Selasa, 15 Mei 2018

Para Ahli Yakin Tragedi Pesawat MH370 Pembunuhan Massal Terencana


Para Ahli Yakin Tragedi Pesawat MH370 Pembunuhan Massal Terencana
Fotografis tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Foto/Mirror


SYDNEY - Para ahli penerbangan meyakini misteri di baliknya hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 secara misterius dalam penerbangan Maret 2014 silam merupakan operasi pembunuhan massal yang sangat terencana. Indikasinya, militer Malaysia tidak melakukan operasi intersepsi atau pencegatan saat pesawat terakhir kali terdeteksi.

Para ahli menyalahkan sang pilot, Kapten Zaharie Ahmad Shah, sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.

Program investigasi "60 Minutes" dari Nine News di Australia yang ditayangkan Minggu malam menampilkan panel ahli penerbangan yang bekerja untuk menentukan apa yang menyebabkan pesawat MH370 jatuh.

Sejak Maret 2014 dunia telah mempertanyakan bagaimana sebuah pesawat Boeing 777 yang membawa 239 orang menghilang ke udara dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing. Dari ratusan orang itu, beberapa di antaranya adalah penumpang asal Indonesia.

Banyak puing telah ditemukan tapi tak dianggap terkait dengan pesawat MH370. Kini, para ahli mengklaim sudah memiliki jawaban dari misteri tragedi MH370.

Larry Vance, mantan penyelidik senior dari Dewan Keselamatan Transportasi Kanada, mengatakan kepada program berita Australia mengatakan bahwa dia tahu apa yang terjadi dengan pesawat itu.

"Saya pikir masyarakat umum dapat merasa nyaman dengan fakta bahwa ada konsensus yang berkembang di saat-saat akhir pesawat," katanya.

Panel ahli percaya bahwa pria di kokpit, yakni Kapten Zaharie Ahmad Shah, bertanggung jawab penuh dalam insiden tersebut. Mereka setuju bahwa pilot "bunuh diri" dan membawa pesawat ke tempat paling terpencil yang bisa dia lakukan sehingga "menghilang".

Pilot dan instruktur Boeing 777 Simon Hardy mengatakan Kapten Zaharie menghindari deteksi radar militer Malaysia maupun Thailand dengan terbang di sepanjang perbatasan, kemudian menyeberang masuk dan keluar dari wilayah udara masing-masing negara.

"Ketika pesawat terbang melintasi Thailand dan Malaysia, itu berjalan di perbatasan, yang bergoyang di bawahnya, yang berarti itu akan masuk dan keluar dari kedua negara, yang mana yurisdiksi mereka berada," ujar Hardy.

"Jadi kedua pengendali (lalu lintas udara) itu tidak peduli dengan pesawat misterius ini. Karena itu, 'Oh, itu hilang. Ini bukan di ruang kami lagi'," papar Hardy.

"Jika Anda menugaskan saya untuk melakukan operasi ini dan mencoba dan membuat 777 menghilang, saya akan melakukan hal yang sama," imbuh dia.

"Sejauh yang saya ketahui, itu terbang sangat akurat karena (saya) pikir itu melakukan pekerjaan dan kami tahu, sebagai fakta, bahwa militer tidak datang dan mencegat pesawat," katanya. 


John Dawson, seorang pengacara yang mewakili sembilan keluarga dari penumpang MH370 dan MH17, baru-baru ini mengatakan kepada News Corp Australia, bahwa bukti yang ditunjukkan secara tepat menunjukkan bahwa salah satu awak pesawat bertanggung jawab.

"Di MH370, Anda memiliki pilot terbang antara Malaysia dan Beijing yang membawa kembali pesawat," ujarnya.

"Buktinya sangat berat soal keterlibatan oleh salah satu awak pesawat yang menurunkan pesawat ini," katanya.

"Pesawat itu mungkin sudah bertekanan, orang-orang mati karena sesak napas, itu adalah pembunuhan terencana," imbuh dia. "Itu sangat direncanakan. Mayat-mayat itu tidak pernah ditemukan."





Credit  sindonews.com


Senin, 14 Mei 2018

Inggris Akhirnya Izinkan Simbol Agama Dikenakan di Tempat Kerja

Seorang bayi dikalungi salib usai dibaptis dalam upacara pembaptisan massal di Katedral Tritunggal Mahakudus di Tbilisi, Georgia, 21 September 2017. REUTERS/David Mdzinarishvili
Seorang bayi dikalungi salib usai dibaptis dalam upacara pembaptisan massal di Katedral Tritunggal Mahakudus di Tbilisi, Georgia, 21 September 2017. REUTERS/David Mdzinarishvili

CB, Jakarta - Pemerintah Inggris akan mengeluarkan panduan resmi baru untuk memastikan para penganut agama bebas mengenakan salib dan simbol iman lainnya saat bekerja.
Panduan itu mengatakan, perusahaan yang tidak mematuhi aturan baru dapat didenda atau dipaksa membayar kompensasi.

Panduan baru itu datang lima tahun setelah karyawan British Airways, Nadia Eweida memenangkan kasusnya terhadap maskapai penerbangan ketika dia diberitahu untuk menyembunyikan salibnya saat bekerja.
Berbeda dengan Eweida, seorang perawat, Shirley Chaplin tidak memenangkan tantangan serupa. Dia telah diberitahu untuk berhenti mengenakan salibnya di rumah sakit karena membahayakan kesehatan dan keselamatan.

Victoria Atkins, Menteri urusan kejahatan, pengamanan dan kerentanan Inggris mengatakan, diskriminasi di tempat kerja tidak dapat diterima dan melanggar hukum.
"Kami tidak akan mendukungnya," kata Atkins, seperti dilansir Daily Mail pada 13 Mei 2018.

Aturan itu sudah dapat diterapkan pada akhir bulan ini di seluruh Inggris. Perusahaan diharuskan fleksibel dan menunjukkan pemahaman terhadap berbagai agama.
Mengomentari laporan tersebut, Gereja Inggris mengatakan itu adalah keputusan yang masuk akal.




Credit  TEMPO.CO





Erdogan Kunjungi Inggris


Recep Tayyip Erdogan
Recep Tayyip Erdogan
Foto: EPA

Erdogan dijadwalkan bertemu dengan Ratu Elizabeth II



CB, LONDON -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memulai kunjungannya ke Inggris selama tiga hari pada Ahad (13/5) waktu setempat. Ia memuji Inggris tidak hanya sebagai sekutu dan mitra strategis, tetapi juga teman sejati.

Pemimpin Turki itu dijadwalkan bertemu Ratu Elizabeth II dan Perdana Menteri Inggris Theresa May pada Selasa (15/5). Saat berbicara di sebuah forum tentang hubungan Inggris dan Turki, Erdogan mencatat peristiwa pada Juli 2016.

Pada waktu itu ia dikudeta, namun gagal, dan Inggris dengan segera mengutuk kudeta tersebut. "Kami tidak akan pernah melupakan solidaritas ini," ujar Erdogan.

