Jumat, 08 Maret 2019

Jet Su-27 Rusia Kejar dan Cegat Pesawat Mata-mata AS



Jet Su-27 Rusia Kejar dan Cegat Pesawat Mata-mata AS, Ini Videonya
Jet Su-27 Rusia mencegat dan mengawal pesawat mata-mata AS RC-135 di atas Laut Baltik. Foto/Ilustrasi/Istimewa



MOSKOW - Sebuah jet tempur Su-27 Rusia berhasil mencegat dan mengawal sebuah pesawat mata-mata RC-135 Amerika Serikat (AS) di atas perairan Laut Baltik, dekat perbatasan negara itu. Hal itu diungkapkan Kementerian Pertahanan Rusia dengan merilis video pendek insiden tersebut.

Seperti disitir dari RT, Kamis (7/3/2019), diambil dari kokpit pesawat tempur super manuver Rusia, video insiden tersebut menunjukkan pesawat jet Su-27 mendekati pesawat dengan aman dari belakang dan menyejajarkannya. Pesawat itu diidentifikasi sebagai pesawat pengintai RC-135. Kapan tepatnya insiden itu terjadi tidak diungkapkan.

Kementerian Pertahanan Rusia hanya menyatakan bahwa jet Su-27 yang sedang bertugas untuk mengidentifikasi asal target dan mencegatnya di atas Laut Baltik.

"Jet Su-27 kembali dengan selamat ke pangkalannya setelah pesawat asing terbang jauh dari perbatasan Rusia," seperti disitir dari Sputnik.

Jumlah jet militer asing yang menyelinap di dekat perbatasan Rusia telah tumbuh secara drastis dalam beberapa tahun terakhir. Angkatan Udara Rusia sering menerbangkan jet tempur mereka untuk mencegat dan mengawalnya pergi.

Insiden terbaru sebelum insiden dengan RC-135 dilaporkan terjadi pada akhir Januari lalu. Ketika itu militer Rusia mengatakan bahwa sebuah jet tempur Su-27 terbang untuk mengidentifikasi dan mencegat sebuah pesawat pengintai milik Swedia.

Aksi Rusia ini kerap mendapat kritik dari AS dan negara-negara NATO lainnya. Keduanya menyebut sikap Moskow tidak profesional.





Credit  sindonews.com




Putin Sebut Rusia Gagalkan Aksi Spionase Hampir 600 Mata-mata



Putin Sebut Rusia Gagalkan Aksi Spionase Hampir 600 Mata-mata
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/Istimewa


MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dinas keamanan negara itu menghentikan hampir 600 agen asing dan personel intelijen tahun lalu. Ia menyatakan bahwa musuh berusaha untuk mencampuri urusan dalam negeri Rusia.

"Badan kontra intelijen bertindak efektif dan ofensif tahun lalu. Berkat operasi khusus yang berhasil, 129 staf staf dan 465 agen layanan khusus asing dihentikan," ujar Putin dalam rapat dewan Dinas Keamanan Federal (FSB) atau dinas intelijen Rusia, lembaga yang dipimpinnya sebelum menjadi Presiden.

Putin menambahkan bahwa badan-badan intelijen asing berusaha untuk meningkatkan kegiatannya di seluruh Rusia, mencari akses ke informasi tentang ekonomi negara, penelitian ilmiah dan teknologi.

"Seperti di masa lalu, sekarang, mungkin, mereka juga mencoba untuk mempengaruhi proses (politik) yang relevan di negara kita," katanya.

"Karena itu, kerja (intelijen) harus efisien, dilakukan setiap hari dan berdasarkan metode kerja modern," imbuhnya seperti dikutip dari CNN, Kamis (7/3/2019).

Dalam pidatonya, Putin tetap menyerukan personil keamanan untuk melindungi wirausahawan dari penegakan hukum yang "terlalu bersemangat."

"Penting juga untuk segera menanggapi pelanggaran hak-hak wirausaha oleh perwakilan individu dari lembaga penegak hukum, otoritas pengawasan dan kontrol," ucapnya.

"Saya berharap bahwa dalam otoritas Anda, Anda juga akan berkontribusi pada solusi dari tugas yang paling penting - untuk memastikan hak dan kepentingan wirausaha yang sah, dan tentu saja dari semua warga negara Rusia," tukasnya. 




Credit  sindonews.com




Politikus Jerman Sebut Muslim Mungkin Jadi Kanselir


Muslimah Jerman berunjukrasa di Hamburg, Jerman.
Muslimah Jerman berunjukrasa di Hamburg, Jerman.
Foto: Daniel Bockwoldt/EPA

Politikus CDU yang menentang menilai nilai Islam tak sesuai dengan nilai Partai.



CB,  REPUBLIKA.CO.ID, JERMAN -- Pernyataan Pemimpin kelompok parlemen dari Uni Demokratik Kristen konservatif (CDU) telah memicu perdebatan. Ini setelah ia mengatakan, seorang Muslim bisa menjadi pemimpin CDU dan kanselir Jerman di masa depan.


Sebelumnya outlet media Idea menanyakan apakah seorang Muslim dapat memimpin partai dan menjadi kanselir pada 2030? Ralph Brinkhaus mengatakan, "Mengapa tidak, jika mereka adalah politisi yang baik, dan mereka mewakili nilai-nilai dan pandangan politik kita?" ujarnya seperti dilansir dari laman dw.com, Jumat (8/3).

Brinkhaus mengatakan, bahwa nilai-nilai orang lebih penting daripada agama ketika memutuskan kualitas kepemimpinan mereka. CDU, kata ia, bukan komunitas keagamaan. Itulah yang membedakannya dari Gereja Katolik.


Namun pernyataan itu ditolak oleh rekan dari partai-partainya. Anggota dewan eksekutif CDU Elisabeth Motschmann menolak pandangan Brinkhaus bahwa Islam sesuai dengan nilai-nilai partai.


"Nilai-nilai Islam sangat berbeda dari nilai-nilai kita - misalnya, ketika datang ke pertanyaan tentang persamaan hak untuk pria dan wanita," katanya.


Politikus CDU lainnya Gienger juga menampik bahwa seorang Muslim bisa menjadi kanselir Jerman, terlepas dari afiliasi partai. "Memiliki kanselir Muslim akan menyiratkan bahwa umat Islam akan menjadi mayoritas di Jerman," katanya.


Tetapi beberapa anggota parlemen CDU membela komentar Brinkhaus. Menteri pendidikan di negara bagian utara Schleswig-Holstein Karin Prien mengatakan tidak melihat alasan yang bagus mengapa menjadi seorang Kristen adalah kualifikasi yang diperlukan untuk menjadi kepala partai atau kanselir.


Mitra koalisi kiri-tengah CDU, Partai Demokrat Sosial (SPD), menganggap seluruh perdebatan sebagai kebodohan.




Credit  republika.co.id





Ilham Omar, Muslimah Pertama di Kongres AS Dapat Pembelaaan


Ilhan Omar
Ilhan Omar
Foto: VOA

Tiga capres dari Partai Demokrat membela Ilhan Omar.




CB, WASHINTON -- Tiga calon presiden dari Partai Demokrat membela anggota Kongres Ilhan Omar atas komentarnya soal Israel beberapa waktu lalu.


Pernyataan salah satu muslimah pertama di kongres AS itu mendapat dukungan dari senator Bernie Sanders, dan Elizabeth Warren. Keduanya merupakan dua kandidat sayap kiri dalam pemilihan presiden dari Partai Demokrat medatang.

"Anti-semitisme adalah ideologi penuh kebencian dan berbahaya yang harus ditentang keras di AS, dan di seluruh dunia," ujar Sanders seperti dikutip Haaretz, Kamis.


Meski demikian, Sanders menyatakan bahwa anti-semitisme tak boleh disamakan dengan kritik sah terhadap pemerintahan Benjamin Netanyahu sayap kanan di Israel. Sebaliknya, kata dia, warga AS harus mengembangkan kebijakan Timur Tengah yang adil sehingga menyatukan orang Israel dan Palestina untuk perdamaian abadi.

"Apa yang saya takutkan tengah terjadi di House AS kini yakni upaya untuk menargetkan anggota Kongres Omar sebagai cara untuk melumpuhkan debat itu. Menurut saya itu salah," ujar Sanders.

Sementara Warren dalam sebuah pernyataan menyoal anti-semitisme oleh Omar mengatakan, warga AS memiliki kewajiban moral untuk memerangi ideologi kebencian di negara sendiri dan seluruh dunia termasuk anti-Semitisme dan Islamofobia.


Menurutnya, pada negara demokrasi, warga dan pihak manapun bisa dan harus debat terbuka dan penuh hormat menyoal Timur Tengah.


Dia menilai kritik terhadap Israel sebagai anti-Semit secara otomatis memiliki efek mengerikan pada wacana publik AS. Situasi ini kian memperumit untuk mencapai solusi damai antara Israel dan Palestina. "Ancaman kekerasan, seperti yang dilakukan terhadap Omar, tidak pernah bisa diterima," katanya.

Senator California, Kamala Harris yang merupakan calon presiden juga mengeluarkan pernyataan terkait pernyataan Omar. Menurutnya, warga AS memiliki tanggung jawab untuk berbicara soal menentang anti-Semitisme, Islamfobia, homofobia, transphobia ataupun rasisme,


Namun, dalam pengecualian soal Omar, ia khawatir sorotan terhadapnya dapat membahayakan diri Omar sendiri. "Kita harus mengadakan diskusi yang sehat dan penuh hormat soal kebijakan," ujar Harris.

Pada akhirnya, kata dia yang dibutuhkan adalah solusi dua negara dan komitmen untuk perdamaian, hak asasi manusia, dan demokrasi oleh semua pemimpin di wilayah ini. "Dan juga komitmen oleh negara kita untuk membantu mencapai itu," ujarnya.




