan berlangsung pada Sabtu di beberapa kota Prancis seperti Bordeaux dan Toulouse dan juga kota-kota kecil seperti Puy-en-Velay.

Beberapa demonstran mengadakan aksi di bandar udara Charles de Gaulle di Paris dengan mengibarkan bendera-bendera Prancis dan berjoget di salah satu terminal, menurut gambar televisi di BFM TV.

Aksi unjuk rasa mulai berlangsung pada November lalu menentang rencana Macron untuk menaikkan pajak bahan bakar -- bagian dari usahanya untuk mendorong model energi lebih bersih -- dan protes-protes berubah menjadi kegiatan yang lebih besar.




Credit  antaranews.com


Partai Thai Raksa Chart Bakal Lawan Pemerintah di Pemilu Thailand


Seorang masa anti pemerintah melambaikan bendera nasional Thailand di dekat kotak-kotak pemungutan suara yang akan didistribusikan ke TPS jelang pelaksanaan Pemilu di Bangkok, Thailand (2/2). Menurut pemimpin massa anti pemerintah, Suthep Thaugsuban, mereka berhasil mengganggu jalannya Pemilu dengan menutup ratusan TPS di seluruh Thailand. REUTERS/Nir Elias
Seorang masa anti pemerintah melambaikan bendera nasional Thailand di dekat kotak-kotak pemungutan suara yang akan didistribusikan ke TPS jelang pelaksanaan Pemilu di Bangkok, Thailand (2/2). Menurut pemimpin massa anti pemerintah, Suthep Thaugsuban, mereka berhasil mengganggu jalannya Pemilu dengan menutup ratusan TPS di seluruh Thailand. REUTERS/Nir Elias

CB, Jakarta - Para mantan anggota Partai Thai Raksa Chart berencana memblokade upaya pemerintah Thailand untuk mengikuti pemilu yang diselenggarakan pada 24 Maret 2019 mendatang.
Thailand saat ini dipimpin oleh militer atau disebut pemerintahan Junta yang sudah berkuasa selama hampir lima tahun. Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha, yang juga mantan panglima militer Thailand, mencalonkan diri untuk kembali duduk di kursi perdana menteri.
Dikutip dari straitstimes.com, Minggu, 10 Maret 2019, para mantan petinggi Partai Thai Raksa Chart rencananya akan menggunakan jargon 'bergerak menuju demokrasi' untuk mengkampanyekan pemulihan demokrasi penuh di Thailand. Partai Thai Raksa Chart sudah dibubarkan setelah mengusung Putri Raja Thailand, Ubolratana Rajakanya, sebagai calon perdana menteri Thailand.
Ketua bidang strategis Partai Thai Raksa Chart, Chaturon Chaisang, mengatakan para mantan pejabat tinggi Partai Thai Raksa Chart itu akan mempelajari aturan pemilu, termasuk apakah diperbolehkan membubarkan partai itu.

Para mantan anggota Partai Thai Raksa Chart sekarang berencana mendorong para pendukung mereka untuk memilih kolom golongan putih atau golput di kertas suara.
Sebelumnya pada Kamis, 7 Maret 2019, pengadilan Thailand memutuskan membubarkan Partai Thai Raksa Chart karena dianggap telah bertentangan dengan konstitusi kerajaan. Partai Thai Raksa Chart dianggap telah melanggar aturan karena memilih Putri Ubolratana sebagai calon perdana menteri. Pencalonan itu langsung ditentang oleh Raja Thailand Maha Vajiralongkorn yang mengingatkan bahwa anggota kerajaan tidak boleh menduduki jabatan politik.

Partai Thai Raksa Chart terkait dengan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang sekarang berada di pengasingan. Partai Thai Raksa Chart memiliki posisi yang sama seperti Partai Pheu Thai, yakni berada dikubu oposisi.
Partai Pheu Thai tidak memasukkan kandidat di semua daerah pemilihan dan Partai Thai Raksa Chart diharapkan bisa mengisi kekosongan itu. Hal ini adalah bagian dari strategi untuk memaksimalkan suara bagi sekutu-sekutu Thaksin.
Thaksin atau para pendukungnya selalu memenangkan pemilu Thailand sejak 2001, namun selalu digulingkan oleh militer atau pengadilan. Hal ini bagian dari pergulatan kekuasaan kelompok itu dengan militer dan para elit Kerajaan.