Presiden Turki itu mengatakan kerja sama bilateral antara kedua negara telah berkembang. Kerja sama itu terutama sejak referendum yang mengubah sistem pemerintahan Turki menjadi presiden eksekutif dan membuka jalan bagi keberangkatan Inggris dari Uni Eropa.

Ikatan yang dalam paling jelas dalam perdagangan, kata Erdogan, dengan tujuan bersama meningkatkan volume perdagangan dari 16 miliar dolar AS menjadi 20 miliar dolar AS. Selain itu juga perjanjian perdagangan bebas potensial dalam hal pekerjaan antara keduanya.

Dia mengutip kerja sama Inggris-Turki di industri pertahanan sebagai contoh untuk lebih banyak usaha baru. "Kami ingin melanjutkan hubungan ekonomi kami sebagai pemerintah Turki dan Inggris tanpa gangguan setelah Brexit," kata Erdogan sebelum meninggalkan Istanbul untuk pergi ke London, pada Ahad pagi waktu setempat.

Erdogan juga mengatakan dia juga akan membahas masalah regional dan internasional dengan May. Topik yang dibahas termasuk perkembangan terbaru di Siprus, di mana Turki dan Inggris bertindak sebagai penjamin, dan "rencana aksi bersama" untuk Timur Tengah, terutama Suriah, Irak dan Iran.






Credit  republika.co.id




Oposisi Pimpinan Xanana Gusmao Menangi Pemilu Timor Leste


Oposisi Pimpinan Xanana Gusmao Menangi Pemilu Timor Leste
Koalisi oposisi pimpinan mantan presiden, perdana menteri dan pahlawan kemerdekaan Timor Leste, Xanana Gusmao memenangkan pemilihan umum kedua dalam setahun. (REUTERS/Lirio Da Fonseca)



Jakarta, CB -- Koalisi oposisi pimpinan mantan presiden, perdana menteri dan pahlawan kemerdekaan Timor Leste, Xanana Gusmao memenangkan pemilihan umum yang digelar Sabtu (12/5).

Dilansir kantor berita Kyodo, dari penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum, Minggu (13/5) Aliansi Perubahan dan Kemajuan (AMP), koalisi pimpinan Xanana memperoleh 49,41 suara. Koalisi terdiri atas Kongres Nasional bagi Rekonstruksi Timor Leste (CNRT), partai Xanana dan dua partai lainnya.

Adapun Front Revolusioner bagi Kemerdekaan Timur Leste yang dikenal sebagai Fretilin meraih 34,37 persen suara. Dalam Parlemen, AMP memperoleh 34 dari 65 kursi Parlemen, sedangkan Fretilin 23 kursi. Sisanya akan diisi partai-partai dan koalisi yang lebih kecil.





Pemilu tersebut merupakan pemilihan umum kedua di Timor Leste dalam waktu kurang dari satu tahun.

Dengan kemenangan tersebut, Xanana bakal menjadi perdana menteri untuk ketigak kalinya. Dilansir Arab News, Taur Matan Ruak, mantan presiden dan ketua Partai Pembebasan Rakyat, anggota koalisi AMP akan menjadi Deputi Perdana Menteri.

Arif Abdullah Sagran, pengamat politik setempat seperti dilansir Arab News, mengaku pesimistis bahwa pemerintahan yang dipimpin Xanana bakal membawa perubahan dalam pembangunan dan kesejahteraan di Timor Leste.

"Program-program Gusmao selalu populis. Hanya terlihat bagus dalam jangka pendek," kata Sagran seperti dilansir Arab News. Dia memperkirakan Fretilin tidak akan menantang koalisi AMP.Tantangan justru akan berasal dari dalam AMP sendiri. "Karena tiga partai yang membentuk koalisi sangat berbeda satu sama lainnya. Satu-satunya yang mempersatukan mereka adalah bahwa mereka menghadapi lawan yang sama."



Adapun warga Timor Leste mengharapkan pemerintahan baru bakal membawa kemajuan bagi negaranya. "Pemerintahan berikutnya harus bisa menciptakan lebih banyak lapangan kerja, listrik dan air bersih yang lebih baik dan memenuhi janji-janji kampanyenya," kata Arlindo Amaral, 38 tahun, pengemudi taksi yang memilih untuk Fretilin seperti dikutip Arab News.

Data Bank Dunia menyatakan tingkat pengangguran di Timor Leste mencapai 11 persen. Sebanyak 65 persen dari 1,2 juta populasi Timor Leste berusia di bawah 25 tahun. Pendapatan terbesar negeri itu diperoleh dari minyak dan gas, yang berkontribusi sekitar 70 persen dari produk domestik bruto.

Presiden Timor Leste Francisco Guterres mempercepat pemilu setelah membubarkan Parlemen pada Januari lalu, menyusul runtuhnya pemerintahan minoritas yang dipimpin Fretilin. Popularitas Xanana meningkat setelah berhasil mengamankan kesepakatan perbatasan maritim dengan Australia baru-baru ini.




Credit  cnnindonesia.com




Mahathir Mohamad bertemu Anwar Ibrahim bahas kabinet


Mahathir Mohamad bertemu Anwar Ibrahim bahas kabinet
Perdana Menteri ke-7 Malaysia Tun Mahathir Mohamad (tengah) didamping jemaah berjalan seusai Salat Jumat di Masjid Negara, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (11/5/2018). Tun Mahathir Mohamad telah dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia baru untuk kedua kalinya. (ANTARA/Rafiuddin Abdul Rahman)




Kuala Lumpur (CB) - Beberapa jam setelah mengumumkan kabinet baru Malaysia, Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad menggelar pertemuan dengan mantan musuhnya yang berubah menjadi sekutu, Datuk Seri Anwar Ibrahim.

Pertemuan yang digagas para pemimpin koalisi Pakatan Harapan itu disebut-sebut membahas penunjukkan menteri untuk tujuh posisi kabinet yang belum diisi.

Pertemuan itu digelar di Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras di mana Anwar mendapatkan perawatan, kemarin malam.

"Saya dapat memastikan bahwa perdana menteri mengadakan pertemuan dengan Anwar pukul 5 sore tetapi saya tidak tahu rinciannya karena saya tidak ikut membahasnya," kata wakil presiden PKR Tian Chua yang turut hadir dalam pertemuan itu, seperti dikutip New Straits Times.

"Tujuan pertemuan ini tampaknya berkaitan dengan penunjukan para menteri kabinet baru Pakatan Harapan yang nama-namanya akan segera diumumkan."

Pertemuan itu juga dihadiri Menteri Keuangan Lim Guan Eng, Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail, Menteri Besar Selangor Datuk Seri Azmin Ali, Wakil Presiden PKR Nurul Izzah Anwar dan anggota parlemen Zuraida Kamaruddin.

Kemarin Mahathir sudah mengumumkan menteri untuk pos-pos kunci menteri keuangan, menteri dalam negeri dan menteri pertahanan. Masih ada tujuh jabatan menteri yang lowong.