Credit  republika.co.id





Presiden Irak Sebut Militan Asing ISIS Terancam Hukuman Mati


Presiden Irak Sebut Militan Asing ISIS Terancam Hukuman Mati
Presiden Irak, Barham Salih, mengatakan bahwa militan asing ISIS yang diadili di negaranya terancam dijerat hukuman mati. (Christophe Ena/Pool via Reuters)



Jakarta, CB -- Presiden Irak, Barham Salih, mengatakan bahwa militan asing ISIS yang diadili di negaranya terancam dijerat hukuman mati.

"[Militan asing ISIS] akan diadili sesuai hukum Irak dan bisa dijatuhi hukuman mati jika terbukti bersalah [membunuh warga Irak]," ujar Salih kepada harian The National sebagaimana dikutip Reuters.

Pernyataan ini dilontarkan sebulan setelah pasukan koalisi AS di Suriah mengirimkan 280 anggota ISIS asal Irak dan sejumlah militan asing ke Irak.

Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi mengatakan bahwa Irak dapat merepatriasi para tahanan asing ISIS ke negara asalnya. Namun, Irak juga dapat mengadili mereka yang melakukan kejahatan terhadap negaranya atau warganya.


Berdasarkan hukum Irak, tindakan kriminal semacam itu dapat dijatuhi hukuman mati, tapi Mahdi tak menyebutkan hal tersebut. Pernyataan Salih adalah konfirmasi pertama bahwa militan asing juga dapat terjerat hukuman mati.

"Ada beberapa kasus yang memungkinkan militan asing terlibat dalam kasus terorisme di tanah Irak atau terhadap warga Irak. Di Irak, hukum harus ditegakkan," ucap Salih.

Namun, Salih menekankan bahwa Irak tak akan mengadili semua militan yang dikirim dari Suriah ke negaranya.

"Membebani Irak dengan isu ini atas nama dunia terlalu berat bagi Irak," katanya. 





Credit  cnnindonesia.com



Inggris Klaim Bomnya Membunuh 4.012 Militan ISIS dan 1 Warga Sipil



Inggris Klaim Bomnya Membunuh 4.012 Militan ISIS dan 1 Warga Sipil
Pesawat-pesawat jet tempur Koalisi Global anti-ISIS pimpinan Amerika Serikat yang melakukan serangan di Suriah dan Irak. Foto/REUTERS


LONDON - Angkatan Udara Kerajaan (RAF) Inggris mengklaim pemboman pesawat-pesawat jet tempurnya di Suriah dan Irak telah membunuh 4.012 militan ISIS dan hanya menewaskan satu warga sipil. Data itu berasal dari Kementerian Pertahanan negara tersebut.

Penelitian dari badan amal Action on Armed Violence (AOAV) memperoleh data tersebut di bawah undang-undang kebebasan informasi yang melacak serangan bom RAF dari September 2014 hingga Januari 2019.

AOAV telah menyatakan skeptis bahwa RAF berhasil melindungi warga sipil meski mengklaim berhasil menewaskan ribuan petempur musuh.

Direktur eksekutif badan amal tersebut, Ian Overton, mengatakan; "Klaim RAF atas rasio satu korban sipil terhadap 4.315 musuh harus menjadi rekor dunia dalam konflik modern. Namun sedikit ahli konflik percaya itu benar."

Angka 4.315 tersebut termasuk mereka yang terluka dan juga yang terbunuh.

Inggris berada di garis depan Koalisi Global dari 79 negara yang memerangi jaringan teroris ISIS melalui aksi militer. Setelah Amerika Serikat, Inggris melakukan serangan udara terbanyak.

Data Kementerian Pertahanan menunjukkan bahwa dari 4.315 kombatan yang tewas maupun terluka, 75 persennya berada di Irak. Kemudian 25 persen lainnya berada di Suriah.

Menurut analisis AOAV, sebagian besar serangan RAF terhadap Mosul dan Raqqa—bekas benteng ISIS— ditujukan pada bangunan.

Badan amal itu melanjutkan, mayoritas serangan udara juga menanggapi peristiwa yang terjadi di darat dan meningkatkan risiko bagi warga sipil. 


RAF mengatakan kepada badan amal tersebut bahwa angka itu baru dikeluarkan, tetapi hanya bisa menjadi perkiraan, mengingat Inggris tidak memiliki kehadiran di lapangan untuk menilai serangan.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan kepada The Guardian, Jumat (8/3/2019), telah menjelaskan metodologi untuk menghasilkan data serangan tersebut. "Setelah setiap serangan udara Inggris, kami melakukan penilaian kerusakan pertempuran secara terperinci, yang memeriksa secara menyeluruh hasil serangan terhadap sasarannya, baik itu petempur, senjata, atau pangkalan Daesh (ISIS)," kata juru bicara itu tanpa disebutkan namanya.

“Penilaian ini juga melihat dengan sangat hati-hati apakah ada korban sipil atau kerusakan infrastruktur sipil atau tidak," lanjut dia.



Credit  sindonews.com




Aparat Irak dan Kurdi Dilaporkan Siksa Anak yang Dituduh ISIS


Aparat Irak dan Kurdi Dilaporkan Siksa Anak yang Dituduh ISIS
Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Rodi Said)



Jakarta, CB -- Aparat keamanan Irak dan Kurdi dilaporkan menyiksa sejumlah anak-anak yang ditahan karena dituduh terlibat dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Menurut lembaga pemantau hak asasi manusia, Human Rights Watch, mereka juga mengadili para bocah hanya berbekal bukti-bukti yang tidak memadai.

"Penyaringan, penyelidikan, dan penuntutan terhadap anak-anak sebagai tersangka ISIS oleh otoritas Irak dan Kurdi sangat cacat, seringkali mengarah pada penahanan sewenang-wenang dan pengadilan yang tidak adil," demikian isi laporan Human Rights Watch, seperti dilansir AFP, Rabu (6/3).

Laporan Human Rights Watch itu didasarkan pada hasil wawancara dengan 29 anak-anak Irak yang saat ini atau pernah ditahan oleh pasukan Kurdi. Mereka juga mewawancarai kerabat para bocah, penjaga penjara, dan petugas pengadilan.


Irak mengumumkan telah mengalahkan ISIS pada akhir 2017, tetapi mereka terus mengadili pria, wanita, anak-anak, dan termasuk orang asing, yang dituduh menjadi anggota ISIS.

Banyak anak laki-laki yang ditangkap di kamp atau pos pemeriksaan berdasarkan bukti yang lemah.

Mereka dipukuli dan disetrum ketika diinterogasi, serta tidak diberi akses kepada kerabat atau kuasa hukumnya. Mereka dipaksa untuk mengaku sebagai anggota ISIS, meskipun mereka tidak pernah bergabung dengan ISIS.

"Mereka memukuli saya di seluruh tubuh saya dengan pipa plastik. Pertama mereka meminta saya harus mengakui bergabung dengan ISIS, jadi saya setuju," kata seorang anak berusia 14 tahun yang ditahan oleh aparat Kurdi.

ISIS memang banyak merekrut dan mendoktrin anak-anak. Sebagian dari anak-anak yang diwawacarai oleh Human Rights Watch mengaku bahwa mereka tidak pernah berselisih dengan kelompok tersebut.

Mereka diadili tanpa pengacara dalam sidang yang hanya berlangsung tidak lebih dari sepuluh menit dan menggunakan bahasa Kurdi. Kebanyakan dari mereka adalah orang Arab dan tidak memahaminya.

Hukuman yang diterima anak-anak itu dari aparat Kurdi berkisar antara enam dan sembilan bulan penjara.

Sementara itu, pengadilan federal Irak menghukum hingga 15 tahun penjara. Seringkali pemerintah Irak menempatkan mereka di penjara yang penuh sesak bersama orang dewasa yang melanggar standar dunia.

"Setiap hari adalah siksaan. Kami dipukuli setiap hari, kita semua," kata seorang perempuan berusia 17 tahun yang berada di penjara federal selama sembilan bulan.

Bahkan setelah mereka dibebaskan, anak-anak lelaki itu memilih untuk tidak pulang ke rumah karena takut ditangkap kembali.

Human Rights Watch memperkirakan pada akhir 2018 aparat Irak dan Kurdi telah menahan sekitar 1.500 anak-anak karena diduga terlibat ISIS.

Human Rights Watch mendesak pemerintah Irak dan Kurdi berhenti menangkap anak-anak yang dituduh terlibat ISIS, dan meminta semuanya dibebaskan kecuali mereka dituduh melakukan kejahatan kekerasan.

"Irak dan perlakuan keras Kurdi terhadap anak-anak lebih mirip pembalasan buta dibanding keadilan atas kejahatan ISIS," kata Direktur Hak Asasi Anak HRW, Jo Becker.

"Anak-anak yang terlibat dalam konflik bersenjata berhak mendapatkan rehabilitasi dan reintegrasi, bukan penyiksaan dan penjara," kata Jo Becker.





Credit  cnnindonesia.com



Bertempur Mati-matian, Anggota Fanatik ISIS Semakin Brutal



Warga sipil yang dievakuasi dari Baghouz menunggu di area pemeriksaan yang dikoordinir oleh Pasukan Demokrat Suriah. [CNN]
Warga sipil yang dievakuasi dari Baghouz menunggu di area pemeriksaan yang dikoordinir oleh Pasukan Demokrat Suriah. [CNN]

CB, Jakarta - Seiring semakin dekatnya kekalahan, anggota ISIS yang fanatik semakin terorganisir dan kejam dei mempertahankan wilayah terakhir mereka di Baghouz, Suriah.
Meskipun mereka sedang bertempur habis-habisan menahan laju pasukan SDF Kurdi, ISIS masih memiliki polisi dan militan yang menerapkan aturan brutal mereka.
Selama sepekan terakhir, para pengikut ISIS yang fanatik ini berupaya mengevakuasi 10.000 pengikut mereka yang terluka dan kelelahan keluar dari desa Baghouz.

