Senin, 11 Maret 2019

Maduro Ucapkan Terima Kasih kepada militer karena Gagalkan Kudeta



Maduro Ucapkan Terima Kasih kepada militer karena Gagalkan Kudeta
Presiden Venezuela Nicolas Maduro berpidato di hadapan pendungkungnya, di depan istana presiden Miraflores. Foto/Istimewa


CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro memuji angkatan bersenjata karena tetap loyal kepadanya dan telah mengalahkan kudeta yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan pemimpin oposisi Juan Guaido. Maduro juga menyalahkan serangan dunia maya oleh oposisi atas pemadaman listrik yang meluas di negara yang kaya minyak tersebut.

Pernyataannya itu disampaikannya pada aksi protes memperingati hari Anti Imperialisme di negara itu yang dilakukan oleh kelompok pro-pemerintah.

Berbicara di luar istana presiden Miraflores, Maduro menyebut Guaido sebagai badut dan boneka AS. Maduro berulang kali menuduh Guaido mencoba melakukan kudeta terhadapnya dengan bantuan "imperialis AS".

"Mereka mengundang angkatan bersenjata untuk melakukan kudeta militer dan jawaban mereka jelas - mereka telah mengalahkan komplotan kudeta," katanya seperti dikutip dari BBC, Minggu (10/3/2019).

Maduro telah mempertahankan dukungan militer dan sekutu dekat termasuk Rusia dan China sejak Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara pada 23 Januari.

Sementara itu di Caracas, beberapa pendukung Guaido berkelahi dengan polisi. Polisi berjaga-jaga saat aksi demonstrasi kelompok oposisi melanda Ibu Kota.

Beberapa pemrotes mendorong polisi berseragamanti huru hara sembari meneriakkan "pembunuh" dan petugas membalas dengan menembakkan semprotan merica ke mereka.

Dalam pidatonya, Guaido mengumumkan akan memulai tur di negara itu dan menyerukan semua pendukungnya untuk menghadiri protes massa di Caracas "segera".

"Kami akan datang, semua warga Venezuela ke Caracas, karena kami membutuhkan mereka semua bersatu," serunya. 


Guaido, yang memimpin Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi, telah diakui sebagai presiden sementara oleh lebih dari 50 negara.

Maduro mengambil alih kepresidenan ketika mentornya, Hugo Chavez meninggal pada tahun 2013. Dalam beberapa tahun terakhir Venezuela telah mengalami keruntuhan ekonomi, dengan kekurangan pangan yang parah dan inflasi mencapai setidaknya 800.000% tahun lalu.

Pemerintah Maduro menjadi semakin terisolasi karena semakin banyak negara menyalahkan pemerintahannya atas krisis ekonomi, yang telah mendorong lebih dari tiga juta orang meninggalkan Venezuela.

Credit  sindonews.com