Credit  antaranews.com




Rencana Penerbangan Najib ke Jakarta yang Gagal Itu


Mohammad Najib Abdul Razak
Mohammad Najib Abdul Razak
Foto: Antarafoto

Ada cukup bukti untuk mengusut keterlibatan Najib dalam megakorupsi 1MDB



CB,JAKARTA -- Media massa Malaysia sejak kemarin ramai dengan kabar pencegahan mantan perdana menteri Najib Abdul Rajak dan istrinya, Rosmah Mansor, bepergian keluar negeri. Keduanya berencana terbang ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (12/5) pagi.

Kabar pencegahan bepergian keluar negeri oleh pihak imigrasi Malaysia itu mencuat setelah rencana penerbangan Najib dan istrinya bocor. Mulai Jumat malam beredar informasi di grup Whatsapp bahwa Najib berencana berlibur ke Indonesia dilengkapi dengan nomor pesawat dan jet pribadi yang digunakan. Laporan menunjukkan bahwa mereka berencana untuk melakukan perjalanan dari Bandara Subang, Malaysia, ke Bandara Internasional Halim Perdanakusuma di Jakarta pada Sabtu, pukul 10.00.

Pasangan itu berencana melakukan perjalanan menggunakan jet pribadi yang dioperasikan oleh Premiair. Premiair adalah perusahaan milik Peter Sondakh, yang juga bos PT Rajawali Corp.

Awalnya tersiar kabar bahwa imigrasi Malaysia tidak mencegah Najib untuk terbang ke Jakarta. Kepala Jabatan Imigrasi Malaysia, Dato Mustafar Bin Haji Ali ketika diwawancarai wartawan Sabtu pagi masih menyampaikan Najib tidak dicekal.

Selang beberapa jam, muncul pernyataan baru. Melalui pengumuman di akun facebook resmi Jabatan Imigrasen Malaysia, pihak Imigrasi Malaysia menyampaikan kabar pencegahan terhadap Najib dan istrinya.

Najib Razak melalui akun Faceboook miliknya yang diunggah pada hari yang sama menyampaikan informasi akan berlibur ke luar negeri untuk beristirahat setelah Pilihan Raya Umum (PRU) ke-14 atau Pemilu ke-14. Postingan Najib ini mendapat like 8.800 dan dibagikan 1.716 kali dengan komentar yang beragam.

"Saya dan keluarga akan berlibur mulai hari ini untuk beristirahat setelah berakhirnya Pilihan Raya Umum ke-14. Dalam tempoh ini saya akan mengambil keputusan mengenai kedudukan saya sebagai Presiden UMNO dan Ketua Barisan Nasional, karena kemerosotan dukungan rakyat kepada Barisan Nasional pada PRU ke-14," katanya.

Pada Sabtu pukul 11.58 waktu setempat, Najib melalui Twitter @NajibRazak menyampaikan dirinya telah diberi informasi bahwa Jabatan Imigrasi Malaysia tidak mengizinkan dirinya dan keluarga bepergian ke luar negeri. "Saya menghormati arahan tersebut dan akan bersama keluarga di dalam negara," katanya dilansir di Bernama.

Najib menjabat Presiden UMNO dan Ketua Barisan Nasional. Ahad (13/4) Najib mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi jabatan Presiden UMNO dan Ketua Barisan Nasional. Najib (64 tahun), kalah dari mantan perdana menteri Mahathir Mohamad (92) dalam pemilihan umum pekan ini.

PM Malaysia yang baru saja dilantik, Mahathir Mohamad, mengaku melarang Najib pergi keluar negeri karena memiliki bukti cukup untuk menyelidiki keterkaitan Najib dengan skandal korupsi multimiliar dolar (1MDB). Pihak imgrasi mengeluarkan perintah pelarangan meninggalkan Malaysia atas Najib dan istrinya hanya beberapa menit setelah perdana menteri tersingkir itu mengatakan rencananya pergi berlibur sepekan ke luar negeri untuk beristirahat setelah kekalahannya yang mengejutkan dalam pemilihan umum. "Memang benar saya mencegah Najib meninggalkan negeri," kata Mahathir dalam acara jumpa pers.

Mahathir mengatakan langkah itu diambil untuk mencegah kemungkinan masalah timbul kemudian terkait ekstradisi. "Ada cukup bukti bahwa penyelidikan terhadap hal-hal tertentu ... yang dilakukan oleh mantan perdana menteri itu harus dijalankan dan, jika perlu, aturan hukum akan diterapkan," katanya.

Mahathir sebelumnya pernah menjabat sebagai perdana menteri negara berpenduduk mayoritas Melayu Muslim selama 22 tahun. Ia mengatakan jaksa agung, yang melepaskan Najib dari kesalahan dalam skandal korupsi dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB), sudah dipecat. Sang jaksa agung, Apandi Ali, menolak memberikan tanggapan.

Usai pencegahan itu, rencana Najib dan istrinya terbang ke Jakarta berantakan. Kini Najib bersiap menghadapi kasus megakorupsi 1MDB di negaranya.





Credit republika.co.id




China Kerahkan Jet Tempur Su-35 dan Pembom H-6K ke Dekat Taiwan




China Kerahkan Jet Tempur Su-35 dan Pembom H-6K ke Dekat Taiwan
Jet tempur Su-35 dan pesawat pembom H-6K dikirim militer China ke dekat wilayah Taiwan pada Jumat (11/5/2018) pagi. Foto/Xinhua



TAIPEI - China telah mengerahkan beberapa pesawat pembom H-6K dan sejumlah jet tempur termasuk Su-35 ke Selat Bashi, dekat Taiwan pada Jumat pagi. Beijing berdalih pengerahan beberapa pesawat tempur canggih itu sebagai latihan.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan beberapa pesawat pembom H-6K, pesawat pengintai dan pesawat angkut terbang melintasi Selat Bashi, selatan Taiwan. Pesawat-pesawat itu juga terbang di atas Selat Miyako, dekat Okinawa.

Menurut kementerian tersebut, pengerahan jet tempur Su-35 buatan Rusia ke Selat Bashi merupakan yang pertama kali dilakukan China. Jet tempur J-11 dan pesawat penyebar peringatan dini juga ambil bagian dalam manuver militer kemarin.

Militer Taiwan berupaya meyakinkan publik dengan merilis pernyataan bahwa mereka sepenuhnya dapat memantau latihan Angkatan Laut dan Angkatan Udara China. "Dan mengambil langkah-langkah responsif yang efektif untuk menjamin keamanan pertahanan," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Taiwan, seperti dikutip AFP, Sabtu (12/5/2018).

China hingga kini tak mengakui Taiwan sebagai negara dan menganggapnya sebagai provinsinya yang membangkang. Beijing berulang kali mengancam melakukan intervensi militer jika Taipei nekat memerdekakan diri secara formal dari China.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan China mengonfirmasi bahwa untuk pertama kalinya jet tempur Su-35 terbang di atas Selat Bashi."Terobosan baru, menyoroti peningkatan baru pada kemampuan tempur Angkatan Udara," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Beijing telah meningkatkan patroli militer di sekitar Taiwan dan menggunakan tekanan diplomatik untuk mengisolasi wilayah itu secara internasional. Tekanan itu dilakukan sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, dari Partai Progresif Demokratis yang pro-kemerdekaan, menjabat pada tahun 2016. 