ABC News melaporkan, 7 Maret 2019, pengikut ISIS yang tersisa kebanyakan adalah militan asing, termasuk Irak dan warga Asia Tengan, bersama militan dari Suriah. Mereka kini bertempur untuk mempertahankan teritori terakhir mereka dengan menggali terowongan dan gua di dalam Baghouz, desa di tepi Sungai Eufrat. Sejak Juma pekan lalu, mereka bertempur sengit menahan serangan pasukan SDF Kurdi.
Mereka yang mengungsi keluar dari Baghouz, menceritakan bagaimana hari-hari terakhir di wilayah kekuasaan ISIS. ISIS masih memegang kendali dan pengawasan terhadap warga meskipun digempur habis-habisan.
Para janda yang mengungsi mengatakan tunjangan bulanan dari ISIS diganti dengan pemberian makanan, meskipun distribusi menjadi kurang teratur karena makanan semakin langka.
Mereka terus tinggal bersama di wisma yang dikelola ISIS bahkan ketika para militan pindah ke tenda. Kantor pengiriman uang berfungsi hingga hari-hari terakhir.

Pasukan Demokrat Suriah (SDF) membombardir markas kelompok militan ISIS dengan tembakan, di Baghouz, Deir Ezzor, wilayah timur Suriah, 3 Maret 2019. Serangan ini menghancurkan gudang amunisi milik ISIS. REUTERS/Rodi Said
Seorang warga Suriah dengan nama samaran Bayan, berusia 24 tahun, mengatakan ibunya mengirim uang dari Aleppo sebulan lalu untuk membantunya setelah suaminya terbunuh.
Para militan meneruskan hukuman fisik mereka. Mereka membunuh seorang pemimpin senior Irak karena membantu orang-orang melarikan diri dari wilayah mereka. Polisi moral ISIS, yang dikenal sebagai "Hisba" berkeliling di sekitar kemah tenda di Baghouz, mendesak penduduknya untuk melakukan salat lima kali sehari.
Ketika tiba waktunya untuk evakuasi, Hisba mengawasi operasi, meminta orang yang terluka dan keluarga untuk mendaftar.
Seorang pengemudi bernama Khodr di salah satu konvoi truk yang menunggu di Baghouz untuk mengantar sekelompok pengungsi minggu lalu melihat langsung organisasi dan kebrutalan ISIS.

Selama proses evakuasi, orang-orang ISIS dengan senjata dan topeng berdiri siaga, dua di setiap truk, sementara seorang militan lain berjalan di antara para pengungsi, memeriksa nama-nama di daftar.
Tiba-tiba suasana yang awalnya tertib pecah. Seorang pria bersenjata menyerang seorang perempua, memukulnya dengan tongkat.
Khodr tidak mengetahui penyebabnya, mungkin perempuan itu bingung dan ragu untuk naik, mungkin dia berdebat.

Perempuan itu menangis dan panik, dia jatuh ke tanah dan menjejalkan tangannya ke pasir, mencoba menahan rasa sakit. Ketika dia tidak bangun, pria bersenjata itu menembakkan senjata otomatisnya ke tanah di dekatnya, sampai dia berdiri dan naik kembali.
"Itu peristiwa mengerikan Dia memukul perempuan itu, mungkin dua meter jaraknya. Dia jatuh dan mulai menangis," katanya.

Dalam rekaman audio yang bocor dari dalam Baghouz, seorang pemimpin ISIS yang menyebut dirinya sebagai penanggung jawab logistik menjelaskan kepada sekelompok pendukung bagaimana evakuasi akan dilakukan, diorganisasi dari satu sisi oleh ISIS dan dari yang lain oleh SDF.Dia menekankan bahwa evakuasi akan melindungi martabat dan kebebasan pergerakan mereka. Keaslian rekaman belum bisa diverifikasi secara independen.
Para pejabat SDF membantah mereka bernegosiasi dengan ISIS, tetapi seorang juru bicara untuk koalisi yang dipimpin AS, Sean Ryan, pada hari Rabu mengkonfirmasi negosiasi sedang berlangsung melalui SDF, dan sedang mencari tahu informasi mengenai setiap sandera yang ditahan oleh ISIS.




Credit  tempo.co



Teror Bom dan Penembakan di Afghanistan Tewaskan 16 Orang


Teror Bom dan Penembakan di Afghanistan Tewaskan 16 Orang
Ilustrasi serangan teroris di Afghanistan. (REUTERS/Mohammad Ismail)




Jakarta, CB -- Aksi teror berupa serangan bom bunuh diri dan penembakan kembali terjadi di Afghanistan. Peristiwa yang terjadi di Kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar itu menewaskan 16 pegawai perusahaan konstruksi.

Menurut juru bicara Gubernur Nangarhar, Attahullah Khogyani, serangan itu dimulai pada pukul 05.00 waktu setempat. Saat itu dua orang teroris meledakkan diri di depan kantor perusahaan konstruksi yang berada di dekat bandara Jalalabad.


Seperti dilansir Associated Press, Rabu (6/3), setelah serangan bom bunuh diri, tiga orang militan menyerbu dan melepaskan tembakan menggunakan senapan. Serangan itu berlangsung hingga pukul 10.30 waktu setempat. Ketiga pelaku berhasil ditembak mati aparat Afghanistan.

Sebanyak empat pegawai perusahaan itu dalam kondisi kritis dan dilarikan ke rumah sakit.


Hingga berita ini dibuat, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, baik Taliban dan ISIS Khurasan yang merupakan perpanjangan ISIS di Afghanistan sama-sama aktif di wilayah itu.


Padahal, saat ini Taliban dan Amerika Serikat (AS) tengah melakukan perundingan damai di Qatar untuk mengakhiri peperangan yang sudah terjadi selama 18 tahun.

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Robert Palladino, pembahasan itu berkutat dalam empat hal. Yaitu pencabutan Taliban dari daftar organisasi teroris, penarikan pasukan AS, gencatan senjata, serta dialog antara Taliban dan pemerintah Afghanistan.


Presiden AS, Donald Trump, menyatakan berulang kali ingin mengakhiri keterlibatan mereka di Afghanistan. Saat ini masih ada 14 ribu pasukan mereka di negara itu.




Credit  cnnindonesia.com



Ditahan di Venezuela, Jurnalis AS Dipaksa Dukung Maduro


Ditahan di Venezuela, Jurnalis AS Dipaksa Dukung Maduro
Seorang jurnalis AS, Cody Weddle, mengaku dipaksa menyatakan dukungan kepada Presiden Nicolas Maduro saat ditahan di Venezuela pada Rabu (6/3) lalu. (Reuters/Zachary Fagenson)




Jakarta, CB -- Seorang jurnalis Amerika Serikat, Cody Weddle, mengaku dipaksa menyatakan dukungan kepada Presiden Nicolas Maduro saat ditahan di Venezuela pada Rabu (6/3) lalu.

"Jelas mereka ingin saya mengatakan beberapa hal, isu-isu politik. Mereka ingin saya mengatakan bahwa Nicolas Maduro masih menjadi presiden," ujar Weddle setibanya di AS setelah dideportasi dari Venezuela pada Kamis (7/3).

Jurnalis lepas yang bekerja untuk sejumlah stasiun televisi Miami itu mengatakan bahwa para penyelidik menggunakan penutup wajah saat menginterogasinya. Mereka terus menuding Weddle kenal dengan pejabat militer senior di Venezuela.


"Mereka terus bertanya apakah saya memiliki kontak di dalam militer, apakah saya punya kontak di dalam pasukan kepolisian lokal atau kepolisian nasional," ucap Weddle kepada sejumlah wartawan yang menemuinya di Bandara Internasional Miami.

Penahanan ini terjadi di tengah krisis politik di Venezuela, di mana Maduro didesak mundur oleh Juan Guaido, pemimpin oposisi yang sudah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim.

Guaido menyampaikan deklarasi tersebut di tengah demonstrasi besar-besaran untuk menolak Maduro yang dianggap menang melalui pemilu tidak sah.

Pria yang menjabat sebagai pemimpin parlemen Venezuela itu mendapatkan dukungan dari sekitar 50 negara, termasuk AS.

Institusi militer Venezuela sendiri sudah menyatakan bahwa mereka tetap mendukung Maduro. Namun, sejumlah pejabat tinggi mereka membelot dan mendukung Guaido.

Weddle mengaku sempat mewawancarai sejumlah pejabat juga beberapa personel militer dan kepolisian yang mengasingkan diri. Namun, ia tak pernah mewawancarai lima jenderal militer, seperti yang dituduhkan para penyelidik.

"Saya tidak tahu mereka dapat informasi dari mana, tapi jelas mereka pikir saya pernah menulis berita hasil wawancara lima jenderal," tutur Weddle.

Ia juga mengaku tak pernah menuliskan identitas orang-orang yang diwawancarai demi menghindari hal-hal seperti penahanan ini. Namun, menurut Weddle, ia tetap menjadi incaran karena kini memang sedang banyak ketidakpercayaan di dalam tubuh militer.

"Di dalam angkatan bersenjata, banyak ketidakpuasan, terutama di tingkat pejabat tinggi. Itu yang terus saya dengan dari banyak pejabat dan saya melaporkan itu," katanya.



Credit  cnnindonesia.com




Pemadaman Listrik Besar-besaran Landa Venezuela, Pemerintah Salahkan Sabotase



Pemadaman Listrik Besar-besaran Landa Venezuela, Pemerintah Salahkan Sabotase
Pemerintah Nicolas Maduro menyalahkan sabotase atas pemadaman listrik besar-besaran yang melanda Venezuela. Foto/Istimewa


CARACAS - Pemadaman listrik besar-besaran melanda Venezuela yang tengah dilanda krisis pada Kamis. Menanggapi hal itu, pemerintah Presiden Nicolas Maduro dengan cepat menyalahkan sabotase pada bendungan pembangkit listrik tenaga air yang menjadi sumber listrik bagi negara.

