Selasa, 19 Februari 2019

Trump Berpidato, Maduro Sebut seperti Nazi


Presiden AS, Donald Trump (kiri) dan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Access24
Presiden AS, Donald Trump (kiri) dan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Access24

CBMiami – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan militer Venezuela, yang tetap setia kepada Presiden Nicolas Maduro, bahwa mereka memiliki masa depan beresiko.

Trump, yang mendukung oposisi Venezuela untuk menjatuhkan Maduro, mendesak agar bantuan kemanusiaan AS diizinkan masuk.
“Anda tidak akan mendapatkan tempat aman untuk bersembunyi, tidak ada pintu keluar yang mudah dan tidak ada jalan keluar. Kalian akan kehilangan semuanya,” kata Trump dihadapan warga keturunan Venezuela dan Kuba di Miami pada Senin, 18 Februari 2019 seperti dilansir Reuters.
Trump mendukung tokoh oposisi Juan Guaido, yang merupakan Presiden Majelis Nasional Venezuela atau semacam lembaga parlemen. Guaido telah menyatakan diri sebagai Presiden interim pada Januari 2019 dan mendesak Maduro untuk mundur. Maduro baru saja memenangkan pemilu pada 2018 dan dilantik pada awal Januari 2019 untuk masa tugas periode kedua.

 
Kritik menyebut Maduro memenangkan pemilu yang curang. Saat ini, tokoh sosialis itu mendapatkan dukungan dari Rusia, Cina, Turki, Kuba, dan Meksiko. Maduro juga mendapatkan dukungan dari militer, yang beraliran sosialis.
Menanggapi pidato itu, Maduro mengatakan pidato Trump bergaya Nazi. Menurut dia, Trump bertindak seakan dia adalah pemilik Venezuela dan warga negara adalah budaknya.
Trump juga memperingatkan militer Venezuela untuk tidak mencoba melukai Guaido atau pemimpin oposisi lainnya. Dia mendesak mereka menerima amnesti yang dijanjikan Guaido dan mengizinkan makanan dan obat-obatan kiriman AS masuk ke Venezuela.

Saat ini, bantuan AS menumpuk di perbatasan Kolombia dengan Venezuela di daerah bernama Cucuta. Militer Venezuela membarikade jalan penghubung kedua negara yang melewati Cucuta sehingga bantuan tidak bisa dikirim masuk.
Maduro menyebut bantuan itu sebagai pertunjukan AS. Dia membantah terjadinya krisis meskipun banyak warga kesulitan pangan dan obat-obatan.
“Kita tidak akan membuat orang terhormat Venezuela menjadi pengemis Venezuela,” kata Maduro dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pada Senin, 18 Februari 2019. “Kita tidak akan menerimanya.”

Maduro mengatakan negaranya menerima banyak bantuan kemanusiaan dari negara lain seperti Rusia. Menurut dia, Rusia mengirim bantuan sebanyak 300 ton pada Rabu pekan lalu. Namun, dia menyebut kiriman ini sebagai suplai yang telah dibayar.
Trump juga mengecam ideologi sosialisme sebagai ideologi yang sekarat di kawasan negara Barat. Dia juga melabeli Maduro sebagai boneka dari Kuba, yang berbasis ideologi komunis.
“Amerika tidak akan menjadi negara sosialis,” kata Trump, yang terindikasi berupaya mendapatkan dukungan warga keturunan Spanyol di Florida untuk pemilihan Presiden 2020. Florida diperkirakan bakal menjadi negara bagian penentu.
Menurut NBC News, Trump menjanjikan hari baru bagi Venezuela dalam pidatonya. “Kita di sini untuk menyatakan bahwa hari baru datang ke Amerika Latin,” kata Trump. “Warga Venezuela berdiri untuk kebebasan dan demokrasi dan AS berdiri tepat disebelahnya.”




Credit  tempo.co






Kepulangan Mantan Perempuan ISIS yang Diributkan di Inggris


Shamima Begum
Shamima Begum
Foto: Skynews

Pemerintah Inggris beranggapan tak membiarkan warganya tanpa kewarganegaraan.



CB, Seorang remaja asal Bethnal Green, London yang bergabung dengan ISIS, Shamima Begum melahirkan seorang anak yang sehat. Hal itu diungkapkan pengacara keluarganya.


Seperti dilansir di The Independent pada Ahad (17/2), saat ini Begum berada di sebuah kamp di Suriah. Berdasarkan keterangan pengacara keluarganya, Begum menyatakan ingin kembali ke Inggris.

Sebelumnya, Begum yang menikah dengan pejuang ISIS pernah mengandung dua kali. Namun, kedua anaknya itu meninggal dunia.

“Kami, keluarga Shamima Begum, telah diberi tahu bahwa Shamima telah melahirkan anaknya, kami mengetahui ia dan bayinya dalam keadaan sehat,” kata pengacara keluarga dari perempuan berusia 19 tahun itu.


Kendati demikian, dia dan keluarga besar belum bertemu langsung dengan Shamima Begum. Dia berharap bisa segera memverifikasi kabar bahagia itu.


Pengacara keluarga itu menginformasikan bahwa Begum memiliki bayi berjenis kelamin laki-laki.


Seorang koresponden Sky News yang berada di kamp Suriah mengkonfirmasi laporan pengacara itu. Dia menyatakan melihat kondisi Begum dan bayinya.


Sebelumnya, Begum diam-diam meninggalkan keluarganya di London timur bersama dua temannya dari sekolah pada 2015.


Setelah masuk ke Suriah, Begum dilaporkan dinikahi seseorang yang bergabung dengan ISIS untuk berperang di Suriah.


Baru-baru ini, The Times melacak keberadaan Begum usai meninggalkan ISIS. Dia ditawan pasukan Kurdi.


Kepada Sky New, Begum mengatakan tidak menyesali keputusannya bergabung dengan kelompok terorisme. Dia memutuskan melarikan diri karena khawatir keselamatan anaknya.


“Pada akhirnya, aku tidak tahan lagi. Aku juga takut kalau anak yang akan aku lahirkan akan mati seperti anak-anak saya yang lain, jika saya tetap tinggal. Jadi saya meninggalkan kekhalifahan. Sekarang yang ingin saya lakukan adalah pulang ke Inggris,” kata Begum.


Namun permohonannya memicu perdebatan. Rumah Sekretaris Sajid Javid (anggota Parlemen Britania Raya) menolak permohonan Begum lantaran dia bergabung dengan kelompok terorisme.


Namun, Sekretaris Kehakiman David Gauke tidak setuju dengan alasan itu. Menurut dia, Inggris tak bisa membiarkan warganya tanpa kewarganegaan.


Kendati demikian, Gauke tidak menampik adanya kekhawatiran memiliki warga negara yang dengan suka rela pernah bergabung dengan dunia terorisme. Apalagi, pemerintah memiliki kewajiban melindungi masyarakat Inggris.


Sementara itu, pada Jumat pekan lalu, keluarga Begum menilai tidak adanya penyesalan pada perempuan itu lantaran dia bergabung dengan kelompok ekstremisme sejak usia 15 tahun.


“Sekarang kita mengetahui bahwa anak-anak Shamima telah meninggal, anak-anak yang tidak akan pernah kita kenal sebagai keluarga,” kata keluarga Begum. 