Credit  sindonews.com/





Jet F-22 AS Cegat Pesawat Pembom Tu-95 Rusia di Dekat Alaska


Jet F-22 AS Cegat Pesawat Pembom Tu-95 Rusia di Dekat Alaska
Dua pesawat pembom Tu-95 Rusia. Foto/REUTERS/Shamil Zhumatov


WASHINGTON - Pasukan nuklir Rusia mengirim dua pesawat pembom strategis Tu-95 ke Zona Identifikasi dan Pertahanan Udara Amerika Serikat (AS) di dekat Alaska pada hari Jumat. Dua pesawat pembom itu dicegat dua jet tempur F-22.

Komando Pertahanan Amerika Utara (NORAD) pada Sabtu (12/5/2018) mengonfirmasi intersepsi dua pesawat pembom Moskow yang bisa membawa bom nuklir tersebut.

Juru bicara NORAD Kapten Scott Miller mengatakan kedua pesawat pembom Moskow menyusup ke Zona Identifikasi dan Pertahanan Udara (ADIZ) di atas Laut Bering dekat pantai Alaska pada Jumat pagi.

"Pada sekitar pukul 10.00 pagi, dua pesawat tempur NORAD, F-22, yang berbasis di Alaska mencegat dan secara visual mengidentifikasi dua pesawat pembom jarak jauh Tu-95 'Bear' Rusia yang terbang di Zona Identifikasi Pertahanan Udara di lepas pantai barat Alaska, sebelah utara dari Kepulauan Aleutian," kata Miller kepada Washington Free Beacon.
Menurut Miller, dua pesawat pembom itu tidak masuk ke wilayah udara AS atau pun Kanada. Tak ada ada aktivitas yang tidak biasa terkait dengan pertemuan F-22 dan Tu-95. Komunikasi antar-pilot kedua militer juga tidak terjalin.

"Pesawat pembom itu terbang di wilayah udara internasional dan terbang menurut norma internasional," kata Miller.

"NORAD terus memantau semua aktivitas udara yang berasal dari dalam dan luar wilayah udara Amerika Utara," imbuh Miller.

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang misi dua pesawat pembom Rusia tersebut. Militer Moskow juga belum mengonfirmasi soal intersepsi dua pesawat pembomnya oleh dua jet tempur F-22 Amerika.





Credit  sindonews.com





Pasukan Arab Saudi Mendarat di Yaman di Tengah Protes Warga


Pasukan Khusus anti teror Arab Saudi.
Pasukan Khusus anti teror Arab Saudi.
Foto: Saudigazette.com

Pengerahan pasukan Arab Saudi telah dikoordinasikan dengan pemerintah Yaman




CB, HADIBU -- Pasukan Arab Saudi mendarat di Yaman pada Ahad (13/5) waktu setempat. Juru bicara militer koalisi pimpinan Saudi Turki Al-malki mengatakan bahwa tentara Saudi sedang dalam misi pelatihan dan dukungan terhadap pasukan Yaman.

"Pasukan Saudi, Emirat (UEA), dan Yaman akan melakukan latihan pelatihan bersama berkoordinasi dengan pemerintah Yaman," katanya menambahkan, dilaporkan Aljazirah.





Menurut laporan saluran berita negara Saudi Al-Ekhbariya, pengerahan pasukan Saudi dikoordinasikan dengan pemerintah Yaman. Socotra telah menjadi pusat perselisihan antara Yaman dan sekutunya Uni Emirat Arab.

UEA adalah pilar utama dalam koalisi yang dipimpin Saudi, tetapi pengerahan pasukan ke pulau itu pada awal bulan ini tanpa konsultasi sebelumnya dengan pemerintah Yaman memicu kemarahan warga.

Protes pecah di Socotra pekan lalu karena penduduk setempat menolak pengerahan pasukan milik UAE karena tidak ada pemberontak di pulau itu. Demonstran berbaris melalui jalan-jalan ibu kota Socotra, Hadibu, menolak apa yang mereka gambarkan sebagai intervensi UEA dalam urusan internal provinsi tanpa meminta persetujuan pemerintah.

"Kekuatan-kekuatan ini hadir di Socotra dan al-Mahra dalam jumlah yang tidak dapat dipahami," kata Abdullah bin Issa al-Aafra dari Dewan Umum Al-Mahra dan Socotra.

Tentara Emirat tiba pada Kamis, memaksa keluar pasukan Yaman dan mengambil alih lokasi strategis, termasuk bandara dan pelabuhan. Socotra yang terletak di Samudera Hindia, sekitar 350 kilometer dari pantai selatan Yaman.

Terletak di lepas pantai Somalia dengan akses ke rute pelayaran utama, Socotra juga merupakan Situs Warisan Dunia yang terkenal karena lingkungannya yang unik dan murni.

UEA dan pemerintah Abd-Rabbu Mansour Hadi adalah sekutu dalam perang melawan pemberontak Houthi.Hubungan antara keduanya telah memburuk, namun, karena pengaruh UEA yang meluas di Yaman selatan, gerakan separatis bangkit kembali.

Upaya UEA untuk melakukan kontrol atas Socotra dilihat oleh banyak orang sebagai langkah terbaru oleh negara Teluk itu untuk menyebarkan pengaruhnya jauh melampaui perbatasannya.

Socotra telah terhindar dari keterlibatan dalam konflik Yaman. Konflik itu telah menewaskan sekitar 10 ribu jiwa sejak Maret 2015 dan memicu apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.





Credit  republika.co.id






Pemimpin Hamas Kunjungi Mesir Bahas Pemindahan Kedubes AS



Ismail Haniyah
Ismail Haniyah
Foto: EPA/Mohammed Saber

Pemimpin Hamas juga akan membahas tentang perkembangan lain di Palestina




CB, GAZA -- Pemimpin politik senior Hamas Ismail Haniya dengan delegasi tingkat tinggi telah melakukan perjalanan ke Kairo. Mereka ingin mengadakan pembicaraan dengan pejabat senior Mesir tentang perkembangan di wilayah Palestina.

Dilansir Aljazirah, Senin (14/5), Hamas mengatakan delegasi telah menerima undangan dari Mesir. Agenda akan mencakup pembicaraan terkait pemindahan kedutaan AS yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Senin (14/5).

Menurut juru bicara Hamas Fawzi Barhoum, Haniya juga diharapkan membahas perjanjian rekonsiliasi Hamas-Fatah yang telah terhenti selama berbulan-bulan.

Hamas mengatur Jalur Gaza, daerah kantong berpenduduk padat yang berbatasan dengan Mesir dan Israel. Jalur ini telah menghadapi berbagai pertempuran sejak 2008.