Credit  tempo.co




Gereja Protes, Band Metal Asal Swedia Batal Tampil di Singapura



Menteri Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam (kiri) dan band Watain (kanan). Yahoo screengrab
Menteri Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam (kiri) dan band Watain (kanan). Yahoo screengrab

CBSingapura – Dewan Nasional Gereja Singapura atau NCCS mengekspresikan apresiasinya kepada kementerian Dalam Negeri atau MHA Singapura soal pembatalan konser band musik Watain di Singapura.

Band black metal asal Swedia ini semula akan tampil pada Kamis sore di Singapura. Namun, konser ini dibatalkan pada Kamis sore menjelang konser oleh Otoritas Pembangunan Media Infocomm karena pertimbangan keamanan dari kementerian Dalam Negeri.
“NCCS berbagi keprihatinan serius seperti MHA terhadap nilai-nilai yang diwakili dan dibela oleh Watain,” kata Uskup Terry Kee, Presiden NCCS, seperti dilansir Channel News Asia pada Sabtu, 9 Maret 2019.
Kee melanjutkan,”Kami sangat setuju dengan penilaian NHA mengenai sejarah band yang cenderung merendahkan agama-agama dan mempromosikan kekerasan. Ini berpotensi menimbulkan kebencian dan mengganggu harmoni sosial di Singapura.”

Kee mengatakan serangan band Watain terhadap keyakinan Kristen lewat lagu-lagunya mernimbulkan gangguan dan rasa sakit yang bisa mengganggu keharmonisan agama.
“Kami juga merasa prihatin terhadap dukungan terbuka Watain terhadap kekerasan bernuansa Setan yang berefek buruk terhadap kalangan anak muda yang mudah dipengaruhi dan resah,” kata Kee.
Secara terpisah, Menteri Dalam Negeri, K Shanmugam, mengatakan jika Watain diizinkan tampil di Singapura maka itu akan mengganggu,”Ketertiban publik dan berdampak pada keharmonisan sosial dan religius.”
Shanmugam menambahkan,”Selama beberapa hari terakhir ada banyak keprihatian. Jika Anda melihat band ini ada sejarah terkait sikap yang sangat menyerang terhadap orang Kristen dan Yahudi, dan mendukung kekerasan, termasuk mendorong pembakaran gereja-gereja.”

Menurut Shanmugam, band itu juga mendorong tindakan teroris dilakukan atas nama mereka selain band itu membuat berbagai pernyataan yang cukup menyerang.
Salah satu anggota panitia, Khaal, mengatakan dia awalnya berharap ada sekitar 150 orang penonton kemarin. Dia mengaku mengikuti semua aturan untuk bisa membawa band itu ke Singapura. “Saya prihatin semua orang yang telah melakukan perjalanan jauh ke sini untuk menonton jadi sia-sia saja,” kata dia.
Menyusul pembatalan mendadak ini, band Watain mengatakan alasan pemerintah Singapura sebagai tragis. “Terhadap para tikus yang tidak terhormat yang berada di belakang pelarangan ini, percayalah bahwa Anda dengan tindakan pengecut Anda hanya akan membawa masalah pada diri Anda sendiri,” kata band ini dalam pernyataan di Facebook seperti dilansir media Independent.Sg.





Credit  tempo.co


Milisi Mai mai serang pusat perawatan ebola


Milisi Mai mai serang pusat perawatan ebola

Petugas Kementerian Kesehatan Kongo mengatur vaksin Ebola eksperimen angkatan pertama di Kinshasa, Republik Demokratk Kongo, Rabu (16/5/2018). (REUTERS/Kenny Katombe)




Goma, Kongo (CB) - Sejumlah anggota milisi Mai Mai yang bersenjata menyerang satu pusat perawatan Ebola di jantung wabah penyakit itu di bagian timur Kongo pada Sabtu.

Serangan itu menewaskan seorang personel polisi sebelum aksi mereka dibalas pasukan keamanan, kata wali kota setempat.

Pusat tersebut yang terletak di Butembo sama dengan fasilitas yang dibakar para penyerang tak dikenal pekan lalu, serangan yang menyebabkan Medecins Sans Frontieres (Dokter Tanpa Perbatasan) menangguhkan kegiatan-kegiatan di kawasan itu.