Kabar tentang kondisi Begum menjadi perhatian utama keluarga. Keluarga besar berkomitmen melindungi bayi Begum yang tidak bersalah itu.


Begum pernah menyatakan kekhawatirannya ihwal kemungkinan dipisahkan dari bayinya ketika kembali ke Inggris. Karena itu, keluarga besar mengajukan agar diberikan hak asuh atas bayi tersebut, saat Shamima Begum diselidiki pihak berwenang.





Credit republika.co.id





Sejarah Hari Ini: Pertempuran Iwo Jima Pecah



Siswi Menengah Atas Jepang melambaikan tangan kepada pasukan bunuh diri
Siswi Menengah Atas Jepang melambaikan tangan kepada pasukan bunuh diri
Foto: www.english-online.at
Perebutan Iwo Jima penting bagi AS untuk mengalahkan Jepang.



CB, IWO JIMA -- Pada 19 Februari 1945 silam, sekitar 30 ribu tentara Amerika Serikat (AS) mendarat di pulau Iwo Jima, Jepang. Tibanya pasukan AS memicu pertempuran sengit dengan Jepang yang kini dikenal dengan nama Pertempuran Iwo Jima.


Salah satu pertempuran di masa Perang Dunia II itu berlangsung selama lebih dari sebulan dan berakhir dengan kemenangan AS.

History mencatat, Iwo Jima adalah pulau Pasifik tandus yang dijaga oleh pasukan tentara bersenjata Jepang. Namun, bagi militer Amerika, tempat tersebut adalah batu pijakan utama tempat membangun lapangan terbang buat meluncurkan serangan bom terhadap Jepang yang hanya 660 mil jauhnya.



Pendaratan tentara AS dimulai pada pagi hari 19 Februari ketika petinggi angkatan laut, James Forrestal, ditemani oleh wartawan, mengamati daerah dari sebuah kapal komando di lepas pantai. Ketika Marinir berjalan ke pulau itu, tujuh batalion Jepang menembaki mereka.
Menjelang sore, lebih dari 550 tentara tewas dan lebih dari 1.800 terluka. Perebutan Gunung Suribachi, titik tertinggi pulau dan benteng pertahanan Jepang, memakan waktu empat hari lagi dan banyak lagi korban.


Ketika bendera Amerika akhirnya dikibarkan di Iwo Jima, gambar yang tak terlupakan itu ditangkap dalam sebuah foto terkenal yang kemudian memenangkan Hadiah Pulitzer.

AS mulai memberikan tekanan pada pertahanan Jepang di pulau itu pada Februari 1944, ketika pesawat pengebom bom B-24 dan B-25 menyerbu pulau selama 74 hari.


Insiden tersebut merupakan pengeboman pra-invasi terpanjang dari perang. Jepang dengan 21 ribu personel pasukan pertahanan membentengi pulau, di atas dan di bawah tanah, termasuk jaringan gua-gua. 




Credit  republika.co.id




Saudi Kerjasama Bangun Kapal Perang Baru dengan Prancis


Saudi Kerjasama Bangun Kapal Perang Baru dengan Prancis
Arab Saudi dilaporkan menandatangani perjanjian awal dengan Grup Angkatan Laut Prancis untuk membangun kapal perang negara kerajaan itu. Foto/Istimewa

ABU DHABI - Arab Saudi dilaporkan menandatangani perjanjian awal dengan Grup Angkatan Laut Prancis untuk membangun kapal perang negara kerajaan itu, sebagai bagian dari upayanya untuk mengembangkan kemampuan manufaktur dalam negeri.

Pengumuman penandatangan perjanjian itu disampaikan oleh Industri Militer Arab Saudi (SAMI), di pameran militer IDEX di yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Kepala Eksekutif SAMI Andreas Schwer menuturkan perjanjian ini termasuk membangun kapal perang, fregat, korvet dan alat-alat lain terkait di Saudi melalui mayoritas usaha patungan milik SAMI dengan perusahaan Perancis.

"Melalui kegiatan desain, konstruksi, dan pemeliharaan, usaha patungan ini akan berkontribusi secara signifikan untuk lebih meningkatkan kemampuan dan kesiapan Angkatan Laut Kerajaan Saudi," katanya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (19/2).

Saudi mendirikan SAMI pada tahun 2017 untuk mengembangkan kemampuan manufaktur dengan tujuan memproduksi setengah dari peralatan militer yang dibutuhkan negara di dalam negeri pada tahun 2030.

Selain menandatangi perjanjian dengan Prancis, SAMI juga menandatangani perjanjian dengan Mubadala, sebuah badan pendanaan pemerintah Abu Dhabi untuk berinvestasi bersama di bidang manufaktur, pemeliharaan, dan teknik. 



Credit  sindonews.com




UE Ancam Jatuhkan Sanksi Baru pada Rusia Terkait Crimea


UE Ancam Jatuhkan Sanksi Baru pada Rusia Terkait Crimea
Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE), Federica Mogherini menyatakan, UE dapat menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia atas Crimea. Foto/Istimewa

BRUSSELS - Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE), Federica Mogherini menyatakan, UE dapat menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia atas Crimea. Pernyataan ini datang beberapa hari jelang peringatan apa yang disebut aneksasi Crimea oleh Rusia.

"Mungkin ada keputusan dengan suara bulat tentang sanksi baru yang akan datang dalam beberapa minggu ke depan terkait dengan perkembangan terakhir," kata Mogherini dalam menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan sanksi baru terhadap Moskow.

Dia menuturkan UE telah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia selama lima tahun terakhir. Mogherini mengatakan bahwa blok itu juga terus-menerus memperbarui sanksi-sanksi tersebut.

"Ini mengingat kenyataan bahwa kami belum melihat implementasi perjanjian Minsk dan kami belum melihat perkembangan berjalan dengan baik," ungkapnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (18/2).

"Tujuan dari sanksi adalah bahwa suatu hari itu akan dicabut, tetapi kami tidak melihat langkah-langkah positif dan inilah mengapa negara anggota UE sejauh ini selalu menegaskan kembali keinginan mereka untuk mempertahankannya," tambahnya.

Ukraina bagian timur telah dilanda konflik sejak Maret 2014 setelah aneksasi Crimea oleh Rusia.

Pihak-pihak yang bertikai kemudian menandatangani perjanjian gencatan senjata di Minsk pada Februari 2015 dengan mediasi Prancis dan Jerman, tetapi pertempuran berlanjut, merenggut lebih dari 10 ribu jiwa. 




Credit  sindonews.com




Israel Tutup Semua Gerbang Masjid Al-Aqsha


Masjidil Aqsa di Yerusalem.
Masjidil Aqsa di Yerusalem.
Foto: muhammad subarkah

Polisi Israel juga menyerang jamaah yang sedang berada di dalam masjid.



CB, YERUSALEM -- Polisi Israel menutup semua gerbang Masjid Al-Aqsha di Yerusalem pada Senin (18/2). Belum ada penjelasan tentang penutupan tersebut.

"Semua gerbang Masjid Al-Aqsha telah ditutup oleh polisi Israel," ungkap Firas al-Dibs, juru bicara Otoritas Endowmen Keagamaan yang dikelola Yordania di Yerusalem, dikutip laman Anadolu Agency.

Selain menutup semua gerbang Al-Aqsha, menurut al-Dibs, polisi Israel juga menyerang jamaah yang sedang berada di dalam masjid. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian Israel tentang kejadian tersebut.


