Washington (CB) - Amerika Serikat, Minggu, mengatakan
menerima proposal Korea Utara untuk membahas perjanjian perdamaian
Semenanjung Korea, tetapi tawaran itu ditolak ketika pemerintah Korea
Utara tidak mau mempertimbangkan mengurangi senjata nuklirnya.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby mengungkapkan
pertukaran itu ketika ditanya tentang laporan Wall Street Journal bahwa
pemerintahan Presiden Barack Obama diam-diam menyetujui pembicaraan
damai untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea 1950-1953, sehari
sebelum Korea Utara melakukan uji coba nuklir terbaru awal tahun ini.
Uji coba pada 6 Januari -- yang merupakan keempat kalinya setelah
uji coba sebelumnya pada 2006, 2009 dan 2013 -- mengakhiri kontak
eksplorasi yang berlangsung di PBB, di mana diplomat AS dan Korea Utara
dapat berbaur secara informal dengan tidak adanya hubungan resmi antara
kedua negara, kata Wall Street Journal.
"Supaya jelas, Korea Utara lah yang mengusulkan untuk membahas
perjanjian damai," kata Kirby kepada wartawan saat bepergian dengan
Menteri Luar Negeri AS John Kerry di Amman, Yordania.
"Kami secara seksama mempertimbangkan usulan mereka, dan jelas
menyampaikan bahwa denuklirisasi harus menjadi bagian dari setiap
diskusi perjanjian damai tersebut," tambahnya.
"Korut menolak tanggapan kami. Kami menanggapi proposal Korut secara
konsisten dengan fokus lama kami pada denuklirisasi," ujar Kirby.
Mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, Wall Street
Journal menyebutkan bahwa Gedung Putih telah menghilangkan syarat
lamanya untuk pembicaraan damai -- yaitu Korea Utara harus lebih dulu
mengambil langkah-langkah untuk mengurangi simpanan senjata nuklirnya.
"Sebaliknya AS menyerukan program senjata atom Korea Utara menjadi
bagian dari pembicaraan," kata surat kabar itu melaporkan.
Untuk menanggapi uji coba nuklir Korut pada Januari, yang memicu
kekhawatiran dan kecaman global, Dewan Keamanan PBB sepakat untuk
menggelar langkah-langkah baru untuk menghukum Korea Utara.
Pada Kamis, Obama menandatangani langkah-langkah baru yang disahkan
oleh Kongres AS untuk memperketat sanksi terhadap siapa pun yang
mengimpor barang atau teknologi yang berkaitan dengan senjata pemusnah
massal ke Korea Utara, atau siapa saja yang dengan sengaja terlibat
dalam pelanggaran hak asasi manusia.
Langkah tersebut juga memberi tekanan finansial tambahan pada rezim
pemimpin Kim Jong-Un yang sudah dijatuhi sanksi, dengan tujuan untuk
mengurangi praktik pencucian uang dan perdagangan narkotika.
Dua kegiatan besar terlarang itu diyakini telah menyalurkan jutaan
dolar ke lingkaran dalam pemerintahan Kim, demikian AFP melaporkan.
Lebih 250.000 warga Suriah meninggal dalam konflik yang mulai terjadi pada bulan Maret 2011.
Amerika Serikat dan
Rusia mengumumkan bahwa rencana gencatan senjata di Suriah akan mulai
berlaku pada tengah malam tanggal 27 Februari.
Pernyataan mereka
menyebutkan persetujuan tersebut tidak memasukkan kelompok yang
menamakan diri Negara Islam atau ISIS dan Front Nusra terkait al-Qaida.
Pada tanggal 12 Februari kekuatan dunia menyepakati gencatan senjata yang akan berlaku dalam waktu seminggu.
Tetapi batas waktu telah terlampaui dan keraguan tentang rencana baru tetap ada.
Sementara kekerasan terus terjadi di Suriah.
Sekitar
140 orang tewas karena pemboman di Homs dan Damaskus pada hari Minggu (21 Februari).
Lebih 250.000 warga Suriah meninggal dalam konflik yang mulai terjadi pada bulan Maret 2011.
Sekitar 11 juta orang lainnya terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya.
Empat juta orang melarikan diri ke luar negeri, termasuk orang-orang yang melakukan perjalanan berbahaya ke Eropa.
Pernyataan
bersama AS-Rusia menyebutkan gencatan senjata berlaku bagi "pihak-pihak
konflik Suriah yang mengisyaratkan keinginan dan penerimaan mereka
terhadap berbagai persyaratan".
AS-Rusia sepakati gencatan senjata terbatas di Suriah
Pasukan Rusia (Reuters)
Washington/Beirut, (CB) - Amerika Serikat dan Rusia
menyepakati rencana gencatan senjata terbatas di Suriah yang akan mulai
berlaku pada Sabtu.
Kesepakatan itu tidak berlaku untuk sejumlah kelompok seperti
organisasi bersenjata ISIS dan Front Nusra. Akibatnya, sejumlah
gerilyawan Suriah langsung memprotes kelemahan tersebut.
Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut kesepakatan yang
dicapai pada Senin itu sebagai "langkah awal menuju gencatan senjata
yang lebih luas" dan buah dari diplomasi antara Washington dengan Moskow
yang selama ini berseberangan sikap soal Suriah.
Presiden dari dua negara, Barack Obama dan Vladimir Putin, merundingkan kesepakatan itu melalui hubungan telepon.
Pemimpin Kremlin mengatakan bahwa kesepakatan antara dirinya dengan
Obama berpotensi "mengubah secara radikal situasi krisis di Suriah."
Sementara itu, Gedung Putih juga merasa optimistis bahwa kesepakatan
dapat memajukan perundingan untuk membawa perubahan politik di Suriah.
Untuk bisa berlaku, kesepakatan itu mengharuskan kedua negara untuk
mendesak sekutu masing-masing di lapangan agar patuh. Namun demikian,
mereka masih diperbolehkan melakukan serangan terhadap ISIS, Nusra
Front, dan kelompok garis keras lain.
Menanggapi kesepakatan itu, kepala kantor politik kelompok
gerilyawan Tentara Yarmouk, Bashar al-Zoubi, mengatakan bahwa pembolehan
serangan terhadap ISIS akan menjadi alasan bagi presiden Bashar al
Assad dan Rusia untuk terus menyerang wilayah, yang sama-sama dipenuhi
oleh gerilyawan dan kelompok-kelompok garis keras.
"Rusia dan rezim akan menarget wilayah kelompok revolusioner dengan
alasan Nusra Front ada di situ. Kelompok-kelompok itu saling menguasai
area yang berdekatan. Dan jika hal ini terjadi, gencatan senjata akan
buyar," kata dia.
Sejak membantu Presiden Bashar pada September dengan serangan
udara, Rusia berhasil membuka jalan bagi pasukan pemerintah untuk
memperoleh sejumlah kemenangan.
Tentara pemerintah Suriah saat ini memperoleh dukungan dari Rusia,
Iran, dan kelompok Hizbullah. Di sisi lain, Amerika Serikat, Turki dan
Arab Saudi membantu kelompok-kelompok gerilyawan.
Dalam pernyataan resmi terkait kesepakatan Amerika Serikat dan
Rusia, kedua negara tersebut akan bekerja sama mengusir ISIS, Nusra
Front, dan kelompok garis keras lain dari wilayah yang mereka kuasai.
Namun, tokoh-tokoh gerilyawan mengatakan tidak mungkin memastikan titik wilayah yang dikuasai Front Nusra.
"Bagi kami, al-Nusra adalah persoalan karena mereka tidak hanya
berada di Idlib, tapi juga Aleppo, Damaskus, dan daerah selatan.
Persoalannya, warga sipil dan gerilyawan Tentara Pembebasan Suriah (FSA)
bisa menjadi sasaran hanya karena berada di wilayah yang sama dengan
Front Nusra," kata tokoh senior kubu oposisi, Khaled Hoja.