Para pekerja bantuan telah menghadapi rasa tak percaya yang dalam dari para warga setempat di beberapa kawasan ketika mereka bekerja untuk mengatasi wabah itu, yang sudah menjadi wabah terburuk dalam sejarah Republik Demokratik Kongo. Sejauh ini wabah itu membunuh hampir 600 orang, demikian Reuters melaporkan.

Usaha-usaha untuk mengatasi virus itu telah terkendala kebanyakan kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah timur yang tingkat ketaatannya kepada hukum rendah.

Presiden Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dijadwalkan mengunjungi pusat Butembo itu pada Sabtu.

Seorang juru bicara WHO mengatakan masih belum jelas apakah lawatan Presiden WHO itu akan berlangsung.

Walikota Butembo Sylvain Kanyamanda Mbusa mengatakan para militan Mai Mai berhasil dipukul mundur.

"Karena serangan-serangan sebelumnya, sistem keamanan sudah berlaku dan para penyerang segera dibalas personel polisi yang menjaga ....pusat itu," kata dia kepada Reuters.

Fasilitas itu sudah beroperasi kembali hanya seminggu lalu dan telah dikelola kementerian kesehatan bekerja sama dengan WHO dan Dana Anak-anak PBB.

Mai Mai mengambil nama dari kata "air" dalam bahasa setempat Swahili, karena sebagian petempur meyakini sihir dapat mengubah peluru-peluru yang terbang menjadi air.

Mereka terdiri atas beberapa kelompok bersenjata yang sebenarnya terbentuk untuk melawan dua invasi pasukan Rwanda pada penghujung 1990-an. Sejak itu mereka berubah menjadi berbagai milisi berdasarkan suku, jejaring penyelundup dan kegiatan perlindungan.




Credit  antaranews.com



AS Sebut Bom di Koper Staf Kedubes di Rusia Tidak Berbahaya



AS Sebut Bom di Koper Staf Kedubes di Rusia Tidak Berbahaya
Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS menuturkan, bom yang ditemukan polisi bandara Moskow di dalam koper staf Kedutaan Besar AS di Rusia tidak berbahaya. Foto/Istimewa


WASHINGTON - Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menuturkan, bom yang ditemukan polisi bandara Moskow di dalam koper seorang staf Kedutaan Besar AS di Rusia tidak berbahaya.

"Kami mengetahui insiden di Bandara Sheremetyevo, Moskow yang melibatkan seorang individu dari Kedutaan Besar AS," kata pejabat Kementerian Luar Negeri AS, yang berbicara dalam kondisi anonim.

"Situasi telah diselesaikan dan individu tersebut diizinkan untuk meninggalkan Rusia, setelah pihak berwenang mengeluarkan barang itu dari kopernya. Tidak ada bahaya yang ditimbulkan untuk setiap pelancong," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (11/3).

Sebelumnya dilaporkan, seorang anggota staf Kedutaan Besar AS dilaporkan kedapatan membawa sebuah bom saat berusaha memasuki bandara Sheremetyevo di Moskow, kemarin. Bom yang dibawanya dilengkapi dengan sekering, tetapi tanpa bahan peledak dalamnya.

"Pada pagi hari tanggal 9 Maret, personel yang memindai barang-barang seorang anggota staf kedutaan besar AS mendeteksi sebuah benda yang terlihat seperti bom mortir.Mereka memanggil teknisi bom yang mengkonfirmasi bahwa itu memang bom dengan sekering tetapi tanpa bahan peledak, meskipun ada jejak bahan peledak di dalam bom itu," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Anggota kedutaan AS itu sendiri mengatakan dia akan meninggalkan Rusia karena tugasnya di Moskow berakhir dan mengklaim telah membeli bom itu untuk koleksi pribadinya 





Credit  sindonews.com




Diplomat AS Kedapatan Bawa Bom di Bandara Rusia



Diplomat AS Kedapatan Bawa Bom di Bandara Rusia
Seorang anggota staf Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dilaporkan kedapatan membawa sebuah bom saat berusaha memasuki bandara Sheremetyevo di Moskow. Foto/Istimewa


MOSKOW - Seorang anggota staf Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dilaporkan kedapatan membawa sebuah bom saat berusaha memasuki bandara Sheremetyevo di Moskow. Bom yang dibawa dilengkapi dengan sekering, tetapi tanpa bahan peledak di dalamnya.

