Jumat, 25 Mei 2018

Menhan: Australia Bukan Ancaman Indonesia


Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
Foto: Republika/Putra M. Akbar

Teroris tak akan hidup kalau TNI dan Polri solid.




CB, JAYAPURA -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, Australia bukan menjadi ancaman bagi Indonesia. Demikian pula sebaliknya Indonesia bukan menjadi ancaman bagi Australia.

Untuk memastikan itu, Kementerian Pertahanan sudah mengirimkan buku putih sehingga diharapkan Australia memahami Indonesia. "Indonesia terus menjalin hubungan yang baik dengan negara-negara tetangga sehingga berbagai permasalahan yang muncul diselesaikan secara damai, tanpa menimbulkan konflik seperti yang terjadi dil aut Cina Selatan," kata Menhan saat memberikan pengarahan kepada para perwira dilingkungan TNI dan Polri di Jayapura, Kamis (24/5).


Indonesia dan Australia beberapa kali bersitegang dalam berbagai isu. Pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, kedua negara sempat berselisih ihwal penyadapan yang dilakukan oleh Australia. Namun persoalan ini akhirnya bisa diselesaikan secara diplomatik.


Menyikapi masalah teroris dan pemberontakan, Menhan meminta agar TNI dan Polri tetap solid sehingga seperti halnya yang terjadi di Papua.


Kebersamaan TNI-Polri di Papua hendaknya dapat menjadi contoh bagi kodam-kodam lainnya. Sekembalinya dari kunjungan kerja ini, Ryamizard akan melaporkan ke Presiden agar tidak perlu ragu tentang masalah keamanan di Papua.

"Teroris tidak akan hidup bila TNI dan Polri bersama rakyat solid dan menjalin komunikasi yang nantinya dapat menghambat peredaran paham radikalisme," kata mantan KSAD. 


Menurut Menhan yang perlu diwaspadai saat ini adalah perang siber. Karena itu kedepan Kemenhan akan berupaya secara bertahap memenuhi berbagai peralatan atau alusista, termasuk memesan berbagai peralatan penunjang dari Pindad yang produknya sudah diakui negara lain.


Seusai pengarahan yang dihadiri Pangdam Mayjen TNI Joppie Ones Wayangkau dan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.






Credit  republika.co.id