Sementara itu dalam perkembangan lain, Bashar menetapkan pemilihan
umum parlemen pada 13 April mendatang atau empat tahun setelah
pemungutan suara terakhir.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyambut baik kesepakatan
Amerika Serikat dan Rusia yang terjadi setelah kegagalan perundingan
Jenewa pada bulan lalu.
"Sekretaris Jenderal mendesak agar semua pihak mematuhi kesepakatan
ini dan bekerja keras mengimplementasikannya," kata juru bicara Ban,
Stephane Dujarric.
Menurut perjanjian kedua negara itu, semua pihak yang berperang di
Suriah harus menyatakan persetujuan kepada Amerika Serikat dan Rusia
hingga Jumat siang waktu Damaskus.
Setelah itu, gencatan senjata akan mulai berlaku pada tengah malam.
Pasukan pemerintah tidak akan menyerang gerilyawan oposisi bersenjata
dan sebaliknya.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengatakan bahwa ada
"tantangan berat ke depan." Dia mendesak agar semua pihak mendukung
kesepakatan Washington-Moskow.
"Jika berhasil diimplementasikan, gencatan senjata ini tidak hanya
akan mengurangi kekerasan tetapi juga memudahkan pengiriman bantuan
kemanusiaan ke wilayah yang terkepung," kata Kerry dalam pernyataan
tertulis.
Turki sambut gencatan senjata Suriah prakarsa AS-Rusia
Tentara
Turki membantu pengungsi Suriah di perbatasan Turki-Suriah, dekat kota
Akcakale, provinsi Sanliurfa, Turki. (REUTERS/Kadir Celikcan)
Istanbul (CB) - Turki menyambut baik rencana gencatan
senjata untuk Suriah yang dirancang oleh Amerika Serikat dan Rusia,
selain berharap Moskow menghentikan serangan udaranya yang telah
menewaskan warga sipil Suriah, kata Wakil Perdana Menteri Numan
Kurtulmus.
"Kami memandang gencatan senjata akan bisa dicapai," kata Kurtulmus seperti dikutip Reuters.
"Kami
berharap itu tidak akan seperti gencatan-gencatan sebelumnya dan akan
punya kapasitas untuk diimplementasikan," sambung dia pada konferensi
pers setelah rapat kabinet.
"Kami mengharapkan Rusia, dalam
perangnya melawan ISIS, tidak akan menerbangkan jet-jetnya dan membunuh
rakyat tidak berdosa," kata Kurtulmus lagi.
Cameron mengatakan pilihannya adalah "Inggris yang
lebih besar" di EU atau "lompatan di kegelapan" karena keluar.
Perdana Menteri
Inggris, David Cameron, memperingatkan bahwa keputusan meninggalkan Uni
Eropa "dapat menyakiti para pekerja selama bertahun-tahun ke depan".
Cameron menyampaikan hal ini saat menyampaikan pandangannya di hadapan parlemen agar Inggris tetap menjadi anggota Uni Eropa.
Dia
mengatakan pilihannya adalah antara "Inggris yang lebih besar" dengan
tetap bergabung, atau "lompatan menuju kegelapan" dengan keluar dari EU.
Pernyataan ini adalah serangan terhadap Boris Johnson, yang termasuk dalam bentuk usulan PM bagi referendum kedua.
Lebih
100 anggota parlemen dari Partai Konservatif berkeinginan keluar dari
EU, termasuk sejumlah menteri yang duduk bersama-sama PM di Majelis
Rendah.
Dalam pernyataannya di majelis, Cameron mengatakan kepada
para anggota parlemen, sebagai seorang PM yang tidak akan berusaha
terpilih kembali, dirinya "tidak memiliki agenda lain kecuali yang
terbaik untuk negara".
Pernyataan tersebut dipandang ditujukan bagi
Johnson, yang dituduh sejumlah pihak menempatkan ambisi pribadi daripada prinsipnya terkait keputusannya mendukung usaha keluar dari EU.
Cina mengerahkan sistem rudah di Pulau Pulau Woody atau Yongxing.
Salah satu komandan
senior Angkatan Laut Amerika Serikat meminta Australia dan
negara-negara lain untuk melayarkan kapal perang ke dekat pulau-pulau
yang masih jadi sengketa di Laut Cina Selatan.
Dalam lawatannya ke
Australia, Komandan Armada Ketujuh AS, Laksamana Madya Joseph Aucoin,
mengatakan hal tersebut akan membuat salah satu jalur pelayaran tersibuk
dunia menjadi tetap terbuka.
Cina meningkatkan keberadaannya di
pulau-pulau yang diklaim oleh beberapa negara, antara lain membangun
landasan pacu pesawat maupun
pengerahan rudal di salah satu kawasan sengketa, Pulau Woody atau Yongxing.
Vietnam sudah mengajukan protes resmi ke Cina dan PBB terkait pengerahan rudal dengan, antara lain, menyebut Cina mengancam perdamaian.
Laksamana Madya Joseph Aucoin mengatakan 'tidak membidik' satu negara saja.
Pemerintah Beijing menegaskan bahwa sebagian besar dari wilayah sengketa masuk dalam kedaulatannya.
Sebagai
tanggapannya, AS bulan lalu mengerahkan satu kapal perangnya dalam
radius 12 mil laut dari Kepulauan Paracel yang termasuk diklaim Cina,
yang menurut Washington merupakan perairan internasional.
Laksamana
Madya Joseph Aucoin menambahkan langkah itu tidak berarti Amerika
Serikat 'membidik' satu negara saja namun agar semua bangsa yang
menuntut wilayah itu berhenti untuk mengambil tindakan.
"Yang
ingin kami upayakan adalah menjamin semua negara, terlepas dari ukuran
dan kekuatannya, bisa mengejar kepentingan mereka berdasarkan
undang-undang kelautan yang seharusnya tidak diancam oleh sejumlah
tindakan," jelasnya.
KOMPAS.com / Bambang PJ Kereta cepat China terparkir di stasiun Guangzhou, Rabu (17/2/2016)
CB - Musim semi yang masih menyisakan
hawa dingin di Liuzhou Provinsi Guangxi, China tak menghentikan rencana
Chen Mei Li bepergian ke Guangzhou.
Dia adalah mantan polisi. Perempuan muda itu memilih resign dari pekerjaannya karena tak memiliki harapan mendapatkan gaji yang lebih baik. Sementara, kebutuhan makin mencekik.
Uang
pesangon yang dia terima dari Departemen Kepolisian China hanya cukup
untuk hidup selama 2 tahun di kota tersebut. Untuk itu, dia memilih
keluar dari China dan mencari peruntungan di negara lain.
Chen hijrah ke Australia dan mendaftar sebagai mahasiswa di sana. Uang pesangon yang diterima, dipakai untuk membiayai studinya.
Pagi
itu, dia harus segera ke Konjen Australia di Guangzhou guna mengambil
visanya yang telah keluar. Untuk menempuh jarak sekitar 500 kilometer,
dia memilih kereta cepat.
Chen merasa beruntung negaranya punya kereta cepat. Bukan sebuah proyek mercusuar. Namun infrastruktur itu memang sangat dibutuhkan.
Urusan
maha penting bisa segera diselesaikan. Demikian juga dengan urusan visa
ke Australia. Dia bisa segera merampungkan proses administrasi tanpa
mengalami hambatan jarak.
"Dengan kereta cepat,
kami bisa bepergian dari satu daerah ke daerah lainnya dengan lebih
cepat. Produktivitas kami, warga China, juga semakin meningkat," ujarnya
pekan lalu.
Dalam waktu sekitar 4 jam, dia sudah sampai di
Guangzhou. Ini jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan kereta biasa,
yang membutuhkan waktu antara 10-12 jam.