Pemadaman listrik sering terjadi di Venezuela, di mana ekonomi negara itu ambruk di bawah hiperinflasi, dengan kekurangan makan dan obat-obatan yang kronis serta emigrasi massal lebih dari 3 juta warga.

Para pengeritik mengatakan korupsi dan kurangnya investasi membuat jaringan listrik negara itu tidak dapat berfungsi, sementara Maduro mengatakan masalah itu sengaja diciptakan oleh musuh-musuh politiknya.

Kerumunan warga membanjiri jalan utama Caracas. Banyak orang mengatakan mereka harus berjalan selama beberapa jam menuju rumah mereka karena beberapa bus di jalanan penuh dan sistem kereta api bawah tanah kota ditutup.

"Orang yang bertanggung jawab untuk ini bernama Nicolas Maduro," kata Pedro Fernandez (44), seorang insinyur sistem di lingkungan Altamira di Caracas, dalam perjalanan dengan berjalan kaki ke sisi lain kota.

"Ini hanya puncak gunung es mengingat semua hal yang kita derita," imbuhnya seperti dilansir dari Reuters, Jumat (8/3/2019).

Media lokal dan pengguna Twitter melaporkan bahwa pemadaman itu mempengaruhi Ibu Kota Caracas serta 15 dari 23 negara bagian. Seorang reporter televisi pemerintah menggambarkannya sebagai "pemadaman nasional."

"Mereka menyerang pembangkit dan transmisi di Guri (bendungan pembangkit listrik tenaga air), tulang punggung sistem kelistrikan," kata Menteri Kelistrikan Luis Motta melalui televisi pemerintah, tanpa menawarkan bukti.

Ia mengatakan layanan listrik akan dipulihkan dalam waktu sekitar tiga jam.





Credit  sindonews.com



'Pengusiran Dubes Jerman adalah Ancaman'



Juan Guaido
Juan Guaido
Foto: AP

Dubes Jerman diberi waktu 48 jam untuk meninggalkan Venezuela.



CB, BERLIN - Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido mengatakan, pengusiran duta besar (Dubes) Jerman oleh pemerintahan Nicolas Maduro merupakan ancaman terhadap Jerman. Dia menegaskan tindakan tersebut dapat meruntuhkan hubungan Venezuela dengan Jerman.

"Tindakan ini merupakan ancaman terhadap Jerman," ujar Guaido pada Kamis (7/3).


Diketahui, Dubes Jerman, Daniel Kriener mengalami tidakan tidak menyenangkan oleh pihak berwenang Caracas. Kriener diusir keluar negara kaya minyak itu ketika dia menyambut Guaido di bandara Caracas bersama dubes dan diplomat dari kedutaan Eropa lainnya.


Pemerintah menyatakan Kriener diberikan waktu 48 jam untuk meninggalkan negara itu. Pemerintah menuduhnya ikut campur dalam urusan internal, meskipun tidak memberikan rincian spesifik.

"Venezuela menganggap tidak dapat diterima bahwa seorang diplomat asing melakukan di wilayahnya peran publik yang lebih dekat dengan seorang pemimpin politik yang selaras dengan agenda konspiratorial sektor ekstrem oposisi Venezuela," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Jerman mengonfirmasi bahwa Venezuela telah mengusir duta besarnya. Saat ini kementerian tersebut sedang berkonsultasi dengan sekutu-sekutunya terkait masalah yang terjadi.

Sebagian besar negara-negara Barat, termasuk Jerman, mengakui Guaido sebagai kepala negara Venezuela yang sah. Selain itu juga negara-negara tersebut mendukung rencana untuk membentuk pemerintahan transisi menjelang pemilihan umum yang bebas.




Credit  republika.co.id




Dukung Juan Guaido, Maduro Usir Duta Besar Jerman dari Venezuela



Duta besar Jerman menyerahkan surat tugasnya kepada presiden Venezuela Nicolas Maduro,
Duta besar Jerman menyerahkan surat tugasnya kepada presiden Venezuela Nicolas Maduro,

CB, Jakarta - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro mengusir Duta Besar Jerman Daniel Kriener karena dianggap mencampuri urusan dalam negeri negaranya.
Maduro memberi batas waktu 48 jam bagi Kriener untuk meninggalkan Venezuela. Diplomat berusia 48 tahun ini disebut melanggar norma diplomatik.

Ads by Kiosked
"Venezuela menganggap tidak dapat diterima seorang diplomat asing melakukan peran publik mendekati seorang pemimpin politik yang selaras dengan agenda konspirasi ekstrimis oposisi Venezuela," ujar pernyataan resmi pemerintah Venezuela, seperti dilansir dari Politico, 6 Maret 2019.
Kriener diusir hanya beberapa hari setelah dirinya dan sejumlah diplomat Eropa dan negara lainnya menyambut kepulangan pemimpin oposisi Juan Guaido di bandara internasional Caracas, Senin, 4 Maret 2019.

Guaido meninggalkan Venezuela untuk berkunjung selama 10 hari ke beberapa negara yang mendukungnya. Kunjungan ini terkait dengan masuknya bantuan kemanusiaan ke Venezuela yang diblokade militer pendukung Maduro dan mendukung pemilu.
Kriener kemudian memposting pernyataan dukungan kepada Guaido yang baru kembali ke Venezeula di Twitter.
"Langkah maju menuju perdamaian dan proses politik untuk mengatasi krisis Venezuela."

Kantor Kementerian Luar Negeri Jerman membenarkan pengusiran Kriener.
"Daniel Kriener telah di-persona non grata. Kami sedang mengkoordinasikan langkah kami selanjutnya, juga dengan mitra kami di lapangan," ujar pernyataan Kantor Kementerian Luar Negeri Jerman yang dikutip dari Deutsche Welle.
Sebelum Duta Besar Jerman diusir, Venezuela telah melarang masuk empat wakil Partai Rakyat Eropa yang berusaha masuk ke Venezuela dakn bertemu dengan Guaido. Pemerintah Venezuela beralasan, keempatnya memiliki motif konspirasi.






Credit  tempo.co




Tercatat dalam Sejarah, 2 Astronot Perempuan Lakukan Spacewalk



Tercatat dalam Sejarah, 2 Astronot Perempuan Lakukan Spacewalk
Tercatat dalam Sejarah, 2 Astronot Perempuan Lakukan Spacewalk


NEW YORK - Kosmonot Valentina Tereshkova melakukan spacewalk di angkasa 55 tahun lalu. Dia diikuti perempuan kedua sekitar 20 tahun kemudian, Svetlana Savitskaya. Setelah 35 tahun petualangan Savitskaya, kini rombongan spacewalk pertama perempuan direncanakan pada 29 Maret mendatang. Itu merupakan hal bersejarah sebagai peringkatan Bulan Bersejarah Perempuan.

Dua astronot perempuan yang akan menciptakan sejarah adalah Christina Koch dan Ann McClain akan berjalan di luar Stasiun Antariksa Internasional (ISS) sebagai anggota Ekspedisi 59. Misi yang dilaksanakan mereka akan mengganti baterai yang dipasang pada musim panas lalu.

Mereka akan mendapatkan dukungan dari pengarah penerbangan Mary Lawrence dan Kristen Facciol dan Badan Antariksa Kanada di Johnson Space Center NASA di Texas. “Saya tidak bisa menahan kebahagiaan saya,” klaim Facciol dalam cuitannya, dilansir Reuters, kemarin.

NASA melaporkan, 213 spacewalk dilakukan di ISS sejak 1998 untuk tujuan pemeliharaan, perbaikan, uji coba peralatan baru. Kurang dari 11% dari 500 orang yang berjalan di angkasa dilakukan perempuan. Hampir 60 tahun penerbangan antariksa, hanya empat ekspedisi melibatkan dua perempuan yang dilatih untuk melakukan spacewalks.

McClain dan Koch merupakan bagian dari kelas NASA 2013 yang dipersiapkan melaksanakan tugas spacewalk. Mereka menyelesaikan pelatihan pada 2015. McClain berada di ISS sejak Desember 2018, sedangkan Koch akan bergabung dengan ISS akhir bulan ini.

NASA pertama kali merekrut astronot perempuan pada 1978. Kini jumlah astronot perempuan mencapai 34% di NASA. “Itu menunjukkan perempuan berada di lembaga ini dan kita menjadi perhatian,” kata pejabat hubungan publik NASA, Stephanie Schierholz. McClain yang berada di ISS saat ini menuliskan cuitan di Twitter yang disambut gembira ribuan penggemarnya.

Dia diperkirakan akan berjalan di antariksa selama tujuh jam. Itu merupakan dua dari tiga spacewalk pada Ekspedisi 59. Schierholz mengungkapkan, spacewalk perempuan pertama merupakan hal menakjubkan dan itu menjadi sentimen umum di NASA. Dia juga mengungkapkan Charles Bolden, pejabat kulit hitam pertama yang menjadi pemimpin hebat di NASA. “Saya ingin menegaskan bahwa saya bukan yang terakhir,” jelasnya.

Spacewalk dalam bahasa ilmiah disebut sebagai extravehicular activity di mana astronot berjalan di luar ISS. Selain dilaksanakan di luar orbit bumi seperti ISS, spacewalk juga bisa dilaksanakan di eksplorasi bulan atau dikenal dengan moonwalk. Spacewalk pertama dilakukan 18 Maret 1965 oleh kosmonot Rusia Alexey Leonov yang menghabiskan waktu 12 menit di luar Voskhod 2.

Dia membawa tas punggung logam yang mengandung oksigen. Kemudian, spacewalk oleh astronot AS pertama dilakukan pada 3 Juni 1965 oleh Ed White dengan Gemini 4 selama 21 menit. Dia membawa peralatan komunikasi dan biomedis. 