Ini bukan pertama kalinya Israel menutup Masjid Al-Aqsha. Pada tahun lalu Israel tercatat beberapa kali melakukan hal tersebut dengan dalih keamanan.


Pada Juli 2017 Israel bahkan sempat memasang detektor logam di gerbang menuju kompleks Al-Aqsha. Hal itu dilakukan setelah terjadi aksi penikaman oleh tiga warga Palestina terhadap dua personel polisi Israel hingga tewas. Ketiga warga Palestina itu pun akhirnya meninggal setelah ditembak pasukan Israel.


Pemasangan detektor logam di Masjid Al-Aqsha diprotes keras oleh warga Palestina. Mereka menilai, tindakan Israel itu jelas telah mengintervensi kegiatan peribadahan umat Muslim. Mereka pun menolak untuk memasuki Masjid Al-Aqsha. Sebagai bentuk perlawanan terhadap Israel, umat Muslim di sana melaksanakan shalat di luar kompleks Al-Aqsha.


Namun, pada akhirnya bentrokan tetap tak terelakkan. Sebanyak empat warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat diserang pasukan Israel saat berdemo memprotes pengoperasian detektor logam di Masjid Al-Aqsha. 




Credit  republika.co.id





Hubungan Memanas, PM Polandia Batalkan Kunjungan ke Israel


Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.
Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.
Foto: Ronen Zvulun/Pool Photo via AP

Hubungan diplomatik Polandia dan Israel memanas karena pernyataan Netanyahu.





CB, WARSAWA -- Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki membatalkan kunjungannya ke Israel. Pembatalan tersebut karena adanya pertikaian diplomatik yang semakin meruncing.

Kepala Kantor Perdana Menteri Michal Dworczyk mengatakan, pembatalan kunjungan tersebut diputuskan setelah media melaporkan pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyebut ada keterlibatan Polandia dalam peristiwa Holocaust. Dworczyk menyebut, pernyataan tersebut merupakan hal yang sangat memalukan bagi Israel.

Adapun rencananya, Polandia akan menghadiri Konferensi Visegrad yang diselenggarakan oleh Israel. Konferensi itu akan dihadiri para pemimpin dari Slovakia, Ceko, Polandia, dan Hongaria.

"Pernyataan Israel tersebut menimbulkan tanda tenya besar bagi penyelenggaraan KTT V4," kata Dworczyk, dilansir Reuters, Senin (18/2).

Pejabat Kementerian Luar Negeri Israel, Katz mengatakan, Israel tidak akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Polandia. Menurutnya, kebenaran historis tidak bisa diubah.

"Banyak orang Polandia bekerja sama dengan Nazi dan ikut berperan dalam pemusnahan orang-orang Yahudi dalam peristiwa Holocaust," ujar Katz.

Polandia selama ini bersusah payah untuk menunjukkan diri tidak pernah berkolaborasi dalam peristiwa Holocaust, meski individu warganya mungkin melakukannya. Seperti diketahui, Polandia diduduki oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II dan kehilangan enam juta warga termasuk tiga juta orang Yahudi.

Kontroversi baru dalam hubungan Polandia-Israel muncul setelah perselisihan tahun lalu atas UU di Polandia tentang ilegalnya perbuatan yang menuduh negara Polandia dalam kejahatan Nazi Jerman. Setelah protes dari Israel dan AS, Polandia mengubah undang-undang itu dengan menghapus kemungkinan denda atau hukuman penjara. 




Credit  republika.co.id






Bekukan Uang Pajak, Palestina Kecam Keputusan Israel


Bekukan Uang Pajak, Palestina Kecam Keputusan Israel
Keputusan Israel untuk membekukan uang pajak Palestina menuai kecaman. Foto/Ilustrasi/Istimewa

RAMALLAH - Sejumlah aktivis dan tokoh Palestina mengecam keputusan Israel untuk menahan jutaan dolar pendapatan pajak yang terhutang kepada Otoritas Palestina (PA).

"Keputusan kabinet Israel untuk memotong dana pajak Otoritas Palestina, yang diambil dari (pajak yang dikumpulkan dari) orang-orang Palestina, adalah sikap tercela," kata aktivis Palestina terkemuka Mustafa Barghouthi seperti dilansir dari Anadolu, Selasa (19/2/2019).

Barghouthi, pemimpin gerakan Inisiatif Nasional Palestina, kemudian menggambarkan kabinet Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pemerintah paling rasis di dunia.

Keputusan Israel untuk menahan pendapatan pajak, katanya, merupakan pelanggaran yang jelas terhadap semua perjanjian masa lalu yang ditandatangani antara Palestina dan otoritas pendudukan.

Menjelaskan langkah itu sebagai "perampokan di siang hari," Bargouthi mendesak Otoritas Palestin untuk membatalkan semua perjanjiannya dengan Israel, mengaktifkan perlawanan rakyat, mendukung gerakan boikot dan menuntut Israel di pengadilan internasional atas kejahatan yang berkelanjutan terhadap Palestina.

Sementara itu seorang anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Bassam al-Salhi mengatakan bahwa Israel bertindak dengan mengabaikan standar hukum dan konvensi internasional.

Anggota PLO lainnya, Qais Abu Laila, juga mengecam langkah Israel.

"Dengan keputusan ini, Israel menghukum rakyat Palestina dua kali," kata Abu Laila kepada Anadolu.

"Pertama, ketika pasukannya menangkap mereka dari rumah mereka di tengah malam; dan kedua, ketika menghukum keluarga mereka dengan mengambil uang mereka," terangnya.

"Israel secara konsisten membuktikan dirinya sebagai negara nakal yang tidak mengakui hukum internasional. Dunia harus mengakhiri ini," tegasnya.

Pada hari Minggu, kabinet keamanan Israel mengumumkan keputusannya untuk menahan sekitar USD140 juta dari pajak yang dikumpulkan atas nama Otoritas Palestina.

Menurut kantor perdana menteri Israel, Otoritas Palestina membayar sekitar jumlah ini tahun lalu kepada warga Palestina yang mendekam di penjara-penjara Israel dan keluarga mereka.

Juli lalu, Knesset mengesahkan undang-undang yang mensyaratkan bahwa Departemen Pertahanan menyediakan kabinet dengan jumlah yang Otoritas Palestina bayar kepada tahanan dan keluarga mereka dengan pandangan untuk menahan jumlah yang sama dalam pendapatan pajak Palestina.

Pada hari Senin, Sekretaris Jenderal PLO Saeb Erekat, dalam sebuah wawancara dengan Radio Palestina, menuduh Israel dan AS berusaha untuk menghancurkan Otoritas Palestina.

Israel mengumpulkan sekitar USD175 juta setiap bulan dalam bentuk pajak atas kegiatan impor dan ekspor Palestina atas nama PA, yang pendapatan pajaknya mewakili sumber pendapatan utama. 



Credit  sindonews.com





Media Israel Sebut Netanyahu Diam-diam Bertemu Menlu Maroko


Media Israel Sebut Netanyahu Diam-diam Bertemu Menlu Maroko
Media Israel, Channel 13 melaporkan bahwa PM Israel, Benjamin Netanyahu telah mengadakan pertemuan rahasia dengan Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita. Foto/Reuters

TEL AVIV - Media Israel, Channel 13 melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah mengadakan "pertemuan rahasia" dengan Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita. Pertemuan itu diketahui berlangsung September tahun lalu.