Di akhir pembicaraan, dia menyatakan ikut senang bahwa Indonesia akan segera memiliki kereta cepat seperti di negaranya.
Disambut hangat
Berbeda dengan di Indonesia yang masih tarik ulur, kehadiran kereta cepat di China sungguh mendapatkan respon luar biasa.
KOMPAS.com / Bambang PJ
Penumpang kereta cepat yang tak mendapatkan kursi harus berdesakan
dalam gerbong. Saat itu kereta melaju dengan kecepatan 206 km per jam
dari Liuzhou ke Guangzhou, Sabtu (20/2/2016).
Penumpang
rela berjejal dan tak mendapatkan kursi agar bisa segera mencapai
tujuan. Sebagian besar dari mereka berdiri di bordes (lorong pintu dekat
sambungan gerbong).
Seperti yang terlihat pada pagi itu. Warga
yang baru saja merayakan tahun baru China, mulai kembali ke kota.
Kebanyakan dari mereka adalah para penduduk desa maupun sub-urban yang
tinggal di sekitar pusat pertumbuhan ekonomi.
Pemandangan itu
makin kentara saat memasuki akhir pekan. Tekanan kerja yang semakin
berat membuat banyak pekerja di perkotaan sesegera mungkin pulang ke
kampungnya ketika pekerjaan selesai.
Jumlah penumpang kereta cepat terus bertambah. Mengutip catatan Wikipedia.org, saat diinisiasi pada 2007, jumlah penumpang yang diangkut kereta cepat di China baru sebanyak 237.000 orang per hari.
Di akhir 2014, jumlah penumpang melonjak hingga 2,49 juta per hari. Sekaligus, membuat layanan kereta cepat China menjadi yang paling sibuk di dunia.
Pemerintah China memahami kondisi ini. Tak tanggung-tanggung, jaringan kereta cepat terus ditambah untuk membantu pergerakan masyarakat. Hingga Januari 2016, panjang jalur kereta cepat di negara ini telah melampaui 19.000 km .
Panjang jalur itu setara dengan jalur kereta cepat di seluruh dunia di luar China yang digabungkan menjadi satu.
Ke depan, panjang jalur kereta ini akan terus ditambah hingga 30.000 km pada 2020. Sekaligus, jaringan kereta cepat China menyalip Jepang yang lebih dulu mengembangkan moda transportasi ini pada 1960an.
KOMPAS.com / Bambang PJ Jalur kereta cepat yang tengah dibangun, Sabtu (20/2/2016)
Di Guangzhou misalnya. Beton-beton dan jalan layang untuk kereta cepat sudah mulai dibangun. Jaringan baru terus dikembangkan sehingga mobilitas warga China bisa lebih dimaksimalkan.
Tak hanya itu, wilayah yang dilintasi jalur kereta cepat ini terlihat bergeliat. Proyek-proyek properti mulai tumbuh di daerah yang dulunya perdesaan.
Memang tak dimungkiri, bahwa kereta cepat di China hadir karena didorong faktor demand. Kehadiran kereta cepat memang sangat dibutuhkan untuk menopang laju ekonomi yang digerakkan oleh industri, ekspor dan investasi langsung.
Kereta ini hadir ketika pertumbuhan ekonomi China sedang tinggi-tingginya, yakni di atas 10 persen.
Lantas untuk Indonesia, apakah kondisinya yang sama dengan China, sehingga kereta cepat perlu segera dibangun?
Kerusuhan ini bermula pada Jumat
(19/2) lalu, ketika kelompok kasta Jat melakukan unjuk rasa akibat
semakin sengitnya persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di kursi
pemerintahan dan pendidikan di India. (Reuters/Adnan Abidi)
Jakarta, CB --
Setidaknya 19 orang tewas dalam kerusuhan di Haryana, India, yang memuncak pada Minggu kemarin.
"Sembilan
belas orang meninggal dan lebih dari 200 lainnya terluka," ujar
sekretaris kepala Haryana, P.K. Das, seperti dikutip AFP. Pada Senin
(22/2), aksi masih berlangsung namun telah mereda.
Kerusuhan ini bermula pada Jumat lalu, ketika kelompok kasta Jat
melakukan unjuk rasa akibat semakin sengitnya persaingan untuk
mendapatkan pekerjaan di kursi pemerintahan dan pendidikan di India.
Komunitas
Jat sendiri sebenarnya berasal dari kasta tingkat tinggi di India.
Namun, pemerintah memberikan akses lebih luas bagi kasta rendah untuk
menghindari tuduhan diskriminasi. Kini, kasta tinggi merasa berada di
posisi tidak menguntungkan dan kerap melakukan aksi protes.
Pihak otoritas pun memberlakukan jam malam di Haryana dan beberapa distrik lainnya yang juga dilanda aksi protes.
"Ada
kerusuhan lain di sebagian distrik Bhiwani satu malam ini, di mana jam
malam masih berlaku. Namun, di beberapa distrik lain, jam malam sudah
dicabut," ucap Das.
Das juga mengatakan bahwa kanal pemasok air ke Delhi juga sudah
diamankan setelah sebelumnya diblokir oleh para pengunjuk rasa. Aksi ini
menyebabkan kekurangan pasokan air di beberapa daerah dan banyak
sekolah terpaksa tutup.
"Sebagian besar jalan penghubung sudah
dapat beroperasi kembali dan kami harap dapat mengontrol semua situasi
pada akhir hari ini," ucap Das.
Warga Okonawa mengatakan sudah tak
ingin lagi hidup dengan kebisingan, kecelakaan dan kejahatan yang kadang
dilakukan oleh anggota militer Amerika Serikat.(Koichi Kamoshida/Getty
Images)
Jakarta, CB
--
Ribuan pengunjuk rasa berkumpul dan mengepung gedung
parlemen Jepang pada Minggu dalam aksi untuk menentang rencana
pembangunan pangkalan militer Amerika Serikat di pulau selatan Okinawa.
Sekitar
28 ribu orang, menurut media setempat, mengepung bangunan parlemen di
Tokyo itu pada Minggu (21/2) dan membawa sejumlah spanduk yang
bertuliskan "tidak ada lagi pangkalan Amerika Serikat di Okinawa" dan
"turuti keinginan Okinawa".
Banyak di antara demonstran mengenakan pakaian biru, warna yang menandakan dukungan bagi pulau tersebut.
Pihak
kepolisian tidak memberikan perkiraan jumlah warga yang ikut dalam
demonstrasi terbaru dari serangkaian protes yang telah berlangsung lama.
Okinawa
hanya kurang dari satu persen dari keseluruhan total daratan Jepang,
namun wilayah itu menjadi lokasi sekitar 75 persen fasilitas militer AS
di Jepang.
Pemerintah pusat berencana membangun sebuah pangkalan
udara Marinir AS yang baru di wilayah terpencil pulau tersebut untuk
menggantikan pangkalan udara AS, Futenma, di Ginowan. Ginowan adalah
wilayah padat penduduk, sehingga pangkalan militer dilihat sebagai
ancaman bagi warga sipil.
Namun gubernur Okinawa, Takeshi Onaga, beserta banyak penduduk pulau itu
menginginkan pengganti pangkalan Futenma dibangun di luar Okinawa, di
tempat lain di Jepang atau bahkan di luar negeri.
Mereka
mengatakan sudah tak ingin lagi hidup dengan kebisingan, kecelakaan dan
kejahatan yang kadang dilakukan oleh anggota militer Amerika Serikat.
Jepang
dan AS pertama kali mengajukan untuk memindahkan Futenma pada 1996.
Namun, keduanya bersikeras bahwa pangkalan pengganti harus tetap berada
di Okinawa. Dari lokasi itu, pasukan dan pesawat AS dapat memberikan
respons cepat jika ada potensi konflik di wilayah Asia.