Credit  sindonews.com




Trump Kecewa Jika Korut Pulihkan Situs Peluncuran Rudal


Pertemuan Donald Trump dengan Kim Jong-un
Pertemuan Donald Trump dengan Kim Jong-un
Foto: Republika

Pekan lalu Trup bertemu Kim untuk membahas mengenai denuklirisasi.




CB, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merasa kecewa jika benar Korea Utara (Korut) memulihkan situs peluncuran roketnya. Meski, dia mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan informasi tersebut benar adanya atau tidak.

"Saya akan sangat kecewa jika itu benar terjadi," ujar Trump menanggapi laporan soal situs peluncuran itu pada Rabu (6/3) waktu setempat seperti dikutip BBC, Kamis.

"Ini laporan yang sangat awal. Saya akan sangat, sangat kecewa dengan Ketua Kim Jong-un, jika benar, dan kita lihat apa yang terjadi saja nanti. Kita akan memeriksanya sehingga nantinya akan diselesaikan," Trump menambahkan.

Pakar asing dan anggota parlemen Korea Selatan (Korsel), mengungkapkan, Korut sedang memulihkan fasilitas di lokasi peluncuran roket jarak jauh. Fasilitas di lokasi tersebut merupakan lokasi peluncuran roket jarak jauh yang dijanjikan dihapus oleh Korut. Pekerjaan membongkar situs peluncuran satelit Sohae itu dimulai tahun lalu, dan dinilai sebagai konsesi oleh Pyongyang.

Badan Intelejen Korsel (NIS) memberikan penilaian terkait tempat peluncuran Tongcang-ri Korut kepada anggota parlemen dalam suatu pengarahan pribadi. Namun Korut tidak segera menanggapi hal ini.

Sebelumnya Korut telah melakukan peluncuran satelit di situs itu dalam beberapa tahun terakhir. Sehingga Korut menerima sanksi PBB lantara uji coba rudalnya. Fasilitas peluncuran Sohae di situs Tongchang-ri telah digunakan untuk peluncuran satelit dan pengujian mesin tetapi tidak pernah untuk peluncuran rudal balistik.

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton sebelumnya mengatakan Korut masih dapat menghadapi lebih banyak sanksi jika tidak ada kemajuan dalam denuklirisasi.

Temuan situs ini pun muncul setelah pekan lalu pertemuan antara Pemimpin Korut, Kim Jong-un dan Presiden AS, Donald Trump yang berakhir tanpa adanya kesepakatan. Pertemuan bersejarah pertama antara keduanya pada tahun 2018 di Singapura menghasilkan kesepakatan yang tidak jelas soal denuklirisasi.





Credit  republika.co.id




Korsel Cemas Dialog Gagal karena Korut Buka Lagi Situs Rudal


Korsel Cemas Dialog Gagal karena Korut Buka Lagi Situs Rudal
Duta Besar Korea Selatan untuk RI, Kim Chang-beom. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)



Jakarta, CB -- Korea Selatan menyatakan laporan yang menyebut Korea Utara diduga mengaktifkan kembali situs peluncuran rudal bisa merusak dialog yang tengah berjalan dengan Amerika Serikat. Mereka berharap hal ini tidak berdampak luas terhadap proses itu.

"Tentu laporan itu akan berpengaruh tapi saya tidak yakin seberapa besar pengaruhnya (terhadap dialog AS-Korut) karena laporan itu belum terverifikasi," ucap Duta Besar Korsel untuk Indonesia, Kim Chang-beom, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (6/3).

Pernyataan itu diutarakan Kim Chang-beom menanggapi laporan Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS) yang mendeteksi indikasi Korut berupaya mengaktifkan kembali situs peluncuran rudal Tongchang-ri.

Indikasi itu didapat karena Korut terpantau membuka atap dan pintu situs tersebut, meski laporan itu tak menjelaskan waktu pasti pergerakan itu terjadi.


"Saya pikir hal pertama yang harus kita lakukan adalah memverifikasi laporan tersebut lalu memutuskan responsnya. Tapi menurut saya tidak ada alasan bagi Korut untuk melakukan tindakan provokatif seperti itu dalam situasi saat ini. Itu yang kami harapkan," ucap Kim Chang-beom.

Laporan itu muncul kurang dari sepekan setelah pertemuan kedua antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam, berlangsung tanpa menghasilkan kesepakatan terkait denuklirisasi.

Meski begitu, Kim Chang-beom menganggap pertemuan di Hanoi, walau gagal menghasilkan kesepakatan, merupakan sebuah kemajuan dalam proses perdamaian di Semenanjung Korea. Terutama dalam hal perbaikan hubungan AS dan Korut.

"Walaupun kami (Korsel) sedikit kecewa dengan hasil pertemuan, tapi kami melihat pertemuan di Hanoi kemarin produktif, setidaknya kedua pemimpin (Trump dan Kim Jong-un) tetap membiarkan meja perundingan terbuka," paparnya.

Selain itu, Kim Chang-beom juga menilai Trump dan Kim Jong-un lebih terbuka dan transparan dalam pertemuan kemarin.

"Setelah pertemuan kemarin, kita semua tahu apa yang diinginkan AS yakni pelucutan sejumlah situs rudal termasuk kompleks Yongbyon dan Korut mengatakan mau melakukannya hanya mereka merasa cukup sulit dalam tahapan ini," ujar Kim Chang-beom.

Korut dilaporkan sudah sempat menutup Tongchang-ri setelah bertemu dengan Trump untuk pertama kalinya di Singapura pada 12 Juni 2018 lalu.

Dalam pertemuan itu, Korut dan AS menghasilkan kesepakatan, salah satunya mengenai denuklirisasi di Semenanjung Korea. Namun, definisi denuklirisasi itu masih belum jelas.





Credit  cnnindonesia.com





Israel Tembak Mati Remaja Palestina Berusia 15 Tahun


Para pengunjuk rasa Palestina di dekat perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza (ilustrasi).
Para pengunjuk rasa Palestina di dekat perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza (ilustrasi).
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER

Saif Abu Zaied meninggal saat terjadi bentrokan di perbatasan Gaza.




REPUBLIKA.CO.ID, GAZA CITY -- Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, seorang warga Palestina berusia 15 tahun tewas akibat tembakan tentara Israel selama bentrokan pada malam hari di sepanjang perbatasan Gaza-Israel. Korban diketahui bernama Saif Abu Zaied.

"Abu Zaied terluka di kepala pada hari Rabu (6/3) dan meninggal di rumah sakit, kata kementerian itu Kamis (7/3) pagi seperti dilansir dari Time.

Insiden itu terjadi ketika belasan pemuda terlibat dalam bentrokan pada malam hari. Bentrokan melibatkan bom molotov dan lampu laser yang diarahkan pada pasukan Israel di sepanjang pagar perbatasan.

Bentrokan pada malam itu merupakan kelanjutan dari protes pada siang harinya yang digelar aktivis Hamas di Gaza, selama setahun. Hamas ingin blokade Israel-Mesir yang melumpuhkan di daerah kantong Palestina diakhiri.

Pada Rabu, militer Israel mengatakan sebuah proyektil ditembakkan dari Gaza dan mengaktifkan sirene peringatan di Israel selatan.



Credit  republika.co.id



Jurnalis Palestina: Israel Sombong, Suatu Hari Akan Dibom Nuklir



Jurnalis Palestina: Israel Sombong, Suatu Hari Akan Dibom Nuklir
Nasser Al-Laham, jurnalis Palestina yang memprediksi Israel akan dibom nuklir oleh seseorang yang marah terhadap kesombongan negara itu. Foto/JNS.org


RAMALLAH - Seorang jurnalis senior Otoritas Palestina (PA) memprediksi suatu hari nanti Israel akan dibom nuklir oleh seseorang yang marah karena kesombongan negara Yahudi tersebut. Dia tidak akan peduli jika hal itu benar-benar terjadi pada Israel.

"Saya percaya bahwa kegemaran sayap kanan telah menyebabkan Israel kehilangan akal, dan itu akan membayar harga untuk semua yang terjadi. Saya percaya bahwa ini tidak tergantung pada rudal Iran," kata jurnalis bernama Nasser Al-Laham itu dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Maan yang videonya diunggah di YouTube.

"Lebih jauh, tampaknya Israel ingin dimusnahkan oleh rudal nuklir. Mereka dapat terus menganggap diri mereka orang terkuat, tetapi suatu hari, seseorang yang marah akan datang dan menjatuhkan bom nuklir pada mereka, dan kita akan bangun dan tidak menemukan orang yang akan mengatakan 'Boker tov'," ujarnya, yang dilansir Israel National News, Selasa (5/3/2019). Boker tov adalah ucapan selamat pagi dalam bahasa Ibrani.

Alih-alih peduli jika Israel dibom nuklir, jurnalis itu justru akan menulis artikel tetang ketidakpeduliannya.

"Pada hari itu saya akan menulis artikel berjudul 'Lo Ichpat Li'. (Israel) telah menjadi begitu sombong dengan kekuatannya sehingga hari ini semua orang adalah musuhnya," ujarnya. Lo Ichpat Li adalah kalimat dalam bahasa Ibrani yang berarti "Saya tidak peduli".

Komentar jurnalis Palestina itu sebenarnya sudah diunggah ke saluran YouTube kantor berita Maan pada 16 Januari 2019. Namun, baru diterjemahkan oleh Middle East Media Research Institute (MEMRI) beberapa hari lalu dan jadi pemberitaan media-media Israel hari ini.

Pada 2016, seorang ulama Arab Palestina dari Masjid Al-Aqsa juga mendesak umat Islam untuk menggunakan senjata nuklir untuk melenyapkan Israel dalam satu atau dua serangan.

Pejabat senior Palestina Jibril Rajoub juga pernah menyampaikan niatnya untuk membom Israel jika negaranya memiliki senjata nuklir.

Israel sendiri diyakini memiliki senjata nuklir, namun tak pernah bersedia mengonfirmasi. Pada tahun 2008, mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Jimmy Carter memperkirakan bahwa Israel memiliki setidaknya 150 senjata nuklir di gudang senjatanya. 