Dalam laporannya, Channel 13 menyebut pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, di mana mereka membahas normalisasi hubungan antara Israel dan Maroko.

"Netanyahu dalam pertemuan itu juga menyebutkan bahwa dia berniat mengunjungi Maroko secara terbuka," bunyi laporan Channel 13, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (18/2).

Menurut saluran televisi Israel itu, dalam pertemuan itu Netanyahu dan Bourita juga turut membahas masalah Iran.

Kantor Netanyahu, sementara itu, menolak untuk mengkonfirmasi pertemuan itu telah terjadi. "Kami tidak mengomentari kontak dengan negara-negara yang tidak memiliki hubungan formal dengan Israel," katanya.

Pemerintah Maroko juga menolak untuk berkomentar mengenai kabar pertemuan tersebut. Sama halnya dengan seluruh negara Teluk, Israel juga tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Maroko. 



Credit  sindonews.com




PM Malaysia Mahathir Diklaim akan Dikudeta, Anwar Ibrahim Menyangkal


PM Malaysia Mahathir Diklaim akan Dikudeta, Anwar Ibrahim Menyangkal
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Foto/The Star

PETALING JAYA - Seorang aktivis sosial dan blogger mengklaim ada sebuah plot dari internal koalisi Pakatan Harapan untuk mengkudeta Perdana Menteri Mahathir Mohamad melalui voting mosi tidak percaya. Namun, Anwar Ibrahim yang dijanjikan Mahathir akan menggantikannya sebagai PM Malaysia membantah klaim tersebut.

Aktivis yang membuat klaim polot kudeta itu adalah Mujahidin Zulkiffli. Dia mengklaim bahwa ia pertama kali mendengar tentang rencana untuk menggulingkan Mahathir Mohamad beberapa minggu yang lalu dari seorang sumber.

"Beberapa faksi secara diam-diam berencana untuk melakukan kudeta, kemungkinan besar melalui pemungutan suara (mosi) tidak percaya di Parlemen atas kepemimpinan Tun M (Mahathir)," kata Mujahidin, yang juga mem-posting klaim itu di Facebook.

Aktivis itu tidak menyebut nama orang-orang yang terlibat dalam plot kudeta. Dia mengatakan bahwa seorang mantan menteri Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) sebelumnya mencoba meluncurkan plot kudeta terhadap Mahathir dengan mengorganisir dukungan untuk PM masa depan Malaysia.

Mujahidin mengatakan seorang menteri kabinet saat ini telah menunjukkan foto keluarganya yang pro-Mahathir sedang berlibur bersama mantan menteri UMNO. Dia mengatakan itu adalah sinyal untuk menyatakan bahwa kudeta terhadap Perdana Menteri tidak akan berhasil.

Berbicara kepada The Star, Senin (18/2/2019), Mujahidin membenarkan bahwa dia telah menulis posting Facebook soal plot kudeta itu. Namun, dia menolak untuk memberikan informasi lebih lanjut.

Dalam posting-nya, ia tidak menyebutkan nama tetapi melaporkan sebuah foto di media sosial yang menunjukkan Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Azmin Ali dan mantan wakil presiden UMNO Seri Hishammuddin Hussein dan keluarga mereka sedang berlibur bersama di luar negeri memiliki "lidah bergoyang".

“Jadi sekarang, mosi tidak percaya lainnya ada dalam perencanaan. Pak Tua (Mahathir) kemudian memeriksa rencana ini dengan membawa tujuh pembelot UMNO ke partainya (Partai Pribumi Bersatu Malaysia)," ujarnya.

"Ingat, ada sekitar 30 lebih siap untuk melompat ke kapal," tulis Mujahidin.

Mujahidin mengatakan kecurigaannya bahwa percobaan kudeta sedang berlangsung semakin diperkuat ketika Mahathir berhasil mendapatkan pejabat Partai Islam Malaysia (PAS), termasuk presidennya, Abdul Hadi Awang, untuk menandatangani perjanjian untuk mendukung Perdana Menteri jika ada mosi tidak percaya.

“Mengapa Pak Tua (Mahathir) membuat langkah yang tidak populer untuk bertemu dengan para pemimpin PAS? Ini harus besar," imbuh dia.

Mujahidin menulis bahwa sementara banyak yang akan menyalahkan Mahathir karena membawa anggota UMNO ke Pribumi Bersatu Malaysia yang PM Mahathir sebagai pemimpin partai itu. Menurutnya, mereka harus bertanya mengapa Perdana Menteri merasa perlu memperkuat posisinya.

Mujahidin tidak menyebut Presiden PKR Anwar Ibrahim, tetapi menunjukkan ada kesepakatan bahwa Mahathir tetap akan menjabat sebagai Perdana Menteri sebelum menyerahkan kekuasaan kepada Anwar Ibrahim.

“Tidak ada batas waktu yang mengikat tetapi dia sendiri (Mahathir) terus mengulanginya dua tahun. Sudah hampir setahun," tulis dia.

"Tapi masalahnya adalah, bahkan tidak satu tahun dan seseorang telah melakukan beberapa langkah melawannya setidaknya dua kali," lanjut Mujahidin di Facebook.

Mujahidin mengatakan langkah Mahathir untuk menarik anggota parlemen UMNO ke Pribumi Bersatu Malaysia tidak akan populer, tetapi strateginya masuk akal.

“Itu tidak akan menjadi langkah yang populer tapi saya mengerti. Saya mungkin akan melakukan hal yang sama jika seseorang terus berusaha (menikam) saya dari belakang," ujarnya.

"Dan yang lebih buruk, saya pikir dia sekarang memiliki angka untuk membalikkan keadaan jika mosi tidak percaya itu diajukan di Parlemen," papar aktivis tersebut.

“Saya harap tidak ada yang cukup bodoh untuk mencobanya. Anda bisa menjadikannya penjahat, tapi sebenarnya Anda penyebabnya," imbuh dia.

Di profil halaman Facebook-nya, Mujahidin mengidentifikasi dirinya sebagai direktur pelaksana New Malaysia Times.

Dia juga mendaftarkan pekerjaan sebelumnya di TalentCorp Malaysia serta di sektor asuransi dan keuangan.

Secara terpisah, Presiden PKR Anwar Ibrahim telah menepis tuduhan PAS tentang plot kudeta dari internal koalisi Pakatan Harapan dengan target Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Dia mengatakan klaim semacam itu bohong.

Dia mengatakan motif di balik klaim partai Islam itu bertujuan untuk menutupi masalah skandal keuangan RM90 juta.

Anwar, yang berbicara kepada wartawan setelah menyampaikan pidato tentang pendidikan di Universiti Selangor, mengatakan partai-partai koalisi Pakatan Harapan telah menolak tuduhan tersebut.

"Tidak ada yang mau berkomentar karena mereka pikir itu bukan masalah dan upaya PAS untuk mengalihkan fokus pada uang yang diambil dari 1MDB," katanya.

Dia menambahkan PAS telah berjanji untuk mendukung Mahathir dan bahkan telah menandatangani draf yang berkaitan dengannya ketika Presiden PAS Hadi Awang bertemu PM Mahathir pada Jumat lalu.