Ekspor senjata China meningkat dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. (Reuters/Stringer)
Jakarta, CB
--
Ekspor senjata China meningkat hingga dua kali lipat
dalam lima tahun terakhir, sementara impor menurun. Hal ini menunjukkan
kemajuan China dalam produksi senjata di dalam negeri, dan berkurangnya
ketergantungan Tiongkok dari produsen senjata asing, menempatkan negara
itu dalam posisi ketiga eksportir senjata terbesar dunia.
Menurut laporan Stockholm International Peace Research Institute, SIPRI, seperti dikutip Reuters
pada Senin (22/2), ekspor senjata China meningkat hingga 88 persen pada
rentang 2011-2015, dua kali lipat di banding periode lima tahun
sebelumnya.
Ekspor China mencakup 5,9 persen ekspor senjata
global, ketiga terbesar setelah Rusia sebanyak 28 persen dan Amerika
Serikat 27 persen. Posisi keempat dan kelima ekspor senjata dunia
ditempati Perancis dan Jerman.
Dalam rentang periode lima tahun terakhir, impor senjata China turun 25
persen dibanding lima tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan pertumbuhan
produksi senjata China yang pesat sehingga tidak mengandalkan impor dari
negara lain, walau menurut SIPRI masih ada berbagai kelemahannya.
"China
sampai 10 tahun lalu hanya mampu memberikan perlengkapan berteknologi
rendah. Namun sekarang itu berubah," kata Siemon Wezeman, peneliti
senior di Program Pengeluaran Militer dan Persenjataan SIPRI.
"Perlengkapan
yang mereka produksi jauh lebih canggih dibanding 10 tahun lalu dan
menarik perhatian dari pasar yang lebih besar," lanjut Wezeman.
Kemajuan
China di bidang pertahanan tidak terlepas dari investasi miliaran dolar
negara itu dalam meningkatkan industri senjata dalam negeri, terutama
dalam memenuhi ambisi maritim di Laut China Selatan dan Samudera Hindia.
Total anggaran pertahanan China di tahun 2015 mencapai 886,9 miliar
yuan, naik 10 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, China menjual senjata lebih murah dibanding negara lain.
China kebanyakan menjual senjata ke negara-negara Asia dan Oseania.
Pakistan merupakan pembeli terbesar senjata dengan 35 persen nilai
ekspor China, disusul oleh Bangladesh dan Myanmar.
Pakistan
adalah salah satu sekutu utama China. Kedekatan kedua negara membuat
India yang memiliki sengketa perbatasan dengan Pakistan waspada. India
sebagai negara pemilik senjata nuklir kini juga mulai gencar
mengembangkan industri pertahanan mereka.
SIPRI menyebutkan,
China sendiri masih bergantung pada impor untuk beberapa perangkat
militer, di antaranya pesawat transportasi, helikopter, serta mesin
untuk pesawat, kendaraan tempur dan kapal perang.
China yang
merupakan negara ekonomi terbesar kedua dunia pada 2015 telah
menandatangani pembelian sistem pertahanan udara dan puluhan jet tempur
dari Rusia, pemasok senjata terbesar Tiongkok.
Daftar peningkatan impor dan ekspor senjata dunia. | (DW/SIPRI)
JAKARTA
- Sebuah data yang dirilis Stockholm International Peace Research
Institute (SIPRI) pada Senin (22/2/2016) menunjukkan bahwa Indonesia
tidak lagi negara importir senjata terkemuka di dunia pada periode
2011-2015.
Padahal, pada Maret 2015 lalu, IHS Jane menempatkan Indonesia sebagai importir nomor delapan terbesar di dunia.
Sindonews, melihat daftar enam dari 10 importir senjata terbesar di dunia pada periode lima tahun yaitu 2011-2015 berada di Asia dan Oceania. Urutannya, India (14% dari impor senjata global), China (4,7%), Australia (3,6 %), Pakistan ( 3,3 %), Vietnam (2,9 %) dan Korsea Selatan (2,6 %).
”China
terus memperluas kemampuan militernya dengan senjata yang diimpor dan
diproduksi di dalam negeri, "kata Siemon Wezeman, Peneliti Senior SIPRI Arms and Military Expenditure Programme.
Empat importir top senjata lainnya didominasi negara-negara Timur Tengah. Arab Saudi tercatat sebagai pengimpor senjata terbesar kedua di dunia, dengan nilai impor meningkat 275% persen pada periode 2011-2015 dibandingkan dengan periode 2006-2010. Pada periode yang sama, impor senjata oleh Uni Emirat Arab naik 35%, Mesir meningkat 37% dan Turki yang juga meningkat beberapa persen.
”Sebuah koalisi negara-negara Arab adalah meletakkan (impor senjata) terutama pada Amerika Serikat dan Eropa, sumber senjata canggih yang mulai digunakan di Yaman,” ujar Pieter Wezeman,yang juga Peneliti Senior SIPRI Arms and Military Expenditure Programme.
“Meskipun harga minyak yang rendah, pengiriman senjata dalam jumlah besar ke Timur Tengah dijadwalkan untuk melanjutkan sebagai bagian dari kontrak yang ditandatangani dalam lima tahun terakhir,” lanjut Pieter.
Eksportir Top
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) tetap menjadi eksportir senjata
nomor satu di dunia. Total peningkatan eskpor senjata AS periode
2011-2016 meningkat 33 persen dibanding periode 2006-2010.
Di
urutan kedua, tercatat Rusia yang mengalami peningkatan 27 persen pada
perbandingan periode yang sama. Eksportir top lainnya adalah Prancis dan
Jerman.
”Karena konflik regional dan ketegangan terus meningkat, Amerika Serikat tetap pemasok senjata global terkemuka dengan margin yang signifikan,” kata Dr Aude Fleurant, Direktur SIPRI Arms and Military Expenditure Programme.
Presiden Suriah Bashar al-Assad menegaskan, jika Arab Saudi dan Turki
tetap ngotot melakukan invasi ke Suriah, maka kedua negara tersebut akan
dianggap sebagai teroris. (Istimewa)
DAMASKUS - Presiden
Suriah Bashar al-Assad menegaskan, jika Arab Saudi dan Turki tetap
ngotot melakukan invasi ke Suriah, maka kedua negara tersebut akan
dianggap sebagai teroris. Ini artinya, Suriah akan turut menyerang
pasukan dari kedua negara tersebut.
Assad
beragumen, tidak ada satupun negara yang di dunia ini yang boleh ikut
campur urusan dalam negeri Suriah, tanpa seizin pemerintah Suriah. Jika
ada yang melakukannya, maka Suriah akan menganggap pihak tersebut
sebagai musuh.
"Jika ini terjadi, kami akan
memperlakukan mereka sebagai teroris. Kami membela negara kami, tidak
ada yang memiliki hak untuk ikut campur di Suriah, tidak dari sudut
pandang politik, atau dari sudut pandang militer," kata Assad.
"Ini
akan menjadi pelanggaran hukum internasional, dan bagi kami, serta
untuk warga Suriah, satu-satunya kemungkinan adalah untuk membela tanah
air kami," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (21/2).
Dirinya
juga menurutkan, Turki adalah salah satu negara yang sudah terlibat
dalam konflik di Suriah, sejak konflik pecah pada tahun 2011 lalu.
Menurutnya, Turki sudah mengekspor senjata dan teroris sedari awal.
NATO isyaratkan tak bela Ankara dalam konflik Turki dan Rusia. | (Sindonews/Ian)
BERLIN
- Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengisyaratkan, aliansi tidak
akan mendukung Turki yang terlibat konflik dengan Rusia di Suriah.
NATO hanya akan menjalankan pasal 5 perjanjian aliansi, di mana NATO
bersedia turun tangan jika anggotanya diserang oleh negara lain. Namun,
dalam kasus konflik Turki dan Rusia pihak Ankara yang dianggap
memprovokasi.