“AS memiliki lebih dari 12.000 senjata nuklir; Uni Soviet (Rusia) hampir sama; Inggris dan Prancis memiliki beberapa ratus, dan Israel memiliki 150 atau lebih," kata Carter.

Pada tahun 2014, Carter mempertimbangkan kembali perkiraannya. "Israel memiliki 300 atau lebih, tidak ada yang tahu persis berapa banyak," katanya mengacu pada jumlah stok senjata nuklir Israel.

Dalam pesan email pribadi, yang ditulis beberapa bulan sebelum kesepakatan nuklir Iran 2015 ditandatangani, dan bocor pada September 2016, mantan Menteri Luar Negeri AS Colin Powell mengungkap jumlah sebenarnya hulu ledak nuklir Israel pada saat itu.

"Anak-anak di Teheran tahu Israel memiliki 200, semua ditargetkan di Teheran, dan kami memiliki ribuan," bunyi bocoran email Powell.

Selama pembicaraan program nuklir antara Iran dengan enam negara kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China), Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan kepada wartawan di PBB bahwa Israel memiliki sekitar 400 hulu ledak nuklir.




Credit  sindonews.com



Einstein tak Bisa Jawab Pertanyaan Ini Selama 50 Tahun


Albert Einstein
Albert Einstein
Foto: .

Universitas Ibrani Yerusalem menerbitkan manuskrip Albert Einstein.




CB, YERUSALEM -- Universitas Ibrani Yerusalem di Israel merilis manuskrip ilmuwan Albert Einstein. Total ada 110 tulisan yang diperoleh universitas bersama Crown-Goodman Family Foundation of Chicago. Semuanya baru diterbitkan untuk pertama kali dalam rangka menandai hari lahir Einstein yang ke-140 pada 14 Maret.

Seperti dilansir dari media Israel, Haaretz, Kamis (7/3), Einstein pada 12 Desember 1951 pernah menulis surat yang isinya pengakuan bahwa dia masih belum berhasil memahami sifat kuantum cahaya selama 50 tahun mencurahkan pemikiran fisikanya.

"Lima puluh tahun mencurahkan pemikiran belum membawa saya untuk lebih dekat pada pertanyaan apa itu partikel cahaya. Hari ini setiap orang bodoh berpikir dia tahu jawabannya, tetapi dia sebetulnya membodohi dirinya sendiri," tulis Einstein dalam surat itu.

Jauh sebelum menulis itu, sejak 1916 Einstein juga telah membuat tiga karya ilmiah mengenai penyerapan dan emisi cahaya oleh atom. Karya-karya ilmiah ini menjadi konsep dasar teknologi laser.

Einstein juga pernah menulis surat untuk sahabat karibnya, Michele Angelo Besso. Dalam surat, dia menulis soal dirinya yang tidak bisa berbahasa Ibrani, bahasa nenek moyang Yahudi. Ia merasa malu karena tidak tahu bahasa Ibrani. Namun, peraih Nobel Fisika 1921 itu lebih suka dipermalukan ketimbang memelajari bahasa tersebut.


"Sebagai seorang goy (non-Yahudi), Anda tak wajib memelajari bahasa nenek moyang kita. Sementara saya sebagai santo Yahudi, harus malu pada kenyataan bahwa saya hampir tidak tahu apa-apa, tetapi saya lebih suka dipermalukan daripada memelajarinya," tulis Einstein dalam surat.



Surat Einstein kepada Besso, yang menjadi salah satu dari 110 manuskrip itu, ditulis dalam bahasa Jerman. Surat ini diperoleh Universitas Ibrani Yerusalem dari seorang kolektor pribadi asal North Carolina, AS.

Besso meninggal dunia pada 1955. Saat itu Einstein menyatakan, "Sekarang dia (Besso) telah meninggalkan dunia yang aneh ini sedikit di depan saya. Ini tidak berarti apa-apa. Orang-orang seperti kita, yang percaya pada fisika, tahu bahwa perbedaan antara masa lalu, sekarang dan masa depan hanya ilusi yang keras kepala."





Credit  republika.co.id



Partai Pesaing Utama Junta Dibubarkan Sebelum Pemilu Thailand




Demonstran anti-kudeta memakai topeng kertas dengan tulisan kebebasan dan pemilu sambil mengangkat tiga jari saat protes di pusat perbelanjaan di Bangkok, Thailand (1/6). Sekitar 30 orang lakukan protes di dalam mal di daerah Asoke. REUTERS/Damir Sagolj
Demonstran anti-kudeta memakai topeng kertas dengan tulisan kebebasan dan pemilu sambil mengangkat tiga jari saat protes di pusat perbelanjaan di Bangkok, Thailand (1/6). Sekitar 30 orang lakukan protes di dalam mal di daerah Asoke. REUTERS/Damir Sagolj

CB, Jakarta - Mahkamah Konstitusi memerintahkan pembubaran partai Thai Raksa Chart (TRC) karena mencalonkan Putri Ubolratana sebagai perdana menteri dalam pemilu Thailand.
MK memutuskan dengan suara 6 berbanding 3 untuk melarang 14 eksekutif TRC pada 8 Februari untuk mencalonkan diri dalam pemilihan selama 10 tahun. Dengan suara bulat, MK juga melarang eksekutif TRC mendirikan partai, menurut laporan Bangkok Post, 7 Maret 2019.
Sebelumnya KPU menyatakan partai Thai Raksa Chart melanggar UU pemilu dengan pasal membahayakan keberlangsungan monarki, karena mencalonkan Putri Ubolratana, kakak Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. KPU kemudian melimpahkan kasus ini ke Mahkamah Konstitusi.

Menurut Mahkamah Konstitusi, semua pasal konstitusi menyebut bahwa raja dan keluarga kerajaan setingkat mom chao atau lebih tinggi harus netral politik.
"Jika (keluarga kerajaan) memasuki politik, maka akan melanggar konstitusi," kata MK.
Tindakan TRC dapat merusak institusi itu karena sang putri adalah anak tertua dari mendiang Raja Bhumibol Adulyadej dan saudara perempuan dari Yang Mulia Raja.
"Meskipun TRC memiliki hak dan kebebasan untuk melakukannya, tindakan mereka tidak boleh memiliki efek buruk atau merusak aturan monarki konstitusional atau membahayakan netralitas politik monarki," lanjut MK.

Komisi Pemilihan Umum Thailand memutuskan mendiskualifikasi Ubolratana Rajaka, 67 tahun sebagai calon Perdana Menteri Thailand. Sumber: Otago Daily Times
Keputusan ini final dan mengikat, ketika diumumkan di gedung MK di Chaeng Wattana, Bangkok, pada Kamis sore dengan keamanan tingkat tinggi. Sebanyak 1.000 personel keamanan berjaga di radius 500 meter.
South China Morning Post melaporkan, keputusan kontroversial ini diumumkan di depan 30 perwakilan partai dan anggota Komisi Pemilihan Umum.

Komisi Pemilihan Umum mengajukan permohonan pembubaran partai kuat pesaing pro junta militer ke Mahkamah Konstitusi pada 13 Februari setelah TRC menominasikan sang putri pada 8 Februari.
Pejabat tinggi KPU sebelumnya mengatakan jika partai TRC dibubarkan, pencalonan semua dari 282 kandidat anggota parlemen-nya akan secara otomatis dibatalkan dalam pemilu 24 Maret mendatang dan semua suara yang mereka peroleh akan dianggap tidak sah.
Putusan ini secara efektif mendiskualifikasi Chart Raksa Thailand dan para kandidatnya untuk bertarung dalam pemilihan umum pada 24 Maret, memberikan pukulan telak bagi kubu keluarga Shinawatra karena tanpa dukungan partai, tidak mungkin dapat membentuk pemerintahan.

Thai Raksa Chart bukan yang terbesar dari partai-partai yang setia pada Shinawatra, tetapi banyak dari konstituennya yang diyakini akan menang, dan ini menjadi modal untuk melawan koalisi pro junta militer Thailand, termasuk partai Palang Pracharat, yang telah mencalonkan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha sebagai kandidat perdana menteri di pemilu Thailand.




Credit  tempo.co


Presiden Donald Trump Masih Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berpidato State of the Union di hadapan sesi gabungan Kongres pada Selasa, 5 Februari 2019. USA Today
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berpidato State of the Union di hadapan sesi gabungan Kongres pada Selasa, 5 Februari 2019. USA Today

CB, Jakarta - Kekayaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepanjang 2018 lalu tak berkurang maupun bertambah dan Majalah Forbes tetap memasukkannya dalam daftar orang terkaya dunia bersama teman-teman borjuisnya yang lain.
Forbes mencatat kekayaan bersih Trump pada tahun lalu sebesar US$ 3.1 miliar atau Rp 44 triliun. Jumlah itu tak berubah dari tahun sebelumnya. Kekayaan sebesar itu menempatkannya dalam posisi orang terkaya nomor 715 dari 2.153 miliarder dipenjuru dunia.
Perusahaan real estate miliknya menjadi faktor terbesar penyumbang kekayaan pada Trump. Real estate juga menjadi asset berharga bagi banyak miliarder lainnya di dunia.
"Posisi Trump dalam daftar orang terkaya naik naik 51 tingkat dari sebelumnya karena banyak miliarder di dunia yang turun peringkatnya. Kekayaan Trump tidak mengalami peningkatan, tetapi peringkatnya naik," kata Luisa Kroll, Asisten Editor Majalah Forbes.


Kendall dan Kyle Jenner. (twitter.com)


Dikutip dari asiaone.com, Kamis, 7 Maret 2019, Kylie Jenner, 21 tahun, mencuri perhatian karena menjadi miliarder termuda di dunia. Dia sukses mengembangkan perusahaan kosmetiknya yang didirikan sejak tiga tahun lalu dengan modal Rp 3,5 miliar yang diperolehnya dari modeling.
Sedangkan orang terkaya nomor satu di dunia adalah Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon.com Inc. Jumlah kekayaan bersihnya US$ 131 miliar atau Rp 1.860 triliun. 