Keputusan yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Desember lalu telah membuat marah warga Palestina. Mereka menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Ribuan warga Palestina diperkirakan akan melakukan aksi protes dari seluruh wilayah Palestina yang diduduki pada Senin. Termasuk Jalur Gaza sebagai bagian dariGreat March of Return

Great March of Return termasuk aksi unjuk rasa yang merupakan bagian dari protes selama berpekan-pekan. Aksi ini akan memuncak pada 15 Mei.

Warga Palestina menyebut hari itu sebagai Nakba atau "Bencana". Ini merujuk pada pendirian Israel pada 1948, ketika 750 ribu warga Palestina dipaksa meninggalkan Palestina.

Sejak protes dimulai pada 30 Maret, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 49 orang Palestina di daerah kantong pantai, dan melukai lebih dari 8.500 orang.

Selama beberapa dekade terakhir, Mesir telah bergabung dengan Israel dalam memberlakukan blokade. Blokade telah menyebabkan hampir dua juta penduduk Gaza kehilangan akses pada kebutuhan pokok, termasuk makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Fatah, yang dipimpin oleh Otoritas Palestina di Ramallah menandatangani perjanjian rekonsiliasi dengan Hamas di bawah pengawasan Mesir pada Oktober 2017. Tetapi syarat-syarat perjanjian yang ditandatangani di ibukota Mesir itu belum dilaksanakan.

Hubungan antara kedua belah pihak mencapai titik terendah baru pada Maret ketika Fatah menyalahkan Hamas atas sebuah ledakan yang menargetkan konvoi Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah selama kunjungan ke Jalur Gaza.





Credit  republika.co.id




Erdogan: Israel Tebar Ketakutan, Dorong Timur Tengah untuk Perang


Erdogan: Israel Tebar Ketakutan, Dorong Timur Tengah untuk Perang
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto/REUTERS/Umit Bektas/File Photo


ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Israel menebar ketakutan di Timur Tengah dan mendorong wilayah itu untuk berperang. Dia sebelumnya menyebut negara Yahudi itu sebagai negara teroris karena tidak peduli dengan ulah kelompok teroris di kawasan.

Pemimpin Turki itu dalam wawancaranya dengan BBC Arabic pada hari Minggu (13/5/2018) mengatakan bahwa Israel menggunakan agresi yang tidak perlu di Suriah. Kritik itu sebagai respons atas serangan rudal besar-besaran oleh puluhan jet tempur Israel di Suriah pada Kamis dini hari yang menewaskan sekitar 23 orang.

Erdogan juga mengkritik keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menarik diri Washington dari perjanjian nuklir dengan Iran.

Berbicara kepada anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), Erdogan mengatakan; "Pernahkah Anda mendengar mereka yang mengkritik kami karena tindakan kami di Afrin (Kurdi Suriah) mengutuk pembantaian di Gaza kemarin?".

Komentar itu mengacu pada perang Turki melawan militan Kurdi YPG di Suriah yang dinyatakan Ankara sebagai kelompok teroris. Pasukan YPG telah menjadi sekutu utama Amerika Serikat dalam perang melawan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah.

Pada awal April lalu, Erdogan mengecam keras Israel setelah peristiwa di Gaza menyebabkan tewasnya 16 orang Palestina. Saat itu, dia menyebut tindakan pasukan Israel sebagai "serangan tidak manusiawi".

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi Erdogan di Twitter.“Tentara paling bermoral di dunia tidak akan menerima khotbah moral dari seseorang yang selama bertahun-tahun telah membom penduduk sipil tanpa pandang bulu. Itu rupanya bagaimana Ankara menandai April Mop Day," tulis Netanyahu mengacu pada perang Turki melawan pasukan YPG Kurdi di Afrin, Suriah.

Erdogan merespons komentar Netanyahu saat menemui para pendukungnya di provinsi Adana. "Tidak memiliki rasa malu menyerang kami, Netanyahu. Anda adalah penyerbu dan saat ini hadir di tanah itu sebagai penyerbu. Pada saat yang sama, Anda adalah seorang teroris," kata Erdogan.

"Dia mengatakan tentara kami menindas orang-orang di Afrin. Netanyahu, Anda sangat lemah, sangat kasihan. Kami (Turki) berurusan dengan teroris. Tetapi Anda tidak peduli dengan teroris karena Anda adalah negara teror," imbuh Netanyahu. 







Credit  sindonews.com






Relokasi Kedubes AS ke Yerusalem Bisa Picu Perang Skala Penuh



Relokasi Kedubes AS ke Yerusalem Bisa Picu Perang Skala Penuh
Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem akan memicu perang skala penuh. Foto/Istimewa


ALGIERS - Niat Amerika Serikat (AS) untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem mungkin akan membuka jalan untuk memicu perang skala penuh di wilayah tersebut. Peringatan itu dikeluarkan sua analis asal Aljazair.

Profesor Sosiologi Politik di University of Algiers, Nourredine Bekis, mengatakan bahwa keputusan AS mendorong iklim ketegangan dan" kemacetan" yang dapat menyebabkan konfrontasi yang tak terduga.

"Israel telah bekerja selama beberapa hari untuk membuat semacam bentrokan dengan menargetkan pasukan Iran di Suriah untuk memprovokasi Iran untuk membuat reaksi dan akhirnya mendorong sekutu Israel ke bentrokan ini," kata Bekis seperti disitat dari Xinhua, Senin (14/5/2018).

Ia mencatat bahwa masih ada beberapa komponen yang dapat memainkan peran kunci dalam setiap perang potensial melawan Israel dan sekutu-sekutunya, termasuk milisi Syiah di Irak, Hizbullah Libanon dan milisi Houthi di Yaman.

Sementara itu seorang analis strategis dan juga mantan perwira di Angkatan Darat Aljazair, Abdelhamid Cherif, mengatakan bahwa masalah relokasi Kedutaan Besar AS ke Yerusalem jatuh dalam memenuhi janji-janji yang dibuat oleh Presiden AS Trump. Trump juga telah memenuhi janji untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

"Amerika Serikat tidak akan berani mengambil keputusan seperti itu jika tidak ada konspirasi dari beberapa orang Arab, terutama Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi dan Bahrain," tuturnya.

"Di sisi lain, keputusan kontroversial AS dimaksudkan untuk memaksakan semacam tekanan pada perlawanan di Suriah, serta di Iran," tukasnya.

AS bermaksud untuk secara resmi merelokasi kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada tanggal 14 Mei bertepatan dengan peringatan 70 tahun berdirinya Israel pada tahun 1948 - sebuah peristiwa yang oleh warga Palestina disebut sebagai "Nakba" atau bencana.

Pemindahan kedutaan ini sendiri ditentang keras oleh negara-negara Islam. Indonesia dan Turki adalah sejumlah negara yang mengecam keras pemindahaan kedutaan tersebut. 