Pada November 2015 lalu, Turki menembak jatuh sebuah pesawat jet pengebom Rusia yang terbang melalui wilayah udara Suriah. Banyak
pihak takut bahwa insiden itu memicu perang hebat antara Moskow dan
Ankara. Hubungan kedua negara sampai saat ini tetap “dingin”.
Turki juga mengerahkan pasukan daratnya di dekat perbatasan
Suriah. Bahkan, rezim Pemerintah Presiden Bashar Al-Assad, sudah
menuduh Turki meluncurkan serangan yang dianggap sebagai pelanggaran
kedaulatan Suriah. Tindakan Turki itu juga dikecam Rusia yang merupakan
sekutu Suriah.
”Angkatan bersenjata dari dua negara (Turki dan Suriah), keduanya aktif dalam pertempuran sengit di perbatasan Turki-Suriah dalam beberapa kasus, hanya beberapa kilometer dari satu sama lain,”kata seorang pejabat NATO kepada Der Spiegel.
Para pemimpin Eropa sudah menegaskan bahwa mereka tidak tertarik untuk berpartisipasi dalam perang yang akan dibuat oleh Turki.
”NATO
tidak bisa membiarkan dirinya ditarik ke eskalasi militer dengan Rusia
sebagai akibat dari ketegangan baru antara Rusia dan Turki,” kata Menteri Luar Negeri Luksemburg; Jean Asselborn kepada Der Spiegel.
“Pasal 5, menekankan bahwa jaminan hanya berlaku ketika negara anggota jelas diserang,” lanjut Asselborn.
Seorang diplomat Jerman yang berbicara dalam kondisi anonim, juga setuju bahwa NATO tidak perlu terlibat dalam konflik Turki dan Rusia. ”Kami tidak akan membayar harga untuk perang yang dimulai oleh orang Turki,” kata diplomat Berlin itu.
Sekjen NATO, Jens Stolterberg pernah memperingatkan Turki untuk
menghindari insiden dengan Rusia. Peringatan itu disampaikan sesaat
setelah Turki menembak jatuh pesawat jet pengebom Rusia yang menjalankan
misi tempur di Suriah.
”Kita harus menghindari situasi itu, insiden, kecelakaan lepas kendali,” kata Stoltenberg kala itu. ”Saya
pikir saya sudah menyatakan dengan sangat jelas bahwa kami menyerukan
tenang dan de-eskalasi. Ini adalah situasi yang serius,” ujarnya.
Pada hari Jumat kemarin, Presiden Prancis, Francois Hollande, juga menekankan perlunya untuk mencegah konflik antara Moskow dan Ankara.”Ada risiko perang antara Turki dan Rusia," katanya dalam sebuah wawancara dengan radio Prancis, Inter.
Rusia sendiri mulai jengkel dengan tindakan militer Turki di perbatasan Suriah-Turki. Rusia telah menyerukan digelar pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk mengatasi keprihatinan atas meningkatnya ketegangandi perbatasan itu.
”Situasi ini menjadi lebih tegang karena meningkatnya ketegangan di perbatasan Suriah-Turki dan Turki menyatakan rencananya untuk mengirim pasukan ke Suriah utara,” bunyi pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip Sputniknews, Sabtu (20/2/2016).
Bocah empat tahun di Mesir divonis penjara seumur hidup. | (Flickr/ Thomas Hawk)
KAIRO
- Seorang bocah yang baru berumur empat tahun di Mesir dijatuhi hukuman
penjara seumur hidup atas tuduhan pembunuhan. Kasus itu terjadi, ketika
si bocah baru berumur dua tahun saat demo besar pecah di Kairo.
Bocah yang bahkan belum cukup umur untuk masuk sekolah dasar (SD) itu
bernama Ahmed Mansour Karni. Dia dihukum melalui pengadilan in absentia
pada pekan ini di pengadilan militer di Kairo barat.
Bocah itu satu di antara 116 orang yang dijatuhi hukuman serupa.
Selain tuduhan pembunuhan, dia juga dituduh menganggu perdamaian dan
perusakan fasilitas milik negara ketika protes berlangsung pada Januari
2014.
Menurut laporan Middle East Eye, dalampengadilan, Karni didakwa dengan empat tuduhan pembunuhan, delapan tuduhan percobaan pembunuhan, perusakan properti milik Administrasi Kesehatan Mesir, mengancam tentara dan polisi dan perusakan terhadap kendaraan pasukan keamanan Mesir.
Pengacaranya, Mohammed Abu Hurira, menyindir kasus bocah itu mungkin membuktikan bahwa “Mesir diperintah oleh orang gila”.
”Tidak ada keadilan di Mesir,” kata Hurira, kepada Jerusalem Post. "Tidak ada alasan. Logika bunuh diri beberapa waktu lalu. Mesir gila. Mesir diperintah oleh sekelompok orang gila,” katanya.
Pengacara lainnya, Faisal a-Sayd, menyodorkan akte kelahiran anak itu di pengadilan untuk membuktikan terdakwa belum cukup umur. Tetapi, hakim tidak membacanya.
”Akte kelahiran bocah Ahmed
Mansour Karni ini disajikan setelah pasukan keamanan negara menambahkan
namanya ke daftar terdakwa, tapi kemudian kasus itu dipindahkan ke
pengadilan militer dan anak dijatuhi hukuman dalam persidanganin absentia berikutnya,” ujar a-Sayd.
“Ini membuktikan bahwa hakim tidak membaca kasus ini,” imbuh dia.
Amnesty International melaporkan bahwa Karni bukanlah anak pertama yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Organisasi itu melaporkan bahwa pada bulan November, sebuah pengadilan di Alexandria menghukum penjara terhadap 78 anak, yang di antaranya berusia dua dan lima tahun karena ikut demo mendukung Mohamed Morsi—presiden terguling Mesir.
Jumlah lamaran tersebut menjadi yang paling banyak sejak 1978.
Perpisahan Mengharukan Jelang Misi Penerbangan Luar Angkasa (REUTERS/Shamil Zhumatov)
CB – Lebih
dari 18.300 orang mengajukan diri untuk melamar sebagai astronot Badan
Antariksa Amerika Serikat (NASA). Jumlah lamaran tersebut menjadi yang
paling banyak sejak 1978.
Pada akhir 1970-an itu lamaran yang masuk mencapai 8.000 orang. Saat
itu pembukaan 'lowongan' astronot tersebut diperbolehkan untuk pertama
kalinya bagi kaum hawa. Meningkatnya peminat para penjelajah ruang
angkasa di bawah bendera NASA ini diduga karena program misi berawak ke
Planet Mars.
"Ini sama sekali tidak mengejutkan saya, bahwa begitu banyak orang
Amerika dari berbagi latar belakang ingin secara pribadi berkontribusi
dalam perjalanan NASA ke Mars," ujar Administrator NASA, Charles Bolden
dalam pernyataannya dilansir dari Discovery, Senin 22 Februari 2016.
Diketahui, lowongan astronot NASA ini dibuka sejak 14 Desember 2015
hingga ditutup 18 Februari 2016. Hasilnya, jumlah pelamar tiga kali
lipat dari jumlah pada 2012. Empat tahun lalu, orang yang ingin
mengikuti kelas astronot sampai lebih dari 6.300 orang atau menjadi
total jumlah pelamar ketiga terbesar yang diterima NASA.
"Beberapa pria dan wanita yang berbakat dan menjadi terpilih menjadi
astronot akan diterbangkan dari tanah Amerika pada pesawat buatan
Amerika sendiri," ungkap Bolden yang juga seorang mantan astronot NASA
sejak 1980.
Para pelamar astronot lebih dari 18.300 orang tersebut akan diseleksi
oleh NASA secara ketat selama 18 bulan ke depan. Badan antariksa negeri
Paman Sam itu akan mengerucutkan jumlah kandidat hingga mencapai 14
orang saja, sebelum memulai proses latihan astronot yang sesungguhnya.
