Senin, 04 Februari 2019

Trump Pertimbangkan Opsi Intervensi Militer di Venezuela


Trump Pertimbangkan Opsi Intervensi Militer di Venezuela
Militer AS. FOTO/Sputniknews

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan, penggunaan kekuatan militer AS di Venezuela menjadi salah satu opsi yang ada. Kemungkinan pengerahan pasukan AS ini seiring dengan terus berlangsungnya krisis politik di Venezuela yang kian meruncing.

Pernyataan soal opsi pengerahan militer ke Venezuela dilontarkan Trump dalam sebuah wawancara dengan CBS, Jumat (1/2) malam. Ketika ditanya apa yang akan membuatnya menggunakan kekuatan militer di Venezuela dan apa kepentingan keamanan nasional untuk tindakan seperti itu, Trump berkata, "Yah, saya tidak ingin mengatakan itu, tapi tentu saja itu sesuatu yang ada di - itu pilihan."

Trump lebih lanjut mencatat, bahwa Venezuela adalah "bagian yang sangat penting di dunia", di mana kejahatan yang merajalela dan kemiskinan yang meluas telah menyebabkan penderitaan di kalangan penduduk setempat.

Trump juga mengungkapkan, beberapa bulan lalu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro melayangkan permintaan untuk bertemu dengannya. Namun, Trump menolak permintaan itu. Penolakan itu dikarenakan telah terjadi "hal-hal yang sangat mengerikan" di negara itu.

"Saya menolaknya, karena kami sangat jauh dalam prosesnya," kata Trump. "Begitu banyak hal yang sangat mengerikan telah terjadi di Venezuela, ketika Anda melihat negara itu. Itu adalah negara terkaya di bagian dunia, yang merupakan bagian yang sangat penting di dunia,” lanjutnya.

“Dan, sekarang Anda melihat kemiskinan dan Anda melihat penderitaan dan Anda melihat kejahatan dan melihat semua hal yang terjadi. Jadi, saya pikir prosesnya tengah berjalan, aksi protes yang luar biasa," jelas Trump.

Hingga kini dukungan untuk kubu oposisi Venezuela yang dipimpin oleh Juan Guaido terus mengalir dari dunia internasional dan dari dalam negeri Venezuela sendiri. Guaido sendiri telah mengangkat dirinya sebagai presiden sementara negara itu. AS dan beberapa sekutunya juga telah mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. 





Credit  sindonews.com