Ditanya soal draf tersebut, Anwar juga tidak yakin kebenarannya. "Mereka berbohong halal, jadi kami tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Seperti yang mereka katakan bisa berbohong jika perlu menyelamatkan partai, jadi kami tidak tahu apakah itu benar atau tidak," katanya .

Para pemimpin PAS baru-baru ini mengatakan bahwa anggota mereka boleh berbohong jika itu dimaksudkan untuk melindungi partai.

Anwar juga mengatakan bahwa dalam interaksinya dengan Mahathir, masalah dugaan kudeta tidak muncul sama sekali. 





Credit  sindonews.com






Jelang Temu Kim-Trump, Korut Siap Menuju Titik Balik Sejarah


Jelang Temu Kim-Trump, Korut Siap Menuju Titik Balik Sejarah
Korut mengklaim siap menuju 'titik balik sejarah' menjelang pertemuan kedua antara Kim Jong-un dengan Presiden Donald Trump di Vietnam pada 27-28 Februari. (Reuters/Danish Siddiqui)



Jakarta, CB -- Korea Utara mengklaim siap menuju "titik balik sejarah" menjelang pertemuan kedua antara Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Vietnam pada 27-28 Februari mendatang.

"Sudah saatnya bagi kami untuk mengencangkan tali sepatu kami dan berlari cepat, mencari tujuan yang lebih tinggi saat kami menghadapi saat yang menentukan ini," demikian kutipan tajuk rencana surat kabar milik pemerintah Korut, Rodong Sinmun.

Kutipan itu berlanjut, "Negara kami sedang menghadapi titik balik yang signifikan dan bersejarah."


Tindak lanjut dari pertemuan pertama di Singapura pada Juni lalu ini berfokus pada kesepakatan kedua negara mengenai perlucutan senjata nuklir dan pencabutan sanksi.


Sorotan utama pertemuan ini adalah apakah AS akan menawarkan pencabutan sanksi sebagai imbalan jika Korut berkomitmen mengambil langkah konkret menuju denuklirisasi.

Dalam kicauannya di Twitter pada awal bulan ini, Trump mengatakan bahwa Korea Utara akan menjadi kekuatan ekonomi besar di bawah pemerintahan Kim Jong-un.

"Dia mungkin mengejutkan beberapa orang, tetapi dia tidak akan mengejutkan saya, karena saya telah mengenalnya dan sepenuhnya memahami betapa cakapnya dia," kata Trump.

Melalui kolom komentarnya, surat kabar Rodong Sinmun juga mendesak Korea Utara untuk melakukan upaya lebih besar untuk meningkatkan ekonomi negara.

"Setiap produk harus dibuat untuk membuat negara kita bersinar," katanya.

Dengan sumber daya melimpah, Korea Utara dulu disebut lebih kaya ketimbang Korea Selatan. Namun, karena salah urus selama beberapa dekade Uni Soviet berkuasa, Korea Utara menjadi miskin.

Korut semakin sengsara setelah diserang berbagai sanksi internasional akibat ambisi pengembangan senjata nuklirnya selama beberapa tahun belakangan.





Credit  cnnindonesia.com





Amerika Halangi Upaya ICAO Tingkatkan Penerbangan Korea Utara


Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Industri Perikanan Tangkap di daerah Donghae, Korea Utara, 1 Desember 2018. KCNA via REUTERS
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Industri Perikanan Tangkap di daerah Donghae, Korea Utara, 1 Desember 2018. KCNA via REUTERS

CB, Jakarta - Amerika Serikat memblokade upaya PBB yang ingin meningkatkan penerbangan sipil di Korea Utara. Penolakan itu disampaikan ketika Pyongyang ingin membuka kembali wilayah udaranya untuk penerbangan asing.
Sumber mengatakan kepada Reuters, keputusan Amerika Serikat ini adalah bagian dari taktik untuk terus menekan Korea Utara menjelang diselenggarakannya pertemuan kedua antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Pertemuan keduanya rencananya akan dilakukan di Vietnam pada akhir Februari 2019. Dalam pertemuan ini Washington ingin mengunci dengan sungguh-sungguh komitmen Pyongyang agar mau mengesampingkan program nuklir dan rudalnya.

Ilustrasi pesawat Antonov An-12BP. (Wikimedia Commons)


Organisasi Penerbangan Sipil Internasional PBB atau ICAO yang beranggotakan 192 negara telah bekerja sama dengan Pyongyang untuk membuka sebuah rute penerbangan baru sehingga pesawat-pesawat sipil bisa melintasi wilayah udara Korea Utara dan Korea Selatan. Selama ini, maskapai selalu mengambil rute tidak langsung menghindari wilayah udara Korea Utara agar terhindari dari ancaman peluncuran rudal-rudal, dimana hal ini pernah dilihat langsung oleh beberapa penumpang pesawat.

Jika saat ini ruang udara Korea Utara sudah dianggap aman, maka maskapai internasional aman berlalu-lintas saat melayani penerbangan antara Asia, Eropa dan Amerika Utara. Sedangkan bagi Korea Utara hal ini sama dengan menghidupkan kembali industri penerbangan komersial negara itu sendiri.
Korea Utara memiliki populasi lebih dari  25 juta jiwa, namun perekonomian negara itu telah dibekukan oleh serangkaian sanksi karena program uji coba nuklir dan rudal balistik. ICAO yang bermarkasi di Montreal, Kanada, mengatakan pihaknya telah membantu meningkatkan sistem penerbangan Korea Utara diantaranya dengan memberikan pelatihan pada militer dan staf penerbangan sipil. Pyongyang juga pernah meminta kepada ICAO akses pada grafik penerbangan yang dibuat oleh Amerika Serikat.
Sumber lain mengatakan Amerika Serikat kecewa pada ICAO karena telah membantu Korea Utara dengan program penerbangannya. Sebab yang Washington inginkan saat ini adalah menarik seluruh insentif dan kemudahan yang diberikan pada Pyongyang hingga negara itu membuat kemajuan dalam denuklirisasi. ICAO tidak dapat memaksakan aturan yang mengikat pada pemerintah, tetapi menerapkan pengaruh melalui standar keselamatan dan keamanan yang disetujui oleh negara-negara anggotanya.





Credit  tempo.co




Bom Kembar di Suriah Tewaskan 24 Orang


Bom Kembar di Suriah Tewaskan 24 Orang
Ilustrasi pemboman. (Foto: Istockphoto/Inhauscreative)



Jakarta, CB -- Serangan bom kembar membakar Idlib, Suriah dan menewaskan 24 orang, empat di antaranya adalah anak-anak.

Menurut kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights, ledakan pertama diketahui berasal dari bom yang diletakkan di bawah mobil di tengah kota Idlib, sementara yang kedua meledak dari sebuah motor setelah mobil ambulans sampai di lokasi peledakan pertama.

Saat ini, belum ada klaim tanggung jawab dari pihak manapun atas bom kembar yang disebut melukai setidaknya 51 orang itu.


Idlib adalah bagian terakhir dari Suriah yang masih berada di luar kontrol Presiden Bashar al-Assad. Kota yang berjarak 59 kilometer dari Aleppo itu masih dikuasai oleh Hayat Tahrir al-Sham yang terkoneksi langsung dengan Al-Qaeda.



al-Sham mengambil alih kendali administratif keseluruhan wilayah pada bulan Januari lalu, setelah mengalahkan faksi-faksi kecil yang didukung Turki.

