Seoul (CB) - Korea Utara menepati janjinya dengan meledakkan terowongan di tempat uji nuklirnya pada Kamis, kata media pemerintah Korea Utara, sebagai bagian dari upaya mengurangi ketegangan di semenanjung Korea dan mengangkat kemungkinan pertemuan puncak dengan Amerika Serikat.

Korea Utara melakukan seluruh enam uji nuklirnya di Punggye-ri, yang terdiri atas terowongan di bawah gunung Mantap di bagian timur laut negara itu.

Sekelompok kecil media asing, yang dipilih Korea Utara, menyaksikan penghancuran itu, yang menurut Pyongyang adalah bukti tekadnya mengakhiri uji nuklir.

Penghancuran tempat itu dimulai sekitar pukul 11.00 dengan meledakkan dan meruntuhkan terowongan serta pos pengamatan.

Kantor berita Korea Utara KCNA melaporkan ketiadaan kebocoran bahan radioaktif atau dampak buruk apa pun pada lingkungan hidup di sekitarnya.

"Pembongkaran tempat uji nuklir dilakukan sedemikian rupa untuk membuat semua terowongan di tempat uji itu runtuh akibat ledakan dan sepenuhnya menutup pintu masuk terowongan itu, dan pada saat sama, meledakkan beberapa sarana penjagaan dan pos pengamatan di tempat tersebut," kata KCNA.

Pemerintah Korea Selatan menyambut penghancuran tempat percobaan itu dengan menyebutnya "langkah pertama bermakna untuk pewujudan pelucutan nuklir sepenuhnya, yang diungkapkan Korea Utara dalam pertemuan antar-Korea".

Media Korea Selatan menggambarkan bagaimana pejabat Korea Utara memanggil media untuk menanyakan apakah mereka siap untuk memfilmkan ledakan pertama. Mereka lalu menghitung mundur.


"Dengan dentuman berat, yang mengguncang gunung Mantap, debu dan pecahan batu tumpah keluar dari pintu masuk itu," kata media Korea Selatan.

Setelah beberapa waktu, terowongan dan sarana lain dihancurkan, lalu terowongan ketiga dan pos pengamatan lain.

Sekitar lima jam sesudah upaya itu dimulai, dua asrama tentara dihancurkan, kata media Korea Selatan.

Tawaran Korea Utara untuk menghilangkan tempat percobaan itu dilihat sebagai sumbangan besar dalam beberapa bulan mengurangi ketegangan puluhan tahun dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat.


Korea Utara pada April mengumumkan akan menangguhkan uji nuklir dan peluru kendali serta menggantikannya dengan upaya mengejar pertumbuhan ekonomi dan perdamaian, demikian Reuters melaporkan.