Credit  tempo.co


Rabu, 06 Maret 2019

Filipina Sebut Perjanjian dengan Amerika Bisa Menimbulkan Perang



Foto satelit yang diambil, pada 8 Januari 2016, ini memperlihatkan tanggul dan dermaga yang telah selesai dibangun di Pulau Subi Reef, Kepulauan Spratly, Laut Cina Selatan.  Tiongkok terus membangun infrastruktur di pulau yang masih menjadi sengketa tersebut. REUTERS/CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/Digital Globe
Foto satelit yang diambil, pada 8 Januari 2016, ini memperlihatkan tanggul dan dermaga yang telah selesai dibangun di Pulau Subi Reef, Kepulauan Spratly, Laut Cina Selatan. Tiongkok terus membangun infrastruktur di pulau yang masih menjadi sengketa tersebut. REUTERS/CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/Digital Globe

CBManila – Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, mempertanyakan perjanjian pertahanan dengan Amerika Serikat. Dia mengatakan perjanjian itu bisa menyeret Filipina terlibat dalam perang menyusul terbangnya pesawat pengebom B-52 terbang di atas kepulauan yang dipersengketakan pada awal pekan ini.

Delfin menyebut perjanjian itu berisiko menimbulkan kebingungan dan kekacauan saat krisis terjadi.
“Filipina tidak sedang berkonflik dengan siapapun dan tidak akan terlibat perang dengan siapapun di masa depan,” kata Lorenzana kepada media seperti dilansir CNN pada Rabu, 6 Maret 2019.

Lorenzana melanjutkan kapal perang AS semakin sering terlihat berlayar di Laut Filipina Barat. “Ini memungkinkan terjadinya perang. Dalam kasus itu dan berdasarkan perjanjian pertahanan, Filipina bakal otomatis terlibat,” kata Lorenzana. AS dan Filipina menandatangani Mutual Defense Treaty.

Laut Filipina Barat merupakan nama lokal untuk Laut Cina Selatan, yang menjadi area maritim tempat kapal perang Amerika Serikat melakukan berbagai navigasi untuk menjaga kebebasan kegiatan pelayaran.
Aktivitas kapal perang AS ini menimbulkan kecaman dari Cina, yang mengklaim seluruh wilayah LCS sebagai wilayahnya. Cina juga membangun pangkalan militer di kepulauan di LCS dan dilengkapi dengan landasan pesawat dan rudal presisi terpandu.
Pada Senin kemarin, sebuah pesawat pengebom AS B-52 terbang di dekat kepuluan yang dipersengkatan di LCS. Ini merupakan penerbangan pertama pesawat dengan kemampuan membawa rudal berhulu ledak nuklir sejak November 2018.

Lorenzana memerintahkan tim kajian untuk mengkaji ulang apakah perjanjian dengan AS itu masih layak dan relevan pada hari ini.
“Itu perjanjian berusia 67 tahun, apakah masih relevan untuk kepentingan nasional kita?” kata dia. “Apakah akan mempertahankannya, memperkuatnya atau mengakhirinya.”

Media Philstar melansir Lorenzana mengatakan ada klausul dalam perjanjian itu yang memiliki ambiguitas sehingga membingungkan Filipina. “Saya tidak percaya ambiguitas atau ketidakjelasan bakal bisa berfungsi sebagai alat pencegah. Faktanya, itu bisa menimbulkan kebingungan dan kekacauan saat krisis terjadi,” kata Lorenzana.




Credit  tempo.co




3 Fakta Kapal Selam Canggih India INS Kalvari


Kapal selam INS Kalvari dari India buatan Prancis. Zeenews/Twitter Indian Navy

Kapal selam INS Kalvari dari India buatan Prancis. Zeenews/Twitter Indian Navy


CBNew Delhi – Pemerintahan Perdana Menteri India, Narendra Modi, telah memerintahkan produksi kapal selam kelas Scorpene bernama INS Kalvari pada 2017. Modi menyebut ini merupakan sebagai proyek “Made in India” atau “Buat di India”, yang menjadi program pemerintah untuk meningkatkan pertahanan tanpa menggantungkan diri pada suplai senjata dari negara lain.

Baru-baru ini, seperti dilansir CNN, pemerintah Paksitan menyebut telah mencegat salah satu kapal selam India, yang mencoba masuk ke dalam wilayahnya. Pakistan juga menampilkan sejumlah gambar di permukaan laut dari kapal selam itu.

Berikut ini beberapa hal mengenai salah satu kapal selam INS Kalvari, yang diandalkan New Delhi, untuk memperkuat barisan pertahanannya seperti dilansir Economic Times:

  1. Mesin
Kapal selam ini bermesin diesel listrikdan dibuat oleh perusahaan Prancis DCNS. Kapal memiliki bobot sekitar 1.565 ton, yang namanya mengacu pada hewan predator di laut India.
 Kapal Selam INS Kalvari dari India buatan Prancis. Youtube
  1. Siluman

Kapal selam ini memiliki fitur siluman yang membuatnya sulit terdeteksi oleh kapal selam musuh. Ini karena konstruksinya dilengkapi dengan teknologi akustik sehingga aktivitas kapal tidak menghasilkan banyak bunyi. Bentuknya juga dibaut hydro-dynamic agar mudah bermanuver di dalam air. Kapal ini juga dilengkapi dengan rudal terpandu presisi, yang membuatnya berbahaya bagi kapal selam atau kapal laut musuh.

  1. Kecepatan
Kapal selam India ini memiliki kecepatan 20 knot dan dilengkapi dengan rudal SM-39 Exocet dan torpedo permukaan dan bawah laut. Kapal selam ini menjalani uji coba selama 120 hari sebelum mulai beroperasi. India memesan 6 kapal selam kelas scorpene dari Prancis. Kapal selam lama India berasal dari Rusia sebanyak 13 unit, yang mulai beroperasi pada 1967.



Credit  tempo.co


Militer India Sebut Rekaman Kapal Selam sebagai Propaganda




Militer Pakistan mempublikasikan rekaman video yang disebut sebagai kapal selam India muncul ke permukaan mendekati wilayah perairan Pakistan pada Senin, 4 Maret 2019. Press TV
Militer Pakistan mempublikasikan rekaman video yang disebut sebagai kapal selam India muncul ke permukaan mendekati wilayah perairan Pakistan pada Senin, 4 Maret 2019. Press TV

CB, New Delhi - Otoritas India membantah klaim otoritas Pakistan bahwa kapal selamnya dicegat saat berlayar hendak memasuki perairan Pakistan. Kedua negara bertetangga ini besitegang baru-baru ini mengenai Kashmir.

Militer Pakistan merilis rekaman video yang menunjukkan kapal selam India itu muncul ke permukaan. Rekaman video ini menunjukkan pukul 8.35 Senin malam waktu setempat.
“Angkatan Laut India tidak mengakui propaganda seperti itu dan tetap beroperasi seperti yang dibutuhkan untuk melindungi kawasan laut nasional. Pengerahan di lapangan tidak berubah,” kata Kapten D. K. Sharma, juru bicara Angkatan Laut, seperti dilansir Times of India pada Rabu, 6 Maret 2019.

Sumber di militer India menuding video itu adalah rekaman yang telah diubah dari peristiwa pada November 2016 dengan waktu dan tanggalnya diganti untuk menunjukkan seakan-akan rekaman itu dibuat pada Senin, 4 Maret 2019.
Sumber itu menyebut kapal selama INS Kalvari, yang dibeli dari perusahaan DNS Prancis, beroperasi sekitar 200 kilometer dari Kota Karachi. “Ini menunjukkan lokasinya berada di perairan internasional karena batas wilayah laut sebuah negara hanya 12 mil dari garis pantai,” kata pejabat itu.

Seorang sumber lainnya, seperti dilansir CNN, mengatakan,”Pemerintah  India membantah keaslian video yang beredar, kapal selamnya tidak mungkin muncul di permukaan, apalagi kalau memasuki perairan Pakistan.”
Mengenai ini, pejabat direktur jenderal Hubungan Masyarakat Angkatan Laut Pakistan mengatakan kapal selam itu bisa dihancurkan dengan mudah. Namun kebijakan Pakistan adalah menahan diri dalam menghadapi agresi India untuk memberikan kesempatan berdamai.



Pada pekan lalu, jet tempur India dan Pakistan terlibat perang udara dengan satu jet tempur India MIG-21 Bison jatuh di wilayah Kashmir, yang dikontrol Pakistan. Awalnya, militer India membantah jet tempurnya jatuh tertembak.
Namun, militer Pakistan mempublikasikan rekaman penangkapan pilot Wing Commander Abhinandan Varthaman, yang wajahnya terluka karena terkena lemparan penduduk di lokasi jatuhnya pesawat.
Militer India lalu meminta militer Pakistan agar segera mengembalikan Abhinandan, yang kemudian dilepas pada akhir pekan lalu sebagai bentuk sinyal perdamaian dari Islamabad.
PM India, Narendra Modi, menyalahkan jatuhnya jet tempur MIG-21 Bison itu kepada oposisi India di Kongres, yang dinilai menghambat proses pembelian jet tempur baru Rafale buatan Prancis. Ini membuat tokoh oposisi Rahul Gandhi menuding Modi telah korupsi dan berpura-pura karena tindakannya justru membuat proses pengiriman jet tempur itu terhambat.