Empat orang yang tewas disebut merupakan pendukung al-Sham, sementara 20 orang lainnya adalah penduduk sipil. Sebuah kantor administrasi lokal yang didirikan oleh al-Sham diduga menjadi sasaran pemboman tersebut.

Sebelumnya, Idlib telah dilindungi dari serangan rezim besar-besaran sejak September lalu oleh kesepakatan sekutu rezim Rusia dan pendukung pemberontak Turki. Namun beberapa kali pula kota itu mengalami penembakan secara sporadis.




Credit  cnnindonesia.com





Prancis Tolak Seruan Trump Terkait ISIS


Prancis Tolak Seruan Trump Terkait ISIS
Belloubet, dalam sebuah wawancara dengan France 2 menuturkan, kebijakan Prancis saat ini adalah membawa pulang para anggota ISIS berdasarkan kasus per kasus, Foto/Istimewa

PARIS - Menteri Kehakiman Prancis, Nicole Belloubet menuturkan, Paris saat ini tidak akan memenuhi permintaan dan desakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump untuk mengambil kembali ratusan teroris asing ISIS yang ditangkap di Suriah.

Sebelumnya, Trump meminta Inggris, Prancis, Jerman, dan negra Eropa lainnya untuk mengambil kembali lebih dari 800 anggota ISIS yang telah berhasil tangkap pasukan AS di Suriah dan mengadili mereka.

Belloubet, dalam sebuah wawancara dengan France 2 menuturkan, kebijakan Prancis saat ini adalah membawa pulang para anggota ISIS berdasarkan kasus per kasus dan tidak akan membawa pulang mereka secara sekaligus.

"Ada konteks geo-politik baru, dengan penarikan pasukan AS dari Suriah. Untuk saat ini kami tidak mengubah kebijakan kami. Pada tahap ini Prancis tidak menanggapi tuntutan (Trump)," ucap Belloubet, seperti dilansir Reuters pada Senin (18/2).

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, di mana dia mengatakan bahwa kebijakan pemerintah Prancis adalah dengan tegas menolak untuk mengambil kembali anggota ISIS dan istri mereka. Le Drian menyebut mereka sebagai "musuh" bangsa yang harus diadili di Suriah atau Irak.

Sementara itu, sebelumnya Kementerian Luar Negeri Jerman menuturkan bahwa setiap warga Jerman yang diduga atau memang telah bergabung dengan ISIS, memiliki hak untuk kembali. Namun, untuk mereka yang sudah ditangkap, dibutuhkan akses konsuler untuk menemui mereka dan dengan situasi saat ini di Suriah sangat sulit untuk melakukannya. 




Credit  sindonews.com




Assad Bilang Erdogan Karyawan AS dan Anggota Ikhwanul Muslimin



Assad Bilang Erdogan Karyawan AS dan Anggota Ikhwanul Muslimin
Presiden Rapublik Arab Suriah Bashar al-Assad. Foto/REUTERS

DAMASKUS - Presiden Republik Arab Suriah, Bashar al-Assad, mengatakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merupakan karyawan Amerika Serikat (AS). Dia juga menyebut pemimpin Turki itu sebagai anggota Ikhwanul Muslimin, yang oleh Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) dikategorikan sebagai kelompok teroris.

Komentar Presiden Assad itu disampaikan dalam pidatonya pada hari Minggu, sebagaimana dikutip Ahval News, Senin (18/2/2019). Sejak perang sipil Suriah pecah, Erdogan menjadi pendukung kelompok oposisi yang ingin menggulingkan Assad.

Dalam sebuah pidato, Assad menggunakan kata "Ikhwanji", yang berarti anggota Ikhwanul Muslimin, untuk menggambarkan Erdogan."Terlepas dari teater Erdogan, yang mencoba tampil sebagai pembuat acara, ia terkadang marah, terkadang meletus dan mengancam, dan, ini adalah masalah besar, bahkan dia adalah karyawan kecil AS," katanya.

Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pimpinan Erdogan sering digambarkan sebagai partai Islamis, dan telah lama mendukung Ikhwanul Muslimin. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak anggota Ikhwanul Muslimin yang dipaksa meninggalkan Mesir setelah penggulingan Presiden Mohamed Morsi dan mencari perlindungan di Turki.

Assad menekankan bahwa dia adalah orang pertama yang meminta zona penyangga di Suriah yang kini dikontrol Turki. Dia menjelaskan bahwa pemerintahannya akan segera merebut kembali kendali penuh atas negara yang dilanda perang itu.

"Setiap inci dari Suriah akan dibebaskan, dan lawan bicara dan penjajah akan dianggap musuh," kata presiden yang berlatar belakang sebagai dokter ini. 




Credit  sindonews.com




Baku Tembak Militer India VS Gerilyawan Picu Ketegangan


Serangan bom mobil di Kashmir
Serangan bom mobil di Kashmir
Foto: Gulfnews.

Sembilan orang dinyatakan tewas dalam kontak senjata antara kedua pihak.



CB, SRINAGAR – Ketegangan meningkat setelah serangan bunuh diri terjadi di Kashmir, yang kini tengah disengketakan. Sembilan orang tewas Senin (18/2) dalam baku tembak yang terjadi saat tentara India mencari gerilyawan.


Pejabat Keamanan mengatakan, Pasukan pemerintah mengepung sebuah desa di daerah Pulwama selatan di ujung tempat para militan bersembunyi. Saat pasukan mulai melakukan pencarian, mereka datang di bawah tembakan keras, mengarah ke kontak senjata yang menewaskan empat tentara, tiga tersangka militan, seorang petugas polisi, dan seorang warga sipil.

Tiga perwira militer, seorang perwira polisi senior dan tiga tentara lainnya terluka dalam operasi itu.


Peristiwa ini terjadi setelah serangan bunuh diri Kamis lalu pada konvoi paramiliter yang menewaskan sedikitnya 40 tentara. Insiden tersebut dianggap sebagai serangan terburuk terhadap pasukan pemerintah India dalam sejarah Kashmir.


India menyalahkan Pakistan atas serangan dan menjanjikan "respons yang luar biasa". Pakistan telah memperingatkan India agar tidak menghubungkannya dengan serangan itu tanpa penyelidikan, dengan mengatakan bahwa itu adalah bagian dari "retorika dan taktik" New Delhi yang dikenal untuk mengalihkan perhatian global dari manusia.


India dan Pakistan masing-masing mengelola sebagian Kashmir. Akan tetapi keduanya mengklaim wilayah mayoritas Muslim secara keseluruhan. Serangan itu telah menyebabkan lonjakan ketegangan komunal di India yang mayoritas penduduknya Hindu.


Video-video protes anti-Kashmir telah beredar di media sosial. Termasuk beberapa di antaranya dalam video tersebut ditayangkan siswa Kashmir dipukuli gerombolan kelompok nasionalis Hindu, dan diperingatkan untuk meninggalkan perguruan tinggi.


Di pinggiran kota utara Ambala, sekitar 300 siswa Kashmir terpaksa meninggalkan akomodasi sewaan mereka oleh warga Hindu setempat, setidaknya tiga siswa yang dihubungi melalui telepon mengatakan kepada Associated Press.


Salah satu siswa yang meminta untuk diidentifikasi hanya dengan nama tengahnya, Ahmed, karena takut akan pembalasan dari universitasnya.