Proses latihan astronot itu akan memakan waktu sekitar dua tahun,
termasuk soal pelatihan sistem pesawat ulak-alik, keterampilan spacewalking (berjalan di antariksa)kerja sama tim, bahasa Rusia, dan keterampilan lainnya untuk menunjang 'bertahan hidup' di ruang hampa.
Pada akhirnya, mereka yang terpilih akan mengisi program menjalani
tugas di Stasiun Luar Angkaa Internasional (ISS), pesawat ruang angkasa
Orion, atau kru dari Boeing CST-100 Starliner atau SpaceX.
Diinformasikan, Orion yang tak lain adalah mega roket yang pernah ada
dan pembangunannya akan dimulai awal 2020. Orion akan diisikan empat
awak yang diperuntukkan sebagai modul habitat untuk melakukan perjalanan
panjang selama 21 hari ke Planet Mars. Sedangkan, kru Starliner
nantinya akan membawa empat astronot ke ISS dalam rangka program awak
komersil.
"Begitu banyak orang mengikuti kesempatan ini untuk menjadi bagian
dari misi menarik NASA. Saya berharap bertemu pria dan wanita cukup
berbakat sebagai astronot yang luar biasa," ucap Brian Kelly, Direktur
Operasi Penerbangan di Johnson Space Center, NASA.
CB - Badan
Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis dokumen misterius yang selama
lebih dari 40 tahun disimpan secara rapat. Dokumen yang dimaksud yaitu
rekaman suara aneh, mirip suara 'musik' yang terdengar di area sisi
gelap bulan.
Dikutip dari International Business Times, Senin 22 Februari 2016, suara musik aneh yang dimaksud itu terdengar oleh awak misi Apollo 10 yang diluncurkan pada 1969.
Suara 'musik' itu terdengar oleh beberapa awal misi tersebut saat mereka di luar jangkauan siaran komunikasi radio di bumi.
Dokumen tersebut menceritakan, dua bulan sebelum misi Apollo 11
mendaratkan dua awak di permukaan bulan, kru Apollo 10 memasuki orbit
satelit bumi itu. Misi memasuki orbit ini disebutkan sebagai 'gladi
resik' sebelum mendaratkan awak di permukaan bulan.
Saat itu, kru misi Apollo 10 terdiri dari komandan Thomas P. Stafford,
komando pilot modul John W. Young, pilot modul bulan Eugene A. Cernan.
Misi 'gladi resik' tersebut berlangsung selama sejam di area sisi gelap
bulan.
Nah, saat para kru tersebut di luar jangkauan kontak radio
kendali misi NASA di daratan, tiba-tiba terdengar suara aneh masuk.
Dalam transkrip yang muncul digambarkan, tiga kru bingung dengan siapa
yang dibalik munculnya suara tersebut.
"Anda mendengar suara itu? Itu suara siulan? Whooooooo!" kata salah satu kru.
Kemudian komentar itu dibalas oleh kru lainnya.
"Anda tahu, itu terdengar seperti jenis musik antariksa," kata kru lainnya tersebut.
Kemudian kru satunya menanggapi.
"Saya katakan kepadamu, musik itu sangat aneh," kata dia.
Kru tersebut mengatakan tak seorang pun yang meyakini temuan dan pengalaman aneh mereka.
Menanggapi pengalaman misi kru Apollo 10 itu, astronot Al Worden yang
ada dalam tim Apollo 15 meyakini munculnya suara itu menunjukkan ada
sumber misteri. Secara logis, Al Worden mengatakan, jika ada sesuatu
yang terekam berarti ada sesuatu di sana.
Berbagai dugaan pun muncul menjelaskan fenomena suara 'musik' aneh
tersebut. Salah satu penjelasannya yaitu kemungkinan karena ada medan
magnetik dan gangguan atmosfer bulan.
Tapi para ahli sejauh ini membantah dugaan tersebut. Ahli mengatakan
bulan tak memiliki medan magnetik dan disebutkan atmosfer di satelit
bumi itu tak cukup untuk menghasilkan sebuah gangguan. Sampai kini suara
'musik' itu belum bisa dikuak.
GlobalEye, pesawat intai terbaru yang
diluncurkan perusahaan alusista asal Swedia, SAAB. Pesawat yang
merupakan gabungan teknologi radar Erieye dengan pesawat bikinan
perusahaan asal Kanada, Bombardier yaitu Global 6000 ini berkapasitas
dan kapabilitas yang lebih luas, serta mampu beroperasi selama 11 jam.
Pemerintah Uni Emirat Arab telah memesan dua unit pesawat ini dengan
nilai US$ 1,2 miliar. DOC. SAAB
CB, Changi
- Perusahaan Alutsista asal Swedia, Svenska Aeroplan Aktiebolaget atau
SAAB, meluncurkan teknologi terbaru pesawat intai maritim bernama
GlobalEye, yang telah dipesan sebanyak dua unit oleh Uni Emirat Arab
senilai US$ 1,2 miliar.
Pesawat intai ini dirancang
menggunakan pesawat buatan perusahaan asal Kanada, Bombardier jenis
Global 6000, yang sekaligus meningkatkan kemampuan radar teknologi
Airborne Early Warning and Control atau AEW&C.
SAAB
sebelumnya sudah pernah membuat pesawat intai menggunakan pesawat jenis
SAAB 340, SAAB 2000, dan buatan perusahaan Brasil, Embraer E145. Pesawat
intai, yang telah dibeli beberapa negara termasuk Thailand dan Brasil,
tersebut bernama Erieye. Global Eye dapat disebut sebagai Erieye ER atau
Extende Range karena jangkauan intainya lebih luas.
"GlobalEye
memberikan pendeteksian jarak jauh yang dapat melakukan pengawasan,
pendeteksian, dan pelacakan di udara, darat, dan maritim dari sebuah
sistem kendali” kata Head of Electronic Defence Systems Micael Johansson
dalam acara Singapore Airshow, Selasa, 16 Februari 2016.
Menurut Johansson, GlobalEye adalah solusi pertahanan multiperan di
seluruh wilayah di sebuah negara. Dalam pengawasan di darat, GlobalEye,
yang mampu mengangkasa selama 11 jam, dapat menggunakan Ground Moving
Target Indicator untuk mendeteksi gerakan asing, bahan untuk target
kecil.
Johansson juga mengklaim, GlobalEye dapat menemukan
obyek asing atau senjata tempur musuh berkemampuan siluman atau
mata-mata yang masuk wilayah negara. Bahkan, pesawat intai tersebut
mampu mengetahui keberadaan sebuah kapal selam asing dengan menangkap
periskop kapal yang sesekali muncul ke permukaan laut. "Bahkan saat
musuh mengacaukan jaringan atau jamming," kata Johansson.
Kepala Kantor Perwakilan SAAB di Indonesia Peter Carlqvist mengatakan
teknologi pesawat intai seperti Erieye dan GlobalEye sangat baik untuk
kondisi Indonesia yang terdiri atas wilayah kepulauan. Pesawat intai ini
dapat menangkal segala upaya illegal fishing yang banyak menyerang dari sisi perbatasan.
"Keunggulannya, informasi dari Erieye bisa langsung dikomunikasikan ke
pesawat tempur atau kapal patroli untuk mengusir penangkapan ikan liar
dan bajak laut," kata Carlqvist.
Saat ini, Indonesia memiliki
armada patroli maritim, yaitu Boeing 737 Surveillance dari Skuadron
Udara V Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin. Tiga unit pesawat yang sudah
digunakan sejak 1982 ini masih memakai teknologi radar lama.