Credit  sindonews.com





Menyerah, Teroris Serahkan Senjata Buatan Israel ke Rezim Suriah


Menyerah, Teroris Serahkan Senjata Buatan Israel ke Rezim Suriah
Senjata-senjata kelompok teroris yang diserahkan ke pasukan rezim Suriah. Sebagian dari senjata ini diketahui buatan Israel. Foto/SANA


DAMASKUS - Kelompok teroris yang beroperasi di kota Yelda, Babila dan Beit Sahem di selatan Damaskus menyerah kepada pasukan rezim Suriah. Mereka menyerahkan senjata sebagai syarat untuk dievakuasi ke Suriah utara.

Dari berbagai senjata yang diserahkan diketatahui sebagian merupakan buatan Israel. Kantor berita negara Suriah, SANA, merilis laporan dan foto dari senjata-senjata yang diserahkan kelompok teroris tersebut.

Menurut media pemerintah itu, senjata-senjata yang diserahkan selama ini digunakan para teroris untuk menargetkan warga sipil di kawasan negara tetangga serta titik-titik militer Suriah.

"Peluncur mortir 60,80,120 mm, berbagai jenis senjata lokal, senapan mesin PKC 14,5 dan 23mm, senapan sniper, RBG, mortir buatan sendiri, roket, IED dan ranjau darat buatan Israel termasuk di antara senjata-senjata yang diserahkan," tulis media pemerintah Damaskus tersebut, Jumat (11/5/2018) malam.

Terungkapnya peran senjata buatan Israel dalam konflik Suriah bukan sekali ini dilaporkan. Pada bulan Februari 2018 lalu, tentara Suriah menemukan sejumlah gudang senjata kelompok teroris pro-Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di wilayah Al-Boukamal dan Al-Mayadin di Deir ez-Zor. Senjata-senjata di gudang itu sebagian juga diketahui buatan Israel.

Israel selama ini mengklaim hanya memberikan bantuan kemanusiaan kepada pasukan anti-rezim Suriah, bukan bantuan militer. Namun, media Israel; Haaretz, melaporkan pada Februari lalu bahwa setidaknya tujuh kelompok pemberontak di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel dipasok senjata dan amunisi oleh militer Israel.

Laporan itu juga menepis klaim pemerintah Tel Aviv karena jumlah bantuan militer Israel ke pasukan anti-rezim Suriah telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Pemerintah Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad sebelumnya menuduh Israel melancarkan perang proxy melalui kelompok militan. Presiden Assad pernah mengatakan bahwa pemerintah Israel berpihak pada teroris, baik secara logistik atau melalui serangan langsung terhadap tentara Damaskus. 



Credit  sindonews.com







Amerika Serikat Buka Kedutaan di Yerusalem Hari Ini


Amerika Serikat Buka Kedutaan di Yerusalem Hari Ini
Pemerintah Donald Trump akan meresmikan pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem hari ini, Senin (14/5). (REUTERS/Ronen Zvulun)


Jakarta, CB -- Pemerintah Donald Trump akan meresmikan pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem hari ini, Senin (14/5). Langkah pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel itu menuai kecaman internasional sejak diumumkan Trump pada Desember lalu.

Sebaliknya, Duta Besar AS untuk Israel David Friedman yakni bahwa langkah pemindahan kedutaan itu bakal membawa stabilitas di kawasan.

"Dalam jangka panjang, kami yakin keputusan inimenciptakan kesempatan dan platform bagi proses perdamaian berdasarkan realitas ketimbang fantasi," kata Friedman seperti dilansir CNN, Minggu (13/5). "Kami optimistis bahwa keputusan ini akhirnya akan menciptakan stabilitas ketimbang sebaliknya."






Bruce Riedel, mantan pejabat intelijen AS, CIA, yang kini memimpin Proyek Intelijen di Institusi Brookings menyatakan dengan peningkatan ketegangan antara Iran dan Israel di Suriah, Trump kini sedang 'melempar gas berisi minyak ke dalam api' dengan memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem. "Ini sangat berbahaya," kata Riedel.

Trump memastikan diri tidak akan hadir untuk meresmikan kedutaan AS di Yerusalem. Dia menunjuk sebuah delegasi kepresidenan, yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri John Sullivan. Turut dalam rombongan putri Trump, Ivanka bersama suaminya, penasihat Gedung Putih Jared Kushner, serta Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

Memenuhi janji kampanye, Trump mengumumkan pemindahan kedutaan sebagai pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, 6 Desember lalu. "Seperti yang Presiden nyatakan pada 6 Desember 2017, pembukaan bersejarah kedutaan kami mengakui realitas bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel dan pemerintahannya," kata Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.



Pada 1995, Kongres AS mengesahkan undang-undang yang mengharuskan Amerika untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Meski begitu, tiap presiden menolak untuk mengambil langkah tersebut, dengan alasan keamanan nasional. Tiap enam bulan, para presiden AS sejak 1995, menandatangani penundaan pemindahan kedutaan di Israel ke Yerusalem.

Kementerian Luar Negeri AS menyatakan pembukaan kedutaan bertepatan dengan 70 tahun peringatan pengakuan Amerika atas Israel sebagai sebuah negara. Hari berdirinya Israel, yang diperingati Palestina sebagai Hari Bencana atau Nakba. Dimana ratusan warga Palestina terpaksa mengungsi meninggalkan rumah-rumah mereka saat dimulainya penjajahan Israel.




Kota Yerusalem, sejak lama terbagi menjadi wilayah Barat yang banyak dihuni warga Yahudi, dan Yerusalem Timur yang didiami warga Arab Palestina. Karenanya, Palestina mendambakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota jika merdeka dari Israel. Komunitas internasional juga sepakat bahwa status Yerusalem harus ditentukan dengan dialog perdamaian Israel-Palestina. Sehingga langkah sepihak Trump menimbulkan kecaman seluruh dunia.

Hanya sejumlah negara, terutama yang bergantung pada bantuan Amerika Serikat, mendukung atau tidak berani bersikap soal keputusan AS memindahkan kedutaan ke Yerusalem.

Mengikuti AS, Guatemala dan Paraguay telah menyatakan akan memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem.





Credit  cnnindonesia.com




Israel gempur terowongan Hamas di Gaza Utara


Israel gempur terowongan Hamas di Gaza Utara
Ilustrasi - Seorang gadis kecil terlihat melalui bendera Israel dalam aksi demo menentang penetapan pengadilan untuk menggusur unit perumahan di pemukiman Yahudi Beit El, diluar Mahkamah Agung di Yerusalem, Rabu (8/7/15). (REUTERS/Ammar Awad)



Gaza City (CB) - Pasukan Israel menggempur terowongan Hamas di Gaza utara, Sabtu (12/5), kata militer, menjelang demonstrasi Palestina untuk menentang pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem.

Juru bicara militer Jonathan Conricus mengatakan kepada wartawan bahwa pesawat Israel menyerang terowongan sepanjang sekitar satu kilometer yang telah digali selama “beberapa bulan.”

Dia mengatakan terowongan tersebut digali penguasa Gaza, Hamas.

Lebih dari belasan serangan mengenai sasaran, kata narasumber keamanan Palestina.

