Kamis, 03 Mei 2018

RI Berencana Datangkan Pemimpin Korsel-Korut ke Asian Games


RI Berencana Datangkan Pemimpin Korsel-Korut ke Asian Games
Wakil Menlu Korsel Lim Sung-nam bertemu dengan Menlu RI Retno Marsudi. Pihak Indonesia menyatakan berencana ingin mengundang pemimpin dari Negeri Ginseng. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)


Jakarta, CB -- Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pemerintah berencana mengundang seluruh kepala negara peserta Asian Games 2018, termasuk pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan, untuk datang di pembukaan turnamen itu pada Agustus mendatang.

Hal tersebut disampaikan Retno pada Rabu (2/5) di kantornya, Jakarta, usai bertemu Wakil Menlu Korsel Lim Sung-nam.

"Ya itu sedang kami coba jajaki kemungkinan mengundang mereka," ucap Retno saat ditanya wartawan mengenai kemungkinan pemimpin kedua Korea datang ke Jakarta.


Meski begitu Retno tak menyebut apakah Presiden Korsel Moon Jae-in dan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un yang mereka undang.


Pada Februari lalu, Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara peserta seperti Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence dan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev.

Sebagai salah satu peserta olimpiade, Korut turut mengirimkan pejabat seniornya ke pembukaan acara tersebut, yakni adik Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un, Kim Yo-jong. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, keluarga pemimpin Korut diutus mewakili negara di ajang internasional.

Sejauh ini Retno mengatakan kedua Korea masih berembuk soal pengiriman tim gabungan di cabang-cabang olahraga Asian Games.

Namun, para atlet Korsel dan Korut kemungkinan besar berparade dalam satu bendera unifikasi di pembukaan Asian Games 18 Agustus nanti, kata Retno.

"Yang sudah hampir pasti adalah Korut dan Korsel akan tampil jadi satu di pembukaan Asian Games nanti. Tapi, soal mereka mengirimkan tim gabungan di cabang-cabang olahraga mana saja itu masih dibahas kedua negara," ujarnya.

Selain itu, Retno mengatakan pertemuannya dengan Lim sore tadi banyak membahas kelanjutan hasil pertemuan tinggi antara Presiden Moon Jae-in dan Kim Jong-un pada pekan lalu.

Kepada Retno, Lim mengatakan kedua Korea sepakat memperkuat kerja sama sebagai implementasi dari Deklarasi Panmunjom yang disepakati Moon dan Kim, Jumat (27/4).

Beberapa kerja sama itu meliputi rencana Korsel mempertemukan ratusan ribu warganya yang terpisah dari keluarga yang berada di Korut.

Seoul dan Pyongyang, papar Retno, juga berencana menggelar pertemuan militer bulan ini untuk menghentikan seluruh "kegiatan permusuhan" demi membangun kepercayaan di antara kedua negara.

Selain itu, Lim juga mengatakan sudah ada rencana dari Presiden Moon untuk berkunjung ke Pyongyang tahun ini.

Dalam kesempatan itu, Retno mengatakan Lim juga mengungkapkan terima kasihnya kepada Indonesia yang terus mendukung proses perdamaian di Semenanjung Korea.

"Minggu lalu sebelum KTT Inter-Korea berlangsung, saya juga mendapat telepon dari Menlu Korsel yang mengucapkan terima kasih karena RI terus mendukung perdamaian di Semenanjung Korea. Hal itu kembali diutarakan Lim saat bertemu dengan saya tadi," ujar Retno.





Credit  cnnindonesia.com