CB, Changi - Komisaris PT
Regio Aviasi Industri (RAI) Ilham Habibie mengatakan perusahaan produsen
pesawat dalam negeri butuh jaminan aturan berupa undang-undang, yang
dinilai lebih kuat dibanding aturan lain, seperti peraturan presiden,
keputusan presiden, atau peraturan menteri. Aturan tersebut, menurut
dia, lebih dibutuhkan RAI dalam pembangunan pesawat jenis R80 selain
dukungan finansial.
"Presiden Joko Widodo sudah mendukung,
seperti dalam suratnya kepada REI pada Oktober lalu," ucap Ilham dalam
acara Singapore Airshow, 16 Februari 2016. "Tapi, detailnya seperti apa,
belum jelas."
Salah satu jaminan yang diharapkan dari
pemerintah adalah penerapan pajak bagi onderdil pesawat yang harus
dibeli RAI secara impor dari luar negeri. Menurut Ilham, aturan tersebut
sangat memberatkan karena semakin meningkatkan biaya produksi yang juga
bakal berefek pada lonjakan harga pesawat. "Pesawat kami nantinya jadi
kurang kompetitif harganya," ujar Ilham.
R80 digadang-gadang sebagai pesawat canggih dengan teknologi fly by wire atau dikendalikan secara elektronik yang juga irit bahan bakar karena menggunakan baling-baling atau turboprop.
Pesawat ini juga diklaim mampu mengalahkan saingannya, ATR 72, milik
perusahaan konsorsium Italia-Prancis yang berukuran lebih kecil dengan
kapasitas maksimal hanya 72 penumpang.
Pesawat dengan biaya
pembuatan mencapai US$ 700 per unit tersebut melibatkan 70 insinyur
mesin lokal. RAI akan langsung memproduksi 200 unit pesawat, 145 unit di
antaranya telah dipesan tiga perusahaan, yaitu AirNam sebanyak 100
unit, Kalstar Asia (25), dan Trigana Air (20). "Harganya US$ 22-25
miliar," kata Ilham.
CB, Changi - Komisaris PT
Regio Aviasi Industri (RAI) Ilham Habibie menemui petinggi dua
perusahaan mesin pesawat terbang dalam rangkaian acara Singapore
Airshow. Putra Presiden RI ketiga tersebut tengah melakukan lobi dan
negosiasi untuk menentukan mesin yang akan digunakan pesawat buatan
dalam negeri, R80, yaitu Pratt and Whitney PW-150 dan Rolls Royce
AE2100.
"Kemarin bertemu dengan Pratt, besok bertemu dengan Rolls," kata Ilham di Changi Exhibition Centre, Rabu, 17 Februari 2016.
Meski bakal menjadi pesawat buatan asli Indonesia, R80 belum bisa 100
persen menggunakan produk dalam negeri. Pasalnya, sejumlah teknologi
utama mesin pesawat belum diproduksi perusahaan dalam negeri. Menurut
Ilham, ada empat bagian komponen utama yang tetap harus memakai produk
asing, yaitu mesin utama, kopit pilot, control flight system, dan mesin landas.
Ilham berujar, pembuatan R80 sudah rampung 80 persen pada tahap desain
awal. Sedangkan tahap desain rinci atau penyerahan gambar detail pesawat
kepada operator rencananya baru awal tahun mendatang. Menurut Ilham,
saat ini RAI masih belum menentukan banyak keputusan strategis, termasuk
rekanan dan tenaga ahli yang akan digandeng membangun pesawat yang
rencananya mulai terbang pada 2019 tersebut.
R80 digadang-gadang sebagai pesawat canggih dengan teknologi fly by wire atau dikendalikan secara elektronik yang juga irit bahan bakar karena menggunakan baling-baling atau turboprop.
Pesawat ini juga diklaim mampu mengalahkan saingannya, ATR 72, milik
perusahaan konsorsium Italia-Prancis yang berukuran lebih kecil dengan
kapasitas maksimal hanya 72 penumpang.
"Jumlah kursinya
bergantung pada permintaan klien," kata Ilham. "Meski daya tampungnya
hanya 80-90 kursi, R80 bisa dipasangi kursi hingga lebih dari seratus."
Pesawat dengan biaya pembuatan mencapai US$ 700 per unit tersebut
melibatkan 70 insinyur mesin lokal. RAI akan langsung memproduksi 200
unit pesawat, 145 unit di antaranya telah dipesan tiga perusahaan, yaitu
AirNam sebanyak 100 unit, Kalstar Asia (25), dan Trigana Air (20).
Sir Richard Branson berpose di depan
Virgin Galactic SpaceShipTwodi Mojave, California, 20 Februari 2016.
Pesawat Virgin Galactic pertama mengalami kecelakaan dan jatuh serta
menewaskan kedua pilotnya, pada 2014. AP/Mark J. Terrill
Sir Richard Branson memimpin
peluncuran Virgin Galactic SpaceShipTwo di Mojave, California, 20
Februari 2016. Pesawat ini dapat membawa enam turis ke luar angkasa
dalam penerbangan selama lima menit. AP/Mark J. Terrill
Putra Richard Branson, Sam Branson
(kiri) dan istrinya menolong anak mereka, Eva-Deia meresmikan Virgin
Galactic SpaceShipTwo di Mojave, California, 20 Februari 2016. Pesawat
ini akan melakukan uji coba terbang, seblum membawa turis ke luar
angkasa. AP/Mark J. Terrill
Virgin Galactic SpaceShipTwo mampu
terbang hingga ketinggian 62 mil atau 100 km. Pesawat ini diawaki oleh
dua pilot dan membawa enam penumpang dalam penerbangan luar angkasa sub
orbital. twitter.com
Penerbangan luar angkasa sub obital
Virgin Galactic SpaceShipTwo adalah pesawat meluncur dari bumi hingga
mencapai ketinggian 62 mil atau 100 km dan kemudian kembali ke bumi.
Penerbangan ini memakan waktu lima menit. twitter.com
Sir Richard Branson bersama karyawan
berpose di depan Virgin Galactic SpaceShipTwo di Mojave, California, 20
Februari 2016. Pesawat ini akan membawa turis dalam pernerbangan luar
angkasa sub orbital. AP/Mark J. Terrill
Media Inggris, Daily Mirror, edisi
14 Februari 2016, menulis bahwa sniper SAS berhasil menembak mati salah
seorang komandan ISIS di kamp pelatihan di Suriah dari jarak 1.200
meter. Anggota pasukan khuisus Inggris tersebut menggunakan senapan
DAN.338 yang dilengkapi perendam suara dan penghilang flash dari laras.
Kaliber 338 merupakan senapan runduk menengah yang berada di antara
kaliber 7,62 mm yang jangkauannya tidak jauh dan kaliber 12,7 mm yang
berat dan besar sehingga kurang mobilitas. Senapan runduk 338 dirancang
ringan, kompak, dan memiliki jangkauan yang jauh. Peluru kaliber .338
Lapua Magnum dianggap lebih powerfull. IWI
Industri pertahanan Israel, IWI
(Israel Weapon Industries) memperkenalkan senapan sniper DAN .338 pada
Eurosatory 2014. IWI menyebutkan bahwa pengembangan senapan khusus
sniper ini bekerja sama dengan unit operasi khusus Israel Defense
Forces. Senapan ini disukai para sniper karena memiliki jangkauan yang
jauh, hingga 1.200 m, dan sangat presisi. Senapan ini dirancang kompak
dan ringan. Chassis senapan terbuat dari alumunium dengan berat 6,9 kg,
tanpa magazine, amunisi, teleskop, dan mount. janes.com
AWM (Arctic Warfare Magnum) .338
merupakan salah satu senapan runduk terkenal yang banyak dipakai pasukan
khusus di sejumlah negara. Dua pasukan khusus Indonesia, Kopaska dan
Kopassus, juga menggunakan senapan buatan Accuracy International, sebuah
perusahan senjata Inggris. Senapan ini menggunakan amunisi .338 Lapua
Magnum yang telah terbukti dalam perang di Irak dan Afghanistan. Sniper
Inggris mengatakan bahwa amunisi .338 Lapua Magnum dapat menjangkau
target sejauh 1.600 m. Magazine senapan ini memuat lima peluru. awgun.ru
Industri senjata Barrett terkenal
dengan senapan semi-otomatis .50 BMG. Senapan terbaru mereka adalah
Barrett MRAD (Multi-Role Adaptive Desain) yang menggunakan amunisi .338
Lapua Magnum. Barrett MRAD dikembangkan dari senapan Barrett 98b dengan
sejumlah modifikasi dan perbaikan. Senjata runduk ini meraih Rifle of
the Year 2012 dari NRA. Dengan amunisi .338 Lapua Magnum, MRAD dapat
menjangkau target sejauh 1.500 m dengan akurasi 0.5 MOA (minute of arc).