Anggota kedutaan AS itu mengatakan, dia akan meninggalkan Rusia ketika tugasnya di Moskow berakhir dan mengklaim telah membeli bom itu untuk koleksi pribadinya.

"Pada pagi hari tanggal 9 Maret, personel yang memindai barang-barang seorang anggota staf kedutaan besar AS mendeteksi sebuah benda yang terlihat seperti bom mortir," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Mereka memanggil teknisi bom yang mengkonfirmasi bahwa itu memang bom dengan sekering, tetapi tanpa bahan peledak, meskipun ada jejak bahan peledak di dalam bom itu," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Minggu (10/3).

Pejabat itu menuturkan polisi bandara segera memberi tahu kedutaan AS tentang insiden itu dan mengharapan penjelasan segera dari kedutaan besar AS mengenai hal ini. Dia lalu menyatakan pihaknya menganggap insiden itu sebagai provokasi yang disengaja.

"Sejak serangan teroris tahun 2001, AS telah memberikan perhatian paling dekat dengan keamanan penerbangan sehingga dia tidak bisa tidak memahami bahwa bom di kopernya adalah serius. Itu berarti dia melakukannya secara sadar," tukasnya. 







Credit  sindonews.com







Pemimpin oposisi Venezuela serukan unjuk rasa besar


Pemimpin oposisi Venezuela serukan unjuk rasa besar

Pendukung oposisi bentrok dengan polisi dalam sebuah reli protes pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Karakas, Venezuela, Sabtu (9/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/cfo




Karakas (CB) - Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido pada Sabtu (9/3) menyerukan warga di seluruh negara itu untuk pergi ke Ibu Kota Karakas guna melakukan unjuk rasa menentang Presiden Nicolas Maduro.

Sementara itu pemadaman listrik terburuk dalam beberapa dekade terus berlanjut untuk hari ketiga.

Dalam pidato di depan para pendukungnya di bagian barat daya Karakas, Guaido, pemimpim kongres --yang dikuasai oposisi-- yang telab mengajukan amandemen konstitusi untuk memangku jabatan kepresidenan sementara pada Januari, mengatakan pemerintahan Maduro "tak memiliki cara untuk menyelesaikan krisis kelistrikan yang telah mereka sendiri ciptakan."

"Semua warga Venezuela, ke Karakas!" teriak Guaido sambil berdiri di atas jembatan, tanpa menyebut kapan rencana protes akan diadakan. "Hari-hari mendatang akan sulit, akibat apa yang dilakukan rezim itu."

Para pegiat bentrok dengan polisi dan tentara menjelang pawai itu, yang dimaksudkan untuk menekan Maduro di tengah-tengah pemadaman, yang disebut Partai Sosialis sebagai aksi sabotase yang disponsori Amerika Serikat tetapi oposisi mengritiknya sebagai hasil dari korupsi dan salah urus selama dua dekade, demikian Reuters melaporkan.

Puluhan demonstran berusaha menggelar aksi di satu jalan raya di Karakas tetapi dipaksa polisi yang bersenjata peralatan antihuru-hara ke tepi jalan. Para pengunjuk rasa berteriak ke arah para petugas dan mendorong tameng mereka. Seorang wanita disemprot cairan merica, menurut satu siaran radio.

Beberapa bagian Karakas, termasuk Istana Presiden Miraflores, pada Sabtu pagi mengalami pemadaman, menurut saksi mata Reuters. Enam dari 23 negara bagian Venezuela masih padam mulai Sabtu siang, kata Wakil Presiden Diosdado Cabello di televisi negara.



Credit  antaranews.com

Maduro Sebut Serangan Siber di Balik Krisis Listrik Venezuela


Maduro Sebut Serangan Siber di Balik Krisis Listrik Venezuela
Presiden Venezuela Nicolas Maduro di tengah tekanan akibat krisis ekonomi hingga krisis energi. (REUTERS/Miraflores Palace)



Jakarta, CB -- Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuding serangan siber baru telah mencegah negaranya memperbaiki sistem kelistrikan di seluruh negeri. Hal itu, kata dia, terjadi saat putusnya aliran listrik di seluruh negara di benua Amerika tersebut pada Kamis pekan lalu telah membuat kekacauan.

