Selasa, 03 Februari 2015

Mungkinkah Jokowi Berpaling dari PDIP dan Lahirkan Partai Baru?


Mungkinkah Jokowi Berpaling dari PDIP dan Lahirkan Partai Baru?

Jakarta (CB) - Pemilu 2019 nanti Pilpres dan Pileg bakal digelar bersamaan, banyak pihak menilai parpol butuh figur kuat sebagai capres untuk memikat pemilih. Mungkinkah Jokowi yang tengah ditekan PDIP saat ini memilih meninggalkan partai banteng moncong putih di last minute jelang Pemilu 2019?

Benih partai baru memang mulai bermunculan, salah satunya dari basis relawan pendukung Jokowi di Pilpres 2014 silam, Ormas Pro Jokowi (Projo). Ketua DPC Ormas Projo Solo, Sugeng Setyadi bahkan berani bicara lahirnya partai baru 'Pro Jokowi' tersebut tinggal menunggu peluit. Siapa peniup peluitnya, sampai kini masih dirahasiakan.

Jokowi memang tengah menghadapi tekanan cukup keras dari PDIP, terutama di tengah konflik KPK-Polri yang belum juga tuntas. Bahkan tak hanya PDIP, sejumlah parpol KIH juga berposisi mendorong Jokowi lekas melantik Komjen Budi Gunawan jadi Kapolri. Namun dorongan ini tentu bertentangan dengan kemauan rakyat yang menghendaki pelantikan Komjen Budi dibatalkan.

Jelas Jokowi berada dalam posisi dilematis, sebagai Presiden, hak prerogatif Jokowi seperti dicampuri. Pada saat Jokowi dalam posisi sulit dukungan agar Jokowi mendengarkan suara rakyat terus mengalir. Dukungan mengalir dari KMP dan para sesepuh negeri, seperti Presiden RI ke-3 BJ Habibie.

Namun hingga kini Jokowi belum juga mengambil sikap tegas untuk menuntaskan polemik cicak vs buaya jilid III. Jokowi malah menunggu proses praperadilan yang sedang berjalan, tentu memakan waktu, sementara publik semakin menanti sikap tegas Presiden Jokowi memenuhi janji kampanyenya untuk terus menjaga marwah pemberantasan korupsi di Indonesia.

Di saat Jokowi seperti terombang-ambing tekanan politik parpol pendukungnya inilah para relawannya bergerak. Para relawan yang tak terima melihat sang presiden diganggu pun mulai bicara soal kelahiran partai baru, memang belum ada namanya, namun semakin jelas partai itu disiapkan untuk Jokowi agar tak lagi tertekan PDIP dan koalisi pemerintahan lainnya. Istilah 'Partai Pro Jokowi' saat ini semakin santer terdengar di basis relawan Jokowi di daerah.

Namun pertanyaan besarnya adalah apakah Jokowi akan meninggalkan PDIP? Jika saat ini, tentu saja tidak. Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko yakin Jokowi bukanlah orang yang cengeng.

"Kalau melakukan hal itu dalam tanda kutip (Jokowi) terlalu cengeng. Saya sebagai orang PDIP, sebagai orang yang punya visi sama dengan Pak Jokowi, tentu saya akan merasa menyayangkan sekali kalau itu terjadi," kata Budiman di sela-sela rilis dan presentasi survei di kantor Lembaga Survei Indonesia (LSI) di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2015).

Keraguan tersebut tentu berlaku jika pertanyaan tersebut dilontarkan hari ini. Lalu bagaimana jika pertanyaan ini dilontarkan di last minute jelang Pilpres 2019, dengan kondisi tekanan yang begitu hebat tak ada jaminan Jokowi bakal dicapreskan lagi di 2019, saat itu mungkinkah Jokowi berpaling dari PDIP dan buat partai baru?


Credit Detiknews