Pernyataan militer mengatakan terowongan itu digali di zona penyangga di dekat wilayah Israel.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Pada Senin, Amerika Serikat dijadwalkan akan menyelesaikan relokasi kontroversial kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Palestina juga menganggap bagian timur kota suci tersebut sebagai ibu kota mereka dan puluhan ribu orang diperkirakan akan berkumpul di sepanjang perbatasan Gaza-Israel untuk memprotes pemindahan itu.






Credit  antaranews.com





Putin Hidupkan Kembali Cossack, Tim Anti-protes Terkejam Rusia


Putin Hidupkan Kembali Cossack, Pasukan Anti-protes Kejam
Putin Hidupkan Kembali Cossack, Pasukan Anti-protes Kejam

CB, Jakarta - Presiden Rusia, Vladimir Putin kembali menempatkan militer khusus untuk mengatasi demonstran di ibukota Moskow.
Tim khusus yang dinamai Cossack diaktifkan kembali oleh  Putin di Moskow untuk pertama kalinya sejak seabad lalu. Pada masanya, Cossack dikenal gerombolan preman kejam.

Seperti dilansir Independent pada 13 Mei 2018, Cossack pertama kali diketahui keberadaannya pada awal bulan ini ketika sekelompok kecil massa melakukan demonstrasi di alun-alun kota. Demonstran itu memprotes perlakuan tidak adil pemerintahan Putin terhadap pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny.
Para demonstran menemukan tentara Cossack mengambil posisi di alun-alun. Mereka membentuk formasi tidak teratur sebelum mengamankan para pengunjuk rasa satu per satu, beberapa menggunakan cambuk kulit tradisi Cossack.

Secara total, Cossack yang mirip polisi anti hura-hara tetapi dari kalangan militer itu, menangkap 719 orang di Moskow pada aksi yang berlangsung pada 5 Mei 2018. Beberapa di antaranya dirawat di rumah sakit.
Beberapa pengamat menyebut keberadaan Cossack menunjukan Putin kini semakin agresif terhadap oposisi yang jumlahnya tidak banyak.
"Cossack memiliki reputasi buruk di ibukota," kata mantan penasihat Kremlin, Gleb Pavlovsky. “Orang-orang ingat bagaimana mereka digunakan melawan mahasiswa dan kaum intelektual dalam perjuangan menuju revolusi.”

Dalam hukum Rusia, kelompok Cossack dapat membantu polisi dalam mengwasi publik. Tetapi ini adalah pertama kalinya sejak masa pra-revolusi mereka telah dikerahkan di ibukota.
Cossack dahulunya terkenal akan aksi reperesifnya yang brutal terhadap demonstran anti-pemerintahan pada era revolusi Soviet. Sempat dinonaktifkan, Cossack kembali muncul pada 1995 setelah runtuhnya Uni Soviet, namun dibatasi di wilayah-wilayah konflik yang jauh dari ibukota Rusia.
Vladimir Putin diduga akan mengandalkan Cossack dalam menjaga keamanan perhelatan akbar Piala Dunia 2018 di Rusia.






Credit  TEMPO.CO




Tutup Program Senjata Nuklir, Kim Jong Un Bakal Dapat Investasi


Mike Pompeo dan Kim Jong Tersenyum Lebar
Mike Pompeo dan Kim Jong Tersenyum Lebar

CB, Washington – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengatakan sanksi ekonomi Korea Utara akan diangkat jika pemimpin negara itu, Kim Jong Un, melucuti secara total program senjata nuklirnya.
Ini bisa membuat Korea Utara menjadi sejahtera bersaing dengan tetangganya Korea Selatan. Menurut Pompeo, pemerintah AS tidak akan menginvestasikan uang pajak rakyat negaranya ke Korea Utara.
Namun, pencabutan sanksi ekonomi akan membuka jalan bagi datangnya investasi ke Korea Utara dalam bentuk energi, pertanian, dan sektor infrastruktur.

“Ketua Kim (Jong Un) akan mendapat dari AS berupa orang-orang terbaik di bidang bisnis, para pengambil resiko, para penyedia modal. Mereka akan mendapat modal swasta, yang masuk,” kata Pompeo dalam beberapa acara talk show yang dihadirinya, Ahad, 13 Mei 2018.
Seperti diberitakan Reuters, Presiden AS, Donald Trump, dan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong un, akan menggelar pertemuan pada puncak pada 12 Juni 2018 di Singapura.

Kedua pemimpin akan berbicara mengenai perdamaian di Semenanjung Korea dan perlucutan senjata nuklir.
Menurut Pompeo, Korea Utara membutuhkan berbagai peralatan teknologi pertanian dan bidang lainnya untuk meningkatkan kemampuan perekonomiannya.
Pompeo telah bertemu Kim Jong Un dua kali pada awal tahun ini, termasuk dalam upaya melepaskan tiga orang sandera dari Korea Utara.




Credit  TEMPO.CO










Bom Bunuh Diri dan Tembakan di Afganistan, 9 Orang Tewas



Seorang kerabat korban menangis di luar pusat pendaftaran pemilih yang diserang oleh seorang pembom bunuh diri di Kabul, Afganistan, 22 April 2018. Sedikitnya 48 korban tewas dan 112 lainnya terluka. AP/Rahmat Gul
Seorang kerabat korban menangis di luar pusat pendaftaran pemilih yang diserang oleh seorang pembom bunuh diri di Kabul, Afganistan, 22 April 2018. Sedikitnya 48 korban tewas dan 112 lainnya terluka. AP/Rahmat Gul

CB, Jakarta - Bom bunuh diri dan tembakan beruntun yang menyasar gedung pemerintahan di Afganistan timur mengakibatkan sedikitnya 9 orang tewas dan mencederai 36 lainnya.
Attahullah Khogyani, juru bicara Gubernur Provinsi Nangarhar, mengatakan bom bunuh diri meledak di luar gedung kantor pajak dan pendapatan provinsi di pusat Kota Jalalabad pada Ahad, 13 Mei 2018.

"Setelah bom mobil diledakkan, para penyerang kemudian menyerbu gedung, menembaki para pejabat keamanan," kata Khogyani, seperti dilansir Al Jazeera pada 13 Mei 2018.
Dia mengatakan pasukan keamanan menewaskan salah satu penyerang dan mengepung gedung pemerintah provinsi di timur Afganistan.
Inamullah Miakhial, juru bicara rumah sakit Nangarhar, mengatakan sembilan orang tewas dan lebih dari 35 terluka.

Sohrab Qaderi, anggota Dewan Provinsi Nangarhar, mengatakan serangan bermula ketika seorang penyerang meledakkan diri di gerbang gedung dan dua lainnya meledakkan bom di dalam gedung.
Menurut Qaderi, sedikitnya empat penyerang kemudian menyerbu ke dalam gedung dengan peluncur granat dan senapan serbu AK-47.
Pasukan keamanan Afganistan mengepung daerah itu dan masih memerangi orang-orang bersenjata beberapa jam setelah ledakan awal. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Serangan terjadi kurang dari seminggu setelah Senin lalu 17 orang tewas ketika sebuah bom meledak di masjid di Kabul. ISIS dan Taliban sama-sama mengklaim serangan tersebut.