Seperti dikutip dari AFP, Maduro mengatakan kepada para pendukungnya di Caracas bahwa hampir 70 persen aliran listrik di negara itu telah berhasil dipulihkan. Namun, sambungnya, saat itu serangan siber baru tiba.

"Kami menerima pada tengah hari serangan siber lain yang menyerang generator-generator yang bekerja dengan sempurna dan mengganggu serta merusak apa yang telah kita capai," ujar Maduro, Sabtu (9/3).

Hingga kemarin di beberapa daerah pada Sabtu lalu masih gelap gulita. Dan, pemerintah menuding Amerika Serikat telah menyabotase generator utama di Guri, di mana hampir 80 persen kelistrikan Venezuela disuplai dari sana.

Menteri Komunikasi Venezuela Jorge Rodriguez menyatakan serangan siber itu menyerang sistem kontrol otomatis pembangkit listrik di Guri tersebut.

Sementara itu, akibat putusnya aliran listrik sejak Kamis (7/3) lalu, fasilitas-fasilitas publik pun terganggu termasuk pelayanan air bersih dan rumah sakit.

Oposisi mengklaim puluhan orang tewas akibat ketiadaan tenaga listrik. Pemimpin oposisi Juan Guaido kemarin menyerukan kepada warga negara di seluruh Venezuela untuk datang ke Caracas-ibukota negara tersebut-guna terlibat dalam unjuk rasa.

"Seluruh rakyat Venezuela, datanglah ke Caracas," teriak Guaido di tengah aksi yang digelar di sebuah jembatan di kawasan Caracas barat daya seperti dikutip dari Reuters.

"Hari-hari ke depan makin sulit, 'berterimakasihlah' pada rezim [Maduro]," sindir Guaido.

Para pengamat mengatakan persoalan listrik Venezuela akibat dari minimnya investasi pada bidang infrastruktur. Di satu sisi pemerintahan Maduro kerap menyalahkan faktor-faktor di luar negeri, termasuk Guaido yang disebut sang presiden sebagai boneka Amerika Serikat.




Credit  cnnindonesia.com




Citra Satelit: Korut Diduga Persiapkan Peluncuran Rudal


Citra Satelit: Korut Diduga Persiapkan Peluncuran Rudal
Korut diduga tengah mempersiapkan peluncuran rudal. Foto/Ilustrasi/Istimewa

WASHINGTON - Citra satelit dari sebuah fasilitas di dekat Pyongyang menunjukkan bahwa Korea Utara (Korut) tampaknya telah mempersiapkan peluncuran rudal atau satelit. Peningkatan aktivitas ini terjadi di sekitar situs yang dikenal sebagai Sanumdong, tempat di mana Korut mengumpulkan sebagian besar rudal balistik dan roketnya.



Kendaraan besar terlihat bergerak di sekitar Sanumdong, kegiatan yang di masa lalu menunjukkan bahwa Korut setidaknya bersiap untuk memindahkan beberapa jenis rudal atau roket ke area peluncuran.


Citra Satelit: Korut Diduga Persiapkan Peluncuran Rudal


Analis percaya bahwa kemungkinan besar pada tahap ini Pyongyang bersiap untuk meluncurkan satelit daripada menguji coba rudal seperti dilansir dari BBC, Sabtu (9/3/2019).


Wartawan BBC di Seoul Laura Bicker mengatakan bahwa Korut mungkin akan menguji Amerika Serikat (AS) setelah pembicaraan di Hanoi antara Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un gagal. Pyongyang berharap AS akan menawarkan kesepakatan yang lebih baik untuk menghindari peluncuran rudal.

Koresponden BBC itu menambahkan bahwa para ahli mengatakan roket yang digunakan untuk meluncurkan satelit biasanya tidak cocok untuk digunakan sebagai rudal jarak jauh.

Pertemuan yang sangat dinanti-nantikan antara kedua pemimpin di ibukota Vietnam pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan atas perbedaan seberapa besar Korut bersedia membatasi program nuklirnya sebelum diberikan bantuan sanksi.

Aktivitas ini muncul setelah laporan awal pekan ini yang menyatakan situs peluncur roket utama Korut di Sohae telah dibangun kembali.