Credit  tempo.co




Madrasah Pakistan yang Diklaim Dibom India Ternyata Masih Utuh



Madrasah Pakistan yang Diklaim Dibom India Ternyata Masih Utuh
Banguna-bangunan madrasah di Pakistan yang didirikan kelompok Jaish-e-Mohammed masih utuh. Padahal, India mengklaim telah menghancurkannya dengan serangan bom 1.000 kg. Foto/Planet Labs Inc/Handout via REUTERS


ISLAMABAD - Sebuah citra satelit menunjukkan enam bangunan madrasah yang didirikan kelompok Jaish-e-Mohammed di Pakistan masih berdiri utuh. Gambar satelit itu mematahkan klaim militer India bahwa 12 jet Mirage 2000 dengan 1.000 kg bom telah menghancurkan bangunan madrasah tersebut.

Citra satelit itu dihasilkan oleh Planet Labs Inc, operator satelit swasta yang berbasis di San Francisco. Gambar satelit diambil pada 4 Maret 2019 atau enam hari setelah serangan. Gambar menunjukkan tidak ada tanda-tanda kerusakan pada enam bangunan madrasah.

Gambar-gambar itu hampir tidak berubah dari foto satelit yang diambil April 2018. Tidak ada lubang yang terlihat di atap-atap bangunan, tidak ada tanda-tanda hangus, tak ada dinding pecah, juga tak ada pepohonan telantar di sekitar madrasah atau tanda-tanda lain dari dampak serangan udara.

Pemerintah Perdana Menteri India Narendra Modi sebelumnya mengatakan serangan pada 26 Februari telah mengenai semua sasaran yang dimaksudkan di situs madrasah di wilayah Balakat, Pakistan utara. Namun, bukti foto satelit ini akan mempermalukan pemerintah Modi.

Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan India, pada Rabu (6/3/2019), belum bersedia menjawab pertanyaan yang dikirim melalui email oleh Reuters tentang gambar satelit tersebut.

Jeffrey Lewis, direktur Proyek Nonproliferasi Asia Timur di Middlebury Institute of International Studies, membenarkan bahwa foto-foto satelit itu memperlihatkan struktur bangunan masih berdiri utuh.

"Gambar-gambar beresolusi tinggi tidak menunjukkan bukti kerusakan bom," katanya.

Sumber pemerintah India pada pekan lalu mengatakan 12 jet tempur Mirage 2000 menjatuhkan bom 1.000 kg dalam serangan tersebut.

Lewis dan Dave Schmerler, peneliti senior di James Martin Center untuk studi nonproliferasi yang juga menganalisis citra satelit, mengatakan senjata yang besar pasti akan menyebabkan kerusakan yang jelas pada struktur bangunan. 





Credit  sindonews.com




Pengurus Masjid Al-Aqsa Menentang Larangan Ibadah Israel


Pengurus Masjid Al-Aqsa Menentang Larangan Ibadah Israel Ilustrasi Al-Aqsa. (Anadolu Agency/Mostafa Alkharouf)



Jakarta, CB -- Yayasan pengelola kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Waqf, menentang peraturan Israel yang melarang umat Muslim beribadah di Gerbang Emas (Golden Gate), salah satu bangunan di masjid tersebut.

Penentangan terjadi menyusul insiden bentrokan antara jamaah masjid dan polisi Israel belakangan ini terkait penggunaan Gerbang Emas yang ditutup negara zionis tersebut sejak 2003 lalu.

Dalam sebuah video yang dirilis Selasa (5/3), Pemimpin Dewan Waqf, Sheikh Abdel Azim Salhab, penutupan gedung hanya akan menyebabkan "reaksi keras terhadap polisi" di kompleks suci yang dikenal dengan nama Haram Al-Sharif itu.


"Keputusan pengadilan tidak berlaku untuk Masjid Al Aqsa. Adalah hak kita secara agama dan perjanjian untuk mengakses Gerbang Emas dan menjaga pintu ini terbuka bagi umat Islam yang ingin beribadah," kata Pemimpin Dewan Waqf, Sheikh Abdel Azim Salhab, 

Kelompok pemantau dari Israel, Ir Amim, menyatakan pengadilan Israel di Yerusalem memberikan tenggat waktu bagi Waqf hingga 10 Maret mendatang untuk menjelaskan mengapa perintah penutupan gerbang itu harus dicabut.

Waqf berencana tak merespons secara formal permintaan pengadilan tersebut.

"Karena Waqf tidak secara formal mengakui sistem peradilan Israel, kemungkinan kami tidak akan mengeluarkan tanggapan formal di mana dalam kasus ini pengadilan berharap bangunan itu ditutup," bunyi pernyataan Ir Amin seperti dikutip AFP.

"Diperkirakan bahwa penutupan bangunan secara paksa oleh polisi hanya akan memicu sejumlah besar warga Palestina melakukan aksi unjuk rasa atau melanggar aturan penutupan."

Pejabat Palestina menganggap tidak ada lagi alasan untuk menutup gedung tersebut sehingga mereka membuka kembali area itu pada Februari lalu. Sejak itu, kerumunan orang, terutama warga Palestina, terus berdatangan ke Gerbang Emas untuk beribadah meski dilarang oleh Israel.

Salhab dan asistennya sempat ditahan otoritas Israel pada pekan lalu karena dianggap melanggar perintah dengan menerobos masuk Gerbang Emas.

Keduanya dibebaskan di hari yang sama setelah Israel mendapat kecaman dari Yordania selaku penjaga Masjid Al Aqsa, salah satu masjid suci yang pernah dijadikan kiblat umat Muslim seluruh dunia.

Juru bicara Waqf, Firas al-Dibs, mengatakan Israel telah menangkap sedikitnya 130 warga Palestina di Yerusalem, termasuk pejabat senior Muslim, sejak pertikaian terakhir di area tu. Dibs menuturkan Israel untuk sementara waktu melarang lebih dari 60 orang masuk kompleks itu.

Akses ke Golden Gate ditutup oleh pengadilan Israel pada 2003 lalu ketika intifada kedua meletus. Tel Aviv menduga aktivitas militan banyak terjadi di sana sehingga memutuskan untuk menutupnya.

Selain umat Islam, situs itu juga disucikan oleh umat Yahudi. Orang-orang Yahudi dilaporkan masih diizinkan memasuki kompleks itu, tapi tidak bisa beribadah di sana.

Kedua belah pihak tak jarang terlibat konflik di kompleks itu, di wilayah Palestina yang masih diduduki Israel sejak Perang Enam Hari 1967 lalu.




Credit  cnnindonesia.com



Dewan Wakaf Tolak Perintah Pengadilan Israel Tutup Aula Masjid Al-Aqsa



Dewan Wakaf Tolak Perintah Pengadilan Israel Tutup Aula Masjid Al-Aqsa
Para warga Muslim Palestina saat salat Jumat di luar gerbang Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Foto/REUTERS/Ammar Awad


YERUSALEM - Dewan Wakaf yang mengawasi situs-situs suci Muslim di Yerusalem menolak perintah pengadilan Israel untuk menutup aula di kompleks Masjid Al-Aqsa. Perintah yang dianggap menghalangi jamaah Muslim untuk salat itu telah memicu ketegangan antara umat Islam Palestina dan polisi Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Dewan Wakaf dibentuk atas izin Yordania sebagai otoritas yang berhak atas situs suci Al-Aqsa. Kepala Dewan Wakaf, Sheikh Abdel Azeem Salhab, mengatakan bahwa situs Bab al-Rahma atau dikenal sebagai "Gerbang Belaskasih" akan tetap terbuka bagi umat Islam untuk salat, terlepas dari ultimatum Israel untuk menutup situs pada Senin pekan depan.

"Kami tidak akan menanggapi pengadilan pendudukan terkait masalah Bab al-Rahma dan Masjid Al-Aqsa dan itu (tidak memiliki wewenang atas masalah ini)," kata Dewan Wakaf dalam sebuah pernyataan setelah mereka mengadakan pertemuan darurat hari Selasa, yang dilansir Al Jazeera, Rabu (6/3/2019).

Salhab menuntut agar Israel mengizinkan Dewan Wakaf untuk merenovasi gedung dan mencabut perintah pengadilan yang melarang lusinan pejabat Dewan Wakaf, penjaga dan jamaah masuk ke kompleks suci Al-Aqsa.

Menurut laporan Pusat Informasi Wadi Hilweh yang berbasis di Yerusalem otoritas Israel melarang 133 warga Palestina memasuki Masjid Al-Aqsa pada Februari. Di antara mereka yang dilarang adalah Salhab. Larangan memasuki kompleks suci itu selama 40 hari, sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh otoritas Israel.

Menurut laporan itu, sekitar 229 orang juga ditangkap pada Februari.

Ketegangan meningkat di Yerusalem sejak warga Palestina membuka Bab al-Rahma bulan lalu, yang terletak di halaman dekat tembok timur Kota Tua Yerusalem. Para jamaah Muslim salat di situs tersebut sejak saat itu.

Israel sejatinya telah menutup struktur itu pada tahun 2003 dengan klaim bangunan itu digunakan untuk kegiatan politik oleh kelompok terlarang. Dewan Wakaf baru-baru ini menentang penutupan dan mengklaim bahwa mereka memiliki otoritas administratif atas semua struktur di dalam kompleks suci.

Dibangun Sinagog
Ketegangan semakin memanas setelah para aktivis dari sayap kanan Israel meminta pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membangun sebuah sinagog di Bab al-Rahma. Permintaan itu dilansir surat kabar The Jerusalem Post.
Menurut surat kabar itu para aktivis telah mendesak pemerintah untuk mendirikan sinagog untuk ibadah umat Yahudi. Permintaan muncul selama pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah aktivis sayap kanan pada hari Minggu. 

Pada akhir pertemuan tersebut, para aktivis menyerukan agar warga Israel naik ke kompleks suci secara massal pada hari Kamis untuk memperkuat cengkeraman Yahudi di situs suci.

Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga di dunia setelah Makkah dan Madinah. Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai "Temple Mount" yang diklaim sebagai situs dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Pemerintah Zionis itu menganeksasi seluruh kota Yerusalem pada tahun 1980 dalam suatu langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.


Credit  sindonews.com