Portal Berita Tentang Sains, Teknologi, Seni, Sosial, Budaya, Hankam dan Hal Menarik Lainnya
Kamis, 12 April 2018
Indonesia ingin berperan dalam pembangunan Afrika
Wapres Jusuf Kalla (tengah) bersama
Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (keempat kanan), Menlu
Retno Marsudi (keenam kiri), Mendag Enggartiasto Lukita (ke-5 kiri)
membunyikan genderang jimbe bersama para ketua delegasi negara-negara
Afrika dalam pembukaan Forum Indonesia Afrika (IAF) 2018 di Nusa Dua,
Bali, Selasa (10/4/2018). (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Nusa Dua, Bali (CB) - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi
menyampaikan kepada perwakilan negara Afrika yang menghadiri
Indonesia-Africa Forum (IAF) di Bali pada Selasa bahwa Indonesia ingin
berperan dan menjadi bagian dalam pembangunan di negara-negara Afrika.
"Indonesia ingin menjadi bagian dari pembangunan di Afrika, dan
sebaliknya Indonesia ingin Afrika menjadi bagian dari pembangunan di
Indonesia," kata Retno pada pembukaan IAF di Nusa Dua Bali Convention
Center.
Ia mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah mempelajari Visi Afrika
2063 dan memantau kemajuan dari Benua Perdagangan Bebas Afrika (Africa Free Trade Continent).
"Terima kasih banyak atas partisipasi anda dalam forum ini. Silakan
manfaatkan forum ini untuk mengembangkan semua potensi dan kemungkinan
kerja sama ekonomi di antara kita" katanya.
Kegiatan IAF pada Selasa (10/4) akan mencakup beberapa panel diskusi
antara Indonesia dengan negara-negara Afrika tentang pembuatan kebijakan
dan perspektif mengenai topik-topik strategis, seperti diplomasi
ekonomi, pembangunan infrastruktur, inisiatif fasilitas pembiayaan,
transformasi digital, kerja sama industri strategis.
Pada Rabu (11/4), akan ada Forum Bisnis Indonesia-Afrika untuk
mendiskusikan masalah seperti konektivitas, ekonomi digital, pertanian,
Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Kerja Sama Selatan-Selatan dan
Triangular, serta masa depan hubungan ekonomi Indonesia-Afrika.
Sepanjang forum tersebut, para menteri, pejabat tinggi, pemimpin
eksekutif perusahaan, bankir, dan pemimpin Kamar Dagang dan Industri
dari Indonesia dan negara-negara Afrika akan berdiskusi dan bertukar
pikiran.
"Saya senang bahwa sejumlah BUMN Indonesia berpartisipasi dalam forum
ini, termasuk Pertamina, PT Inka, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT
Timah, dan banyak lainnya," kata Retno.
Menlu RI juga menyambut para CEO dan perwakilan bisnis dari Afrika,
termasuk Ethiopian Airlines, Topwide Ventures Limited, Africa
Export-Import Bank, Amirco Commercial Service.
IAF merupakan acara yang diadakan untuk pertama kalinya oleh pemerintah
Indonesia sebagai dasar untuk mendorong kerja sama ekonomi konkret
antara Indonesia dengan negara-negara Afrika.
Presiden Joko Widodo di sela pertemuan G20 menyampaikan bahwa Indonesia
berkomitmen meningkatkan hubungan politik dengan Afrika menjadi hubungan
kerja sama ekonomi yang konkret. IAF 2018 diharapkan bisa membawa
terobosan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan negara-negara
Afrika.
Menteri Luar
Negeri Retno Marsudi (kanan) turut menjadi penari kolaborasi budaya
Indonesia-Afrika dalam pembukaan Forum Indonesia Afrika (IAF) 2018 di
Nusa Dua, Bali, Selasa (10/4/2018). Pertemuan dua hari tersebut diikuti
53 negara Afrika untuk berdialog dengan Indonesia tentang berbagai isu
terutama perekonomian dan perdagangan sekaligus penjajagan kerja sama
antarnegara peserta forum. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)