Gambar satelit minggu ini, yang berasal dari beberapa lembaga think tank AS dan kesaksian dari dinas intelijen Korea Selatan (Korsel), tampaknya menunjukkan kemajuan pesat dalam membangun kembali struktur di landasan peluncuran roket.

Pekerjaan untuk membongkar Sohae dimulai tahun lalu tetapi berhenti saat pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) terhenti.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan kecewa jika Korut melanjutkan uji coba senjata nuklir.

"Saya akan terkejut secara negatif jika dia melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan pemahaman kita. Tetapi kita akan lihat apa yang terjadi," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.


"Saya akan sangat kecewa jika saya melihat pengujian (senjata nuklir)," imbuhnya.

Namun AS awal pekan ini mengatakan tidak akan konsisten dengan komitmen yang telah dibuat oleh pemimpin Korut Kim Jong-un kepada Presiden Trump.

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan Korut masih dapat menghadapi sanksi lebih banyak jika tidak ada kemajuan dalam denuklirisasi.

Pertemuan bersejarah pertama antara Trump dan Kim pada 2018 lalu di Singapura menghasilkan kesepakatan yang tidak jelas tentang "denuklirisasi" tetapi menunjukkan sedikit kemajuan.




Credit  sindonews.com



Suriah Tolak Laporan Serangan Klorin Mematikan di Douma


Suriah Tolak Laporan Serangan Klorin Mematikan di Douma
Rezim Suriah menolak laporan OPCW yang menyebut zat klorin digunakan dalam serangan mematikan di Douma. Foto/Istimewa

DAMASKUS - Rezim Suriah menolak laporan badan pengawasn senjata kimia dunia yang mengkonfirmasi digunakannya klorin dalam serangan di kota Douma pada April 2018 lalu.

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, OPCW, Jumat lalu mengatakan Jumat ada alasan masuk akal untuk mempercayai bahan kimia beracun yang mengandung "klor reaktif" telah digunakan dalam serangan itu. Menurut saksi mata serangan itu menewaskan 43 orang.

Dikatakan dua silinder yang kemungkinan berisi bahan kimia itu telah menghantam blok perumahan di Douma, yang saat itu dikuasai oleh kelompok pemberontak.

Meski begitu, OPCW tidak memiliki mandat untuk menyebutkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu. Namun sejumlah negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) menyalahkan pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sebagai tanggapan trio AS, Inggris dan Prancis melancarkan serangan udara pada instalasi militer rezim Damaskua.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Suriah mengatakan bahwa pemerintah menolak temuan OPCW secara keseluruhan. Pejabat itu meminta negara-negara anggota OPCW untuk mengecam laporan palsu semacam itu, yang kurang kredibilitas, menuduh OPCW bias dan tidak obyektif, seperti dilaporkan kantor berita negara SANA.

Ini adalah tanggapan resmi pertama terhadap laporan OPCW.

Laporan tersebut didasarkan pada kunjungan inspektur OPCW ke Douma. Tim mengambil lebih dari 100 sampel dari tujuh lokasi di kota itu, yang telah ditolak oleh rezim selama beberapa minggu.

OPCW mengatakan pihaknya mencapai kesimpulan berdasarkan pada kesaksian saksi, hasil analisis sampel lingkungan dan biomedis, analisis toksikologis dan balistik dari para ahli. 

Laporan itu juga membantah klaim pemerintah Suriah bahwa gas itu berasal dari fasilitas dan gudang senjata kimia milik pemberontak di daerah itu.

"Dari analisis informasi yang dikumpulkan selama kunjungan di lokasi ke gudang dan fasilitas yang diduga memproduksi senjata kimia, tidak ada indikasi salah satu fasilitas yang terlibat dalam pembuatan zat kimia," bunyi laporan itu.

Juru bicara kementerian luar negeri yang dikutip oleh SANA mengatakan para penyelidik memalsukan informasi.

"Ini dibuktikan dengan penolakan mereka bahwa kelompok-kelompok teroris bersenjata memiliki bahan kimia beracun meskipun mereka menemukan bahan kimia semacam itu di gudang-gudang milik pemberontak," ujarnya yang disitir Frace24, Jumat (8/3/2019).

OPCW telah menyelidiki beberapa serangan kimia selama perang saudara Suriah selama delapan tahun, dan sebelumnya telah mengkonfirmasi penggunaan klorin, mustard belerang, dan sarin sebagai senjata kimia dalam sejumlah insiden lain.

