YOGYAKARTA
- Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin perjanjian kerja sama dengan
Infineon dalam pengembangan electronic power yang banyak dipakai untuk
mobil listrik. Untuk tahap awal ini telah dibangun Infineon-Gadjah Mada
Research and Enginering Lab i-GREEN Lab di Departemen Teknik Elektro
Fakultas Teknik UGM.
“Kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan materi kurikulum di Departemen Teknik Elektro untuk mendidik ahli elektronika yang berkualitas di masa depan,” jelas Rektor UGM Panut Mulyono pada peresmian i-GREEN di Kampus UGM, Yogyakarta, Senin (28/8/2017).
Laboratorium i-GREEN ini, akan digunakan untuk mendukung kegiatan penelitian mahasiswa program sarjana dan pascasarjana Fakultas Teknik di bidang elektronika daya. Khususnya yang fokus pada penelitian kendaraan listrik dan energi terbarukan. Termasuk untuk menghasilkan berbagai produk penelitian yang dapat dihilirkan agar bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Laboratorium ini sangat peningkatkan kapabilitas dan kompetensi mahasiswa di bidang elektronika,” kata Panut.
Plt Dekan Fakultas Teknik UGM, Muhammad Waziz Wildan menyebutkan, pendirian laboratorium ini sangat mendukung peningkatan pendidikan dan penelitian di kampus. Selain itu, juga sebagai wahana untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.
“Semoga ke depan kerja sama bisa terus diperkuat lagi,” harapnya.
Sementara itu, Head Development Center Infineon, Tjia Jerome mengatakan kerja sama ini sebagai bentuk dukungan industri terhadap penguatan pendidikan dan riset di lingkungan perguruan tinggi terutama UGM. Dalam kerja sama ini Infineon akan mendanai pembangunan laboratorium i-GREEN, peralatan laboratorium, dan contoh produk yang dibutuhkan dalam proses pendidikan serta penelitian bidang elektronika daya.
Penelitian bidang elektronika daya difokuskan pada pengembangan aplikasi kendaraan listrik, traksi, dan aplikasi industri generik serta area energi terbarukan seperti power inverter dan power stabilizer.
“Semoga laboratorium ini nantinya mampu memperkuat posisi UGM dan menghasilkan terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan dunia,” tutupnya.
“Kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan materi kurikulum di Departemen Teknik Elektro untuk mendidik ahli elektronika yang berkualitas di masa depan,” jelas Rektor UGM Panut Mulyono pada peresmian i-GREEN di Kampus UGM, Yogyakarta, Senin (28/8/2017).
Laboratorium i-GREEN ini, akan digunakan untuk mendukung kegiatan penelitian mahasiswa program sarjana dan pascasarjana Fakultas Teknik di bidang elektronika daya. Khususnya yang fokus pada penelitian kendaraan listrik dan energi terbarukan. Termasuk untuk menghasilkan berbagai produk penelitian yang dapat dihilirkan agar bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Laboratorium ini sangat peningkatkan kapabilitas dan kompetensi mahasiswa di bidang elektronika,” kata Panut.
Plt Dekan Fakultas Teknik UGM, Muhammad Waziz Wildan menyebutkan, pendirian laboratorium ini sangat mendukung peningkatan pendidikan dan penelitian di kampus. Selain itu, juga sebagai wahana untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.
“Semoga ke depan kerja sama bisa terus diperkuat lagi,” harapnya.
Sementara itu, Head Development Center Infineon, Tjia Jerome mengatakan kerja sama ini sebagai bentuk dukungan industri terhadap penguatan pendidikan dan riset di lingkungan perguruan tinggi terutama UGM. Dalam kerja sama ini Infineon akan mendanai pembangunan laboratorium i-GREEN, peralatan laboratorium, dan contoh produk yang dibutuhkan dalam proses pendidikan serta penelitian bidang elektronika daya.
Penelitian bidang elektronika daya difokuskan pada pengembangan aplikasi kendaraan listrik, traksi, dan aplikasi industri generik serta area energi terbarukan seperti power inverter dan power stabilizer.
“Semoga laboratorium ini nantinya mampu memperkuat posisi UGM dan menghasilkan terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan dunia,” tutupnya.
Credit sindonews.com
Pemerintah Indonesia mengecam peluncuran rudal Korut yang melintasi wilayah udara Jepang. (KCNA via Reuters)


Pemerintah Korut pertama kalinya
meluncurkan proyektil melalui Jepang, sejak langkah serupa dilakukan
pada 1998 lalu. (KCNA/via Reuters)
Rudal Korut yang diluncurkan melintasi
Jepang sempat terbang sejauh 2.700 kilometer sebelum jatuh di Samudra
pasifik. (Reuters/KCNA)












Robot The Specialist. Sumber: tehnoomsk.ru
Tank T-90. Sumber: Wikipedia
Mobil ini diadopsi dari LADA Niva, mobil off-road (medan berat) ikonik Rusia. Sumber: Universitas Negeri Togliatti
Mobil
ini berbadan kecil, hanya mampu menampung dua orang, dan bagus untuk
melakukan pergerakan tak terduga. Sumber: Universitas Negeri Togliatti
Mobil
ini akan dipamerkan untuk pertama kalinya pada forum militer-teknis
internasional Army-2017 – yang akan berlangsung di Patriot Expocentre di
Moskow pada 22 – 27 Agustus. Sumber: Universitas Negerti Togliatti