Pasukan keamanan Afganistan terus berjuang memerangi Taliban dan ISIS sejak Amerika Serikat dan NATO secara resmi mengakhiri tugasnya di negara itu pada 2014.
Taliban menguasai distrik di hampir seluruh negeri dan kerap melakukan serangan di Kabul, ibu kota Afganistan, dalam beberapa bulan terakhir, yang menewaskan puluhan orang.





Credit  TEMPO.CO





Ulama Saudi Sebut Bom Gereja Surabaya Kejahatan Besar



Ulama Saudi Sebut Bom Gereja Surabaya Kejahatan Besar
Warga Surabaya dari lintas agama dan elemen, menyalakan lilin dan orasi ketika melakukan aksi solidaritas untuk korban serangan bom, di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Foto/SINDOphoto/Ali Masduki


JEDDAH - Pemerintah Kerajaan dan Majelis Ulama Arab Saudi mengutuk keras serangan bom di tiga gereja di Surabaya, Indonesia, pada hari Minggu. Ulama di negara tersebut menyebut serangan bom itu sebagai kejahatan besar yang diharamkan dalam Syariah Islam.

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga ikut mengecam serangan bom bunuh diri kemarin yang menewaskan 13 orang termasuk para pelaku.

Kementerian Luar Negeri Saudi dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa Kerajaan Arab Saudi bersolidaritas dengan negara-negara sahabat dalam memerangi terorisme.


Dalam sebuah pernyataan terpisah, yang dilansir Saudi Gazette, Senin (14/5/2018), Majelis Ulama Senior Saudi mengatakan bahwa mereka menganggap serangan terhadap beberapa gereja sebagai kejahatan besar, ketidakadilan dan agresi yang dilarang oleh Syariah Islam.

Sekretariat Jenderal Majelis tersebut menekankan bahwa Islam melarang terorisme dan menganggap orang-orang yang melakukannya sebagai penjahat.


Sedangkan Sekretaris Jenderal OKI, Yousef Al-Othaimeen, mengatakan bahwa OKI menegaskan kembali posisi prinsipnya bahwa kekerasan dan terorisme tidak boleh dikaitkan dengan agama, kebangsaan, peradaban, atau kelompok etnis apa pun.

"Ekstrimisme dan terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya termasuk kekerasan terhadap warga sipil dan serangan bunuh diri bertentangan dengan prinsip-prinsip suci Islam dan menghina keragaman agama masyarakat Indonesia," tulis media Saudi tersebut mengutip pernyataan Sekjen OKI.

Al-Othaimeen juga menyampaikan solidaritas OKI untuk masyarakat Indonesia. OKI menyampaikan belasungkawa secara tulus kepada keluarga korban dan berharap para korban luka cepat pulih. 




Credit  sindonews.com


Mengenal JAD, Teroris Biang Bom Gereja di Surabaya



Mengenal JAD, Teroris Biang Bom Gereja di Surabaya
Salah satu lokasi serangan bom gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018). Foto/SINDOnews/Ali Masduki


JAKARTA - Kepala Polisi Republik Indonesia (Polri) Jenderal Tito Karnavian menyebut pelaku serangan bom tiga gereja di Surabaya merupakan jaringan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD). Sebanyak 13 orang tewas dalam serangan tiga bom kemarin.

Menurut polisi serangan dilakukan oleh satu keluarga. Kepala keluarga pelaku; Dita Futrianto, diidentifikasi polisi sebagai kepala sel JAD setempat.

Dita Futrianto—laporan lain menyebut Dita Oepriarto—dilaporkan "menugaskan" istrinya, Puji Kuswati, dan dua putri mereka di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, di mana mereka meledakkan diri. Kedua putri Puji—yang berusia 9 dan 12 tahun—memiliki bom diikat ke tubuh, seperti yang dilakukan ibu mereka.

Sedangkan Dita Fitrianto, kata polisi, pergi dengan mobilnya sendiri yang sarat bom ke dekat Gereja Pantekosta Pusat Surabaya.

Ada lagi dua remaja laki-laki berusia 16 dan 18 tahun mengendarai sepeda motor ke Gereja Katolik Santa Maria, dan meledakkan bahan peledak yang mereka bawa. Serangan pertama terjadi sekitar pukul 07.30 waktu setempat. Dua serangan lainnya berselang lima menit kemudian.

Seorang petugas keamanan mengatakan kepada kantor berita AP seorang tiba di GKI Diponegoro dengan membawa dua tas. Dia memaksa masuk ke dalam gereja, tapi dicegah penjaga keamanan.

"Tiba-tiba, dia memeluk seorang warga sipil, lalu (bom) meledak," kata saksi mata, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Antonius. Wanita itu diduga kuat bernama Puji Kuswati.

Para pelaku juga disebut polisi baru pulang dari Suriah.

JAD sejatinya sudah dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) sejak 2017. SINDOnews pada Senin (14/5/2018) mengakses lama Departemen Luar Negeri AS yang menyajikan detail tentang kelompok JAD.

Departemen itu menetapkan JAD sebagai Teroris Global yang Ditunjuk Khusus (SDGT) di bawah Perintah Eksekutif (EO) 13224. Dengan penetapan itu, orang-orang yang terkait JAD dijatuhi sanksi dengan alasan telah melakukan atau menimbulkan risiko serius untuk melakukan, dan bertindak terorisme yang mengancam keamanan warga negara AS atau keamanan nasional, kebijakan luar negeri, atau ekonomi AS.

"Konsekuensi dari penetapan ini termasuk larangan terhadap orang AS pada umumnya yang terlibat dalam transaksi dengan Jemaah Ansharut Daulah, dan pembekuan semua properti dan kepentingan dalam properti Jemaah Ansharut Daulah yang sekarang atau di masa depan berada di Amerika Serikat atau di bawah kepemilikan atau kontrol orang AS," bunyi keterangan Departemen Luar Negeri AS.

Masih menurut departemen itu, JAD adalah kelompok teroris yang berbasis di Indonesia yang dibentuk pada tahun 2015 dan terdiri dari hampir dua lusin kelompok ekstremis Indonesia yang bersumpah setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

ISIS sendiri sudah dinyatakan sebagai adalah Organisasi Teroris Luar Negeri AS (FTO) dan SDGT. Sedangkan al-Baghdadi dinyatakan sebagai SDGT. 

Pada Januari 2016, empat orang tewas dan 25 orang cedera menyusul serangan oleh seorang pembom bunuh diri dan pria bersenjata di Jakarta Pusat. Serangan itu dikaitkan dengan militan JAD yang secara finansial didukung oleh militan ISIS Indonesia yang berbasis di Suriah.

Laman Global Security melaporkan JAD terdiri dari beberapa faksi seperti sempalan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) kelompok Maman Abdurahman, kelompok Mujahidin Timur Indonesia (MIT) yang dipimpin oleh Santoso, dan kelompok Al Mujahirun yang merupakan sempalan dari kelompok Hizbut Tahrir.




Credit  sindonews.com