Organisasi itu sebelumnya tidak memiliki mandat untuk menetapkan tanggung jawab atas serangan, tetapi sejak itu telah diberikan wewenang untuk menyelidiki tanggung jawab atas semua serangan kimia di Suriah kembali ke 2014.

Perang multi-front Suriah telah menewaskan lebih dari 360 ribu orang sejak dimulai pada tahun 2011 dengan rezim Presiden Bashar al-Assad menumpas protes.




Credit  sindonews.com




Kronologi Tragedi Ethiopian Airlines Tewaskan 157 Orang Termasuk WNI


Kronologi Tragedi Ethiopian Airlines Tewaskan 157 Orang Termasuk WNI
Para warga Ethiopia mendatangi lokasi jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang, Minggu (10/3/2019). Foto/REUTERS

 

ADDIS ABABA - Pesawat Ethiopian Airlines jatuh di Hejere dekat Bishoftu, sekitar 50 kilometer selatan Addis Ababa, Ethiopia, hari Minggu (10/32019). Sebanyak 157 orang, termasuk seorang warga negara Indonesia (WNI) tewas dalam tragedi penerbangan ini.

Ratusan korban tewas berasal dari 35 negara. Pesawat yang terbang dari Addis Ababa ke Nairobi jatuh tak lama setelah lepas landas.

Berikut kronologi tragedi jatuhnya pesawat Ethiopia Airlines ET 302 yang dikutip SINDOnews.com dari ABC News, Senin (11/3/2019).

Pukul 08.38

Penerbangan ET302 lepas landas dari Bandara Internasional Bole di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa. Catatan yang dibagikan oleh situs Flightradar24 menunjukkan bahwa kecepatan vertikal pesawat melaju cepat dan menjadi tidak menentu. Tak lama kemudian, pilot mengeluarkan panggilan darurat dan diminta kembali ke bandara.

Pukul 08.44

Kontak dengan pesawat Ethiopian Airlines ET302 hilang.

Pukul 10.48

Kantor Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed dalam sebuah posting Twitter menuliskan kata-kata pertama dari kecelakaan itu."Menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai di Ethiopian Airlines Boeing 737 dalam penerbangan terjadwal reguler ke Nairobi, Kenya pagi ini," tulis kantor PM Abiy Ahmed.

Pukul 11.15

Pihak Ethiopian Airlines mengatakan sudah pasti bahwa 149 penumpang dan delapan awak berada di pesawat yang jatuh di dekat Bishoftu, sekitar 50 kilometer (31 mil) di luar ibu kota.

Pukul 13.35

Lembaga penyiaran negara Ethiopia melaporkan bahwa semua penumpang tewas.

Pukul 14.45

Ethiopian Airlines menerbitkan foto CEO-nya, Tewolde Gebremariam, berdiri di sebuah kawah di tengah reruntuhan. Sedikit puing pesawat yang bisa dilihat.

Pukul 15.30

CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam dan Menteri Transportasi Kenya James Macharia mengatakan ratusan orang dari 35 negara menjadi korban tewas, termasuk dari Kanada, China, Amerika, dan lainnya.

Pukul 16.50

Kantor Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengatakan perdana menteri telah mengunjungi lokasi kecelakaan. Dia menyatakan kesedihan mendalam dan memerintahkan penyelidikan penuh.

Pukul 17.35

Ethiopian Airlines mengeluarkan daftar baru korban kecelakaan yang mencakup para warga dari 35 negara.

Pukul 18.20

Saat matahari terbenam, tim pencari dengan buldoser terus mengambil sisa-sisa pesawat yang berserakan. Buldoser menggali untuk mengambil puing-puing yang terkubur.

Pukul 18.40

Ethiopian Airlines mengatakan otoritas Ethiopia, produsen pesawat Boeing dan pemangku kepentingan internasional lainnya akan berkolaborasi dalam penyelidikan penyebab kecelakaan itu.

Pukul 20.25

Dewan Perwakilan Rakyat Ethiopia menyatakan bahwa hari Senin (11/3/2019) sebagai hari berkabung nasional untuk semua korban.Keterangan: Semua jam yang tertulis adalah waktu Ethiopia.




Credit  sindonews.com