Barrett membuat senapa ini setelah United States Special Operations
Command (USSOCOM) memerlukan senapan baru untuk operasi pasukan khusus,
pada 2009. reddit.com
Senapan runduk buatan Prancis PGM
.338 dikenal juga dengan nama PGM .338 Lapua Magnum atau PGM
Mini-Hecate. Senapan yang menggunaka peluru kaliber .338 mampu membunuh
target sejauh 1.200 - 1.500 meter. PGM 338 dirancang sebagai senapan
anti personel yang bekerja pada jarak tembak antara 500 sampai 1.400
meter dengan tingkat akurasi 0,5 MOA (Minute of Arc). 1 MOA sama
dengan1/60 kali satu derajat. Jadi senapan runduk ini sangat akurat. PGM
.338 masih dapat menembak target sejauh 1.500 m dengan baik. Senapan
rancangan Chris L. Movigliatti memiliki bobot 6,5 kg. wikipedia.org
TRG-42 adalah senapan runduk jarak
jauh yang presisi buatan SAKO, Finlandia. Senapan ini merupakan
pengembangan dari TRG-41. Sako TRG-42 menggunakan amunisi Lapua Magnum
kaliber .338 dan memiliki jangkauan 1.500 meter. Magazine senapan berisi
lima butir peluru. Senapan runduk ini dilengkapi dengan peredam suara
dan penghilang cahaya yang dihasilkan dari tembakan, bagian ini dapat
dilepas pasang. TRG-42 menggunakan alat bidik standar buatan Zeiss atau
Schmidt & Bender PM. wikipedia.org
Russia's President Vladimir Putin
(L) talks with Turkey's Prime Minister Tayyip Erdogan after their news
conference in Istanbul December 3, 2012
Sumber: Reuters
Sejak memburuknya hubungan
Rusia dan Turki, pertanyaan mengenai kemungkinan konflik bersenjata
antara kedua negara kerap menyeruak. RBTH bertanya kepada para pakar
militer Rusia dan Turki terkait potensi terjadinya hal tersebut dan apa
skenario yang mungkin terjadi.
Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Turki menyiapkan intervensi militer di Suriah.
“Kami memiliki alasan serius untuk menduga Turki melakukan
persiapan intensif guna melakukan invasi militer terhadap negara yang
berdaulat — Republik Arab Suriah,” kata Kementerian Pertahanan dalam
sebuah pernyataan resmi pada 4 Februari lalu.
Kementerian Pertahanan Rusia juga meluncurkan gambar yang
menunjukkan peningkatan aktivitas angkatan bersenjata Turki di
perbatasan Turki-Suriah.
“Pada masa perang, ini adalah cara untuk mempersiapkan
infrasturktur transportasi sebelum intervensi militer. Lokasi semacam
ini digunakan untuk memastikan gerak cepat konvoi militer yang
mengangkut amunisi dan senjata ke zona perang, serta upaya relokasi dan
evakuasi personel,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan.
Ankara membantah tuduhan tersebut, menyatakan
‘Rusia hendak menutupi aksi kriminalnya sendiri di Suriah’ dan ‘Turki
memiliki hak untuk melakukan berbagai langkah guna melindungi diri’.
Sementara, pernyataan Arab Saudi mengenai kemungkinan penempatan pasukan di Suriah ibarat menambahkan bensin pada api.
Semua ini memicu gelombang baru spekulasi terkait topik
ini: Apa yang mungkin terjadi? Mungkinkah Rusia-Turki dapat menghindari
konfrontasi langsung? Atau benarkah perang sungguh tak terhindarkan?
Perang atau Tidak?
Vladimir Avatkov, Direktur Pusat Studi Oriental, menilai
situasi ini sebagai kondisi yang sangat sulit. Menurut pendapatnya,
kemungkinan konflik bersenjata antara Rusia dan Turki sangat tinggi.
“Turki memiliki rencana yang serius terhadap Suriah,” katanya.
“Aksi militer Rusia menjadi tantangan bagi mereka. Ankara
kini memiliki beberapa opsi untuk beraksi. Pertama, mereka mungkin
mengirim pasukan ke Suriah sebagai bagian dari koalisi. Kedua, mereka
mungkin mulai melakukan pendampingan lebih banyak terhadap oposisi
radikal Suriah. Tentu, mereka juga bisa saja diam dan menunggu — tak
melakukan apa-apa, tapi hal ini sepertinya tak mungkin dilakukan. Saya
rasa Ankara akan secara aktif mencari cara untuk mengimplementasikan dua
skenario pertama.”
Kerim Has, seorang ilmuwan politik Turki dari Organisasi
Riset Strategis Internasional (USAK), lebih optimis. Menurut sang pakar,
kemungkinan perang cenderung kecil.
“Terdapat dua alasan: risiko regional bagi kedua negara dan
keanggotan NATO Turki. Rusia tak ingin berperang dengan NATO karena
Suriah,” kata Has.
Suriah Sebagai Tempat Konfrontasi
Namun, pakar yang diwawancarai oleh RBTH sependapat akan
satu hal: jika terjadi konflik militer antara Rusia dan Turki, itu hanya
akan terjadi di wilayah Suriah.
Mayor Jenderal (Purn.) Alexander Kostyukhin, yang lama
bekerja di Turki dan tahu betul realitas militer di negara tersebut,
menilai bahkan dalam kasus provokasi dari pihak Turki, Rusia tak akan
menyerang wilayah Turki, melainkan hanya membatasi diri dengan Suriah.
“Jika Turki menghantam pasukan Rusia di Suriah, Rusia dapat menyerang balik di wilayah Suriah, tapi tidak di Turki,” katanya.
“Namun, dalam merespons aksi Turki, pemerintah Suriah akan
dapat memasuki wilayah Turki. Itu mungkin saja terjadi. Pengembangan
selanjutnya sulit untuk diprediksi, karena itu bergantung pada level
keterlibatan pihak lain. Secara khusus, terkait dukungan NATO terhadap
anggotanya.”
Victor Nadein-Rayevsky, pakar di Institut Ekonomi Dunia dan
Hubungan Internasional (IMEMO) di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (RAN),
mengeluarkan pertanyaan lain: “Akankah Turki mampu melindungi ruang
udaranya terkait operasi darat Turki di Suriah?”
Menurut sang pakar, sepertinya itu tak mungkin bagi Ankara,
dan sebuah intervensi di Suriah tak mungkin dilakukan tanpa
perlindungan ruang udara.
Analis politik Turki Kerim Has menilai militer Turki tak tertarik melakukan operasi darat di Suriah.
“Ankara takut koridor Kurdi akan tercipta di Suriah utara, yang menciptakan ancaman bagi integritas wilayah Turki,” kata Has.
“Untuk menghindari hal tersebut, dinas rahasia Turki
melakukan operasi darat di wilayah tersebut. Namun, tak ada yang perlu
dipertanyakan mengenai intervensi militer skala besar di Suriah.”