Ia mengatakan, dirinya bersama teman-temannya merasa tidak aman meskipun ada keamanan polisi.


Para siswa Kashmir menyalahkan Partai Nasionalis Hindu yang dipimpin Perdana Menteri, Narendra Modi, karena memicu sentimen anti-Muslim, dan anti-Kashmir di India menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan tahun ini 


Di kota utara lainnya, Dehradun, setidaknya 20 siswa Kashmir terpaksa mengunci diri di kamar asrama mereka untuk keselamatan sampai polisi tiba, lapor surat kabar Times of India. Polisi di Dehradun mengatakan para siswa selamat, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.



Credit  republika.co.id




India Bergolak Akibat Bentrok Militan Kashmir


India Bergolak Akibat Bentrok Militan Kashmir
Ilustrasi kemarahan penduduk India akibat bom Kashmir. (Foto: Reuters/Danish Ismail)




Jakarta, CB -- Pasukan Angkatan Bersenjata India disebut menderita kerugian dalam pertempuran dengan gerilyawan Kashmir pada Senin (18/2), menyebabkan sembilan orang tewas.

Konfrontasi tersebut menambah tekanan kepada pemerintah India, yang menyalahkan Pakistan atas serangan bunuh diri Kamis (14/2) lalu. Insiden terkait menewaskan 40 orang dan disebut sebagai serangan paling mematikan terhadap pasukan India.

Setelah penembakan mengguncang distrik Pulwama selama beberapa jam, para pejabat menyatakan empat orang tentara, seorang polisi, tiga gerilyawan dan seorang warga sipil kehilangan nyawa. Sementara enam tentara senior termasuk seorang brigadir dan letnan kolonel diketahui terluka, dilansir dari AFP.


"Seorang wakil inspektur jenderal polisi juga menderita luka-luka," kata seorang polisi.


Identitas para gerilyawan belum diungkapkan, namun media lokal menyebut salah satu yang terbunuh dalam pertikaian adalah Abdul Rashid Gazi alias Khamran Bai, warga negara Pakistan yang sebelumnya telah diperiksa penyidik terkait serangan bunuh diri.

Ratusan tentara menyerbu desa dan menembakkan tembakan peringatan ke tempat yang diduga menjadi lokasi persembunyian para gerilyawan di desa Pinglan pada hari Minggu (17/2). Kobaran api dan asap menghiasi udara malam hari itu.

India pun menuduh Pakistan menyembunyikan kelompok militan Jaish-e-Muhammad atau JeM, yang langsung dibantah. Akibat meningkatnya ketegangan, Islamabad memanggil utusan ke New Delhi untuk 'berkonsultasi', sementara Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan aksi internasional yang lebih besar melawan terorisme.

"Serangan teroris yang kejam di Pulwana menunjukkan bahwa waktu untuk berbicara sudah habis," kata Modi setelah pertemuan dengan Presiden Argentina Mauricio Macri di New Delhi.


Serangan itu menyebabkan India bergolak dalam kemarahan. Ratusan demonstran turun ke jalan sepanjang akhir minggu lalu, ketika serangan Kashmir dilaporkan terjadi di beberapa kota.

Toko-toko kecil tutup setelah seruan nasional meluas, meminta warga untuk waspada. Ribuan penduduk pun mengungsi ke daerah-daerah yang mayoritas Muslim, kala pemerintah menghadapi tekanan yang semakin besar karena pemilihan nasional semakin dekat.

Saat ini, New Delhi telah menarik kembali hak istimewa perdagangan Pakistan dan mengakhiri perlindungan polisi untuk empat pemimpin separatis Kashmir. Beberapa pejabat negara pun menyerukan aksi militer terhadap Pakistan.



Credit  cnnindonesia.com





Militer India-Gerilyawan Kashmir Baku Tembak, Sembilan Tewas


Militer India-Gerilyawan Kashmir Baku Tembak, Sembilan Tewas
Sedikitnya sembilan orang tewas saat tentara India terlibat bentrokan mematikan dengan gerilyawan Kashmir. Foto/Istimewa

SRINAGAR - Pasukan India terlibat pertemuan mematikan dengan gerilyawan Kashmir beberapa hari setelah serangan bom bunuh diri. Sedikitnya sembilan orang tewas dalam bentrokan tersebut yang besar kemungkinan akan meningkatkan ketegangan dengan negara tetangga Pakistan.

Baku tembak pecah di distrik Pulwama, sebelah selatan kota Srinagar. Para pejabat mengatakan empat tentara, seorang polisi, tiga gerilyawan dan seorang warga sipil tewas dalam bentrokan tersebut.

Pejabat militer dan polisi mengatakan seorang mayor tentara India termasuk di antara korban yang tewas, bersama dengan tiga gerilyawan dari kelompok Jaish-e-Mohammed (JeM) yang berbasis di Pakistan yang mengklaim serangan pekan lalu.

Enam tentara senior termasuk seorang brigadir dan seorang letnan kolonel terluka dalam baku tembak yang berlangsung selama berjam-jam itu.

"Seorang wakil inspektur jenderal polisi juga menderita luka-luka," kata pejabat itu seperti dilansir dari AFP, Selasa (19/2/2019).

Identitas militan tidak diungkapkan tetapi laporan media lokal mengatakan salah satu dari mereka yang tewas adalah Abdul Rashid Gazi, warga negara Pakistan yang perannya dalam serangan hari Kamis sedang diselidiki oleh para penyelidik.

Ratusan tentara menyerbu desa dan menembakkan tembakan peringatan ke lokasi yang diduga tempat persembunyian militan, melepaskan tembakan ke desa Pinglan, Minggu malam.

Gambar menunjukkan api dan asap mengepul dari salah satu rumah tempat tinggal di daerah tersebut.

Pasukan pemerintah telah melancarkan perburuan besar-besaran sejak sebuah van berisi bahan peledak menyerang konvoi yang mengangkut 2.500 petugas keamanan dekat Pinglan pada hari Kamis lalu.

Sebuah video di media sosial konon menunjukkan pesan pra-rekaman oleh pelaku bom bunuh diri Kashmir yang berusia 20 tahun memperingatkan akan adanya lebih banyak serangan.

India menuduh Pakistan menyembunyikan kelompok JeM, tuduhan yang dibantah oleh Islamabad.

Dengan meningkatnya ketegangan, Islamabad memanggil Dubesnya untuk New Delhi guna "konsultasi" sementara Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan aksi internasional yang lebih besar melawan "terorisme".


"Serangan teroris kejam di Pulwana menunjukkan bahwa waktu untuk pembicaraan sudah berakhir," kata Modi setelah pertemuan dengan Presiden Argentina Mauricio Macri di New Delhi.

Pemerintah India menghadapi tekanan yang meningkat karena pemilu nasional yang akan datang.

New Delhi telah menarik hak istimewa perdagangan untuk Pakistan dan mengakhiri perlindungan polisi untuk empat pemimpin separatis Kashmir.


JeM adalah salah satu dari beberapa kelompok militan yang memerangi pasukan India di Kashmir, yang telah terpecah antara India dan Pakistan sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947. Keduanya mengklaim wilayah di Himalaya itu dan telah berperang dua kali di wilayah tersebut.

Kashmir adalah zona yang paling termiliterisasi di dunia dengan sekitar 500 ribu tentara India dikerahkan untuk melawan pemberontakan yang pecah pada tahun 1989.

Puluhan ribu orang, terutama warga sipil, tewas dalam konflik tersebut. Kekerasan telah melonjak sejak 2016 dengan hampir 600 tewas tahun lalu, korban tertinggi dalam satu dekade.




Credit  sindonews.com






Empat Tentara India Tewas dalam Perburuan Dalang Bom Bunuh Diri


Empat Tentara India Tewas dalam Perburuan Dalang Bom Bunuh Diri
Empat Tentara India Tewas dalam Perburuan Dalang Bom Bunuh Diri

SRINAGAR - Empat tentara India tewas saat baku tembak dengan pejuang Kashmir dalam perburuan dalang serangan bom bunuh diri yang menewaskan lebih dari 40 polisi paramiliter India. Seorang warga sipil dilaporkan tewas setelah pertempuran yang diluncurkan tentara India di wilayah operasi tempur. India mengklaim dua dalang serangan bom bunuh yang dilaksanakan pada Kamis (15/2) lalu berhasil ditembak mati.

Ketegangan India dan Pakistan juga terus memanas setelah peristiwa bom bunuh diri tersebut. Islamabad menarik duta besarnya dari Delhi untuk konsultasi di tengah ketegangan. India juga menarik para diplomatnya dari Pakistan setelah serangan Kamis lalu. Pakistan telah membantah keterlibatan dalam serangan tersebut yang diklaim kelompok Jaish-e-Mohammad (JeM).

Melansir BBC, polisi mengatakan dua pejuang Kashmir terjebak di distrik Pulwama dan tewas dalam baku tembak kemarin. Baku tembak terdengar dan para petugas keamanan India meminta para penduduk lokal berdiam diri di rumah.

Polisi mengatakan kepada BBC Urdu bahwa mereka melakukan tembakan peringatan di sebuah rumah di Pinglena di mana para pejuang bersembunyi, tapi para pejuang tersebut membalas serangan. Dua tersangka yang menjadi dalang serangan bom tewas dalam baku tembak kemarin.

Melansir Reuters, dua orang tersebut merupakan warga Pakistan dan anggota JeM. Salah seorang pejuang yang tewas diidentifikasi bernama Abdul Rashid Gazi atau dikenal sebagai Kamran Bhai. “Perlawanan masih berlangsung dan pasukan keamanan sedang melaksanakan tugasnya,” demikian keterangan kepolisian di Kashmir dilansir Reuters.

Seorang petugas keamanan mengalami luka kritis dan dilarikan ke rumah sakit. Empat tentara India juga tewas dalam pertempuran itu. Kemudian pemilik rumah dilaporkan tewas dalam baku tembak tersebut. Pasukan India telah mengepung Desa Pinglan di distrik Pulwama yang menjadi lokasi serangan bom bunuh diri.

Jam malam juga diberlakukan di sana. “Pasukan India memburu tersangka pengebom ke desa. Banyak warga sipil terjebak di rumah yang segera dievakuasi,” kata Mohammad Yunis, seorang jurnalis di Pulwama dilansir Reuters.

Polisi sedang mencari pelaku pengebom, yakni warga lokal Kashmir berusia 19 hingga 21 tahun. Pelaku menggunakan sebuah mobil yang diisi bahan peledak dan diledakkan dalam sebuah konvoi 78 bus mengangkut petugas keamanan India. Padahal konvoi itu dikawal ketat di Jalan Srinagar-Jammu yang berjarak 20 km dari ibu kota Kashmir, Srinagar.

Sementara itu, serangan Kamis lalu memicu protes anti-Pakistan di beberapa kota di India. Target kemarahan warga India terhadap mahasiswa dan pengusaha Kashmir. Warga Kashmir diminta agar selalu waspada di tengah laporan ancaman dan intimidasi sejak pekan lalu. Ada insiden di mana beberapa siswa dari Kashmir dipukuli di sebuah rumah di India Utara.

Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi yang akan menghadapi pemilu Mei mendatang, mendapat tekanan domestik untuk menghukum Pakistan. Dia pun berjanji akan memberikan respons keras terhadap Pakistan. “Saya memberikan kebebasan kepada militer untuk menghadapi gerilyawan di perlintasan perbatasan,” katanya.

Baik India dan Pakistan mengklaim seluruh wilayah Kashmir, tetapi mereka hanya menguasai sebagian saja. Konflik yang berjalan selama beberapa dekade itu mengalami fluktuasi tidak menentu. Tapi, sejak serangan terbaru menjadi India berjanji akan melakukan aksi balas dendam. India mengisolasi Pakistan secara diplomatis.

India juga memberlakukan peningkatan bea masuk hingga 200% untuk barang dari Pakistan. Kemudian All India Cine Workers Association menyerukan larangan total bagi warga Pakistan di industri film. Sebelumnya, aktor dan aktris asal Pakistan juga dilarang bermain di Bollywood sejak serangan di Kashmir pada 2016 yang menewaskan 19 orang. 




Credit  sindonews.com




India Bunuh Dua Pelaku Otak Serangan Bom Kashmir


Serangan bom mobil di Kashmir
Serangan bom mobil di Kashmir
Foto: Gulfnews.

Kepolisian India menahan 23 orang yang diduga terkait kelompok Jaish e-Mohammad.




CB, NEW DELHI -- Pasukan keamanan India mengatakan berhasil membunuh dua tersangka yang merupakan otak serangan bom bunuh diri di Kashmir pekan lalu. Mereka tewas dalam kontak senjata pada Senin (18/2).

Menurut pernyataan yang dirilis kepolisian India, salah satu tersangka merupakan warga negara Pakistan, sementara yang lainnya adalah anggota kelompok Jaish e-Mohammad.

Menurut seorang sumber di kepolisian, anggota Jaish e-Mohammad yang tewas teridentifikasi sebagai Abdul Rashid Gazi. Dia menyandang nama samaran Kamran Bhai.

Tak hanya tersangka, kontak senjata turut menewaskan empat tentara India dan seorang warga sipil. "Pertempuran masih berlangsung dan pasukan keamanan sedang bertugas," kata kepolisian India.

Pada Ahad lalu, kepolisian India mengatakan telah menahan 23 orang yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok Jaish e-Mohammad. Namun belum ada keterangan lebih lanjut apakah ke-23 orang itu terbukti terlibat dalam serangan bom bunuh diri di Kashmir.

Pada Kamis pekan lalu, serangan bom bunuh diri terjadi di wilayah Jammu Kashmir. Insiden tersebut menewaskan setidaknya 44 personel militer India.

Kelompok Jaish e-Mohammad mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pemerintah India menyerukan Pakistan agar menindak keras kelompok Jaish.

Pakistan turut mengecam insiden bom bunuh diri tersebut. Namun, Islamabad menyangkal tudingan India bahwa mereka terlibat dalam serangan itu.

Kashmir merupakan sebuah wilayah di Himalaya dengan penduduk mayoritas Muslim yang dipersengketakan India dan Pakistan. Kedua negara telah terlibat tiga kali perang yakni pada tahun 1948, 1965, dan 1971, karena memperebutkan Kashmir.

Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan India guna meraih kemerdekaan. Kalaupun tidak berhasil merdeka, mereka ingin berpisah dari India dan bergabung dengan Pakistan. 




Credit  republika.co.id